MasukMeski sudah di desak sedemikian rupa, Mary tak mau mengakui kesalahannya. Bahkan setelah si tukang kebun di bawa pergi oleh polisi pun, Mary tetap kekeh tidak mau mengakui kalau dia lah dalang di balik keberanian si tukang kebun melakukan tindak kejahatan terhadap Aila.
"Kyle, bagaimana menurutmu?" tanya Aila, membuat Kyle tertegun. "Mary. Setelah semua pernyataan yang dilontarkan Pak Gunawan, terlebih lagi saat ituBerhubung Kyle belum bangun, dengan air liur yang hampir menetes, Aila mengulurkan tangannya ke dada bidang milik Kyle. Aila berharap bisa menyentuh daging empuk yang kekar itu. "Do-Dosa ini, bolehkah wanita suci sepertiku memegangnya?" batin Aila. Tepat sebelum Aila berhasil menempelkan tangannya di dada Kyle, Kyle sudah terbangun. "Apa kau masih ingin tanganmu utuh?" tanya Kyle, membuat Aila spontan menarik kembali uluran tangannya. Aila buru-buru bangkit dari tidurnya, lalu tampak merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Kyle terus menatap Aila, mengamati bagaimana sikap Aila pagi ini. Sementara Aila terus mengalihkan pandangannya, takut Kyle akan mencongkel bola matanya jika sampai dia melirik sedikit saja.
GLUP~ Kyle terus menelan ludahnya. Sementara Aila terus duduk di pangkuan Kyle sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Kyle. "Tu-Tuan muda, kita sudah sampai," ujar Supir. Kyle langsung membopong Aila dan keluar dari mobil. Sepanjang koridor Aila terus menempel pada Kyle karena wangi Kyle yang sangat Aila sukai. Pemandangan tersebut, membuat para Pelayan sangat senang. Selama ini, hubungan majikan mereka sangatlah dingin, sampai tidak pernah terlihat seperti suami istri. "Akhirnya....Nyonya muda berhasil memenangkan hati Tuan Muda," bisik salah satu pelayan. "Iya, aku turut senang. Sejak kecelakaan waktu itu, Nyonya muda juga berubah," sahut Pelayan satunya lagi. "Kau benar! Nyonya muda jadi lebih berkarisma. Tidak seperti du
Aila tidak suka dengan sikap Mary. Mary jelas-jelas menghinanya, dan di saat yang bersamaan, Mary membuat semua orang berpikir Aila adalah perempuan yang berpikiran sempit. Tapi ekspresi Mary tidak tampak seperti orang yang menindas, melainkan orang yang ditindas."Dasar rubah licik berlidah licin," batin Aila.Dengan tampang malang, Mary mencoba memojokkan Aila."Kak, jangan cemburu. Aku dan Kak Kyle tidak seperti yang kau pikirkan." "Mary, kenapa kau berpikir aku cemburu pada hubunganmu dan Suamiku? Memangnya, kau itu siapa?" tanya Aila sembari mendekati Mary dan menatap langsung ke matanya Mary. Mary mulai gugup."It-Itu....semua orang juga tahu, kalau aku teman masa kecil Kak Kyle. Bagi Kak Kyle, aku sudah seperti adik kandungnya. Jadi...." "Jadi, sebagai seorang wanita yang dianggap Adik kandung oleh suami
Tanpa pengawasan dari Kyle, Aila membuat masalah dengan salah satu keponakan Tuan Rahman, yaitu Nona Gia. "Bagaimana bisa seorang Nyonya muda bicara sembarangan begitu!" seru Gia. "Sembarangan? Kenapa kau begitu yakin kalau aku berkata sembarangan?" sahut Aila. Teriakan Gia tadi, memicu rasa penasaran sebagian besar orang yang hadir di pesta amal. Mereka tidak menghampiri secara langsung, tapi telinga mereka terpasang dengan baik untuk mendengar percakapan keduanya. Melihat bagaimana reaksi setiap tamu yang menyimak dalam diam, Aila pikir dunia yang ia tempati saat ini akan berbeda. Rupanya, sama saja dengan dunia sosialita di kerajaan avenus dulu.
Melihat Kyle tampak terpaku, Aila berjalan terburu-buru untuk menghampirinya. Dan begitu Aila berada tepat di depan mata Kyle, Aila melambaikan tangannya untuk menyadarkan Kyle. "Halo, Kyle. Ada apa?" ujarnya. Kyle langsung sadar dan berdehem pelan."Ekhem...tidak apa-apa. Ayo berangkat!" Setelah itu, Kyle membukakan pintu mobil untuk Aila, karena kejadian dimana Aila merusak pintu mobilnya masih menjadi trauma. "Terima kasih," ujar Aila sembari masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan, Aila terus membayangkan akan seperti apa acara amal di dunia barunya ini. Aila sedikit berharap kalau dia ak
Gaun yang tidak datang tepat waktu, membuat Aila terpaksa menghubungi Kyle. Tapi Kyle begitu sibuk, sampai tidak pernah mengangkat panggilan dari Aila barang sekali pun. Hal itu membuat Aila mati-matian menahan kekesalan, dan berakhir pergi ke kantor Kyle untuk memastikan sendiri. "Ny-Nyonya muda, ada urusan apa anda kemari?" tanya security. "Aku ingin ke ruang pribadi Kyle," sahut Aila. "Tapi, Nyonya muda. Pak Kyle sedang tidak ada di kantor. Pak Kyle baru saja keluar untuk mengurus sesuatu," jelas security. "Kalau begitu aku akan menunggunya di ruangannya. Suruh seseorang mengantarku!" titah Aila. Setelah itu, salah satu karyawan mengajukan diri. Saat Aila tiba di sebuah lift, Aila tampak bersemangat karena ia tahu betul apa gunanya.







