LOGINChandra sudah menghabiskan beberapa waktu dengan Banyu. Namun, dia baru merasakan kekuatan kutukan di dalam tubuh Banyu beberapa waktu belakangan sebanyak dua kali. Hal yang tidak biasa pasti sudah terjadi. Kemungkinan besar, Istana Hitam sudah menyusup ke dalam Pavilion Pil dan mereka akan segera melakukan operasi besar-besaran. Terlebih lagi, Pavilion Pil akan mengadakan perekrutan murid baru tidak lama lagi. Kalau saja Chandra berada di Istana Hitam, dia pasti juga akan melakukan hal yang menyulitkan Pavilion Pil di saat penting seperti itu. Akhirnya, Chandra memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan duduk bersila. Dia berusaha untuk menghubungi Marwan. Laki-laki itu sudah melakukan Sumpah Langit. Chandra pasti bisa menghubungi Marwan selama dia melakukannya dengan serius. “Marwan, apa kamu di sana?” tanya Chandra setelah berhasil terhubung dengan Marwan. Di sisi lain, di pinggiran Dunia Suci. Marwan sedang berkumpul bersama para prajurit Istana Hitam lainnya. Mereka sedang berus
Chandra cukup terkejut dengan keadaan ini. Tidak lama kemudian, gerakan karakter misterius di dalam dirinya mulai mereda dan Chandra tidak lagi merasakan kutukan dari tubuh Banyu dan Bani. Sekarang, dia hanya bisa terduduk di kursinya sambil termenung. Ada apa ini? Dia tahu, kalau Banyu tidak mungkin menjadi anggota Istana Hitam. Namun, kenapa dia bisa merasakan kekuatan kutukan dari tubuh Banyu berulang kali?“Senior?” tanya Banyu lagi.Chandra seketika tersadar dari lamunannya lalu berkata, “Aku hanya sedang melamun, maaf.”Di saat yang bersamaan, Bani masih terus menatap Chandra. Dia tidak menyangka, pemuda selemah ini bisa mengalahkan Yanu yang memiliki kekuatan tingkat empat Alam Kaisar Agung. Dia perlahan kembali berusaha merasakan tingkat kekuatan Chandra dan kembali mendapatkan jawaban yang sama. Tingkat kekuatan Chandra memang masih berada di tingkat dua puluh lima Alam Ajaib. “Saudara Chandra adalah seorang Peramu Pil. Kalau begitu, apa kamu ingin berdiskusi tentang meramu
Bani Kirana adalah kepala keluarga Kirana. Dia adalah orang yang sederhana dan tidak banyak keluar rumah. Dia mempercayakan operasional keluarga Kirana kepada Yaya yang sangat cakap dalam mengelola keluarga Kirana. Yaya juga memiliki pertemanan yang luas dan koneksi dengan banyak prajurit serta tokoh kuat dari seluruh dunia. Bani dalam diam menyetujui langkah yang diambil oleh Yaya. Dia juga setuju untuk mengundang Chandra ke kediaman keluarga Kirana hari ini. Dia tahu kedatangan Chandra ke kediamannya. Namun, dia memutuskan untuk tidak keluar menemui Chandra. Karena baginya, dia adalah prajurit super kuat yang tidak butuh untuk berteman dengan prajurit lainnya. Dia lebih memilih untuk tetap tinggal di pengasingan. Tak! Tak! Tak!Langkah kaki terdengar semakin dekat. Yaya memasuki ruangan tempat Bani mengasingkan diri dengan gaun merah mencoloknya. Dia melihat sosok laki-laki yang sedang duduk di atas lantai lalu berkata dengan penuh hormat, “Ayah.”Bani membuka matanya lalu menatap
Para anggota inti keluarga Kirana yang menunggu di depan pintu masuk akhirnya pergi. “Senior, silakan,” ujar Yaya penuh hormat seraya mengundang Chandra untuk masuk ke dalam rumah besar itu. Kemudian Chandra memasuki rumah keluarga Kirana dan langsung pergi menuju ruang tamu. Dia pun duduk di atas sofa dan tepat di meja yang berada di depannya terhidangkan berbagai macam buah suci. Semua buah itu memiliki nilai yang tak terhingga dengan energi yang sangat menakutkan. Bahkan Merzia sampai tidak bisa menahan diri untuk berkata, “Mewah! Semua ini sungguh mewah!”Chandra juga turut tidak bisa menahan diri dan langsung mengambil satu buah suci yang berkilauan lalu memakannya. Sari buah itu dengan cepat mengalir di tenggorokannya dan kekuatan dahsyat seketika mengalir di tubuhnya. Setiap pori di tubuhnya tiba-tiba terbuka dan memancarkan cahaya. Chandra merasa seakan kekuatan di dalam tubuhnya meningkat dalam sekejap mata. “Lumayan juga,” puji Chandra. Namun, Yaya justru menatap aneh ke
Banyu diam-diam merasa senang. Chandra adalah seorang prajurit kuat tak tertandingi. Jika Danya bersama Chandra, maka mereka akan menjadi saudara. Kelak, siapa yang berani menindas Banyu lagi di dunia luar?”“Silakan, Senior.”Banyu bicara dengan Chandra sambil tersenyum lebar. Chandra tidak mengatakan apa pun. Mereka segera berangkat menuju Kota Pil. Kota Pil telah dipenuhi oleh banyak prajurit kuat. Kedatangan Chandra pun menimbulkan sensasi. Jalanan kota dipenuhi orang. Orang-orang spontan memberi jalan untuk Chandra.“Itu dia.”“Pemuda yang ada di samping Tuan Banyu, prajurit kuat yang kalahkan Yanu dengan mudah.”“Dia prajurit kuat super? Nggak mirip. Auranya sangat lemah.”“Kamu tahu apa? Ini namanya merendah. Merendah. Mengerti?”Suara-suara orang berdiskusi terus berdatangan. Chandra juga mendengar isi pembicaraan mereka. Dia sama sekali tidak menyangka. Kaisar Ceptra hanya turun tangan membantunya membereskan masalah. Namun ternyata hal itu menyebabkan kehebohan sebesar ini. S
Keluarga Kirana tidak diragukan lagi merupakan salah satu keluarga terkemuka di Kota Pil. Bahkan jika ketua Pavilion Pil datang sendiri, keluarga Kirana tidak akan sampai melakukan hal sejauh ini. Pada saat yang sama, seluruh Kota Pil juga membicarakan tentang Chandra.“Kamu nggak lihat, sih. Senior itu kuat sekali. Dia cuma gerakkan tangannya, Yanu langsung kalah. Satu kali gerakan, Segel Durga Yanu langsung retak.”“Aku lihat.”“Senior muda ini terlalu kuat. Gerakan santai saja bisa mengeluarkan begitu banyak kekuatan.”“Dari mana asalnya senior ini?”“Nggak tahu.”Di Kota Pil, prajurit kuat dari Alam Kekaisaran sampai Alam Ajaib pun sedang membicarakan Chandra. Semua sibuk berspekulasi tentang asal-usulnya.Sementara itu, Chandra telah meninggalkan Kota Langit bersama Banyu. Mereka berjalan santai menuju Kota PIl. Merzia juga ikut. Baru keluar dari Kota Langit, mereka muncul di jalan setapak di luar puncak utama Pavilion Pil. Tiba-tiba, seorang perempuan berjalan mendekat.Perempuan
Monster yang mengepung wilayah Provinsi Sinam tidak terlalu kuat. Kebanyakan dari mereka berada di sekitar Alam Mahasakti. Meski begitu, mereka masih jauh lebih kuat daripada manusia.Meskipun manusia telah sepenuhnya masuk ke era kultivasi, waktu yang mereka habiskan untuk berlatih masih sangat sin
“Oh.” Chandra mendengarkan dengan serius.Sasa berhenti membicarakan hal itu. Dia kembali berkata, “Lima prajurit dewa leluhur mengendalikan lima kekuatan asl, yaitu emas, kayu, air, api dan tahan. Di zaman antigo, ada banyak prajurit dewa leluhur. Hingga pada akhirnya entah apa yang terjadi, prajur
Chandra mendongak lalu melihat Sasa yang berjalan masuk. Perempuan itu mengenakan gaun putih dengan wajahnya yang cantik. Dia tersenyum lalu berkata, “Chandra!”Chandra langsung berdiri lalu bertanya, “Kenapa kamu ada di sini?”“Kenapa? Memangnya aku tidak boleh berada di sini?” balas Sasa lalu men
Di sebuah pelabuhan di Gowa.Karena situasi perang yang mendesak, daerah tersebut saat ini diduduki oleh pasukan tentara. Pasukan 400.000 orang datang, sebagian di darat, sebagian berdiri di udara, sebagian langsung ke laut.Orang-orang itu mengenakan baju besi hitam dengan ukiran naga hitam di atas







