MasukSosok perempuan yang datang adalah Yarika. Dia adalah Tetua Tamu Pavilion Pil yang memiliki kekuatan tingkat lima Alam Kaisar Agung. Kekuatannya setara dengan Ketua Pavilion Pil. Yarika menghampiri Dahun dan menyadari raut wajah khawatir laki-laki itu lalu bertanya, “Apa yang sedang kamu pikirkan?”Laki-laki paruh baya itu adalah pemimpin Pavilion Pil saat ini. “Badai akan datang,” ujar Dahun pelan. Yarika langsung bertanya dengan nada bingung, “Apa maksudmu?”Dahun berbalik lalu balik bertanya, “Apa kamu masih ingat, bencana yang terjadi seratus zaman yang lalu?”Yarika mengangguk lalu berkata, “Bagaimana mungkin aku lupa? Bencana itu terjadi ketika aku baru saja memasuki Alam Kaisar Agung seratus zaman yang lalu. Bencana yang menyapu seluruh dunia dan menyebabkan kehancuran yang sangat luas.”“Benar.”Dahun kembali berkata, “Istana Hitam adalah pemicu dari bencana besar itu. Konon katanya, pemimpin Istana Hitam membutuhkan banyak jiwa untuk mengembangkan kekuatan kutukan. Karena a
Chandra hanya menyaksikan semua penghinaan itu dengan tenang. Dia ingin membantah, tapi kekuatannya memang masih sangat lemah. Di sisi lain, Merzia tampak sangat kesal atas ucapan Tetua itu.“Master, kenapa kamu diam saja?” tanya Merzia. Chandra berkata dengan santai, “Memangnya apa yang harus kukatakan? Aku tidak perlu mengatakan apa pun. Biarkanlah semua terjadi apa adanya.”Perkataan Chandra sama sekali tidak meredakan amarah Merzia. Dia langsung mengentakkan kakinya dengan penuh amarah. Tetua Agung hanya melirik Chandra sebentar dan tidak terlalu memedulikannya. Dia menatap kembali ke arah Banyu lalu berkata, “Kamu sudah membuat banyak masalah di luar sana. Sekarang, tetaplah di Kota Langit dan jangan pergi ke mana-mana lagi karena perekrutan murid baru akan segera di mulai. Aku masih ada banyak urusan.”Tetua Agung langsung pergi setelah selesai berbicara. Tubuhnya melesat pergi dan menghilang dari pandangan mereka dalam sekejap mata. “Senior Chandra ....”Banyu berkata dengan
Seorang perempuan di belakang mereka sedang menaiki tangga ketika Banyu memandu Chandra dan Merzia memasuki kota. Perempuan itu mengenakan gaun ungu panjang dan berjalan dengan sangat cepat. Dia menaiki tangga dan muncul di gerbang Kota Langit dalam sekejap mata.Banyu berbalik lalu berkata dengan penuh kegembiraan, “Master, kamu sudah keluar dari pengasingan?”Perempuan itu adalah Yarika. Sebelumnya, dia sudah mendapatkan perintah untuk melukai Mantan Pemimpin Pavilion Pil dengan parah. Yarika adalah seorang Kaisar Agung tingkat lima sekaligus guru dari Banyu. Semua kemampuan dan jurus yang Banyu miliki berasal darinya. Yarika mengangguk seraya berkata, “Ya.”“Master, kamu jarang sekali datang ke Kota Langit. Kalau begitu, izinkan aku untuk memperkenalkan seseorang. Dia adalah Senior Chandra.”Banyu mulai memperkenalkan Chandra kepada gurunya, begitu pun sebaliknya dengan berkata, “Senior Chandra, dia adalah guruku yang bernama Yarika. Dia adalah Tetua Tamu terkuat di Pavilion Pil. K
Chandra berpikir sejenak lalu memutuskan kalau dia akan mencari Nova setelah urusan perekrutan murid baru Pavilion Pil selesai. Dia ingin menggabungkan Jarum 81 Langit dengan Jarum 81 Penghancur untuk membentuk Lorong Waktu sekaligus menyebarkan berita tentang kedatangannya. Dengan begitu, para prajurit kuat yang melindungi Pil Leluhur Agung akan mendengar tentang kemunculannya dan dengan sukarela akan mencarinya.“Senior Chandra, ada apa? Apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Banyu setelah melihat raut wajah Chandra yang tampak bingung. Chandra langsung tersadar dari lamunannya lalu berkata, “Tidak, tidak apa-apa, kok. Aku hanya memikirkan beberapa hal saja.”“Oh,” ujar Banyu sambil mengangguk. Kemudian dia mulai menjelaskan secara panjang lebar tentang Pavilion Pil. Tanpa mereka sadari, mereka telah tiba di kota inti dari Dunia Pil, yaitu Kota Pil. Kota ini adalah tanah suci bagi para Peramu Pil. Di sinilah, para Peramu Pil dari kalangan elite berkumpul. Peramu Pil tingkat Dewara
Darsen adalah mantan Ketua Pavilion Pil. Dia adalah sosok yang sangat dihormati di Dunia Tawang. Dia mendirikan Pavilion Pil seorang diri dan mengembangkannya sampai menjadi kekuatan terkuat di Dunia Tawang. Kekuatannya meningkat sampai tingkat tujuh Alam Kaisar Agung sejak beberapa zaman dahulu. Zaman demi zaman berlalu dan tidak ada yang tahu sudah sampai tingkat berapa kekuatannya saat ini. Hambatan terbesar untuk menghancurkan Pavilion Pil adalah Darsen. Darun yang merupakan Ketua Pavilion Pil saat ini bukanlah suatu ancaman yang berarti setelah Darsen kehilangan kekuatannya untuk bertarung.“Ketua, kapan serangan akan dilancarkan?” tanya perempuan bergaun ungu dengan raut wajah serius. Dia memiliki kekuatan tingkat lima Kaisar Agung. Dia adalah Tetua Tamu terkuat di Pavilion Pil dan sudah sejak berabad-abad yang lalu menantikan penyerangan ini tiba. Namanya adalah Yarika. Sebelumnya, dia hanyalah seorang prajurit pengembara yang menemukan banyak kesempatan, sampai kekuatannya b
“Kekuatan Pavilion Pil semakin kuat. Itu tandanya, kita harus segera melenyapkan mereka,” ujar sosok bayangan itu. Penasihat Kerajaan seketika menyadari kalau Istana Hitam berniat untuk segera menyerang Pavilion Pil. Dia dengan cepat berkata, “Ketua, tapi kekuatan pemimpin Pavilion Pil saat ini berada di tingkat lima Alam Kaisar Agung. Selain itu, mereka juga menyembunyikan seorang prajurit dengan kekuatan tingkat tujuh Kaisar Agung. Ditambah lagi, para tetua yang menjadi tamu Pavilion Pil yang tak terhitung jumlahnya. Sepertinya, bukan hal yang mudah untuk menghancurkan mereka semua.”“Hehe!”Namun, sosok bayangan itu justru terkekeh seraya berkata, “Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui tentang semua itu? Tenang saja, pemimpin Pavilion Pil, prajurit tingkat tujuh Alam Kaisar Agung dan para tetua itu bisa ditangani. Kali ini, wakil pemimpin Istana Hitam sendiri yang akan menanganinya dan kamu bertugas untuk membantunya. Kamu pimpin semua prajurit kuat Istana Hitam untuk memusnahkan
Chandra tampak seperti orang gila saat ia berlari keluar dari rumah yang sudah hancur menjadi puing-puing. "Ke mana dia pergi? Ke mana Nova pergi?" Saat itu, ia seperti binatang buas yang kehilangan arah. Ia tidak tahu harus ke mana, tidak tahu di mana bisa menemukan Nova."Rivera, ya, pasti di River
Chandra membawa Erwin masuk ke dalam gedung. Dia menuju kantor, menyerahkan Erwin kepada Sandra, dan berkata, "Aku serahkan orang ini kepadamu sekarang.""Apa, kamu mau pergi?" tanya Sandra, yang mengenakan setelan profesional merah dan memiliki rambut ikal besar berwarna merah, memandang Chandra den
Tama mengangguk setelah mendengar perkataan Chandra. Bebatuan itu memang tampak seperti permainan bagi mereka. Laki-laki tua itu berjalan 3 langkah ke depan lalu berhenti di depan sebuah batu lainnya. Dia kembali menginjak batu itu dengan keras dan batu itu kembali tenggelam. Namun, batu yang sebelu
Chandra benar-benar terpesona dengan kekuatan kedua orang ini dan menyaksikan pertarungan mereka dengan sangat serius. Bagaimanapun juga, kedua orang itu adalah master bela diri terbaik yang pernah dia lihat. Jadi, pastinya dia akan mempelajari banyak hal yang akan berguna bagi ilmu bela dirinya kel







