author-banner
Aksara_Lizza
Aksara_Lizza
Author

Novels by Aksara_Lizza

Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku

Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku

Saat Sienna melakukan kesalahan dalam tugas pertamanya jadi pelayan, Duke dingin nan kejam yang sudah menduda selama lima tahun itu memecatnya tanpa ampun. Namun, Sienna memohon dan akan melakukan apa saja asalkan jangan dipecat karena takut dibunuh oleh prajurit kerajaan yang sedang mencarinya akibat kesalahan ayahnya. Menjadi pengasuh anaknya di siang hari, di malam hari Sienna harus menjadi penghangat ranjang Duke Lucien, tanpa terkecuali!
อ่าน
Chapter: Debat Panas dan Hasrat yang Terbakar
"Kau menyebut dirimu tidak berguna?" Suara Lucien merendah, namun getarannya jauh lebih menakutkan daripada bentakan Albert. "Setelah semua yang kita lalui di Utara ini, kau masih berpikir aku akan membiarkanmu berjalan ke tiang gantungan?""Pasti ada cara lain, Lucien!" teriak Sienna, suaranya pecah beradu dengan deru api perapian.Napasnya memburu, membuat dadanya yang terikat korset brokat ketat khas Edwardian terasa sesak dan tersiksa."Kita bisa memalsukan kematianku, atau menggunakan paspor gelap untuk menyelundupkanku ke kapal uap menuju pelabuhan Amerika! Mengapa kau harus mempertaruhkan takhta Blackwood yang sudah tegak ratusan tahun? Mengapa harus mengorbankan dirimu?!""Karena melarikan diri tidak akan pernah membersihkan nama ayahmu, Sienna!" balas Lucien, melepaskan cengkeraman tangannya hanya untuk mencengkeram kedua bahu wanita itu."Kau ingin menghabiskan sisa hidupmu bersembunyi di balik nama palsu di tanah asing, sementara pembunuh ayahmu tertawa di atas takhta Ibu K
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-27
Chapter: Hak Sang Duchess
Sienna mencoba menarik pergelangan tangannya, namun cengkeraman Lucien bagai borgol besi yang menempel erat pada kulitnya. Jantungnya bertalu kencang, berbenturan dengan dada bidang sang Duke yang terasa kokoh bak dinding batu kastil."Lepaskan aku, Lucien! Kau tidak berpikir jernih!" rintih Sienna, mencoba memalingkan wajahnya dari tatapan mata kelabu yang menghipnotis itu."Aku berpikir jauh lebih jernih daripada siapa pun di benteng ini, Sienna," jawab Lucien, suaranya merendah namun bergetar penuh penekanan."Dengarkan aku. Faksi Raja dan anjing-anjing Silverstone milik Albert itu sebenarnya sudah tahu dari jaringan mata-mata mereka bahwa kau bersembunyi di sini. Mereka tidak bodoh."Sienna mendongak kembali, matanya yang basah menatapnya tak percaya. "Jika mereka sudah tahu, lalu mengapa tadi mereka mundur? Mengapa Albert harus murka karena penggeledahannya gagal?""Karena mereka kekurangan bukti fisik!" potong Lucien cepat."Di awal abad ke-20 yang modern ini, Raja tidak bisa la
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-27
Chapter: Rencana Gila sang Duke
Lucien tidak menunggu jawaban. Ia lalu meraih jemari Sienna, menuntunnya melewati pintu penghubung tersembunyi yang langsung mengarah ke kamar pribadi sang Duke.Kamar itu berukuran luas dengan dinding batu yang dilapisi permadani tebal asal Persia, dirancang khusus dengan arsitektur abad pertengahan yang kedap suara agar tidak ada satu pun bisikan yang bisa menembus keluar.Di sudut ruangan, sebuah perapian besar dengan ukiran lambang serigala Blackwood menyala tenang, memancarkan kehangatan yang mengusir hawa sedingin es dari luar kastil.Lucien melepaskan tangan Sienna, lalu berjalan menuju meja kecil dekat jendela untuk menuangkan anggur merah ke dalam dua gelas kristal. "Duduklah, Sienna. Kita perlu membicarakan langkah selanjutnya."Sienna menggeleng cepat, ia tetap berdiri tegak di tengah ruangan dengan gaun pagi yang sedikit berdebu. "Aku tidak bisa duduk dengan tenang setelah membaca surat itu, Lucien. Katakan padaku, strategi apa yang kau maksud dengan mengubah aturan permai
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-26
Chapter: Surat dari Bayangan Ibu Kota
Lucien merebut surat berpekat hitam itu dari tangan Harry. Mengabaikan sisa-sisa tata krama, ia merogoh saku rompinya dan mengeluarkan pisau perak kecil pemotong cerutu. Dengan satu gerakan presisi, bilah tajam itu memotong lilin merah bergambar elang hitam yang mengunci perkamen tersebut.Lampu gas di dinding ruang kerja mendadak berdesis, memancarkan pendar kuning yang bergoyang samar saat Lucien membentangkan kertas tebal tersebut di atas meja kerja mahogani.Sienna melangkah mendekat, mengabaikan serpihan lilin yang jatuh ke lantai. Di bawah temaram cahaya, barisan tinta emas khas juru tulis kementerian dalam negeri merayap membentuk untaian kalimat yang dingin dan mematikan."Kepada Yang Mulia Duke dari Utara, Lucien Blackwood. Dewan Menteri Kerajaan bersama Komisi Yudisial Tertinggi telah mengeluarkan maklumat rahasia. Keberadaan Sienna Valerius di tanah Anda adalah pelanggaran berat terhadap titah mahkota. “Berdasarkan Dekret Keamanan Dalam Negeri, faksi militer pusat akan kem
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-26
Chapter: Kepergian Musuh dan Sisa Badai
WHUSS—Kereta kuda brougham milik Albert melesat kencang melintasi gerbang luar Blackwood, meninggalkan kepulan debu bercampur serpihan salju yang beterbangan di udara pagi.Gema derap kaki dua puluh kavaleri Silverstone berangsur-angsur mengecil, hingga akhirnya lenyap sepenuhnya di balik perbukitan putih yang membatasi tanah Utara dengan Ibu Kota.Di pelataran kastil, Lucien berdiri mematung. Begitu kesunyian kembali menguasai bentengnya, topeng pura-pura polos yang tadi ia pasang di depan Albert runtuh seketika. Rahangnya mengetat, dan gurat kelelahan yang teramat sangat tercetak jelas di wajah tampannya.Kerlingan matanya mengeras, memancarkan kewaspadaan yang kian menajam. Ancaman Albert tentang Edward bukanlah sekadar gertakan kosong dari seorang pengecut; pria itu benar-benar berniat menghancurkan garis keturunannya.“Harry!” panggil Lucien, suaranya berat dan menggelegar, memanggil tangan kanannya yang langsung mendekat dengan langkah sigap.“Saya di sini, Tuan Duke,” sahut Ha
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-24
Chapter: Sindiran Tajam Sang Duke
Ujung bilah baja yang berkilau dingin itu bergetar tepat di bawah dagu sang komandan kavaleri. Tetesan keringat mengalir melewati leher prajurit malang itu, menguap bersama keheningan aula yang mencekam.Di tengah letupan amarah yang hampir merusak kewarasan Albert, Lucien justru melangkah maju dari balik mejanya. Ia melipat kedua tangannya di dada, menampilkan raut wajah pura-pura polos dan heran yang dibuat-buat dengan sangat provokatif.“Turunkan pedangmu, Albert. Kau membuat prajuritmu sendiri ketakutan,” ujar Lucien, suaranya mengalun ringan, memecah ketegangan dengan nada mengejek yang teramat tenang.“Diam kau, Blackwood! Pasukanku pasti melewatkan sesuatu!” raung Albert tanpa menoleh, matanya masih melotot lurus pada komandannya yang pucat pasi.Lucien berjalan mendekati mereka, mengitari kedua pria itu dengan keanggunan seekor predator yang sedang mengamati mangsa yang kebingungan.“Aku mulai berpikir, mungkin mata-mata atau para pemimpin pasukan hebatmu dari Silverstone seda
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-24
Hasrat dan Dendam Mafia Kejam

Hasrat dan Dendam Mafia Kejam

Emily Charlotte Harland, wanita malang yang harus menjadi pengantin pengganti kakaknya sendiri mendapat perlakuan kejam dari sang suami--Felix Anthony. Pria kejam berusia tiga puluh tahun itu menjadikan Emily sebagai alat dendamnya pada keluarga Harland yang telah menipunya. Bahkan gadis berusia dua puluh tiga tahun itu dijadikan pemuas hasrat Felix. Antara amarah, dendam dan juga gairah yang tiba-tiba menggebu dalam diri Felix, mampukah Emily bertahan dalam rumah tangga yang tidak seharusnya ia jalani?
อ่าน
Chapter: Tamat!
Cahaya senja membias di jendela kaca besar kantor pusat Felix Corporation.Di dalam ruangannya yang luas dan kini terasa jauh lebih tenang, Felix berdiri memandangi kota Meksiko yang tengah sibuk menjelang malam. Di tangan kirinya tergenggam selembar laporan penahanan atas nama Marsha Estrella Germain.Ia memejamkan mata sejenak, membiarkan udara masuk perlahan ke dalam paru-parunya. Semua terasa nyata—dan berakhir. Setelah berbulan-bulan permainan kotor dan manipulasi, akhirnya satu per satu kepingan masalah itu runtuh.Di sisi lain kota, Marsha baru saja dibawa menuju ruang tahanan wanita dengan wajah kusut dan rambut berantakan.Tuduhan atas pemalsuan identitas, pencemaran nama baik, serta keterlibatannya dalam konspirasi pemalsuan hasil DNA, kini resmi menjatuhkan vonis yang akan lama membelenggunya.Saat pintu sel tertutup di belakang punggungnya, Marsha terduduk di lantai. Ia memeluk lutut, matanya menatap kosong ke arah jeruji besi yang dingin. Tak ada lagi senyum licik, tak ad
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-06-23
Chapter: Sabotase yang Terencana
Pagi yang biasanya penuh ketenangan di rumah besar keluarga Felix berubah menjadi hiruk-pikuk.Berita di layar televisi menampilkan laporan mendesak tentang proyek konstruksi milik Felix yang tiba-tiba dihentikan oleh pihak berwenang karena tuduhan pemalsuan dokumen legal dan ketidaksesuaian struktur bangunan.Emily yang tengah menyusui bayi mereka, Oliver, langsung menoleh pada Felix dengan wajah penuh tanya.“Ada apa ini, Lex?” tanyanya, suaranya serak karena cemas.Felix berdiri di tengah ruang keluarga, wajahnya tegang, jemarinya menggenggam ponsel erat.“Ini ulah Harland,” gumamnya lirih, namun penuh keyakinan.Emily berdiri perlahan, menggendong bayi mereka. “Dia belum selesai juga, ya?”Felix mengangguk, matanya penuh bara. “Dia tahu dia kalah dalam permainan sebelumnya. Sekarang dia mengincar reputasiku di mata publik.”Tak berselang lama, Axl masuk tergesa-gesa membawa se
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-06-23
Chapter: Malam yang Membara
Pagi itu, udara Meksiko berhembus sejuk ke halaman depan rumah Felix dan Emily. Burung-burung bernyanyi di kejauhan, dan aroma kopi segar memenuhi ruang makan tempat Emily duduk santai sambil memandangi halaman dari jendela kaca.Baru saja ia akan menyeruput minuman hangatnya, suara ketukan keras terdengar dari arah depan. Tak seperti biasanya—suara itu terdengar menantang, kasar, dan tidak sabar.Salah satu pelayan berlari masuk dan berkata pelan, “Nyonya... ada tamu di gerbang depan. Seorang wanita... menyebut namanya Marsha.”Emily meletakkan cangkir dengan tenang. Matanya menajam.Ia bangkit dan berjalan ke arah pintu depan. Tak lama, pintu utama terbuka, dan sosok yang sudah sangat dikenalnya berdiri di sana dengan senyum mengejek di wajahnya.Marsha mengenakan gaun putih elegan yang terlalu mencolok untuk pagi hari. Di gendongannya, seorang anak laki-laki duduk tenang, tak tahu apa-apa tentang badai yang sedang bergulir di a
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-06-23
Chapter: Kebenaran yang Akhirnya Terungkap
Hujan turun lembut membasahi atap kantor Felix malam itu. Di dalam ruang kerjanya yang gelap dan hening, Felix menatap jendela kaca besar dengan pandangan kosong.Sudah lima hari sejak hasil tes DNA pertama keluar—dan ia masih tidak bisa mempercayainya. Ada yang janggal. Ada yang tidak bisa ia terima begitu saja.Namun di balik semua itu, ada seseorang yang bekerja diam-diam: Noah.Tanpa sepengetahuan siapapun, bahkan Felix, Noah telah membawa sampel DNA yang sama ke laboratorium independen lain. Ia tahu, kakaknya tidak akan pernah bisa tenang bila tidak menemukan kebenaran sejati.Dan sore itu, hasilnya datang.Noah langsung menjemput berkasnya sendiri, mengamankannya seperti harta karun.Ia membuka amplop itu dengan tangan dingin, membaca isinya cepat namun teliti. Begitu selesai, ia menghela napas panjang—antara lega dan marah.Hasilnya negatif. Anak itu bukan darah daging Felix.Di tempat lain, di sebuah apartemen mewah yang disediakan Harland, Marsha duduk bersandar di sofa denga
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-06-22
Chapter: Hasil yang Menyesakkan
Langit Meksiko tampak cerah pagi itu, tetapi hati Emily sebaliknya—gelap, suram, dan penuh keraguan. Ia duduk diam di ruang kerja rumah mereka, menatap amplop putih di atas meja. Di sana tertulis dengan huruf tebal:“Hasil Pemeriksaan DNA – Confidential.”Jantungnya berdetak keras. Tangan Emily gemetar saat membuka amplop itu, dan begitu matanya membaca isi laporan laboratorium, tubuhnya seketika kaku.“Kecocokan DNA antara subjek A (Felix Ricardo) dan subjek B (anak laki-laki bernama Mateo): 99,98%. Kemungkinan sebagai ayah biologis: Sangat Tinggi.”Emily menatap lembaran itu lama. Satu per satu kata seakan membakar matanya. Sangat tinggi. Kata-kata itu menghujam seperti paku ke dalam hatinya.Saat Felix pulang tak lama kemudian, ia langsung menghampiri Emily yang masih duduk terpaku.“Sudah datang?” tanyanya sambil menunjuk amplop yang digenggam Emily.Emily mengangguk pelan. “Kau ingin membacanya sendiri?” tanyanya tanpa intonasi.Felix mengambil lembaran itu, membacanya cepat, lal
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-06-22
Chapter: Baru Saja Dimulai
Dunia bisnis tidak pernah tidur. Begitu pula dengan ancaman yang bersembunyi di balik senyuman formal dan jabat tangan hangat. Hari itu, ruang rapat Ricardo Corporation lebih sunyi dari biasanya.Felix duduk di ujung meja besar berlapis kaca hitam, matanya menatap dokumen pembatalan kerja sama dari dua perusahaan Eropa yang selama ini menjadi klien utama.Felix mengernyit, lalu meletakkan kertas itu di atas meja dengan suara pelan namun tegas. “Ini yang kedua minggu ini,” gumamnya pelan.Noah, yang duduk di sebelahnya, menatap Felix dengan wajah tegang. “Kita dapat kabar bahwa beberapa mitra merasa reputasimu mulai dipertanyakan, Lex. Rumor di luar... menyebar cepat.”Felix mengangkat wajahnya, rahangnya mengeras. “Mereka bilang apa?” tanyanya ingin tahu.Noah menunduk sesaat sebelum berkata, “Bahwa kau telah menelantarkan anakmu, darah dagingmu sendiri. Bahwa kau tidak bertanggung jawab dengan apa yang telah kau lakukan pada Marsha.”Brak!Felix menghantam meja itu dengan keras. Ia k
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-06-21
Aku ingin Bercerai, Tuan Duke Arogan!

Aku ingin Bercerai, Tuan Duke Arogan!

“Memohonlah hingga bersimbah darah, Liora, karena aku takkan pernah membiarkanmu pergi!” Empat tahun terabaikan, hati Lady Liora hancur saat melihat Duke Alistair memadu kasih dengan wanita lain di kala ia tengah berduka. Muak menjadi pion yang tak dicintai, Liora memilih menantang maut demi satu tujuan: bercerai dari sang penguasa Utara yang kejam!
อ่าน
Chapter: Kepulangan Sang Penguasa
Liora menahan napasnya, menatap lekat pada sosok yang baru saja memecah keheningan toko. Namun, detak jantungnya yang sempat memburu liar perlahan berangsur normal begitu pria itu melangkah keluar dari kegelapan fana.Pria berseragam militer itu ternyata bukanlah Alistair, melainkan seorang perwira muda berpangkat letnan dengan lencana serigala perak di kerahnya, tanda pengenal mutlak dari pasukan elite Jenderal Maxime.Perwira itu tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Liora. Ia hanya melempar pandangan penuh arti, lalu dengan gerakan cepat diringi kedipan mata yang samar, meletakkan selembar amplop kecil bersegel lilin biru di atas meja kasir kayu ek tempat Emma bekerja tadi. Setelah itu, ia berbalik dan melangkah keluar secepat embusan angin malam."Liora... apa itu?" bisik Emma, suaranya bergetar hebat seraya menunjuk amplop misterius tersebut.Liora bangkit berdiri dengan tergesa-gesa. "Itu pasti pesan rahasia dari Jenderal Maxime. Dia menepati janjinya untuk membantuku."Namun,
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-27
Chapter: Pelarian ke Toko Buku
Duchess Sophia melangkah keluar dari kamar dengan tergesa-gesa, meninggalkan Liora dalam kesunyian yang mencekik. Kesepakatan senyap itu telah terkunci, namun sisa-sisa aroma parfum mawar milik mertuanya masih tertinggal di udara, memicu rasa mual yang teramat sangat.Liora merasa jengah dan sesak. Dinding-dinding batu Kastil Blackwood yang megah kini terasa seperti jeruji penjara yang kian menyempit, dipenuhi oleh kepalsuan kaum aristokrat yang memuakkan.Tanpa berpikir panjang, ia menyambar mantel bulu domba lamanya yang berwarna cokelat pudar. Memanfaatkan kelengahan para penjaga yang sedang berganti sif di gerbang samping, Liora nekat menyelinap keluar secara sembunyi-sembunyi tanpa pengawalan satu pun.Ia berjalan kaki membelah badai salju tipis yang mulai turun, menyusuri jalanan kota berbatu yang licin. Napasnya mengesul putih di udara musim dingin yang membekukan.Tujuannya hanya satu: toko buku milik Emma. Ia membutuhkan ruang bernapas, sebuah tempat di mana ia tidak perlu be
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-27
Chapter: Perjanjian Rahasia Dua Wanita
Duchess Sophia terbelalak. Kipas sutra di genggamannya bergetar pelan, bukan lagi karena amarah, melainkan karena keterkejutan yang amat sangat atas kelantangan menantunya.Kamar besar itu mendadak hening, hanya menyisakan deru napas Sophia yang memburu. Sepanjang empat tahun ini, ia hanya mengenal Liora sebagai sosok yang menunduk, menerima setiap makian dengan air mata yang tertahan, dan membiarkan harga dirinya diinjak-injak demi kelangsungan hidup keluarganya.Namun wanita yang berdiri di hadapannya sekarang terasa seperti orang asing yang mengenakan kulit Liora, dingin, tak tersentuh, dan berbahaya."Kau... kau benar-benar tidak punya urat malu, Liora," desis Sophia, mencoba mengembalikan wibawa aristokratnya yang sempat runtuh.Ia menegakkan lehernya, mencoba memandang rendah Liora dari balik dagunya yang terangkat, meski getaran di jemarinya tidak bisa sepenuhnya ia sembunyikan. "Kau menantangku?"Liora tidak mundur satu senti pun. Ia justru menarik napas dalam-dalam, menatap i
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-26
Chapter: Kemarahan tak Berdasar
Cengkeraman Alistair terlepas kasar setelah sumpah bernada ancaman itu diucapkan. Pria itu berbalik pergi, dan keesokan paginya, ia terpaksa bertolak ke luar kota untuk menunaikan tugas militer mendesak dari Raja Julian.Kepergian sang Duke selama beberapa hari ke depan menyisakan keheningan yang dingin di Kastil Blackwood. Namun, absennya Alistair tidak lantas membuat atmosfer kastil mendingin; alurnya justru kian mencekik bagi Liora.Setiap sudut koridor batu yang gelap seolah ikut mengawasinya, dan para pelayan yang berbisik-bisik di balik pilar-pilar besar semakin menambah berat udara yang ia hirup. Liora tahu, tanpa adanya Alistair di kastil ini, dinding pertahanannya telah runtuh. Seseorang sedang menunggu waktu yang tepat untuk menerkamnya.Kesempatan emas ini tidak disia-siakan oleh sang ibu mertua. Sore itu, langkah kaki yang anggun namun penuh emosi terdengar mendekati kamar utama. Suara ketukan tumit sepatu bot beludru yang beradu dengan lantai marmer terdengar bagaikan rit
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-26
Chapter: Penolakan dari Sang Permaisuri
Jantung Liora seolah berhenti berdetak. Jemarinya yang kaku di dalam laci segera mencengkeram botol kaca itu erat-erat, menyembunyikannya di balik lipatan robekan gaunnya sebelum ia membalikkan badan dengan tenang.Di atas ranjang, Alistair hanya bergerak gelisah dalam tidurnya, merancau parau sebelum kembali terlelap sepenuhnya. Kebohongan malam itu berlalu, namun sisa badai emosinya menyisakan dinding pembatas yang kian tebal di antara mereka.Hari-hari berikutnya di Kastil Blackwood berubah menjadi ajang perang dingin. Alistair, yang tampaknya mulai terganggu oleh keretakan yang makin menganga, mencoba meredam gejolak di antara mereka dengan cara tradisional para aristokrat era 1900-an. Ia membanjiri Liora dengan fasilitas kemewahan baru yang luar biasa.Di atas meja rias Liora kini bertumpuk kotak-kotak beludru berisi gaun sutra bersulam benang emas yang diimpor langsung dari Paris, beberapa pasang sepatu bot kulit rusa terbaik, hingga sebuah kalung berlian pusaka milik klan Von D
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-25
Chapter: Benih yang Dipaksakan
Rahang Alistair mengeras mendengar ancaman istrinya. Ia menyentak tangan Liora dari pergelangan tangannya, lalu tertawa sinis. “Menghancurkanku di depan Raja? Kau pikir penguasa negeri ini akan mendengarkan racauan seorang wanita dari keluarga bangkrut?”“Raja mungkin tidak peduli pada air mataku, tapi beliau pasti peduli jika reputasi salah satu panglimanya runtuh karena memperlakukan sekutu setianya seperti budak!” Liora memajukan langkah, menolak untuk mundur lagi.“Ceraikan aku, Alistair! Ambil kembali seluruh emasmu, ambil kembali gaun-gaun sialan ini, lalu pergilah pada Isabella! Nikahi wanita lumpuhmu itu dan biarkan aku bebas!”Mendengar nama Isabella berpadu dengan tuntutan cerai dan bayangan tatapan Maxime di meja makan tadi, sesuatu di dalam dada Alistair meledak. Kecemburuan yang liar dan tak beralasan membakar akal sehatnya.“Kau begitu mendesak ingin bebas karena jenderal perbatasan itu, bukan? Kau pikir aku tidak melihat bagaimana matamu menatapnya?”“Ini tidak ada hubu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-25
Anak Kembar Milik Sang Cassanova

Anak Kembar Milik Sang Cassanova

Tidak pernah Aleena sangka jika dirinya akan mengandung bayi kembar sekaligus dengan pria yang baru saja ia ketahui memiliki teman tidur lebih dari satu wanita. Saat dirinya mengungkapkan kehamilan itu, Liam Anthony Gray dengan tegas menolak keberadaan calon bayi yang tengah dikandung Aleena itu. Aleena memutuskan untuk pergi dari hidup Liam dan bersumpah tidak akan mengenalnya selamanya. Namun, siapa sangka jika takdir mempertemukan mereka lagi setelah enam tahun tak bertemu. Liam menginginkan anak itu, sementara Aleena dengan tegas mengatakan bahwa Liam bukan ayah dari si kembar. Akankah Aleena mengungkapkan kebenarannya?
อ่าน
Chapter: Akhir yang Abadi (Tamat)
Matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden ruang makan, memantulkan cahaya pada peralatan makan perak yang tertata rapi.Aroma wafel hangat dan sirup mapel memenuhi ruangan, namun suasana pagi itu terasa sedikit berbeda. Liam dan Aleena duduk berdampingan, saling bertukar pandang penuh rahasia yang membuat Aiden menghentikan kegiatannya mengoles selai cokelat.“Mami, Papi, kenapa kalian senyum-senyum terus sejak tadi?” tanya Aiden dengan nada detektifnya yang khas. “Apa ada mainan baru lagi yang datang?”Eve ikut mendongak, mulutnya masih penuh dengan potongan buah stroberi. “Atau kita mau pergi ke kebun binatang lagi?”Liam berdeham, mencoba mengatur nada suaranya agar terdengar tenang namun tetap menyimpan kejutan. Ia meraih tangan Aleena di bawah meja, meremasnya lembut sebelum akhirnya angkat bicara.“Bukan mainan, Aiden. Dan bukan sekadar jalan-jalan, Eve. Papi dan Mami punya kabar yang jauh lebih besar.”Aleena tersenyum, mata
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-13
Chapter: Berkah di Tengah Kebahagiaan
Pagi buta masih menyisakan embun di jendela kamar mandi saat Aleena terbangun dengan perasaan yang tidak menentu. Ia membiarkan Liam tetap terlelap di balik selimut tebal, napas suaminya itu terdengar teratur dan damai.Dengan langkah berjinjit yang sangat hati-hati, Aleena mengunci pintu kamar mandi dan meraih sebuah kotak kecil yang ia beli secara sembunyi-sembunyi saat pergi ke apotek kemarin sore.Tangannya gemetar hebat. Ada rasa takut yang menyeruak, takut jika ia hanya terlalu berharap, atau takut jika keadaan yang sudah sempurna ini akan berubah kembali.Namun, di balik itu, ada binar kebahagiaan yang mulai mekar di sudut hatinya. Ia menunggu dalam keheningan yang mencekam, hanya ditemani detak jarum jam dinding dan degup jantungnya sendiri yang kian memburu.Dua garis merah.Aleena menutup mulutnya dengan kedua tangan, menahan pekikan yang hampir lolos. Air mata seketika jatuh membasahi pipinya.Dua garis itu tampak sangat jelas, ti
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-13
Chapter: Labirin Kebahagiaan di Rumah Baru
Enam bulan telah berlalu sejak janji suci diucapkan di kapel sunyi itu, dan kehidupan Aleena kini terasa seperti lembaran buku dongeng yang menjadi nyata.Mereka telah pindah ke mansion baru di kawasan perbukitan yang dibeli Liam sebagai kado pernikahan.Rumah itu bukan sekadar bangunan megah dari beton dan kaca; ia adalah benteng kebahagiaan yang dipenuhi cahaya matahari setiap paginya.Aroma kopi yang baru diseduh dan wangi roti panggang kini menjadi latar suara alami di dapur mereka yang luas.Aleena berdiri di dekat meja marmer, memperhatikan melalui jendela besar ke arah halaman belakang.Di sana, di atas hamparan rumput hijau yang dipangkas rapi, ia melihat pemandangan yang dulu hanya berani ia impikan dalam khayalan paling liar.Liam sedang berlutut di atas tanah, mengenakan kaos santai yang kini sedikit kotor oleh rumput. Di sampingnya, Aiden sedang serius memegang obeng kecil, mencoba memperbaiki bagian roda pada robot penj
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-13
Chapter: Malam Pengantin yang Liar
Pintu kamar penthouse mewah itu tertutup dengan debuman halus yang seolah memutus seluruh hubungan mereka dengan dunia luar.Di dalam ruangan luas yang kini telah disulap menjadi kamar pengantin, aroma lilin aromaterapi beraroma sandalwood dan mawar merah merebak, menciptakan suasana yang intim sekaligus menggoda.Kelopak bunga mawar merah berceceran di atas lantai marmer hingga menuju ranjang king size yang sudah dihias dengan sprei sutra berwarna putih bersih.Namun, perhatian Liam tidak tertuju pada dekorasi mahal tersebut. Matanya terkunci sepenuhnya pada sosok wanita yang kini resmi menyandang namanya.Aleena berdiri di tengah ruangan, membelakangi Liam, mencoba melepaskan kancing-kancing rumit pada bagian punggung gaun pengantinnya dengan jemari yang gemetar.Tanpa suara, Liam melangkah mendekat. Bayangannya yang besar menyelimuti tubuh mungil Aleena.Ia menyingkirkan jemari Aleena yang kikuk, menggantikannya dengan tangannya yang besar dan hangat. Satu per satu, kancing itu ter
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-12
Chapter: Janji Suci di Altar
Pagi itu, kediaman keluarga Liam dan Aleena tidak dipenuhi oleh hiruk-pikuk ratusan tamu atau deru musik yang memekakkan telinga.Sesuai keinginan mereka, pernikahan ini dirancang sebagai sebuah oase ketenangan, sebuah upacara sakral yang hanya disaksikan oleh mereka yang benar-benar memahami beratnya perjuangan dua jiwa ini untuk kembali bersatu.Udara musim semi yang sejuk merayap masuk melalui jendela besar kapel privat di pinggiran kota, membawa aroma rumput basah dan bunga melati yang baru saja mekar.Di ruang rias, Aleena duduk diam di depan cermin besar berbingkai emas. Jenny, sahabat setianya sejak masa-masa tersulit, berdiri di belakangnya sambil memegang sisir berlapis mutiara. Jenny tidak bisa menahan senyum haru yang terus mengembang di bibirnya.“Kau terlihat sangat bercahaya, Aleena. Bukan hanya karena riasan ini, tapi karena matamu akhirnya menemukan kembali binar yang hilang tujuh tahun lalu,” bisik Jenny lembut.Aleena menatap pantulannya. Tata riasnya sengaja dibuat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-12
Chapter: Pemutusan Rantai Terakhir
Layar ponsel di genggaman Aleena seolah membakar telapak tangannya. Pesan-pesan John bukan sekadar ancaman bunuh diri; itu adalah jerat emosional yang dirancang untuk menariknya kembali ke dalam pusaran kegelapan.Namun, Aleena tidak sadar bahwa Liam, dengan ketajaman instingnya yang telah terasah di dunia bisnis yang kejam, sudah memperhatikan perubahan drastis pada raut wajah tunangannya sejak di dalam butik.Begitu mereka masuk ke dalam mobil, Liam tidak langsung menjalankan mesin. Ia meraih ponsel Aleena dengan gerakan yang tenang namun tak bisa dibantah. Matanya menyapu barisan teks penuh kegilaan dari John.Rahang Liam mengeras, urat-urat di lehernya menegang, namun ia tidak meledak. Ia justru memberikan ponsel itu kepada Rendra yang duduk di kursi kemudi.“Bawa Mami pulang. Pastikan dia tidak keluar rumah dan jaga anak-anak dengan ketat,” perintah Liam, suaranya sedingin es di kutub utara.“Liam, apa yang akan kau lakukan? Dia bilang dia akan...” suara Aleena bergetar, ia menco
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-12
บางทีคุณอาจจะชอบ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status