ログインDemi menyelamatkan nyawa seseorang, Alya—dokter desa yang hidupnya sedang hancur karena utang dan pengkhianatan tunangannya—nekat menyembunyikan pria misterius yang terluka parah di rumahnya. Namun, pria itu ternyata bukan orang biasa, melainkan seorang Tentara elite yang sedang diburu musuh berbahaya. Saat fitnah, ancaman, dan pernikahan terpaksa menyeret mereka bersama, Alya perlahan sadar … pria yang paling berbahaya itu justru menjadi satu-satunya orang yang mati-matian melindunginya.
もっと見る"Suster Rita, cepat siapkan tabung oksigen cadangan dan bantu saya memapah beliau kembali ke ranjang sekarang juga!" teriak Alya panik, berlari menangkap tubuh Kakek Kusuma yang nyaris ambruk di ambang pintu VVIP. Pria sepuh itu merintih tertahan, tangan keriputnya mencengkeram dada kirinya dengan sangat kuat. Wajahnya membiru, napasnya terdengar berbunyi dan sangat pendek. "T-tapi Dokter Alya, Tuan Kusuma tadi tiba-tiba meronta dan memaksa keluar saat—" Suster Rita tampak sangat pucat dan kebingungan, kedua tangannya bergetar menahan tubuh Kakek Kusuma. "Nanti saja penjelasannya, Suster! Fokus pada pernapasan pasien!" potong Alya cepat, menahan bobot tubuh Kakek Kusuma yang semakin memberat di bahunya. "Kakek, tolong bertahan! Jangan tutup mata Kakek!" "Arga ... Alya ... kenapa cucuku dibawa pergi ...?" rintih Kakek Kusuma terputus-putus, matanya menatap nanar ke arah lorong kosong tempat kursi roda Putra menghilang. "Apa salah Arga ...?" "Kakek tidak boleh banyak bicara du
"Tunggu dulu, Jenderal!" sela Prof. Handoko dengan suara lantang, melangkah maju menengahi mereka. "Saya Prof. Handoko, Direktur Utama rumah sakit ini! Anda tidak bisa membawa pasien saya begitu saja!" Sang Jenderal menoleh dengan sorot mata meremehkan. "Ini urusan internal militer, Profesor. Anda tidak punya hak untuk ikut campur." "Saya punya hak penuh atas keselamatan pasien di Rumah Sakit ini!" bantah Prof. Handoko tak gentar. "Komandan Arga baru saja menjalani operasi besar di kepalanya semalam! Jika terjadi guncangan selama perjalanan, perdarahan di kepalanya bisa kembali pecah dan itu berakibat fatal! Sebagai dokter, saya menolak menandatangani surat kepulangan paksa ini!" "Kami tidak butuh surat izin sipil Anda, Profesor," jawab Sang Jenderal dingin. "Komandan Arga akan dipindahkan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat sekarang juga. Di sana ada fasilitas ruang perawatan medis khusus yang tersambung langsung dengan sel isolasi tahanan militer. Dokter militer kami yang akan
"Hukum kemiliteran tidak mengenal belas kasihan bagi seorang perwira yang mengkhianati sumpah jabatannya, sekalipun dia sedang meregang nyawa di atas brankar rumah sakit!" Suara bariton Jenderal Sudirman terdengar sangat jelas di lobi Rumah Sakit Sentosa itu, membungkam setiap mulut yang berada di sana. Langkah sepatu larsnya yang tegap dan berat berdentum di atas lantai marmer. Di belakangnya, mengikuti barisan Polisi Militer yang bergerak serentak membentuk formasi pengamanan. "Jenderal! Saya mohon kebijaksanaan Anda!" Fatan nekat menghadang langkah atasannya itu, merentangkan kedua tangannya dengan wajah pucat pasi. "Komandan Arga baru saja melewati masa kritis pasca operasi besar di kepalanya, kurang dari dua belas jam yang lalu! Beliau belum bisa dipindahkan dari ruang rawat!" "Minggir, Letnan Fatan!" bentak Sang Jenderal dengan mata menyalang tajam. "Atau kau ingin kuseret ke mahkamah militer sekarang juga atas tuduhan menyembunyikan kejahatan atasanmu?!" "Siap, tidak
"Selamat pagi, Prof ... Ada apa memanggil saya pagi-pagi sekali?" sapa Santi, suaranya mulai bergetar menyadari atmosfer ruangan yang terasa seperti ruang eksekusi. "Duduklah, Dokter Santi. Dan serahkan id card serta pager rumah sakit Anda di atas meja sekarang juga," perintah Prof. Handoko tanpa basa-basi. "M-maksudnya apa, Prof? Kenapa saya harus menyerahkan id card saya?" Santi berdiri kaku, jantungnya mulai berpacu liar. Salah satu anggota Komite Etik melemparkan sebuah map tebal ke hadapan Santi. "Tadi malam, sistem audit keamanan kami menerima rentetan bukti yang sangat memberatkan Anda, Dokter Santi. Bukti mutasi rekening dari vendor farmasi ilegal, bukti rekaman CCTV saat Anda memanipulasi data dosis obat pasien enam bulan lalu, dan bukti pemalsuan absensi shift jaga." Mata Santi terbelalak seakan mau keluar dari kelopaknya. Kakinya lemas hingga ia terhempas ke kursi. Wajahnya yang tadi berseri-seri kini seputih kertas."I-ini... ini pasti salah paham! Ini fitnah!"
Hendra mencoba melangkah masuk, tapi Alya langsung menghadang tubuh pria itu. “Kamu mau apa?” tanya Alya dingin. “Siapa di dalam?” “Nggak ada siapa-siapa. Tolong pergi.” “Nggak! Aku yakin aku dengar sesuatu dari dalam. Kamu ada tamu sepagi ini?” “Ya, mantan tunanganku yang sekarang sedang mem
“Kakak punya utang ke Juragan Surya? Sejak kapan?” Rudi lanjut bertanya. “Kenapa nggak bilang?“Rud, nanti dulu,” balas Dina. “Kak Alya berdarah. Kita obati dulu dia.”Alya diajak ke ruang keluarga, tempat kotak obat disimpan. Sempat ia menoleh ke arah Putra dan menyuruh pria itu agar berbaring dan
“Geledah rumahnya! Bawa semua barang yang berharga!”Tangan kanan Juragan Surya memberikan instruksi, yang langsung diikuti seruan dari para anak buahnya, tampak girang karena bisa mengacak-acak kediaman Alya.Sementara itu, Putra diam di tempat persembunyiannya. Sesuai janji, ia tidak boleh membia
“Udah berapa hari ini, Hen? Apa masih belum ada kabar dari perempuan sial itu!?”Di kediamannya, Bu Dianti sedang mengomel tepat ketika beliau melihat Hendra keluar kamar untuk makan. Sudah lebih dari tiga hari berlalu sejak keributan di klinik, tapi Bu Dianti tidak mendapatkan kabar apa-apa soal p
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビューもっと