LOGIN“Kaisar, kalau sudah dapat Cairan Kesengsaraan, berapa banyak jiwamu yang bisa dipulihkan?”Chandra bertanya kepada Kaisar Ceptra yang berada di dalam Istana Abadi. Kekhawatiran utamanya saat ini adalah berapa banyak Kekuatan Jiwa Kaisar Ceptra yang dapat dipulihkan setelah mendapatkan Cairan Kesengsaraan.“Itu tergantung seberapa langkanya Cairan Kesengsaraan itu sendiri,” jawab Kaisar Ceptra.“Apa? Begitukah?” Chandra sedikit terkejut.“Iya. Cairan Kesengsaraan adalah benda ajaib yang lahir dari Bencana Langit. Bencana Langit sendiri terbagi menjadi beberapa tingkat. Kalau Cairan Kesengsaraan yang didapatkan dari hanya menerobos Alam Ajaib, efeknya nggak akan sebagus itu. Kalau Cairan Kesengsaraan yang didapatkan dari Alam Kekaisaran, seharusnya bisa memulihkan setengah dari Kekuatan Jiwa,” jelas Kaisar Ceptra.“Ternyata begitu.” Chandra baru mengerti.Setelah bertanya-tanya kepada Kaisar Ceptra, Chandra baru tersadar ada orang lain di depannya. Dia menatap Yaya yang sedang duduk di
Chandra hanya mengincar dua barang itu. Yang lainnya tidak berguna baginya. Setelah membeli Gulungan Naskah Kuno kedua, dia berdiri dan meninggalkan ruangan.Di depan pintu ruangan, berdiri seorang pelayan yang diatur oleh keluarga Kirana. Pelayan itu sangat cantik. Meskipun bukan cantik yang sampai sangat memukau, setidaknya pelayan itu memiliki aura yang tidak biasa serta bentuk tubuh yang sangat bagus.Begitu melihat Chandra keluar, perempuan itu pun bertanya dengan sopan, “Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”“Mau bayar,” kata Chandra.“Baik, silakan ke sini.”Perempuan itu membuat gestur mempersilakan kepada Chandra.. Kemudian, dia membawa Chandra ke ruang VIP di bagian belakang aula lelang. Sementara itu, Yaya yang berada di panggung lelang juga telah mendapatkan kabar.“Maaf, minta orang lain gantikan aku memandu lelang. Aku ada urusan.”Usai berkata, Yaya langsung pergi. Pada saat yang sama, juru lelang lain naik ke panggung. Yaya pergi karena Chandra. Dia ingin melihat siapa orang
Hampir semua tokoh yang berada di aula mengetahui tentang tanah terlarang Gurun Langit. Tempat itu adalah area terlarang sekaligus tempat hilangnya Leluhur Agung. Namun, tempat itu sungguh berbahaya. Bahkan prajurit dengan tingkat Kaisar Agung sekalipun bisa binasa jika menghadapi bahaya di sana. Oleh karena itu, hanya sedikit prajurit tingkar Kaisar Agung yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk masuk ke wilayah itu, sekalipun ada banyak harta karun di sana.Ada banyak prajurit di aula yang menyetujui pendapat Yaya. Semua benda yang berhasil digali dari area terlarang Gurun Langit memang layak untuk dijual dengan harga tinggi. Mungkin saja mereka akan mendapatkan hasil tak terduga setelah mengeluarkan beberapa Batu Pionir untuk membeli gulungan itu. “Aku menawar lima Batu Pionir.”“Aku menawar sepuluh.”Tidak lama kemudian, beberapa prajurit mulai mengajukan penawaran. Namun, peningkatan penawaran berlangsung cukup lambat. Bahkan tidak ada lagi prajurit yang mengajukan nilai lebih tin
Para prajurit kuat yang berada di aula terus berspekulasi tentang identitas Chandra yang berada di dalam ruang pribadi. “Siapa orang itu?”“Bahkan dia berani menganggap remeh seorang pemimpin Dunia Yuanlinga.”“Setahuku, penguasa Dunia Yuanlinga adalah seorang prajurit dengan kekuatan yang mencapai tingkat empat Alam Kaisar Agung.”“Benar, rumor mengatakan kekuatan penguasa Dunia Yuanlinga yang bernama Yanu berada di tingkat empat Alam Kaisar Agung. Tapi, itu sudah lama sekali. Dia tidak pernah aktif dan keluar selama lebih dari seratus zaman. Jadi, kemungkinan kekuatannya sekarang sudah meningkat setidaknya satu tingkatan.”Para prajurit saling berdiskusi satu sama lain di aula. Chandra mendengar percakapan orang-orang yang mengatakan penguasa Dunia Yuanlinga bernama Yanu dengan kekuatan yang berada di tingkat empat Alam Kaisar Agung. Dia langsung tersenyum tipis. Kekuatan tingkat empat Kaisar Agung tidaklah berarti selama dia memiliki bantuan kekuatan Kaisar Ceptra. Selain itu, Cha
Para prajurit kuat berspekulasi tentang asal-usul dari prajurit yang berada di dalam ruang pribadi. Bagaimanapun juga, Batu Pionir adalah harta karun yang berasal dari langit dan bumi. Mendapatkan satu saja adalah hal yang sangat sulit. Bahkan seorang Kaisar Agung saja biasanya hanya mendapatkan seribu Batu Pionir seumur hidup mereka. Sekarang, dua prajurit dari kedua ruang pribadi itu saling menawar dengan penuh kegilaan. Chandra juga tidak menyangka, kalau prajurit dari ruang pribadi lain akan langsung menawar dua ribu. Dia ingin sekali melihat siapa yang ada di dalam ruangan pribadi itu. Namun, keamanan ruang pribadi sangatlah baik dan mencegah siapa pun untuk mengetahui siapa yang berada di dalam ruang pribadi.Namun bagi Chandra, Batu Pionir tidaklah berguna. Dia juga tidak tahu, bagaimana berharga dan nilai dari batu itu. Oleh karena itu, Chandra dengan cepat berkata tanpa ragu, “Tiga ribu.”Chandra menekan tombol di meja dan lampu di luar ruang pribadinya kembali menyala. Piha
“Cairan Kesengsaraan ini memiliki banyak kegunaan. Beberapa di antaranya adalah dapat digunakan untuk memperkuat kekuatan fisik dan jiwa roh. Bisa dibilang, ini adalah barang yang sangat berharga. Harga awalnya tetap sama, yaitu satu Batu Pionir.”“Aku menawar dua.”“Aku menawari tiga.”*** Pra prajurit kuat berbondong-bondong mengajukan penawaran mereka setelah Yaya Kirana selesai memberikan penjelasan. Di sisi lain, Chandra tidak terburu-buru dan lebih memilih untuk berdiskusi dengan Kaisar Ceptra yang berada di dalam Istana Abadi.“Kaisar Ceptra, kamu sangat berpengetahuan. Jadi, berapa banyak Batu Pionir yang setara dengan Cairan Kesengsaraan?” tanya Chandra.Kaisar Ceptra berkata dari dalam Istana Abadi, “Benda ini tak ternilai harganya bagi siapa pun yang membutuhkannya. Bahkan jika mereka menghabiskan seluruh kekayaan yang mereka miliki untuk benda itu sekalipun, rasanya semua itu sudah sepadan.”“Tapi, benda ini tidak ada gunanya bagi mereka yang tidak membutuhkannya.”Chandra
”Ma, Mama kenapa?! Sikap Mama kenapa begitu?! Kakek datang secara langsung, tapi kenapa Mama seperti ini?”“Iya, merasa hebat?”“Cepat berlutut dan minta maaf sama Kakek!”Keluarga Kurniawan yang mengikuti di belakang tampak menyudutkan Yani secara bersamaan. Sedangkan Yani mendadak mengubah sikapnya d
“Ah, nggak perlu sampai segitunya.Panggil aku Om saja cukup.”“Pak Tendi, anakku sebentar lagi mau cerai sama Chandra dan bisa menikah sama Yansen. Chandra dan Nova memang sudah bikin akta pernikahan, tapi Nova masih perawan, jadi keluarga Sunaryo juga nggak perlu merasa malu kalau Yansen menikah sam
Perubahan ini terlalu cepat sehingga membuatnya tidak sempat mencernanya terlebih dahulu. Dewi dan keluarganya yang beberapa detik lalu baru di atas angin, sekarang tiba-tiba sudah diusir keluar dari Sentosa.Dewi tidak terima dan menarik lengan Irvan sambil berkata, “Nak, bukannya kamu juga keluarga
Tadi baru saja memberi hormat, kenapa sekarang malah mengusirnya?keluarga Kurniawan yang sedang mengambil video dengan ponsel mereka semuanya tercengang ketika melihat hal ini.Letnan Jenderal berkata dengan dingin, "Surat undangan Arya pun berani kamu palsukan, benar-benar tidak tahu diri. Mengingat







