Share

Bab 39

Author: jimskin003
last update publish date: 2026-03-31 08:26:44

JARING IKAN DAN DARAH YANG MENETES

Di lantai teratas gedung The Grand Dragon yang kini sebagian hangus dan berbau kabel terbakar, Julian Van Doren duduk di balik meja marmernya yang retak. Wajahnya yang biasanya tertata sempurna kini dihiasi lebam keunguan di sudut rahang, bekas hantaman udara saat meja emas meledak. Ia menyesap whisky berumur lima puluh tahun, namun rasanya seperti empedu di lidahnya.

Harga dirinya sebagai singa Macau telah dikuliti habis oleh seorang mekanik jalanan dan wanit
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 53

    GERAHAM SAMUDRA DAN TARIAN MAUT DI KEDALAMAN​Dinding akrilik The Nautilus Pod mulai mengeluarkan suara derit halus—krek... krek...—sebuah peringatan mekanis bahwa tekanan hidrostatis di kedalaman Palung Sunda mulai menguji batas elastisitas baja dan kaca. Di dalam kabin yang sempit, uap panas dari sisa penyatuan Ragnar dan Valencia mengembun di permukaan logam, menciptakan tetesan air yang jatuh satu per satu seperti air mata dingin ke atas kulit porselen Valencia. Ragnar masih mendekap Valencia, namun matanya tidak lagi terpejam; pupilnya melebar, menangkap distorsi cahaya biru phosphorescent di luar jendela yang mendadak berubah polanya.​"Ragnar... hhh... ada apa? Kenapa You menegang seperti itu?" rintih Valencia manja, ia menggosokkan pipinya di dada bidang Ragnar, mencari kenyamanan yang mulai terus terusik.​Tato tribal di leher Valencia tiba-tiba berdenyut dengan warna ungu yang sangat pekat, mengirimkan sinyal peringatan biologis langsung ke pusat sarafnya. Ia merasakan getar

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 52

    OKSIGEN TERAKHIR DAN CAHAYA PHOSPHORESCENT​Kegelapan di dalam kabin The Nautilus Pod terasa seperti pelukan hampa yang mencekam. Kapal selam mini itu meluncur sunyi di kedalaman seratus meter di bawah permukaan Laut China Selatan, menjauh dari reruntuhan bunker Adhitama yang kini telah menjadi kuburan beton di dasar Macau. Hanya suara dengung motor listrik yang halus dan desis sistem filtrasi udara yang tersisa, menciptakan atmosfer klaustrofobik yang menyesakkan paru-paru. Ragnar duduk di kursi kemudi yang sempit, matanya yang tajam menatap deretan indikator analog yang berpendar merah redup, tanda bahwa cadangan energi mereka berada di titik kritis.​Valencia meringkuk di pangkuan Ragnar, tubuhnya yang mungil masih terbalut kain sintetis laboratorium yang kasar. Ia bisa merasakan setiap getaran mesin kapal melalui punggung Ragnar, sebuah resonansi yang sinkron dengan detak jantung suaminya yang berat dan stabil. Aroma kamboja yang menguar dari pori-porinya kini bercampur dengan bau

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 51

    PELEDAK KEDALAMAN DAN PELARIAN OKSIGENGetaran hebat pertama menghantam dinding baja bunker Adhitama dengan bunyi dentuman logam yang meredam, bumm!, membuat lampu-lampu neon biru di langit-langit laboratorium berkedip liar sebelum akhirnya meledak. Cairan amnion di dalam tabung-tabung inkubasi berguncang hebat, menciptakan riak-riak keruh yang menyembunyikan embrio-embrio gagal di dalamnya. Ragnar tersentak dari puncak penyatuannya dengan Valencia, otot-otot punggungnya yang bersimbah keringat menegang kaku saat ia merasakan frekuensi ledakan dari arah pintu dekompresi luar."Ragnar... hhh... apa itu? Jangan lepaskan I... I takut..."Valencia merintih manja dengan suara yang parau, tangannya masih melingkar erat di leher Ragnar, mencari perlindungan di tengah kekacauan yang tiba-tiba melanda. Tu

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 50

    BAB 50: RAHIM LABORATORIUM DAN SUARA MASA LALULantai besi bunker dekompresi itu terasa dingin dan bergetar halus akibat tekanan jutaan liter air laut China Selatan yang menghimpit dinding baja di sekeliling mereka. Valencia masih terbatuk, mengeluarkan sisa air asin yang memerihkan tenggorokannya, sementara tubuhnya yang mungil menggigil hebat di atas dada Ragnar yang bidang. Gaun sutra hitamnya kini tak lebih dari sehelai kain basah yang melekat transparan di kulitnya, menonjolkan setiap lekuk tubuh porselennya yang gemetar karena trauma sensorik yang baru saja mereka lalui.Ragnar menarik napas dalam-dalam, membiarkan oksigen murni dari sistem sirkulasi bunker mengisi paru-parunya yang tadi nyaris meledak demi memberikan napas pada Valencia. Ia bangkit perlahan, menggendong Valencia dengan posisi koala yang protektif, membiarkan kaki jenjang istrinya melingkar erat di pinggangnya yang ber

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 49

    PALUNG KEGELAPAN DAN NAPAS TERAKHIRSuara sirine militer Macau yang melengking tinggi mulai bersahutan dari arah utara dan selatan jembatan menciptakan kepungan frekuensi yang menyiksa telinga Valencia. Cahaya lampu strobo merah dan biru memantul di atas aspal yang basah oleh darah Unit Chimera yang mulai mendingin. Ragnar tidak memiliki waktu untuk merayakan kemenangan kecilnya atas Vektor karena ia tahu protokol isolasi Elena Vane berarti pemusnahan total tanpa sisa.Ragnar menyambar tas taktis dari kursi belakang Maserati yang sudah berasap akibat arus pendek listrik tadi. Ia merangkul pinggang Valencia dengan lengan kirinya yang kokoh sementara tangan kanannya menggenggam belati nelayan yang masih meneteskan darah. Mereka tidak bisa lagi menggunakan jalur darat karena blokade truk kontainer di depan dan pasukan taktis di belakang telah mengunci posisi mereka secara permanen.

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 48

    RESONANSI NYAWA DI ATAS SAI VANUdara di atas Jembatan Sai Van mendadak membeku bukan karena suhu fajar Macau yang lembap melainkan karena kehadiran maut yang kini berdiri tegak di antara deretan kendaraan yang melintang. Ragnar keluar dari Maserati perak itu dengan gerakan yang sangat lambat namun penuh dengan presisi seorang predator yang sudah mencium aroma darah. Jas tuksedonya yang kini terkoyak di bagian bahu memperlihatkan tato sirkuitnya yang mulai menghitam akibat bereaksi terhadap medan elektromagnetik dari peralatan Unit Chimera di sekeliling mereka.Di hadapannya dua puluh personel elit Unit Chimera melompat turun dari truk kontainer dengan sinkronisasi yang mengerikan. Mereka mengenakan zirah taktis berwarna abu-abu baja dengan helm sensorik yang menutupi seluruh wajah tanpa menyisakan sedikit pun celah kemanusiaan. Tidak ada teriakan perintah atau peringatan yang keluar dari mu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status