ログインNamun di saat yang bersamaan, sekelompok orang mendekat dari kejauhan. Semua tokoh penting yang ada di tempat, tampak terkejut ketika melihat sekelompok orang yang datang. Mereka semua tampak membeku dan menatap sekelompok orang itu dengan tatapan penuh hormat.“Burando,” gumam seseorang. Chandra menatap ke kejauhan. Sekelompok orang itu mendekat dengan cepat dan muncul di depan dinding batu dalam sekejap mata. Dewi bergerak maju lalu berkata dengan penuh rasa hormat, “Ketua Sekte.”Sosok yang muncul itu adalah sosok yang tidaklah asing bagi mereka semua. Karena sosok itu adalah Burando, Ketua Sekte Bela Diri Sejati.Dia datang bersama beberapa sosok prajurit kuat ke Belantara Liar. Kemudian mereka bergegas masuk ke dalam kediaman Zanovar. Namun, sepanjang perjalanan mereka sama sekali tidak menemukan jejak Zanovar ataupun monster buas lainnya, jadi mereka langsung saja masuk ke bagian terdalam dari Kediaman Zanovar. Burando mengangguk ringan lalu menatap ke arah pola yang terukir d
Banyak makhluk yang memihak Gutar. Di mata mereka, bagaimana mungkin Chandra yang hanya seorang prajurit tingkat kesepuluh Alam Ajaib dapat memahami apa itu Bunga Durga? Sekalipun Chandra paham, itu juga pasti karena dia hanya membacanya dari beberapa catatan kuno.Bagaimana mungkin seseorang dengan tingkat kekuatan serendah itu dapat mengenali kalau gambar yang terukir di dinding batu adalah Bunga Durga yang telah diacak? Karena di antara begitu banyak prajurit kuat, tidak satu pun yang dapat mengenali kalau itu gambar Bunga Durga yang diacak.“Bunga Durga apaan? Kalau nggak mengerti, jangan asal ngomong. Kamu tahu apa itu Bunga Durga?”Seorang pria keluar dari kerumunan. Dia berwujud manusia, tapi memiliki sepasang sayap hitam di punggungnya. Ujung hidungnya runcing, yang terlihat agak aneh. Manusia burung itu telah mengamati Dewi sejak lama, tapi belum menemukan kesempatan untuk memulai percakapan. Sekarang, dia pun berjalan ke depan Dewi.Dengan sikap sopan, pria itu memperkenalkan
“Iya,” jawab Chandra.“Kamu keluar dulu,” perintah Kaisar Ceptra.Roh Chandra pun tidak berlama-lama tinggal di Istana Abadi. Dia meninggalkan Istana Abadi, lalu rohnya menyatu kembali dengan tubuh fisiknya.Sementara itu, di dalam Istana Abadi. Kaisar Ceptra juga sedang melihat ukiran di dinding gua. Bertahun-tahun yang lalu, dia telah berkeliling dunia, menjelajahi setiap tempat berbahaya yang ada di alam semesta. Dia telah mempelajari banyak hal tentang Zaman Hemel Kuno bahkan Zaman Antigo.Setelah mengamati beberapa saat, akhirnya Kaisar Ceptra menemukan beberapa petunjuk. “Chandra, ini gambar Bunga Durga,” ujarnya.“Bunga Durga?” Chandra terkejut.Chandra pernah mendengar tentang Bunga Durga. Bunga Durga adalah sesuatu yang ajaib. Dari dia mekar sampai layu, butuh waktu tepat 4,9 miliar tahun, ini yang dikenal sebagai satu zaman.“Ini gambar Bunga Durga, tapi diacak-acak. Ini juga sebuah formasi. Hanya dengan menyatukan gambar Bunga Durga baru bisa buka formasi ini. Tapi, sangat s
Chandra benar-benar tidak menyangka kalau adalah sebagian roh Kaisar Ceptra menyatu dengan Istana Abadi. Dia sudah lama memiliki Istana Abadi, tapi sama sekali tidak tahu hal ini.“Di dunia ini hanya aku tahu soal Kaisar Ceptra. Bahkan Sasa yang dulunya selalu berada di Istana Abadi juga nggak tahu kalau roh Kaisar Ceptra sudah menyatu dengan Istana Abadi ini,” kata Roh Penunggu.Setelah berpikir sejenak, Chandra baru berkata, “Jadi, sekarang bagaimana keadaan Kaisar Ceptra?”“Gimana, ya? Kaisar Ceptra memang sudah mati. Tapi ada sebagian rohnya masih tersisa. Selama rohnya masih ada, cepat atau lambat dia akan bangkit kembali. Awalnya, setelah masa pemulihan yang panjang, kekuatan roh Kaisar Ceptra sudah pulih sedikit.”“Tapi, waktu itu Sasa bantu kamu meramal. Dia sentuh batasan Langit dan hampir terbunuh. Waktu itu, sisa roh Kaisar Ceptra muncul dan bantu Sasa menahan serangan itu.”“Apa?” Chandra terkejut ketika mendengar hal itu.Sasa memang sering membantu Chandra meramal. Namun,
Roh Penunggu tertawa pelan, lalu berkata, “Bagi seorang kaisar, untuk benar-benar mati sangatlah sulit. Terutama bagi orang yang di level seperti Kaisar Ceptra. Mati sepenuhnya sangatlah sulit. Bahkan Langit pun nggak bisa hancurkan Kaisar Ceptra sepenuhnya.”Chandra spontan bertanya, “Jangan-jangan, Kaisar Ceptra masih hidup?”Chandra berdiri diam di tempat, tidak bergerak sedikit pun. Namun, rohnya sudah berada di dalam Istana Abadi. Roh Chandra menyerupai wujudnya. Dia berdiri di depan Roh Penunggu dan bertanya, “Roh Penunggu, maksudmu Kaisar Ceptra masih hidup?”Roh Penunggu berpikir sejenak sebelum berkata, “Sudah mati.”“Sudah mati. Tapi tadi kamu bilang ….” Chandra sedikit bingung.“Kaisar Ceptra memang sudah mati di Zaman Kuno. Tubuh fisiknya sudah hancur. Jiwanya juga terluka parah dan lenyap sepenuhnya dari dunia ini,” kata Roh Penunggu.Chandra hanya tahu sedikit tentang Kaisar Ceptra. Dia hanya tahu kalau Kaisar Ceptra adalah tokoh dari Zaman Kuno. Di zaman itu, sebelum Dun
Chandra datang ke sini karena khawatir Dewi mengalami sesuatu di kediaman Zanovar. Setelah melihat Dewi baik-baik saja, hatinya pun merasa lebih lega. Kalau dilihat dari situasi saat ini, semua makhluk yang masuk ke kediaman Zanovar baik-baik saja. Mereka terjebak di berbagai bagian dari kediaman. Mereka bisa saja pergi, tapi mereka tidak mau.Setelah melihat Dewi, Chandra pun melihat gambar yang terukir di dinding batu di depannya. Gambar-gambar itu tampak kacau dan tidak beraturan. Selain itu, di bagian tengah ada yang kosong. Itu menunjukkan kalau dinding itu adalah sebuah puzzle.“Jangan-jangan, harus lengkapi gambar ini baru bisa masuk?” gumam Chandra pelan.Kemudian, Chandra berjalan ke arah Dewi dan bertanya, “Bagaimana? Apakah kamu menemukan sesuatu? Apa asal-usul gambar-gambar ini?”Di sekeliling Dewi ada beberapa orang, termasuk Gutar yang pernah bertemu dengan Chandra sebelumnya. Selain itu, ada beberapa orang yang pernah bertarung melawan Dewi sebelumnya. Intinya, mereka
Paul juga tidak berhasil mendapatkan informasi mengenai penyerangan yang dilakukan anggota mafia. Dari informasi itu, dapat diketahui beberapa orang di dalam data, tapi beberapa orang itu tidak masuk ke Kediaman Atmaja, melainkan bersembunyi di luar Kediaman Atmaja berjaga-jaga apabila terjadi perub
Pekerjaan pria itu adalah bisnis yang kotor. Dia masih belum mengatakan apa-apa, anak muda itu malah melemparkan tanggung jawab padanya.“Rem mendadak apanya, aku lagi berhenti dan tunggu lampu merah. Kamu yang ngebut dari belakang. Sudah tabrak mobilku, masih berani marah-marah dan fitnah orang.”Bag
Keluarga Kurniawan penuh dengan penyesalan setelah melihat Chandra memasuki area militer dengan mobil, karena mereka tadi masih mengejeknya. Terlebih lagi, Letnan Jenderal di gerbang area militer sangat menghormatinya.Mungkinkah Chandra adalah orang yang hebat?Di wilayah militer.Chandra yang sedang
Chandra tahu kalau yang paling dipedulikan oleh Nova adalah pandangan dari keluarganya. Semua karena selama puluhan tahun ini, dia selalu dipandang sebelah mata oleh keluarganya sendiri. Bahkan dalam mimpi pun, Nova berharap keluarganya bisa mengakuinya.“Nova, kamu ingin kembali?”Nova menganggukkan







