Home / Romansa / Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh / Pemandangan Terlarang

Share

Pemandangan Terlarang

Author: Kuldesak
last update Last Updated: 2025-12-02 13:55:39

Chloe baru saja tiba dalam kamar, tubuh wanita itu merosot perlahan, punggungnya bersandar pada daun pintu. Topeng "Eva si Perawat" yang ia pakai seharian luruh seketika.

Chloe mengangkat tangan kanannya yang terbalut perban. Denyut nyerinya makin menjadi-jadi.

"Papa..." bisik Chloe lirih, matanya menerawang ke langit-langit kamar mewah yang asing ini.

"Lihatlah anak perempuanmu ini, Pa. Sakit, tapi masih bisa berlagak semua baik-baik saja di depan orang agar Papa nggak merasa gagal jadi ayah. Kayaknya cuma di kamar ini, aku bisa jadi diriku sendiri. Jadi Chloe yang cengeng."

Ingatannya melayang pada wajah ayahnya yang terus menerus dikejar penagih hutang. Sejak rentenir dan ibunya mengobrak-abrik apartemen, ponsel ayahnya tidak bisa dihubungi. Chloe meremas ujung seragamnya.

"Besok aku ke kampus, terus mampir ke kedai kopi. Papa harus ada di sana, ya? Kita makan enak. Papa mau Pizza? Atau jalan-jalan? Kita habisin waktu berdua sepuasnya sebelum aku benar-benar nggak bisa kembali."

C
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Sentuhan terlarang

    "Tapi, Tuan, ini salah. Terapi cabul yang waktu itu saya lakukan juga sudah melanggar kode etik," jawab Chloe kikuk, matanya menatap nanar ke arah pangkuan Jordan yang menuntut untuk diduduki. "Saya... saya perawat, Tuan. Bukan—""Bukan apa?" potong Jordan tajam, alis tebalnya terangkat menantang. "Bukan wanita penghibur? Buktikan."Puk, puk!Jordan menepuk pahanya lagi, kali ini lebih tegas. "Duduk saja. Aku tidak memintamu menari striptis. Hanya duduk. Kecuali kamu takut kalau tubuhmu sendiri yang akan mengkhianatimu?"Tantangan itu mengenai egonya. Namun lebih dari itu, ancaman tersirat tentang Jerry selalu berkecamuk di dalam benak Chloe. 'Jangan tergoda. Ingat, wanita belalang sembah itu sedang memantau. Dan Papa Jerry masih di tangan wanita itu. Ah ... Gimana, ya? Aku sudah setuju bekerja dengan pasangan gila ini. Patuh pada Wanita stres itu. Dan juga harus patuh oleh pria gila ini juga.' batin Chloe, bimbang. Setelah beberapa saat menimbang, Chloe akhirnya melangkah maju. "Ba

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Ruang Tanpa Mata

    "Dengar baik-baik, anak sialan," desis Claudia, napasnya menerpa wajah Chloe. Cengkeraman di rahang Chloe menguat, kuku-kukunya yang panjang nyaris menembus kulit. "Jangan karena suamiku menyebutmu peliharaan, kamu jadi merasa di atas angin.""S-sakit, Nyonya..." rintih Chloe, mencoba melepaskan diri tapi tenaganya kalah tela dari wanita jelmaan iblis ini. "Sakit?" Claudia tertawa pendek, tawa yang lugas terdengar gila. "Rasa sakit di pipimu itu belum seberapa dibanding dengan apa yang akan kurasakan pada Jerry-mu kalau kamu berniat melanggar perintahku."Tubuh Chloe membeku seketika. "Nyonya ... tolong jangan sakiti Papa lagi.""Makanya pasang telingamu!" sentak Claudia, mengguncang wajah Chloe kuat-kuat. "Dan sadar diri dengan posisimu. Jordan itu cuma memanfaatkamu untuk memanas-manasiku. Dia tahu aku cemburu pada apapun yang bergerak di dekatnya. Jadi jangan GR. Di matanya, kamu itu cuma seonggok barang yang tak berguna. Sama sepertimu di mataku. Ngerti!" Iya, Nyonya. Saya tahu.

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Hambar

    "Aku sudah bilang CUKUP!" sentak Jordan. Kepala Claudia terdongak paksa. Ia menahan sakit akibat jambakan kuat tangan suaminya. Mata Cludia yang tadi terpejam penuh ambisi kini membelalak, bertabrakan langsung dengan manik mata hitam suaminya."Apa kamu sinting, Jo? Memperlakukan istrimu seperti ini?" tersungut-sungut Cludia meringis. Sungguh kentara tak ada bias gairah di dalam sepasang netra hitam Jordan. Yang ada hanyalah tatapan jijik. "Menyedihkan," desis Jordan. Suaranya datar, tanpa emosi. "Rasanya hambar, Cludia." Jantung Claudia serasa berhenti berdetak sedetik. "A-apa...?""Kamu bahkan mendengar perkataanku dengan sangat jelas," Jordan mempererat cengkeramannya pada rambut istrinya, memaksa wajah wanita itu mendekat hingga hidung mereka nyaris bersentuhan. "Kamu pikir dengan menggoyang-goyangkan lidahmu seperti yang kamu lakukan untuk menjebakku, benda mati ini akan bangkit? Kamu pikir aku ini anjing yang akan mengibaskan ekor hanya karena kamu lemparkan tulang?""Kamu.

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Sentuhan yang Salah Sasaran

    "Tuan, Nona Eva tidak ada di klinik dokter Ryu. GPS yang dipasang di handphone Nona Eva juga di acak." lapor Kiko manakala sambungan terhubung. Hening beberapa saat. "Hmm... Jadi harimau dapur itu sedang menemui majikannya," terdengar suara Jordan melalui earpiece di telinga Kiko. Kiko menelan ludah. Bagaimana Tuannya bisa tahu jika Eva saat ini bersama istrinya? Padahal, titik lokasi di layar tabletnya pun hanya menampilkan layar statis berwarna abu-abu dengan tulisan 'ENCRYPTION ACTIVE'. Tidak ada petunjuk visual sedikit pun di sana."Tuan aku ..." "Kamu pikir jammer enkripsi ganda itu dijual di pasar loak, Kiko?" sela Jordan mencemooh, seolah bisa membaca isi kepala asistennya. "Itu teknologi yang kubeli tiga tahun lalu untuk keamanan direksi. Dan sekarang, hanya satu orang yang memegang kendali penuh atas frekuensi itu selain tim IT pusat."Kiko terkesiap, otaknya langsung bekerja. "Nyonya Claudia...""Tepat," sahut Jordan. "Hanya Claudia yang cukup paranoid untuk menyalakan

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Perintah Cludia

    PLAK! Suara tamparan itu terdengar renyah, dan tentu saja menyakitkan. Kepala Chloe tersentak ke samping, rambutnya menutupi sebagian wajah. Rasa perih langsung menyergap. "Apa kamu pikir waktuku hanya untuk menunggumu, hah?! Darimana saja kamu?" bentak si wanita bermake-up tebal, Cludia. Chloe tidak langsung menjawab. Dia menunduk, bukan karena takut setengah, melainkan karena sedang menyumpah serapah di dalam hatinya. 'Sialan! Pipiku! batin Chloe menjerit, tangannya mengepal menahan emosi. Hei, Nenek Sihir! Asal kamu tahu ya, pipi ini aset masa depan! Saat ini, kamu bisa melakukan kekerasan padaku. Lihat saja nanti, kalau aku bisa membuktikan di obat itu ada racun, aku bakal seret kamu ke penjara!' runtuk Chloe dalam hati. Oh jelas, Chloe harus bermain aman selagi ayahnya masih berada digenggaman wanita ini, ia tak bisa melakukan perlawanan selain mengikuti kemauan wanita anomali ini. Alias ibunya sendiri. Perlahan, Chloe mengangkat wajah. Gegas, ia memasang ekspresi me

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Gudang 47

    "Temui aku di sini!" Chloe membaca pesan wawa dari ibunya setelah sambungan telepon terputus, ada link lokasi yang dikirim. Dengan degup jantung berpacu, Chloe menekan peta lokasi itu. "Muara Utara? Ngapain?! Itu kan tempat pembuangan lama,” gumam Chloe, napasnya tercekat. " "Gudang-gudang mati. Area tanpa kamera publik." Jarinya gemetar di atas layar. Detik berikutnya, pesan lain masuk."Jangan membawa siapa pun. Jangan terlambat."Chloe menelan ludah. Dadanya sesak, seolah kota itu menyempit hanya untuknya. Ia mematikan layar, menyelipkan ponsel ke saku, lalu bangkit dengan langkah terburu-buru."Aku harus memberi alasan apalagi sama Dokter Ryu? Kan Tuan memintaku tetap di sini. Sementara wanita nggak ada hati ini mengancam dengan membawa-bawa Papa. Dasar pengecut!" rutuk Chloe. Chloe kembali ke teras dengan napas memburu. Dia harus segera pergi sebelum Ryu bertanya macam-macam, tapi gadis yang memiliki belah manggis itu harus punya alasan yang masuk akal di telinga dokter itu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status