author-banner
Aksara_Lizza
Aksara_Lizza
Author

Novel-novel oleh Aksara_Lizza

Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku

Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku

Saat Sienna melakukan kesalahan dalam tugas pertamanya jadi pelayan, Duke dingin nan kejam yang sudah menduda selama lima tahun itu memecatnya tanpa ampun. Namun, Sienna memohon dan akan melakukan apa saja asalkan jangan dipecat karena takut dibunuh oleh prajurit kerajaan yang sedang mencarinya akibat kesalahan ayahnya. Menjadi pengasuh anaknya di siang hari, di malam hari Sienna harus menjadi penghangat ranjang Duke Lucien, tanpa terkecuali!
Baca
Chapter: Cemburu Sang Predator
Duke itu tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Baronet Fritz; ia hanya menatap pria mabuk itu dengan pandangan yang begitu mematikan hingga Fritz mundur seketika, nyaris menjatuhkan gelasnya sendiri.Tanpa pamit pada tuan rumah, Lucien menyeret Sienna menembus kerumunan tamu yang berbisik-bisik, melewati pintu aula besar, dan terus menuju pelataran luar tempat kereta kuda Blackwood sudah menunggu.“Tuan Duke, pelan-pelan... Anda menyakiti saya,” rintih Sienna saat mereka tiba di depan kereta.Lucien tidak menjawab. Ia membuka pintu kereta dengan kasar dan mendorong Sienna masuk ke dalam kabin yang gelap.Begitu pintu tertutup dan kereta mulai bergerak meninggalkan kediaman Von Heist, suasana di dalam kabin berubah menjadi sangat menyesakkan. Hanya ada suara derap kaki kuda dan guncangan roda di atas jalan berbatu yang memecah keheningan.Lucien duduk di hadapan Sienna. Cahaya lampu jalan yang melewati jendela sesekali menerangi wajahnya, memperlihatkan rahang yang terkatup rapat dan
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Chapter: Bayangan di Pesta Dansa
Malam itu, kediaman Baron von Heist disulap menjadi pusat kemewahan yang menyesakkan.Udara di dalam aula besar itu terasa berat oleh perpaduan bau parfum bunga lili, bedak wajah para bangsawan wanita, dan asap cerutu yang mengepul dari sudut-sudut ruangan.Musik orkestra yang memainkan komposisi Waltz bergema di bawah lampu gantung kristal raksasa, menciptakan bayangan yang bergerak-gerak di atas lantai marmer yang dipoles hingga seperti cermin.Sienna berdiri di posisi yang telah ditentukan, tepat dua langkah di belakang kursi tempat Lucien duduk.Sebagai pelayan pribadi yang membawakan mantel bulu berat milik sang Duke, ia adalah bagian dari latar belakang, sebuah properti hidup yang harus mematung dan tidak bersuara.Pakaian pelayannya malam ini terasa sangat mencekik; gaun hitam dengan potongan S-bend silhouette yang kaku memaksa dadanya membusung dan pinggangnya tertarik ke belakang secara tidak alami.Kerah tingginya menyembunyikan kalung beludru hitam berpucuk gembok itu, namu
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Chapter: Kepatuhan yang Lebih Dalam
Ketegangan dari malam penggeledahan itu tidak benar-benar menguap, melainkan membeku menjadi sebuah aturan baru yang jauh lebih menyesakkan.Sejak fajar menyingsing, Duke Lucien secara resmi memperketat pengawasan di seluruh penjuru kastil.Sienna kini tidak lagi diizinkan mengasuh Edward di taman atau sekadar pergi ke dapur tanpa izin tertulis yang ditandatangani langsung oleh sang Duke.Seluruh hidupnya kini dibatasi oleh dinding-dinding batu dingin di sayap pribadi Lucien.Pagi itu, Sienna masuk ke kamar Lucien dengan nampan berisi baskom perak dan air hangat yang dicampur minyak kayu putih.Tangannya gemetar pelan, bukan hanya karena beratnya baskom, tapi karena tugas baru yang diberikan Lucien kepadanya. Tugas yang dirancang untuk mengingatkan Sienna tentang posisinya yang paling rendah di kastil ini.Lucien sedang duduk di kursi tinggi di dekat perapian, mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam tanpa alas kaki. Ia sedang membaca tumpukan surat saat Sienna mendekat dan be
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Penggeledahan Kastil
Lucien berdiri di tengah ruangan, mengenakan jubah beludru hitam panjang di atas kemejanya. Ia tidak terlihat panik sedikit pun; wajahnya tetap sedingin pahatan batu di pemakaman keluarga Blackwood.Ia melangkah menuju sebuah panel kayu berukir di dekat rak buku besar, menekan sebuah mekanisme tersembunyi yang membuat bagian dinding itu bergeser tanpa suara.“Masuk ke dalam,” perintah Lucien. “Jangan mengeluarkan suara, jangan bersin, dan jangan bergerak sampai aku sendiri yang membuka pintunya.”Sienna menatap lubang gelap di balik dinding itu sejenak sebelum melangkah masuk. Ruangan sempit itu beraroma kayu tua dan debu. Begitu panel tertutup, ia hanya memiliki satu celah kecil melalui ukiran kayu untuk melihat ke arah kamar.Di luar, Lucien berjalan dengan tenang menuju pintu kamarnya. Ia meraih pedang dengan hulu perak yang tergantung di dinding, menyarungkannya ke pinggang, lalu membuka pintu ganda itu tepat saat derap sepatu bot terdengar di koridor.“Siapa yang berani membuat k
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Kepungan di Kastil Lucien
Sienna berbaring di atas ranjang raksasa milik Lucien, terkubur di bawah selimut sutra yang terasa dingin di kulitnya yang polos.Kamar megah itu hanya diterangi oleh sisa-sisa api di perapian yang mulai meredup, menciptakan bayangan panjang di langit-langit berukir.Di sampingnya, Lucien berbaring dengan lengan menumpu kepala, menatap lurus ke depan dengan ekspresi yang sulit dibaca. Meski mereka baru saja berbagi keintiman yang panas, suasana di antara mereka kembali menjadi kaku dan formal.“Jangan terlalu memasukkan ucapan Edward ke dalam hatimu,” suara Lucien memecah keheningan.Suaranya rendah, bergema di ruangan yang luas itu tanpa ada nada kelembutan di dalamnya. “Dia masih kecil. Imajinasinya sering kali melampaui kenyataan yang ada.”Sienna melirik ke arah sang Duke melalui sudut matanya. Ia bisa melihat garis rahang Lucien yang tajam di bawah cahaya remang. Sienna menarik selimut lebih tinggi, menutupi dadanya yang masih terasa sensitif.“Tentu saja, Tuan Duke,” sahut Sienn
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10
Chapter: Godaan Hasrat sang Duke
Malam telah larut ketika Sienna melangkah menyusuri koridor sayap barat yang sunyi. Suara detak jam dinding besar di aula utama terdengar seperti ketukan palu yang menghitung mundur keberaniannya.Ia berhenti sejenak di depan pintu ganda ruang kerja Duke Lucien, merapikan apron putihnya yang kaku sebelum mengetuk perlahan.“Masuk,” suara berat Lucien menyahut dari dalam.Sienna mendorong pintu kayu ek itu. Ruangan tersebut hanya diterangi oleh lampu minyak zamrud dan cahaya redup dari perapian. Aroma tembakau cerutu yang kuat memenuhi udara.Lucien sedang duduk di kursi kerjanya yang besar, menyandarkan punggung dengan satu tangan memegang cerutu yang mengepulkan asap kelabu ke langit-langit.Penampilannya jauh dari kata rapi; kemeja putihnya sudah tidak lagi terikat dasi, dan kancing bagian atasnya terbuka setengah, memperlihatkan pangkal dadanya yang bidang.Sienna berjalan mendekat, berhenti tepat di depan meja kayu besar yang dipenuhi tumpukan perkamen.“Tuan Duke, Anda memanggil
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10
Anak Kembar Milik Sang Cassanova

Anak Kembar Milik Sang Cassanova

Tidak pernah Aleena sangka jika dirinya akan mengandung bayi kembar sekaligus dengan pria yang baru saja ia ketahui memiliki teman tidur lebih dari satu wanita. Saat dirinya mengungkapkan kehamilan itu, Liam Anthony Gray dengan tegas menolak keberadaan calon bayi yang tengah dikandung Aleena itu. Aleena memutuskan untuk pergi dari hidup Liam dan bersumpah tidak akan mengenalnya selamanya. Namun, siapa sangka jika takdir mempertemukan mereka lagi setelah enam tahun tak bertemu. Liam menginginkan anak itu, sementara Aleena dengan tegas mengatakan bahwa Liam bukan ayah dari si kembar. Akankah Aleena mengungkapkan kebenarannya?
Baca
Chapter: Akhir yang Abadi (Tamat)
Matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden ruang makan, memantulkan cahaya pada peralatan makan perak yang tertata rapi.Aroma wafel hangat dan sirup mapel memenuhi ruangan, namun suasana pagi itu terasa sedikit berbeda. Liam dan Aleena duduk berdampingan, saling bertukar pandang penuh rahasia yang membuat Aiden menghentikan kegiatannya mengoles selai cokelat.“Mami, Papi, kenapa kalian senyum-senyum terus sejak tadi?” tanya Aiden dengan nada detektifnya yang khas. “Apa ada mainan baru lagi yang datang?”Eve ikut mendongak, mulutnya masih penuh dengan potongan buah stroberi. “Atau kita mau pergi ke kebun binatang lagi?”Liam berdeham, mencoba mengatur nada suaranya agar terdengar tenang namun tetap menyimpan kejutan. Ia meraih tangan Aleena di bawah meja, meremasnya lembut sebelum akhirnya angkat bicara.“Bukan mainan, Aiden. Dan bukan sekadar jalan-jalan, Eve. Papi dan Mami punya kabar yang jauh lebih besar.”Aleena tersenyum, mata
Terakhir Diperbarui: 2026-04-13
Chapter: Berkah di Tengah Kebahagiaan
Pagi buta masih menyisakan embun di jendela kamar mandi saat Aleena terbangun dengan perasaan yang tidak menentu. Ia membiarkan Liam tetap terlelap di balik selimut tebal, napas suaminya itu terdengar teratur dan damai.Dengan langkah berjinjit yang sangat hati-hati, Aleena mengunci pintu kamar mandi dan meraih sebuah kotak kecil yang ia beli secara sembunyi-sembunyi saat pergi ke apotek kemarin sore.Tangannya gemetar hebat. Ada rasa takut yang menyeruak, takut jika ia hanya terlalu berharap, atau takut jika keadaan yang sudah sempurna ini akan berubah kembali.Namun, di balik itu, ada binar kebahagiaan yang mulai mekar di sudut hatinya. Ia menunggu dalam keheningan yang mencekam, hanya ditemani detak jarum jam dinding dan degup jantungnya sendiri yang kian memburu.Dua garis merah.Aleena menutup mulutnya dengan kedua tangan, menahan pekikan yang hampir lolos. Air mata seketika jatuh membasahi pipinya.Dua garis itu tampak sangat jelas, ti
Terakhir Diperbarui: 2026-04-13
Chapter: Labirin Kebahagiaan di Rumah Baru
Enam bulan telah berlalu sejak janji suci diucapkan di kapel sunyi itu, dan kehidupan Aleena kini terasa seperti lembaran buku dongeng yang menjadi nyata.Mereka telah pindah ke mansion baru di kawasan perbukitan yang dibeli Liam sebagai kado pernikahan.Rumah itu bukan sekadar bangunan megah dari beton dan kaca; ia adalah benteng kebahagiaan yang dipenuhi cahaya matahari setiap paginya.Aroma kopi yang baru diseduh dan wangi roti panggang kini menjadi latar suara alami di dapur mereka yang luas.Aleena berdiri di dekat meja marmer, memperhatikan melalui jendela besar ke arah halaman belakang.Di sana, di atas hamparan rumput hijau yang dipangkas rapi, ia melihat pemandangan yang dulu hanya berani ia impikan dalam khayalan paling liar.Liam sedang berlutut di atas tanah, mengenakan kaos santai yang kini sedikit kotor oleh rumput. Di sampingnya, Aiden sedang serius memegang obeng kecil, mencoba memperbaiki bagian roda pada robot penj
Terakhir Diperbarui: 2026-04-13
Chapter: Malam Pengantin yang Liar
Pintu kamar penthouse mewah itu tertutup dengan debuman halus yang seolah memutus seluruh hubungan mereka dengan dunia luar.Di dalam ruangan luas yang kini telah disulap menjadi kamar pengantin, aroma lilin aromaterapi beraroma sandalwood dan mawar merah merebak, menciptakan suasana yang intim sekaligus menggoda.Kelopak bunga mawar merah berceceran di atas lantai marmer hingga menuju ranjang king size yang sudah dihias dengan sprei sutra berwarna putih bersih.Namun, perhatian Liam tidak tertuju pada dekorasi mahal tersebut. Matanya terkunci sepenuhnya pada sosok wanita yang kini resmi menyandang namanya.Aleena berdiri di tengah ruangan, membelakangi Liam, mencoba melepaskan kancing-kancing rumit pada bagian punggung gaun pengantinnya dengan jemari yang gemetar.Tanpa suara, Liam melangkah mendekat. Bayangannya yang besar menyelimuti tubuh mungil Aleena.Ia menyingkirkan jemari Aleena yang kikuk, menggantikannya dengan tangannya yang besar dan hangat. Satu per satu, kancing itu ter
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Chapter: Janji Suci di Altar
Pagi itu, kediaman keluarga Liam dan Aleena tidak dipenuhi oleh hiruk-pikuk ratusan tamu atau deru musik yang memekakkan telinga.Sesuai keinginan mereka, pernikahan ini dirancang sebagai sebuah oase ketenangan, sebuah upacara sakral yang hanya disaksikan oleh mereka yang benar-benar memahami beratnya perjuangan dua jiwa ini untuk kembali bersatu.Udara musim semi yang sejuk merayap masuk melalui jendela besar kapel privat di pinggiran kota, membawa aroma rumput basah dan bunga melati yang baru saja mekar.Di ruang rias, Aleena duduk diam di depan cermin besar berbingkai emas. Jenny, sahabat setianya sejak masa-masa tersulit, berdiri di belakangnya sambil memegang sisir berlapis mutiara. Jenny tidak bisa menahan senyum haru yang terus mengembang di bibirnya.“Kau terlihat sangat bercahaya, Aleena. Bukan hanya karena riasan ini, tapi karena matamu akhirnya menemukan kembali binar yang hilang tujuh tahun lalu,” bisik Jenny lembut.Aleena menatap pantulannya. Tata riasnya sengaja dibuat
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Chapter: Pemutusan Rantai Terakhir
Layar ponsel di genggaman Aleena seolah membakar telapak tangannya. Pesan-pesan John bukan sekadar ancaman bunuh diri; itu adalah jerat emosional yang dirancang untuk menariknya kembali ke dalam pusaran kegelapan.Namun, Aleena tidak sadar bahwa Liam, dengan ketajaman instingnya yang telah terasah di dunia bisnis yang kejam, sudah memperhatikan perubahan drastis pada raut wajah tunangannya sejak di dalam butik.Begitu mereka masuk ke dalam mobil, Liam tidak langsung menjalankan mesin. Ia meraih ponsel Aleena dengan gerakan yang tenang namun tak bisa dibantah. Matanya menyapu barisan teks penuh kegilaan dari John.Rahang Liam mengeras, urat-urat di lehernya menegang, namun ia tidak meledak. Ia justru memberikan ponsel itu kepada Rendra yang duduk di kursi kemudi.“Bawa Mami pulang. Pastikan dia tidak keluar rumah dan jaga anak-anak dengan ketat,” perintah Liam, suaranya sedingin es di kutub utara.“Liam, apa yang akan kau lakukan? Dia bilang dia akan...” suara Aleena bergetar, ia menco
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Hasrat dan Dendam Mafia Kejam

Hasrat dan Dendam Mafia Kejam

Emily Charlotte Harland, wanita malang yang harus menjadi pengantin pengganti kakaknya sendiri mendapat perlakuan kejam dari sang suami--Felix Anthony. Pria kejam berusia tiga puluh tahun itu menjadikan Emily sebagai alat dendamnya pada keluarga Harland yang telah menipunya. Bahkan gadis berusia dua puluh tiga tahun itu dijadikan pemuas hasrat Felix. Antara amarah, dendam dan juga gairah yang tiba-tiba menggebu dalam diri Felix, mampukah Emily bertahan dalam rumah tangga yang tidak seharusnya ia jalani?
Baca
Chapter: Tamat!
Cahaya senja membias di jendela kaca besar kantor pusat Felix Corporation.Di dalam ruangannya yang luas dan kini terasa jauh lebih tenang, Felix berdiri memandangi kota Meksiko yang tengah sibuk menjelang malam. Di tangan kirinya tergenggam selembar laporan penahanan atas nama Marsha Estrella Germain.Ia memejamkan mata sejenak, membiarkan udara masuk perlahan ke dalam paru-parunya. Semua terasa nyata—dan berakhir. Setelah berbulan-bulan permainan kotor dan manipulasi, akhirnya satu per satu kepingan masalah itu runtuh.Di sisi lain kota, Marsha baru saja dibawa menuju ruang tahanan wanita dengan wajah kusut dan rambut berantakan.Tuduhan atas pemalsuan identitas, pencemaran nama baik, serta keterlibatannya dalam konspirasi pemalsuan hasil DNA, kini resmi menjatuhkan vonis yang akan lama membelenggunya.Saat pintu sel tertutup di belakang punggungnya, Marsha terduduk di lantai. Ia memeluk lutut, matanya menatap kosong ke arah jeruji besi yang dingin. Tak ada lagi senyum licik, tak ad
Terakhir Diperbarui: 2025-06-23
Chapter: Sabotase yang Terencana
Pagi yang biasanya penuh ketenangan di rumah besar keluarga Felix berubah menjadi hiruk-pikuk.Berita di layar televisi menampilkan laporan mendesak tentang proyek konstruksi milik Felix yang tiba-tiba dihentikan oleh pihak berwenang karena tuduhan pemalsuan dokumen legal dan ketidaksesuaian struktur bangunan.Emily yang tengah menyusui bayi mereka, Oliver, langsung menoleh pada Felix dengan wajah penuh tanya.“Ada apa ini, Lex?” tanyanya, suaranya serak karena cemas.Felix berdiri di tengah ruang keluarga, wajahnya tegang, jemarinya menggenggam ponsel erat.“Ini ulah Harland,” gumamnya lirih, namun penuh keyakinan.Emily berdiri perlahan, menggendong bayi mereka. “Dia belum selesai juga, ya?”Felix mengangguk, matanya penuh bara. “Dia tahu dia kalah dalam permainan sebelumnya. Sekarang dia mengincar reputasiku di mata publik.”Tak berselang lama, Axl masuk tergesa-gesa membawa se
Terakhir Diperbarui: 2025-06-23
Chapter: Malam yang Membara
Pagi itu, udara Meksiko berhembus sejuk ke halaman depan rumah Felix dan Emily. Burung-burung bernyanyi di kejauhan, dan aroma kopi segar memenuhi ruang makan tempat Emily duduk santai sambil memandangi halaman dari jendela kaca.Baru saja ia akan menyeruput minuman hangatnya, suara ketukan keras terdengar dari arah depan. Tak seperti biasanya—suara itu terdengar menantang, kasar, dan tidak sabar.Salah satu pelayan berlari masuk dan berkata pelan, “Nyonya... ada tamu di gerbang depan. Seorang wanita... menyebut namanya Marsha.”Emily meletakkan cangkir dengan tenang. Matanya menajam.Ia bangkit dan berjalan ke arah pintu depan. Tak lama, pintu utama terbuka, dan sosok yang sudah sangat dikenalnya berdiri di sana dengan senyum mengejek di wajahnya.Marsha mengenakan gaun putih elegan yang terlalu mencolok untuk pagi hari. Di gendongannya, seorang anak laki-laki duduk tenang, tak tahu apa-apa tentang badai yang sedang bergulir di a
Terakhir Diperbarui: 2025-06-23
Chapter: Kebenaran yang Akhirnya Terungkap
Hujan turun lembut membasahi atap kantor Felix malam itu. Di dalam ruang kerjanya yang gelap dan hening, Felix menatap jendela kaca besar dengan pandangan kosong.Sudah lima hari sejak hasil tes DNA pertama keluar—dan ia masih tidak bisa mempercayainya. Ada yang janggal. Ada yang tidak bisa ia terima begitu saja.Namun di balik semua itu, ada seseorang yang bekerja diam-diam: Noah.Tanpa sepengetahuan siapapun, bahkan Felix, Noah telah membawa sampel DNA yang sama ke laboratorium independen lain. Ia tahu, kakaknya tidak akan pernah bisa tenang bila tidak menemukan kebenaran sejati.Dan sore itu, hasilnya datang.Noah langsung menjemput berkasnya sendiri, mengamankannya seperti harta karun.Ia membuka amplop itu dengan tangan dingin, membaca isinya cepat namun teliti. Begitu selesai, ia menghela napas panjang—antara lega dan marah.Hasilnya negatif. Anak itu bukan darah daging Felix.Di tempat lain, di sebuah apartemen mewah yang disediakan Harland, Marsha duduk bersandar di sofa denga
Terakhir Diperbarui: 2025-06-22
Chapter: Hasil yang Menyesakkan
Langit Meksiko tampak cerah pagi itu, tetapi hati Emily sebaliknya—gelap, suram, dan penuh keraguan. Ia duduk diam di ruang kerja rumah mereka, menatap amplop putih di atas meja. Di sana tertulis dengan huruf tebal:“Hasil Pemeriksaan DNA – Confidential.”Jantungnya berdetak keras. Tangan Emily gemetar saat membuka amplop itu, dan begitu matanya membaca isi laporan laboratorium, tubuhnya seketika kaku.“Kecocokan DNA antara subjek A (Felix Ricardo) dan subjek B (anak laki-laki bernama Mateo): 99,98%. Kemungkinan sebagai ayah biologis: Sangat Tinggi.”Emily menatap lembaran itu lama. Satu per satu kata seakan membakar matanya. Sangat tinggi. Kata-kata itu menghujam seperti paku ke dalam hatinya.Saat Felix pulang tak lama kemudian, ia langsung menghampiri Emily yang masih duduk terpaku.“Sudah datang?” tanyanya sambil menunjuk amplop yang digenggam Emily.Emily mengangguk pelan. “Kau ingin membacanya sendiri?” tanyanya tanpa intonasi.Felix mengambil lembaran itu, membacanya cepat, lal
Terakhir Diperbarui: 2025-06-22
Chapter: Baru Saja Dimulai
Dunia bisnis tidak pernah tidur. Begitu pula dengan ancaman yang bersembunyi di balik senyuman formal dan jabat tangan hangat. Hari itu, ruang rapat Ricardo Corporation lebih sunyi dari biasanya.Felix duduk di ujung meja besar berlapis kaca hitam, matanya menatap dokumen pembatalan kerja sama dari dua perusahaan Eropa yang selama ini menjadi klien utama.Felix mengernyit, lalu meletakkan kertas itu di atas meja dengan suara pelan namun tegas. “Ini yang kedua minggu ini,” gumamnya pelan.Noah, yang duduk di sebelahnya, menatap Felix dengan wajah tegang. “Kita dapat kabar bahwa beberapa mitra merasa reputasimu mulai dipertanyakan, Lex. Rumor di luar... menyebar cepat.”Felix mengangkat wajahnya, rahangnya mengeras. “Mereka bilang apa?” tanyanya ingin tahu.Noah menunduk sesaat sebelum berkata, “Bahwa kau telah menelantarkan anakmu, darah dagingmu sendiri. Bahwa kau tidak bertanggung jawab dengan apa yang telah kau lakukan pada Marsha.”Brak!Felix menghantam meja itu dengan keras. Ia k
Terakhir Diperbarui: 2025-06-21
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status