LOGINDarsen adalah mantan Ketua Pavilion Pil. Dia adalah sosok yang sangat dihormati di Dunia Tawang. Dia mendirikan Pavilion Pil seorang diri dan mengembangkannya sampai menjadi kekuatan terkuat di Dunia Tawang. Kekuatannya meningkat sampai tingkat tujuh Alam Kaisar Agung sejak beberapa zaman dahulu. Zaman demi zaman berlalu dan tidak ada yang tahu sudah sampai tingkat berapa kekuatannya saat ini. Hambatan terbesar untuk menghancurkan Pavilion Pil adalah Darsen. Darun yang merupakan Ketua Pavilion Pil saat ini bukanlah suatu ancaman yang berarti setelah Darsen kehilangan kekuatannya untuk bertarung.“Ketua, kapan serangan akan dilancarkan?” tanya perempuan bergaun ungu dengan raut wajah serius. Dia memiliki kekuatan tingkat lima Kaisar Agung. Dia adalah Tetua Tamu terkuat di Pavilion Pil dan sudah sejak berabad-abad yang lalu menantikan penyerangan ini tiba. Namanya adalah Yarika. Sebelumnya, dia hanyalah seorang prajurit pengembara yang menemukan banyak kesempatan, sampai kekuatannya b
“Kekuatan Pavilion Pil semakin kuat. Itu tandanya, kita harus segera melenyapkan mereka,” ujar sosok bayangan itu. Penasihat Kerajaan seketika menyadari kalau Istana Hitam berniat untuk segera menyerang Pavilion Pil. Dia dengan cepat berkata, “Ketua, tapi kekuatan pemimpin Pavilion Pil saat ini berada di tingkat lima Alam Kaisar Agung. Selain itu, mereka juga menyembunyikan seorang prajurit dengan kekuatan tingkat tujuh Kaisar Agung. Ditambah lagi, para tetua yang menjadi tamu Pavilion Pil yang tak terhitung jumlahnya. Sepertinya, bukan hal yang mudah untuk menghancurkan mereka semua.”“Hehe!”Namun, sosok bayangan itu justru terkekeh seraya berkata, “Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui tentang semua itu? Tenang saja, pemimpin Pavilion Pil, prajurit tingkat tujuh Alam Kaisar Agung dan para tetua itu bisa ditangani. Kali ini, wakil pemimpin Istana Hitam sendiri yang akan menanganinya dan kamu bertugas untuk membantunya. Kamu pimpin semua prajurit kuat Istana Hitam untuk memusnahkan
Merzia adalah seorang Kaisar Semu tingkat tiga. Dia tahu teknik terbaik yang melibatkan Lima Elemen yang nantinya bisa membentuk jurus baru yang sangat kuat. Oleh karena itu, dia sangat gembira dan bersyukur setelah mendapatkan Pembalik Lima Elemen dari Chandra. Dia tidak pernah menyangka kalau Chandra akan memberikannya teknik luar biasa seperti ini. Banyu menghampiri Merzia lalu berkata sambil tersenyum, “Merzia, selamat atas apa yang kamu dapatkan. Apa yang dianugerahkan oleh Senior Chandra bukanlah suatu hal biasa. Itu adalah sebuah harta karun yang sangat berharga bagi hidupmu.”“Benar,” jawab Merzia sambil mengangguk.Benar apa yang dikatakan oleh Banyu. Teknik ini adalah harta karun yang sangat berharga bagi hidup Merzia. Dia pastinya akan menjadi sosok yang tak terkalahkan dan hanya berada satu tingkat di bawah Aturan Langit jika dia berhasil menguasai Pembalik Lima Elemen. Dengan begitu, tidak akan ada lagi makhluk kuat mana pun yang bisa menandinginya. Karena dia hanya mampu
Dia bersujud sebanyak sembilan kali seraya berkata, “Merzia sebagai murid bersumpah tidak akan mengkhianati dan akan selalu mengikuti perintah Master.”Peristiwa ini membuat Chandra cukup gelisah. Dia tidak pernah berpikir untuk memiliki murid. Dia hanya pernah menganggap satu orang sebagai muridnya ketika dirinya berada di Dunia Qiza. Namun sebenarnya, orang itu bukan benar-benar muridnya, hanya saja orang itu mengikuti arahannya dan terus memanggilnya sebagai Master. Bisa dibilang, orang itu juga bukan muridnya. Sekarang, Merzia menyatakan diri sebagai muridnya. Hal ini tentu saja, membuat Chandra bingung. Karena biasanya, seorang Master atau Guru akan memberikan suatu barang kepada muridnya. Namun, Merzia adalah seorang prajurit dengan tingkat kekuatan Kaisar Semu. Barang pemberian Chandra pastinya akan dipandang sebelah mata oleh Merzia. Chandra menggaruk kepalanya sambil berpikir lalu berkata, “Kultivasi apa yang sekarang sedang kamu tempuh?”Merzia berkata dengan hormat sambil
Banyu tahu, dia sudah tidak memiliki harapan sama sekali. Lupakan saja, dia pun tidak ingin berangan-angan lagi.“Ya sudah kalau begitu. Aku akan kembali ke Sekte Jagat untuk ambil kembali maharku.”Mahar yang dibawa Banyu sangat berharga. Sekarang pernikahannya dengan Merzia batal. Tentu saja, dia harus mengambil kembali maharnya. Meskipun Pavilion Pil kaya dan berkuasa, barang-barang berharga itu juga tidak akan diberikan begitu saja kepada orang lain.“Kebetulan aku juga mau kembali ke Sekte Jagat dan laporkan masalah ini pada sekte,” kata Merzia.Chandra mengangguk, “Ayo, kita kembali ke Sekte Jagat.”Chandra telah mendapatkan banyak hal dari perjalanan ke Gunung Seratus Gua ini. Dia telah mendapatkan Selingian yang dibutuhkan Kaisar Ceptra, juga menaklukkan seorang prajurit kuat super. Dengan adanya prajurit kuat super ini, kelak perjalanannya akan jauh lebih mudah.“Bos, bagaimana kalau aku mengasingkan diri dulu? Tunggu pembuluh darahku sudah berevolusi, aku baru pergi cari kamu
Namun, dilihat dari ekspresi mereka, tampaknya keduanya telah mendapatkan banyak barang bagus. Terutama Banyu. Datang-datang, pria itu memperlihatkan senyum lebarnya.“Senior Chandra, habis ini kamu mau pergi ke mana? Perekrutan murid baru Pavilion Pil nggak lama lagi. Bagaimana kalau kita langsung pergi ke Pavilion Pil?”Banyu mengundang Chandra ke Pavilion Pil lagi. Chandra adalah seorang prajurit kuat yang luar biasa. Jika dia bisa mengundang Chandra untuk menjadi juri, itu adalah hal yang sangat baik untuk Pavilion Pil.“Tapi ….” Banyu melirik Merzia dan berkata, “Sebelum pergi ke Pavilion Pil, aku harus pergi sebentar ke Sekte Jagat untuk menikahi Merzia.”Ekspresi Merzia seketika berubah. Dia tidak ingin menikah dengan Banyu. Sekalipun Banyu adalah tuan muda Pavilion Pil, Merzia tetap tidak ingin menikah dengannya. Namun, apa yang bisa dia lakukan? Sektenya telah menyetujui pernikahan itu. Jadi bagaimana mungkin Merzia menolak?Setelah berpikir sejenak, sebuah ide tiba-tiba terli
Chandra tidak tahu apa yang harus dilakukan di situasi saat ini. Beberapa saat berlalu, Sonia pun menenang setelah menangis sedih sebelumnya dan dia tenggelam dalam pikirannya, tergambar rasa bingung di wajah cantiknya.“Apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Chandra melihat Sonia yang sedang berpikir
“Kamu harus pergi, dong. Lagi pula, kamu sendiri yang bilang kalau orang itu sangat kuat dan bisa membunuhmu dengan mudah. Tapi dia nggak bunuh kamu ataupun bicara apa pun sama kamu. Dia cuma kasih amplop ini sama kamu. Itu artinya dia punya tujuan biar kamu ngikutin dia. Tujuannya apa? Kita lihat s
Sonia menatap Nova lalu berkata, “Jadi, kamu yang bantuin Chandra untuk membunuh Teuku di Diwangsa? Lalu kamu juga yang pura-pura jadi aku untuk bantuin Chandra keluar dari rumah keluarga Nantaboga dan meninggalkannya di depan pintu gerbang rumah keluarga Atmaja? Lalu Istana Raja Langit juga hasil c
"Jadi, Klinik Majestik gimana, ya? Meskipun kali ini aku berhasil mengalahkan Kimin, dia bilang pertandingan ini belum berakhir," tanya Nova cemas. Ekspresi Chandra seketika serius, "Orang-orang ini memang merepotkan. Kalau benar-benar terdesak, kita mungkin harus menghabisi mereka diam-diam.""Kamu







