Share

Bab 72

Author: Angin
Sekarang sudah tiba waktunya jam pulang kantor. Raden meminta para kandidat yang lainnya untuk datang lagi di esok hari. Setelah itu dia membereskan barangnya sambil berbicara pada Nova yang ada di sampingnya,

“Nova, kalau nggak kamu ikut aku pulang ke rumah saja. Di rumahku nggak ada orang, aku akan menjelaskan semuanya dengan jelas padamu mengenai perekrutan karyawan.”

“Hah? Ke rumah Bapak?” tanya Nova sedikit tercenung.

Melihat ekspresi perempuan itu yang tampak terkejut membuat Raden bergega
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Kristin Indra
bagus ceritanya tp setiap buka bab harus pakai poin... jadi malas bacanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jenderal Naga   Bab 3010

    Chandra memutuskan untuk pergi mengunjungi Sekte Bela Diri Sejati setelah mendapatkan undangan hangat dari Burando. Para prajurit kuat yang sudah dibebaskan dari pengaruh hitam berbondong-bondong menghampiri Chandra. “Senior Chandra, sampai jumpa. Kamu bisa datang kepadaku, kapan pun kamu membutuhkan bantuanku.”“Senior Chandra, sampai jumpa. Jangan ragu untuk bertanya padaku kalau memang ada hal yang ingin kamu tanyakan padaku.”*** Semua makhluk yang berada di sana langsung berterima kasih kepada Chandra, baik yang masuk ke dalam dunia terkutuk tanpa sengaja ataupun yang terpengaruh dan terperangkap di sana cukup lama. Mereka semua menyatakan rasa terima kasih mereka dan tidak segan untuk membalas budi kepada Chandra karena Chandra sudah menyelamatkan nyawa mereka, sekalipun nyawa adalah taruhannya. Chandra hanya tersenyum kecil mendengar perkataan orang-orang itu. Tidak lama kemudian, mereka semua bergegas pergi menuju Sekte Bela Diri Sejati dengan dipandu oleh Burando dan para p

  • Jenderal Naga   Bab 3009

    Para tokoh kuat langsung mencibir. Kekuatan rendah? Semua prajurit di sini sama sekali tidak kuat kalau memang Chandra memiliki tingkat kekuatan yang rendah. Chandra juga ingin segera meninggalkan dunia ini lalu dia pun menatap Nova dan berkata, “Nova, apa kamu benar-benar tidak tahu cara keluar dari tempat ini?”Nova langsung menggeleng lalu berkata, “Aku benar-benar tidak tahu.”Kemudian Chandra kembali berkata, “Bagaimana kalau kita semua berpencar dan mencari tahu, apakah ada jalan keluar di sini.”“Baik, kami akan mendengarkan Senior.”Para prajurit kuat langsung menuruti apa yang Chandra katakan. Kemudian para prajurit kuat bergegas pergi berpencar dan mencari jalan keluar di seluruh dunia ini. Namun sayangnya, tidak ada yang berhasil menemukannya, sekalipun mereka sudah mencarinya dengan sekuat tenaga.“Senior, kami tidak berhasil menemukan jalan keluarnya, sekalipun sudah mencarinya di mana-mana.”“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”Para prajurit kuat terus menatap ke arah

  • Jenderal Naga   Bab 3008

    Tingkat kekuatan fisik Chandra meningkat drastis dan sudah setara dengan Integritas Satu Dewa Agung. Di sisi lain, tingkat kultivasinya juga sudah mencapai tingkat dua puluh Alam Ajaib. Namun, semua itu bukanlah inti dari keadaannya saat ini. Karena Chandra saat ini, sudah berhasil menyerap seluruh kekuatan kutukan dunia ini. Di saat yang bersamaan, karakter hitam terus bermunculan di dalam tubuhnya. Setiap kutukan memiliki cirinya masing-masing dan membawa kekuatan yang sangat besar. Chandra sadar kalau semua ini pastinya adalah prasasti kutukan yang menjadi kunci untuk mengultivasi kekuatan kutukan. Chandra baru bisa menguasai jurus kutukan sepenuhnya jika kekuatan kultivasinya sudah mencapai tingkat Dewara. Tubuh Chandra perlahan turun dari langit dan mendarat di tanah. Nova bergegas menghampirinya dan muncul di hadapan Chandra dalam sekejap mata. “Apa kamu baik-baik saja?” tanya Nova. Chandra tersenyum tipis lalu berkata, “Memangnya hal buruk apa yang bisa terjadi padaku? Wal

  • Jenderal Naga   Bab 3007

    Dunia ini masih terdapat banyak kekuatan kutukan. Chandra tahu dia bisa menekan kekuatan kutukan ini dan mengubahnya menjadi prasasti yang menakjubkan. Dia pun tidak melewatkan kesempatan ini. Dia menggunakan Segel Kerajaan untuk menyerap kekuatan kutukan dunia ini.Sesaat kemudian, Nova, Dewi, Burando dan yang lainnya datang. Setelah sampai di lokasi, mereka melihat Chandra duduk di udara. Saat ini, seluruh tubuh Chandra diselimuti kekuatan kutukan berwarna hitam.Banyak prajurit kuat tahu kalau Chandra sedang menekan kekuatan kutukan. Jadi mereka tidak ingin mengganggu. Mereka hanya mengamati dari samping.Kaisar Ceptra khawatir si penasihat kerajaan akan kembali. Oleh karena itu, dia membuat Formasi Waktu di sekitar Chandra agar Chandra bisa menekan kekuatan kutukan secepat mungkin. Pada saat yang sama, dia juga minum obat untuk menyembuhkan rohnya serta mempertahankan kekuatannya sehingga Chandra dapat terus menekan kekuatan kutukan.Dalam sekejap mata, sepuluh tahun telah berlalu.

  • Jenderal Naga   Bab 3006

    “Hah?” Dewi tampak kaget. “Kasih ke orang lain?”Dewi sama sekali tidak memahami konsep bencana ketiga Bumi. Namun, dilihat dari dua bencana sebelumnya, bencana ketiga juga pasti sangat mengerikan.“Bencana ketiga itu bencana apa? Kenapa Ayah kasih ke orang lain? Kasih ke siapa?”“Singkatnya, setelah mendapatkan Keberuntungan tertinggi dari bencana ketiga itu, orang yang mendapatkannya bisa mencapai Alam Kekaisaran dengan lancar tanpa harus menghadapi Bencana Langit,” jelas Nova.Setelah itu, Nova menambahkan, “Dia kasih ke seorang perempuan.”Saat mengatakan itu, ada sedikit rasa cemburu di hati Nova. Setelah mendengar cerita singkat sang ibu, Dewi pun mengerti. Dia spontan tersenyum dan berkata, “Nggak disangka, Ayah yang tampak serius begitu ternyata sedikit pemain juga, ya.”Pada saat ini, pertarungan sengit masih berlanjut. Dalam waktu sepuluh hari, si penasihat kerajaan telah kehilangan kekuatan dua tingkat. Itu yang membuatnya semakin marah. Ambisinya semakin kuat. Selama sepul

  • Jenderal Naga   Bab 3005

    “Sialan. Apa ini?” Wajah penasihat kerajaan menjadi sangat muram.Pria tua itu mengangkat pedang, berniat untuk menangkis Segel Kerajaan. Namun, saat pedang itu menghunus ke arah Segel Kerajaan, segel itu malah menghisap pedang itu. Si penasihat kerajaan mencoba menariknya kembali, tapi kekuatan hisap segel itu sangat kuat. Sekalipun dia menggunakan sekuat tenaga untuk menarik pedangnya, pedang itu tidak bergeming sama sekali.Pada saat yang sama, kekuatan kutukan di dalam tubuh si penasihat kerajaan terus diserap. Ekspresinya seketika berubah. Dia cepat-cepat membuang senjatanya. Setelah itu, dia melarikan diri. Senjatanya pun jatuh ke tanah.“Mengerikan sekali. Apa ini? Kenapa benda itu bisa menaklukkan kekuatan kutukanku?”Si penasihat kerajaan muncul di tempat yang jauh dari Segel Kerajaan. Dia menatap Segel Kerajaan berwarna hitam yang melayang di udara dengan ekspresi serius. Sepengetahuannya, kekuatan kutukan tidak terkalahkan, melampaui kekuatan apa pun. Akan tetapi, kekuatan k

  • Jenderal Naga   Bab 1445

    Maniso mengangguk dan berkata, “Kalau senior leluhur kami nggak salah mengenali. Maka Ketua Langit Mistika adalah kakekmu, Robi. Hanya kakekmu yang ada kemampuan seperti itu. Dia yang bisa mengalahkan leluhur kami.”Chandra tenggelam dalam pikirannya. Dia merasa tidak mungkin karena Chandra sudah per

  • Jenderal Naga   Bab 1348

    Para pesilat kelompok Gunung Langit langsung bersiaga setelah mendapatkan surat peringatan dari Langit Mistika seakan mereka akan menghadapi musuh yang sangat tangguh. Semua orang yang berada di aula utama langsung menghunuskan pedang mereka setelah mendapat laporan tentang kedatangan para pesilat L

  • Jenderal Naga   Bab 1385

    Di dalam kamar tersebut ada seorang emat yang membawakan teh.“Maaf, kamarnya terbatas. Malam ini kalian tidur di sini dulu,” ujar lelaki tua itu.“Iya, nggak apa-apa,” jawab Chandra.“Oh iya, kami datang dari Someria. Sebelumnya nggak pernah dengar Gedung Rades dan aku tertarik dengan adat di negara l

  • Jenderal Naga   Bab 1444

    Chandra tiba di Kelompok Gunung Langit ketika pukul 11 malam. Hanya ada beberapa murid yang berjaga di luar dan yang lainnya sudah terlelap. Chandra dibawa ruang tamu Kelompok Gunung Langit.“Tuan Chandra, tunggu sebentar. Aku akan memberi tahu Ketua.”Chandra mengangguk dan duduk. Begitu dia duduk, a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status