ホーム / Fantasi / Jenderal dari Laut Kematian / 107. Siapa Kau Sebenarnya?

共有

107. Siapa Kau Sebenarnya?

作者: Zila Aicha
last update 公開日: 2026-08-26 10:58:44

Mikael menatap Sean tanpa menghindari tatapan sang Wakil Jenderal.

“Saya hanya sedang melindungi diri sendiri, Wakil Jenderal Henley.”

Beberapa orang kembali berbisik.

Namun Sean tidak menunjukkan perubahan apa pun. Dia hanya menatap Mikael selama beberapa detik sebelum mengalihkan pandangan kepada seluruh barisan.

“Kalau begitu, kau boleh melindungi dirimu sendiri.” Nada suaranya datar.

“Tapi tes ketujuh tetap dilanjutkan.”

Mikael terdiam.

Sean kembali naik ke panggung dan memberikan beberapa
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Jenderal dari Laut Kematian    110. Akhir

    Mikael terdiam cukup lama.Diana masih berdiri di hadapannya, sementara Jake memperhatikan mereka berdua dengan tatapan penuh curiga.Akhirnya Mikael mengembuskan napas.Mikael menatap mereka bergantian, “Diana, kau... tidak mengenali kakakmu sendiri?”Diana membeku.Jake langsung mengernyit, “Jangan bercanda.”“Aku tidak bercanda.”Mikael duduk di atas peti kayu tua yang berada di dekatnya. “Aku tahu cerita ini terdengar gila. Bahkan kalau aku berada di posisi kalian, mungkin aku juga tidak akan mempercayainya.”Dia menatap kedua orang di depannya, “Setelah aku dibunuh pengawal-pengawal suruhan raja, aku...”“...terbangun di tubuh Mikael Summer.”Diana menahan napas.Tidak ada yang berbicara.Mikael kemudian menceritakan semuanya.Tentang kematiannya. Tentang bagaimana dia membuka mata dan mendapati dirinya berada di tubuh seorang pemuda bernama Mikael Summer. Tentang enam babak seleksi yang harus dia lalui, hingga akhirnya dia bertemu kembali dengan orang-orang yang dulu menjadi bag

  • Jenderal dari Laut Kematian    109. Jangan Berpikir Sembarangan!

    Mikael tidak menjawab pertanyaan Diana.Dia justru berjalan mendekati pintu kamar lalu menempelkan telinga pada permukaannya. Tidak terdengar langkah kaki ataupun suara percakapan dari luar.“Kita harus segera keluar dari istana.”Diana masih memandangnya dengan penuh tanda tanya.“Mikael, aku bertanya bagaimana kau bisa tahu tentang Moonvale.”“Ya, aku tahu.”“Itu bukan jawaban.”“Aku akan menjelaskannya nanti, Diana.”Diana mengerutkan kening, “Kapan?”“Setelah kita keluar dari sini.”Jake yang sejak tadi diam akhirnya ikut berbicara, “Untuk pertama kalinya aku setuju dengannya.”Diana menoleh.Jake mengangkat bahu, “Kalau penjaga menemukan kita di kamar ini, kurasa kita tidak akan punya kesempatan untuk membahas apa pun.”Diana terdiam. Mau tidak mau, perkataan Jake masuk akal.Mikael membuka pintu kamar sedikit dan mengintip ke luar. Setelah memastikan lorong kosong, dia memberi isyarat kepada mereka, “Sekarang.”Diana segera mengambil mantel tipis yang tergantung di dekat tempat

  • Jenderal dari Laut Kematian    108. Kau Tahu darimana?

    Mikael hanya tersenyum tipis.Dia tidak menjawab pertanyaan Jake. Pemuda itu justru berjalan menuju pintu dan memeriksa lorong di luar sebelum kembali menoleh. “Kita tidak punya banyak waktu.”Jake mengerutkan kening, “Maksudmu?”“Diana masih ada di istana.”Nama itu langsung membuat ekspresi Jake berubah. Jake tidak bertanya lagi. Dia segera mengikuti Mikael keluar dari bangunan kosong itu.Keduanya bergerak melalui jalur belakang istana, memilih lorong yang jarang dilewati para prajurit. Mikael beberapa kali berhenti untuk memastikan keadaan aman sebelum melanjutkan perjalanan.Jake berjalan di belakangnya sambil memperhatikan setiap sudut. Dia masih belum sepenuhnya percaya kepada pemuda ini.Namun setelah dibebaskan dari Penjara A, Jake tahu bahwa Mikael bukan orang biasa. Beberapa menit kemudian, mereka tiba di belakang kediaman keluarga Avery.Mikael berhenti di dekat sebuah bangunan kecil yang hampir tertutup tanaman merambat. Jake memandang tempat itu dengan heran.“Ini apa?”

  • Jenderal dari Laut Kematian    107. Siapa Kau Sebenarnya?

    Mikael menatap Sean tanpa menghindari tatapan sang Wakil Jenderal.“Saya hanya sedang melindungi diri sendiri, Wakil Jenderal Henley.”Beberapa orang kembali berbisik.Namun Sean tidak menunjukkan perubahan apa pun. Dia hanya menatap Mikael selama beberapa detik sebelum mengalihkan pandangan kepada seluruh barisan.“Kalau begitu, kau boleh melindungi dirimu sendiri.” Nada suaranya datar.“Tapi tes ketujuh tetap dilanjutkan.”Mikael terdiam.Sean kembali naik ke panggung dan memberikan beberapa instruksi kepada para prajurit kelas satu. Tidak ada perdebatan lagi. Tidak ada usaha untuk membujuk Mikael agar kembali masuk ke dalam barisan.Keputusan Raja sudah dibuat. Tes terakhir akan tetap berlangsung.Para calon prajurit yang masih bertahan segera diarahkan menuju tempat persiapan. Sebagian tampak tegang, sebagian lain justru bersemangat karena merasa memiliki kesempatan untuk membuktikan diri.Tidak seorang pun berani memberikan komentar setelah melihat sikap Sean. Bahkan Kevin, Jay,

  • Jenderal dari Laut Kematian    106. Warga Sipil

    Tawa yang semula memenuhi lapangan perlahan mereda ketika Mikael tidak menunjukkan sedikit pun keinginan untuk membalas ejekan. Dia tetap berdiri tegak di tempatnya, membiarkan ratusan pasang mata mengarah kepadanya.Sean menyipitkan mata. “Jadi benar kau takut?”Mikael mengangkat dagunya sedikit. “Saya tidak takut perang, Wakil Jenderal Henley.”“Lalu kenapa kau keberatan, Summer?”Mikael menarik napas sebelum menjawab. “Karena kami belum resmi menjadi prajurit Kerajaan Arans.”Beberapa peserta langsung saling berpandangan.Mikael melanjutkan, “Kami memang mengikuti seluruh rangkaian seleksi. Kami juga bersedia mengikuti perintah selama tes berlangsung. Tapi secara teknis, kami belum mengenakan seragam sebagai prajurit Arans.”Sean tidak menyela dan membiarkan Mikael terus berbicara.“Artinya, kami masih warga sipil,” lanjut Mikael. “Dan sebagai warga sipil, kami seharusnya dilindungi oleh kerajaan, bukan dikirim ke wilayah perang, Wakil Jenderal Henley.”Lapangan mendadak sunyi sek

  • Jenderal dari Laut Kematian    105. Kau Takut?

    Malam menyelimuti Istana Kerajaan Arans ketika Sean Henley masih berada di dalam ruang kendali bersama dengan beberapa ahli IT terbaik di kerajaan itu. Dia mendampingi mereka untuk membuat sistemnya berjalan dengan lancar untuk esok hari. Setelah selesai dia bergegas menuju ke kediaman raja lagi.Penjaga segera membuka pintu besar ketika melihat Wakil Jenderal Henley datang. Di dalam ruangan, Raja Philip masih duduk membaca laporan dari berbagai wilayah. Pria berambut keemasan itu mengangkat kepala dan tersenyum tipis.“Masih bekerja selarut ini, Sean?”“Ada sesuatu yang harus saya laporkan, Yang Mulia.”Sean meletakkan rancangan tes di atas meja. Raja Philip membacanya perlahan, mulai dari tujuan operasi, pembagian regu, hingga lokasi konflik yang akan digunakan sebagai medan ujian.Ruangan menjadi sunyi beberapa saat.“Jadi babak ketujuh bukan lagi simulasi?” ujar sang raja.“Benar. Mereka akan mendampingi pasukan Arans di Valen di bawah pengawasan prajurit kelas satu.”Raja Philip

  • Jenderal dari Laut Kematian    6. Dia Bukan Mikael!

    Mikael tidak menjawab pertanyaan istrinya dan malah tersenyum misterius. Pria itu menoleh ke arah mertua laki-lakinya, “Tuan Brown, sebaiknya kau segera mencari jam tangan tua milikku itu. Kalau tidak, kau … mungkin tidak akan berani membayangkan apa yang bisa aku lakukan.”Setelah berkata demikian

  • Jenderal dari Laut Kematian    5. Itu Milikku!

    “Habisi dia!” Liza Brown yang berdiri di belakang suaminya ikut menyemangati beberapa pengawal itu.Wanita itu terlihat tidak sabar melihat menantu laki-lakinya itu terbunuh.Sementara Mikael dengan santai malah menoleh ke arah istrinya, “Jenna, keluargamu sampai berbuat seperti ini hanya karena ing

  • Jenderal dari Laut Kematian    4. Jam Tangan Tua

    “Ayah, apa kau … yakin ini tidak akan menimbulkan masalah?” Jenna bertanya dengan nada khawatir saat dia melihat ayahnya meminta istrinya untuk menaruh racun di makanan. Bobby mendecakkan lidah, “Tidak akan. Orang hanya akan berpikir kalau dia overdosis obat. Dia baru saja keluar dari rumah sakit,

  • Jenderal dari Laut Kematian    3. Kau Terlihat Berbeda!

    “Ten-tentu saja.”Begitu Jonah setuju, Mikael segera berganti pakaian dan membereskan beberapa barang-barangnya. Jonah tertegun dan berkedip beberapa kali saat melihat bagaimana Mikael bertindak. Di tengah perjalanan, Jonah berulang kali melirik ke arah Mikael dengan dahi mengerut. “Ada apa?” Mik

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status