Share

3. Dalam Perjalanan

Penulis: Freyaa
last update Terakhir Diperbarui: 2024-07-06 23:54:37

Suara deru motor yang bergaung bergema sedang melaju kencang itu tiba-tiba terhenti mendadak. Jalanan sedikit menanjak pada bagian depannya di tutup oleh tiga buah mobil mewah. 

"Apa maunya kalian?!" Veronica mendengkuskan napas kesal seraya melepaskan help penutup kepalanya, bertanya pada sekelompok anak muda yang sebelumnya berpesta di The Grill. 

Ada tiga orang pemuda sedang duduk pada atas mobil yang dibiarkan melintang menghalangi jalan. Jarak mereka sekitar tiga meter dari posisi Veronica menghentikan laju motor sportnya. 

Lima orang pemuda muncul di belakang Veronica, mulai berjalan pelan mendekati wanita muda yang masih tetap duduk di jok motor sportnya tersebut. 

Beruntung tadi, Selena pulang bersama Keanu, suaminya menggunakan mobil di jalur lain. Jika tidak, adik perempuan Veronica tersebut akan lepas kontrol jika perjalanan pulangnya dihadang sekelompok pemuda mabuk. 

"Veronica!"

Salah satu pemuda berperawakan urakan dengan rambut panjang di ikat ke belakang kepalanya, meraih dagu Veronica yang ia jepit dengan jempol telunjuk. Sementara tangannya yang lain mengambil kunci motor yang lupa Veronica selamatkan. 

"Bukankah kau terlalu sombong, hem?" sambung sang pria menyeringaikan senyuman sinis dengan tatapan mata berkilat meneliti wajah cantik Veronica dibawah cahaya bulan yang sedang purnama. 

"Setiap malam, teman-temanku datang meramaikan restoranmu, tapi kau hanya memandang sinis tanpa pernah satu kalipun berterima kasih!" 

Veronica menyentakkan dagunya ke samping hingga jepitan jempol telunjuk sang pria terlepas, "Apa aku terlihat seperti pengemis di mata kalian? Sehingga aku harus mengucapkan terima kasih dimana kalian semua hanya pria rendahan menginginkan tubuh wanita secara gratis?!" 

Sang pria mengulum senyum dan membelai bibirnya sendiri menggunakan jempol, terus mengunci tatapan pada Veronica yang juga mengangkat dagu balas memandang menantang. 

Dari jauh di dalam mobilnya, Felix memindai semua orang yang sedang menghadang Veronica. Dia mengingat anak-anak muda yang duduk menonton di atas kap mobil depan Veronica juga mengelilinginya adalah para pemuda yang tadi berpesta di restoran wanita itu. 

"Ternyata bukan hanya aku yang menginginkan nyawamu ...eh tunggu, apa mereka menginginkan nyawanya?" Felix bergumam dengan pandangan lurus hampir tidak berkedip memperhatikan Veronica. "Kau tak boleh mati di tangan mereka! Hanya aku yang boleh menyiksamu dan kau harus mati di tanganku!"

Felix mengambil gulungan tali yang biasa ia gunakan untuk berlatih beladiri, disembunyikan dalam tas selempang sebelumnya. Tapi ia masih belum turun dari mobil, mengamati apa yang akan dilakukan oleh Veronica menghadapi gerombolan pemuda tengil di sekelilingnya. 

"Apa kau bilang? Gratis?!" pria di depan Veronica menyahut kencang, menoleh pada teman-temannya sembari tertawa terbahak. 

Sang pria kembali menoleh pada Veronica, menumpukan satu siku ke atas stang motor, "Teman-temanku makan dan minum di restoranmu, mereka semua membayar bukan gratis! Jadi wajar dong jika kami semua ingin mendapatkan imbalan berkenalan denganmu ..." 

"Katakan pada teman-temanmu, jangan datang lagi ke restoranku! Jika tidak, nanti akan ku suguhkan racun untuk mereka!" potong Veronica tanpa takut sedikitpun, meskipun ia dikelilingi para pemuda mabuk yang bisa berpikiran pendek menyerang atau membunuhnya. 

Veronica juga masih tetap santai duduk di atas jok motor sportnya dengan kedua telapak kaki menjejak ke aspal, meskipun kunci motornya diambil oleh pria berambut gondrong di depannya tersebut. 

Bisa saja para pemuda itu akan menggilirnya sampai puas sebelum membuang tubuhnya dari tebing tepi laut mediterania yang tidak jauh jaraknya dari mereka berada saat ini. 

Tidak, Veronica tidak diajarkan Ibunya untuk hidup dalam ketakutan. 

"Meracuni teman-temanku?" sang pria mendengkuskan tawa remeh, "Kau pikir masih bisa lepas dari kami, huh?" 

Usai menyebutkan kata-katanya dengan lantang, sang pria bergerak untuk mencekal lengan Veronica. Namun, belum sempat sang pria menyentuh lengannya, Veronica sudah lebih dulu meloncat turun dari motornya yang ia tendang hingga terjatuh ke atas jalanan. 

"Tangkap dia, bawa ke mobilku!" sang pria memberi perintah dengan geram pada teman-temannya seraya ia berlalu menuju mobil. 

Para pemuda mabuk yang sebelumnya duduk, bersandar juga berada di belakang sang pria ketika berbicara dengan Veronica, segera bergerak untuk menangkap Veronica yang masih berhasil berkelit menghindari satu dua tiga orang diantara mereka. 

Tetapi Veronica kalah jumlah. Dia juga hanya seorang wanita diantara tujuh orang para pemuda bengal yang memiliki tenaga luar biasa untuk mengeroyoknya sampai terdesak.

Salah satu diantara para pemuda itu yang masih waras, terlihat seperti tangan kanan sang pria berambut gondrong, melangkah maju, memelintir kedua lengan Veronica ke belakang punggung, kemudian mendorongnya menuju mobil sang pria yang, pemimpin mereka pemuda mabuk, telah duduk di depan setir kemudi. 

Srett ...srett ...srett!! 

Suara sabetan dari tali terdengar nyaring, menghentikan riuh gembira dari para pemuda yang berpikir mereka akan melanjutkan pesta menggilir tubuh Veronica setelah sang bos mencicipi terlebih dahulu. 

Felix terus menyabetkan tali di tangannya yang bisa berubah seolah seperti pedang lentur untuk membuat musuh tidak berkutik, apalagi terkena jarum-jarum halus bagaikan bulu pada bagian ujung tali. 

Tidak ada yang bisa bertahan hidup lebih dari sebulan jika terkena jarum-jarum halus di ujung tali milik Felix. Jarum-jarum yang bisa membuat tubuh mengalami peradangan dan demam jika berhasil menelusup ke dalam kulit. 

"S-siapa kau?" salah satu pemuda bertanya sebelum Felix mencekal leher dan membenturkan kening ke wajahnya dengan sangat cepat. 

"Asisten malaikat pencabut nyawamu!" desis Felix sembari melayangkan tali ke arah kaki pria yang mendorong tubuh Veronica ke arah mobil, dimana pintu bagian sisi penumpangnya telah terbuka lebar. 

"Aw!" pekik pemuda yang Felix benturkan keningnya, dia lemparkan ke atas jalanan, berbalas dengan teriakan Veronica. 

"Ao!" tubuh Veronica terjatuh keras di atas aspal, ditumpuk oleh tubuh pria yang mendorongnya dari belakang. 

Felix melangkah lebar, menarik rambut pria yang menumpuk Veronica, membawanya berdiri dan menghadiahi tinju bertenaga ke depan hidungnya yang langsung ia buat bengkok mimisan menyemburkan darah. 

"Cepat pergi dari sini!" tegas Felix pada Veronica yang sudah ia bantu berdiri dari terjatuhnya. 

Arkada, nama sang pria berambut gondrong, segera menghidupkan mesin mobil dan melajukan mundur meninggalkan rekan-rekannya yang jatuh bergelimpangan di atas aspal tanpa ada niat ingin memberikan bantuan sedikitpun. Arkada juga membawa kunci motor sport Veronica yang ia ambil sebelumnya, ada dalam kantung celananya. 

"Apa yang kau tunggu? Apa kau tuli?!" dengkus Felix melihat Veronica masih belum beranjak dari sisinya. 

Pria yang sebelumnya diberikan tinju oleh Felix pada wajahnya, menyeringaikan senyuman kejam, mengusap kasar hidungnya yang patah bengkok untuk menyingkirkan darah mimisan. Ia mengerahkan kemampuan beladirinya untuk mencekal pergelangan tangan Veronica ...

"Dasar pemabuk!" 

Felix merengkuh pinggang Veronica, menarik mundur seraya ia berputar dengan Veronica di pelukannya untuk memberikan tendangan pada sang pria hingga terjatuh berguling-guling ke jalanan yang menurun. 

Sementara itu, Felix juga melayangkan tali dengan sebelah tangan, menjatuhkan kembali semua anak buah Arkada yang hendak bangkit mengeroyok. 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Ulyana
Hahaha ngukuk wkwk
goodnovel comment avatar
senja_awan
gimana Vero mau pergi,kunci motornya dikantongin arkada..felixxxxx
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   150. Ekstra Part 2

    Setelah perjalanan panjang sangat melelahkan selama sepekan, Owen dan Freyaa masih berjalan kaki di dalam hutan menuju pegunungan terpencil di Virginia. Owen dan Freyaa sudah melihat televisi dan pemberitaan sepanjang perjalanan mereka jika semua pasukan keluarga Salvatore tewas dibunuh karena dianggap penjahat dunia, pengedar narkotika hingga disebut kelompok manusia berhati iblis yang tega membunuh anak-anak demi dimasukkan tubuhnya ribuan pil narkotika untuk dikirimkan ke pelanggan yang tak lain adalah Dimitri Severe berkedok transaksi medis karena memiliki rumah sakit pribadi. Owen selalu menarik Freyaa jika mereka mendengar pemberitaan memfitnah keluarganya tersebut, "Jangan dengarkan. Suatu saat nanti, dunia akan mengetahui kebenarannya." ucapnya pada Freyaa yang sudah berganti penampilan seperti anak lelaki tampan dengan rambut panjang terikat tinggi di puncak kepala. "Sedikit lagi kita sampai, apakah kau ingin naik ke punggungku?" Owen memegangi lengan Freyaa yang kakinya t

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   149. Ekstra Part 1

    Hvitserk yang sedang berada di kota bersama Erika dan Knox, menerima notifikasi di ponselnya, 'Plan A dilakukan.' "Ada apa?" Erika bertanya ketika Hvitserk yang ia gandeng tiba-tiba menghentikan langkah, berdiri kaku setelah membaca pesan di ponselnya. Knox yang berjalan di depan, menoleh ke belakang, menatap mata Hvitserk yang menggelengkan kepala samar. "Kita harus kembali ke kediaman kak Dimi." tutur Hvitserk pendek. "Nanti ku jelaskan di mobil." Hvitserk merangkul pundak Erika untuk ia bawa ke mobil mereka, tak jauh di belakang. Knox mengikuti Hvitserk yang dengan cepat memberikan ponsel ke tangannya, lalu masuk ke dalam mobil bersama Erika yang mengerutkan kening tetapi menunggu Hvitserk berkata. "Kemudikan cepat dan aman, Knox!" pinta Hvitserk setelah Knox duduk di depan kemudi mobil. "Apa yang terjadi? Ada apa dengan plan A?" Knox bertanya di sela-sela ia mengemudi meninggalkan parkiran, masuk ke jalan umum menuju pulang. "Hancurkan jadi abu." Ciiitttt

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   148. Finally END

    Plan A adalah rencana yang sudah dipersiapkan Dimitri sejak Zetha remaja, masih belajar kedokteran dengannya. Yangmana Plan A tersebut merupakan kehancuran.Inilah bukti cinta kasih Dimitri Severe untuk Zetha yang tak ingin 'putri' angkatnya tersebut dimanfaatkan manusia-manusia serakah di luar sana."Plan A!" Rein yang sudah bersimbah darah, turut berteriak dan sambung menyambung dengan Luca yang juga berseru "Plan A!""Plan A!" Bonnie ikut berkata lantang, keluar dari tubuh Ubba yang menaunginya, telah tewas tertembak.Luca tersenyum tipis memandang Bonnie, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling, mencari keberadaan Owen yang membantu Selena dibawah kungkungan tubuh Keanu.Tertatih, Luca mendekati Dimitri yang kedua kakinya terkena tembakan dan serpihan kayu menancap pada salah satu betis."Lakukan Plan A, Luca. Hancurkan dan pastikan tubuh saudarimu dan semua yang ada di sini terbakar sempurna ..." tutur Dimitri k

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   147. Flashback - END

    Sepuluh tahun silam, sebelum pesta pernikahan spektakuler keluarga Salvatore, team dokter jenius di rumah sakit Dimitri Severe dibantu mesin peralatan canggih, berhasil memetakan isi kepala Eleanor.Edward Suter yang dirawat intensif oleh Dimitri dan team dokternya, akhirnya menyadari kekeliruannya , memutuskan bertobat yang dibuktikan dengan sikapnya membantu banyak pekerjaan Dimitri dan team dokter.Edward turut memberikan kesaksian atas apa yang dia ketahui selama menjadi anak buah Efka Reager jika beberapa lokasi yang ter-petakan dari isi kepala Eleanor memang benar ia ketahui sebagai lokasi aset, laboratorium, pelatihan tentara milik kelompok syndicate.Luca dan Effren menggelengkan kepala tak percaya melihat betapa banyaknya sumber keuangan kelompok syndicate yang tersebar di seluruh dunia.Selama dua hari panjang, Luca dan Effren saling bekerjasama, hampir tanpa tidur, akhirnya sukses melacak semua aset yang dipetakan dari kepala

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   146. Akhir Bahagia

    Suasana hangat kekeluargaan terus berlangsung sampai sore menjelang, lampu-lampu warna warni berpendar seperti kunang-kunang yang terbang rendah menyapa semua orang.Alexei dan putranya Massimo juga putranya Rooney bersama anak-anak warga berlarian heboh, diisengi oleh Michael dan Abdullah yang sesekali mereka semua anak-anak dan orang dewasa tertawa terpingkal-pingkal.Langit masih ada semburat senja, terlihat sangat cantik seperti puding mewah, terus dipandangi Freyaa sambil berbaring malas di pelukan Zetha yang sesekali ia susupkan wajah ke perut mummanya tersebut, seakan memberikan ciuman untuk adek bayinya yang belum diberitahukan Zetha dan Luciano."Ada apa?" bisik Zetha lembut membelai rambut Freyaa yang bermanja, "Kau mau adik bayi lagi?"Freyaa semakin menyusupkan wajah sambil menghirup dalam-dalam aroma tubuh Mummanya yang selalu wangi, "Ya, aku mau adik dalam perut Mumma." sahutnya setelah beberapa saat, mendongakkan wajah dari perut Zeth

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   145. Pesta di Kediaman Dimitri

    Sepuluh tahun sudah berlalu sejak pesta pernikahan tiga pasang pengantin di keluarga Salvatore plus Simon dan Liliana.Sekarang semuanya berkumpul di kediaman Dimitri Severe yang seperti istana di atas bukit pedesaan Nyaksimvol.Awal musim panas ini, kediaman Dimitri terlihat jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.Para penduduk desa Nyaksimvol sangat berbahagia untuk keluarga Dimitri Severe. Mereka menghiasi pagar-pagar jalan dengan pot-pot bunga segar yang wangi juga sangat indah dari kediaman Dimitri di atas bukit sampai ke pemukiman penduduk di bagian bawahnya yang berjarak lebih dari satu kilometer. Setiap musim panen buah di perkebunan Severe, Sarah dan Dimitri memang akan membuat pesta bersama penduduk desa Nyaksimvol, berbagi kebahagiaan sekaligus tanda syukur mereka. Tetapi kali ini sangat berbeda, lebih meriah dan spektakuler. Karena perkebunan buah Severe panen berlimpah. Selain itu, keluarga Severe juga merayakan ulang tahun Alexei Sky Severe yang ke lima.Alexei adalah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status