LOGIN"Aku sudah membayarmu dengan 100 juta, tepati janjimu dan tidur denganku!" Senja berulang kali ia membaca pesan itu, dan tidak akan mengubah apapun. Ia tak akan bisa mengembalikan uangnya. Demi membayar ganti rugii kepada Bianka, Senja nekat terjun ke dunia streaming dewasa untuk mendapatkan uang. Ia pikir, selama ini identitasnya akan tetap tersembunyi dan baik-baik saja. Sampai akhirnya terbongkar. Arsen, dokter muda misterius yang selama ini menampungnya di rumah akhirnya mengetahui rahasia Senja. Namun, bukannya mengusirnya, Arsen justru memberikan sebuah tawaran yang memaksanya untuk memilih dua pilihan sulit. Lalu bagaimana kelanjutannya,? Jangan lupa tionggalkan pesan!
View More"Senja, kamu gak sabar banget, ya? Baru juga Om selesai mandi."
Suara berat itu terdengar tepat di atas kepala gadis yang dipanggil Senja itu. Saat ia mendongak, pria itu sudah menunduk menatapnya dengan sebelah alis terangkat. Rambutnya yang masih basah menjuntai ke depan, dengan setetes air jatuh tepat di pipi Senja.
Senja meneguk liurnya sebelum menyambut uluran tangan pria itu.
“Maaf Om Arsen… tadi aku dengar om bilang masuk aja.”
Sementara pria yang dipanggil Arsen itu hanya menggeleng pelan. Tatapannya lalu beralih pada secarik kertas yang terlihat sedikit kusut di genggaman Senja.
“Apa itu?”
Senja langsung teringat dengan niat awalnya. Ia menyerahkan secarik kertas dari kampusnya pada Arsen dengan tangan sedikit gemetar.
Sebenarnya, ia ragu apakah harus memberitahukan urusan kampusnya pada Arsen atau tidak. Mengingat, Arsen bukan wali kandungnya. Arsen hanyalah sahabat dari sang ayah yang saat ini sedang bekerja di luar negeri.
Sebelum pergi, sang ayah—Trian—menitipkan Senja pada Arsen agar ayahnya bisa pergi dengan tenang. Meski sempat menolak karena tidak mau merepotkan sahabat baik ayahnya, Trian tetap memaksa putrinya itu untuk tetap tinggal di rumah Arsen untuk alasan keselamatan.
Selama ini, Senja sebisa mungkin untuk tidak terlalu merepotkan Arsen. Namun kali ini, ia benar-benar membutuhkan bantuan pria dewasa itu.
“Surat pemberitahuan praktikum dari kampus… aku cuman butuh tanda tangan Om aja kok.”
Arsen menerima kertas itu lalu dengan santai membacanya. Sementara Senja yang masih berdiri di hadapannya hanya bisa menggigit bibir bawahnya.
Kali ini tak hanya khawatir Arsen akan memaksa untuk membayar keperluan kuliahnya seperti biasa, tapi ia juga takut akal sehatnya menghilang jika berdiri di sana terlalu lama!
Bagaimana tidak… pria berumur 37 tahun itu malah berdiri santai di depan pintu kamarnya. Setidaknya Arsen masuk ke kamarnya untuk berpakaian dulu, bukannya malah berdiri dengan percaya diri seperti ini.
“Oke, aku izinkan kamu ikut praktikum. Terus, aku harus transfer ke nomer rekening mana?”
“Ah, anu…” Senja mendongak cepat ke arah Arsen. Sialnya, yang pertama kali tertangkap matanya justru jakun pria itu.
Seketika wajahnya memanas. Buru-buru ia mengalihkan pandangannya dan memilih menatap wajah Arsen dengan tatapan bergetar.
“Gak perlu bayar, Om. Kan dari awal aku sudah dapat beasiswa.”
Arsen mengerutkan keningnya samar. “Yakin ditanggung beasiswa? Kok di surat ada nominal pembayarannya?”
Seketika tenggorokan Senja tercekat. Ia lupa bahwa di surat itu tertera nominal beserta pemberitahuan untuk segera melakukan pembayaran. Pandangannya pun berkelebat menghindari sorot mata Arsen yang seolah menguliti kebohongannya.
Namun tanpa sengaja pandangannya justru bertabrakan dengan dada bidang Arsen yang terbuka. Beberapa bulir air tampak masih menetes dari ujung rambut dan turun ke sepanjang lehernya dan juga jakun yang menonjol itu.
Wajah Senja kembali memanas. Ia buru-buru memalingkan wajah sambil menghela napas pelan.
“Um… suratnya gak dibedain sama yang non-beasiswa, Om. Tapi mahasiswa beasiswa gak perlu bayar kok,” ucap Senja terbata. Meski kalimat itu berhasil diucapkan, dadanya berdegup semakin kencang.
Senja memilih berbohong mengenai beasiswa karena tidak ingin terlalu banyak merepotkan Arsen yang sudah begitu banyak membantu perekonomian keluarganya yang berantakan. Ting!
Bunyi notifikasi memecah keheningan.
Hal yang ditunggu-tunggu oleh Senja sejak beberapa hari lalu. Ia merasa lega. Kali ini terselamatkan oleh pesan mengambang dari pekerjaannya sebagai kreator secara diam-diam.
Selamat! Gaji Streaming bulan ini sebesar Rp. 8.750.000 telah ditransfer ke rekening Anda.
Jantung Senja nyaris meloncat. Ia tak menyangka sama sekali, gaji bulan ini lebih banyak dari bulan sebelumnya. Mengenai tagihan biaya praktikum, ia sudah tidak pusing lagi.
Arsen sempat melirik dan Senja justru mematikan layar.
“Maaf, Om. Ini … notifikasi kampus,” ujarnya cepat.
“Tapi, Senja. Om kok enggak–”
“Om, serius aku ada tugas yang belum dikerjakan.” Senja langsung pergi begitu saja, meninggalkan Arsen dengan penuh tanda tanya.
Usai menutup pintu kamar rapat-rapat, Senja mengembuskan napas. Ia benar-benar takut, kalau Arsen sampai mengetahui pekerjaannya sebagai streamer dan sampai mengetahui penghasilannya selama ini untuk membayar uang kuliah. Kebohongan mengenai beasiswa itu akan terbongkar.
Tidak hanya mengecewakan Arsen, bahkan sang ayah yang kini masih berjuang demi masa depan keluarganya.
Setelah berhasil menenangkan diri, Senja memilih untuk melanjutkan aktivitasnya, menyapa penonton setia. Ia meraih wig merah muda dan pakaian cosplay favorit penontonnya.
“Halo semuanya. Makasih ya udah menunggu.”
Kolom komentar langsung bergerak cepat.
winny : “Rose akhirnya live!”
Falah: “Kangen cosplay hari ini!”
Sagitarius : “Cantik banget, Rose!”
Senja tertawa kecil, ia mengobrol santai, sesekali menjawab pertanyaan penonton. Tak lupa mengucapkan terima kasih terhadap hadiah virtual yang terus berdatangan.
Namun, senyum di wajahnya perlahan memudar saat sebuah komentar muncul dan langsung memenuhi layar karena dikirim dengan hadiah premium.
tirex : “Rose, kalau saja kamu seperti kreator sebelah yang berani tampil hot, pasti akan seru! Aku bisa membayangkan wah … seperti apa dirimu ya?”
Jari senja membeku di atas meja. Belum sempat menghapus pesan itu, puluhan komentar lain ikut menimpali.
Kebanyakan, mereka setuju karena itu akan membangkitkan fantasi gila, streamer dewasa , tetapi tak banyak pula yang menimpali, @tirex sebagai akun anomali.
tirex : “Rose, di sana kamu akan dapat puluhan juta dalam waktu sehari.”
Mochi: “Jangan didengerin, Rose!”
Rose tersenyum canggung. Lalu, menenangkan para pengikutnya untuk fokus padanya, meski dalam hati terus terbayang dengan kalimat ‘Puluhan juta’
081114112xxx [Shinee, ini aku Aaron.]Tangan Senja bergetar saat membaca pesan yang baru saja masuk ke nomer pribadi yang baru saja dia beli.Senja sudah menganggap, kalau dia benar-benar gila. Aaron memintanya untuk berhubungan lewat nomer pribadi, bukan dari aplikasi. Dengan tangan gemetar, ia membalas pesan dari Aaron, yang isinya kontras dengan gestur tubuhnya.“Hai, Aaron. Aku penasaran, seperti apakah kamu?” tulis Senja. Jemarinya mengetuk-ngetuk meja nakas, sambil berbaring ia membayangkan, bagaimana sosok Aaron ini. Apa dia tampan? Apa justru pria tua bangka dengan perut buncit.Senja menggelengkan kepalanya kuat.“Jangan sampai!” pekiknya.Ia meraup wajahnya, panas. Apa lagi saat ingat ucapan Aaron semalam.“Nanti kamu juga tahu. Apa kamu sudah mempersiapkan diri? Mungkin kita mulai dari by phon dulu.”Membaca itu saja, Senja sudah panas dingin tidak karuan. Bagaimana jika nanti saat bertemu?“Semoga bukan bapak-bapak kepala plontos dan perut buncit yang sudah bau tanah!”B
Senja baru saja menyelesaikan kelasnya. Ia bersiap untuk pergi, tidak ingin bertemu dengan Bianka. Wanita monster itu terus saja mendesaknya, tanpa tahu bagaimana susahnya mencari uang tiga puluh delapan juta. Ia berlari setelah memastikan bahwa di koridor tidak ada sosok Bianka dan teman-temannya.“Mau ke mana kamu?”Langkah Senja terhenti. Sisi kiri-kanannya sudah ada Desi dan Melati. Di depannya, Bianka menatapnya dengan sinis. Entah bagaimana, ketiga gadis itu ada di sana.“Bianka … aku … aku gak bakalan kabur. Sumpah, kalau dua hari lagi, aku belum ada. Tolong kasih kelonggaran waktu.” Senja merasa tersudut, ucapannya justru menjadi bahan tertawaan ketiga gadis itu.“Tenggang waktu katamu? Seminggu kurang?” Bianka maju selangkah, tatapannya tajam menusuk. “Aku enggak mau tahu, lusa harus ada!”Senja diam saja, kata-kata apapun tidak akan mempan.“Dengerin itu!” sahut Desi dan Melati yang kemudian pergi bersama Bianka.Senja melangkah lesu. Ia akan pulang, dan memikirkan cara ce
“Senja, kamu sedang apa di dalam?”Mata senja bergerak resah, tangannya menyambar selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih terbalut pakaian seksi. “Sebentar, Om!” teriaknya.Senja mencoba bangkit meski kesulitan karena lututnya terasa nyeri.Baru saja pintu terbuka, ia disuguhkan oleh wajah panik Arsen.“Kamu ngapain?” tanya Arsen cepat. Matanya menyapu isi kamar Senja yang berantakan. Masih ada kabel dan tripod serta ring light yang masih menyala. “Kamu–”“A-aku tadi ada acara zoom, Om. Aku baru mau beresin semuanya, mau ganti baju dulu, eh Om Arsen manggil. Karena buru-buru jadi aku kesandung kabel.” Senja memotong. Ia takut, kalau rahasianya selama ini akan terbongkar karena keadaan kamarnya itu.Tidak, Arsen tidak boleh tahu soal itu.Tatapan Arsen langsung turun ke lutut Senja yang memar. Ia berdeham kecil karena gadis itu masih terbungkus selimut sampai batas paha. “Ya sudah, pakai baju dulu. Setelah itu, kamu keluar. Kita obati lutut kamu dulu.”Arsen memutar tumit, bergegas
Sudah dua hari Senja sulit tidur. Setiap kali memejamkan mata, buka. Wajah Bianka yang muncul, melainkan deretan angka yang keluar.Tiga puluh delapan juta dan uang hasil streaming Nadia.Ia berusaha meyakinkan diri kalau ada cara lain, namun setelah mengirimkan lamaran kerja ditolak, ia baru yakin. Ini jalan terakhir.Terlebih, Bianka juga baru mengirimkan pesan. Bahwa tenggat waktu yang gadis itu tentukan, tinggal dua hari lagi.Senja berusaha meyakinkan diri, seraya meremas lingerie yang kemarin ia beli bersama Nadia. “Pakai topeng kalau kamu malu. Banyak kreator baru yang juga begitu.”Begitulah nasihat yang Nadia ucapkan kepada Senja. Sederhana, tetapi nyatanya tubuh Senja yang kini bergetar hebat. Apalagi saat menyentuh mainan yang mirip dengan pusaka seorang pria.Senja memilih menghapus pesan dari Bianka, meski tidak mengubah apapun. Setidaknya ia bisa mengurangi rasa gugupnya.Akun baru dengan nama Sunshine terpampang di layar, sudah siap untuk digunakan.Hari ini, Arsen tid






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore