LOGINDi saat yang bersamaan, Chandra juga melontarkan pertanyaan kepada Roh Penunggu.“Roh Penunggu, apa mungkin Dewi adalah anakku?” tanya Chandra kepada Roh Penunggu yang berada di dalam Istana Abadi. Cara berpikir Chandra benar-benar aneh. Namun, dia bisa merasakan ikatan darah ketika berada di dekat Dewi. Cara berpikirnya juga terhitung tidak masuk akal. Karena dirinya dan Nova sudah cukup lama tidak berhubungan intim. Terlebih lagi, Chandra dan Nova sempat mengasingkan diri untuk mempelajari Kitab Langit sebelum masuk ke dalam Dunia Tawang. Mereka juga membutuhkan waktu selama beberapa saat untuk berkultivasi selama pengasingan diri. Setelah itu, mereka berdua langsung pergi menuju Dunia Tawang. Dari sisi waktu kelahiran Dewi, gadis itu tidak cocok untuk menjadi putrinya. Roh Penunggu mengetahui semua yang dialami Chandra, jadi dia berpikir sejenak lalu berkata, “Mungkin saja.”“Sungguh?” tanya Chandra dengan raut wajah gembira. Roh Penunggu kembali berkata, “Masa kehamilan selama
Tidak lama kemudian, Dewi sudah berada di gerbang utama Perguruan Selatan . Di sana, ada banyak sekali prajurit jenius dari berbagai sekte dan keluarga terpandang yang ada di Kota Gurun Selatan.Banyu juga sudah tiba di gerbang utama Perguruan Selatan. Dia secara khusus datang dari Dunia Suci untuk menemui Dewi Kurniawan.Dewi menatap orang-orang yang ingin menemuinya dengan raut wajah jijik. Di saat yang bersamaan, Chandra juga berada di gerbang utama menunggu kemunculan Dewi. Dia segera berusaha melangkah maju ketika melihat kemunculan Dewi. Namun, ada kekuatan yang tiba-tiba menghentikan langkahnya. Chandra menatap ke depan dan mendapati kalau kekuatan yang menghalanginya untuk melangkah maju adalah kekuatan Banyu dari Pavilion Pil. Tubuh Banyu memancarkan kekuatan dahsyat yang mencegah orang-orang untuk mendekat. Banyu melangkah maju dan muncul beberapa meter di depan Dewi dalam sekejap mata.Dia menatap Dewi dengan senyuman puas lalu berkata, “Seperti rumor yang beredar, kamu mem
Kekuatan mereka telah mencapai Alam Dewara. Bahkan beberapa di antaranya sudah mencapai Trinitas Dewa Agung yang selangkah lagi untuk mencapai Alam Kaisar Semu. Chandra langsung mengerutkan keningnya setelah melihat begitu banyak prajurit hebat yang muncul di pintu gerbang. Apakah reputasi Dewi Kurniawan sehebat itu sampai mampu menarik perhatian para prajurit hebat seperti ini? Di saat yang bersamaan, seorang pemuda dari kejauhan tiba-tiba mendekat. Pemuda itu terlihat berusia sekitar dua puluhan dengan jubah bertuliskan ‘Pil’ dan lencana yang berkilau di dadanya. Chandra seketika menyadari kalau lencana itu adalah lencana seorang peramu pil. Ayu segera berbisik kepada Chandra, “Tuan Chandra, pemuda itu berasal dari Pavilion Pil. Lencana yang digunakannya adalah lencana yang khusus diperuntukkan untuk Peramu Pil tingkat tiga Alam Dewara. Lencana seperti itu adalah barang langka, bahkan di Dunia Tawang.”Chandra menatap sosok laki-laki itu dengan tatapan penuh keterkejutan. Ternyata
Chandra benar-benar ingin mengetahui kebenarannya. Namun, Chandra tidak bisa masuk. Bagaimanapun juga, tempat ini adalah kediaman Perguruan Selatan di mana para murid yang menjaga gerbang saja memiliki kekuatan dengan tingkat tiga puluh tiga Alam Ajaib. Mereka hampir mencapai Alam Dewara. Masuk ke dalam mansion ini sama sulitnya seperti naik ke Langit dengan penjagaan seketat ini. Sekarang, satu-satunya cara yang bisa Chandra lakukan adalah menunggu di luar. “Tuan, kita menyerah saja,” bujuk Ayu tanpa lelah. “Kita akan menunggu di sini. Aku menolak menyerah untuk bisa bertemu dengan Dewi Kurniawan,” balas Chandra bersikeras sambil berdiri di depan gerbang utama Perguruan Selatan. Akhirnya, Chandra menunggu di depan pintu gerbang bersama Ayu. Tidak lama kemudian, ada banyak makhluk yang bermunculan di depan pintu gerbang. Mereka semua berseru ingin bertemu dengan Dewi Kurniawan, tapi para penjaga dengan sigap menahan mereka.Di sisi lain, di aula utama Perguruan Selatan. Gutar duduk
Laki-laki itu mulai berbicara panjang lebar. “Rumor mengatakan kalau Dewi Kurniawan berasal dari Belantara Liar.”“Semua itu berawal sejak tiga puluh ribu tahun yang lalu. Seorang ketua sekte bela diri merasa ada yang tidak beres di Belantara Liar. Kemudian ketua sekte itu kembali dari Belantara Liar dengan membawa seorang bayi.”“Tidak ada yang mengetahui detail kejadian saat itu, selain si ketua sekte.”*** Chandra mendapatkan informasi dari orang-orang di sekitarnya kalau Dewi Kurniawan berasal dari Belantara Liar. Namun, dia masih belum mengetahui detail kejadiannya. Selain itu, Chandra mendengar Dewi mengatakan tentang ibunya yang sepertinya berasal dari Belantara Liar kepada Gutar. Sayangnya, Chandra juga tidak mengetahui hal spesifik dari perkataan Dewi. Bagaimanapun juga, Chandra merasa kalau Dewi sangat mirip dengan Nova. Hal ini rasanya juga bukan merupakan suatu kebetulan. Kemungkinan besar, Dewi Kurniawan memiliki hubungan dengan Nova. Namun, apa hubungan mereka? Apa mun
Chandra melihat sesosok perempuan yang menunggangi Cahaya Suci Lima Warna setelah Chandra keluar dari area kota. Sosok itu perlahan turun dan mendarat di luar gerbang kota. “Dewi Kurniawan!” seru seseorang. Suasana seketika berubah riuh setelah seseorang berteriak. “Itu benar-benar Dewi Kurniawan!”“Aku tidak menyangka akan melihatnya di sini!”*** Semua orang menatap ke arah Dewi dengan raut wajah membara seakan mereka sedang melihat kekasih impian. Chandra pernah mendengar tentang Dewi Kurniawan sebelumnya. Perempuan itu adalah seseorang yang paling jenius yang pernah ada di Dunia Tawang. Bahkan dia sudah mencapai Alam Kaisar Semu hanya dalam waktu tiga puluh ribu tahun saja. Hal ini membuat Dewi menjadi salah satu prajurit terkuat yang ada di dunia ini.Selain itu, Chandra juga tahu kalau Dewi Kurniawan adalah perempuan tercantik di dunia ini. Tatapan Chandra terus terarah ke Dewi. Perempuan itu terlihat seperti berusia sekitar dua puluh tahunan. Dia mengenakan gaun putih denga
Mungkinkah selain Pak Taka, masih ada orang lain yang bersembunyi di balik Teuku?Untuk mengetahui hal ini, Chandra harus kembali ke Rivera dan menanyakannya kepada pemilik Toko Antik Bartele. Meskipun Chandra tidak mendapatkan jawaban apa-apa terakhir kali, dia merasa si pemilik toko pasti mengetahu
“Oh.” Nova juga tidak terlalu memikirkannya.Meski dia tahu Chandra menjalin hubungan dengan seorang wanita beberapa waktu lalu, dia tidak mengetahui nama wanita tersebut.Dan bagaimanapun juga, semuanya hanyalah kesalahpahaman, jadi dia juga tidak menghubungkan kedua hal ini.Chandra agak terharu.Dia
Ronald tidak menahan lagi jika Chandra memang hendak pergi. Dia memang tidak ingin menahan lelaki itu karena tidak ingin menyinggung kelompok hebat dan bermusuhan dengan mereka demi seorang Chandra.Namun karena Chandra menukarkan rahasia dari Lukisan Gunung Merabu, sehingga dia menyetujuinya. Sekara
“Luka di badan kamu masih belum sembuh. Biar aku suapin saja,” kata Sonia.“Nggak perlu, aku bisa sendiri.”Chandra merasa canggung disuapi oleh wanita yang baru saja dia kenal selama beberapa hari. Mendengar itu, Sonia juga tidak banyak bicara dan langsung saja memberikan makanannya kepada Chandra. M







