Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan

Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan

last updateLast Updated : 2026-08-28
By:  Kai24Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
10Chapters
27views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Setelah memanfaatkan tubuhku semalaman, kau kabur begitu saja?” — Cedric Infernox Niat Hailey Valderon sederhana, yaitu menyembunyikan identitasnya dan berbaur sebagai manusia biasa di Akademi Velmor. Namun, takdir berubah menjadi neraka ketika rahasianya terbongkar di tangan Cedric—calon Duke berdarah ras tertinggi sekaligus Pemburu Vampir Kekaisaran yang paling ditakuti. Gigitan tak sengaja itu justru melahirkan bonding gaib terlarang, mengikat darah dan menyulut gairah fisik yang membakar tubuh keduanya. Di antara benturan harga diri, sindiran tajam, dan aksi saling benci, jerat intim itu perlahan mengikis benteng pertahanan mereka—menautkan hasrat serta hati yang tak tersadarkan.

View More

Chapter 1

Bab 1 Harga sebuah rahasia

“Dua pilihan, Hailey. Gigit leherku sekarang, atau biarkan rahasiamu jadi bahan obrolan para pengawal akademi besok pagi.”

Suara Cedric mengalun santai, bahkan terlalu santai untuk situasi saat seorang vampir sedang terpojok di sudut kelas di dunia manusia. Tidak ada nada membentak atau intonasi yang membuat Hailey merasa terancam. Justru itulah yang membuatnya takut.

Pria itu hanya berdiri di sana dengan postur tubuh tegap khas aristokrat, menatap Hailey dengan binar jenaka yang teramat tipis. Ia tampak baik dan tidak berniat menyakiti, tetapi kalimatnya itu terasa seperti vonis mati.

Punggung Hailey menghantam sudut lemari kayu yang keras. Napasnya tersengal, dadanya kembang-kempis menahan rasa panas yang merambat dari tenggorokannya.

Di hadapannya, Cedric, putra tunggal Duke sekaligus ketua murid yang paling ia hindari selama tiga tahun ini tampak begitu tenang.

Napas hangat pria itu menerpa wajah Hailey, membuat jantung gadis itu rasanya terlepas dari rongga dada.

Tanpa mengalihkan pandangan, Cedric mencabut jepit rambut perak yang terpasang di rambut pirang Hailey. Dengan santai, ia menggoreskan ujung tajam jepit itu ke lehernya sendiri.

Sret.

Goresan halus. Namun, itu cukup untuk memancing setetes darah pekat mencuat ke permukaan kulitnya, perlahan mengalir melewati garis leher yang kokoh.

Aroma darah murni langsung menginvasi udara.

Detik itu juga, benteng pertahanan yang dibangun Hailey selama tiga tahun runtuh tanpa sisa.

Impiannya padahal begitu sederhana. Hailey hanya ingin melarikan diri dari desanya yang terisolasi, melepaskan gelar putri Baron miskin yang tiap hari hanya mengawasi ladang kentang di perbatasan, dan mengecap kehidupan normal di akademi kekaisaran.

Ia rela membendung nalurinya sampai mati demi melindungi keluarganya dari pemusnahan oleh Kekaisaran.

Namun, malam ini, aroma darah segar di leher Cedric membakar habis logikanya. Matanya yang semula biru hangat berubah memerah liar.

Cedric sedikit memiringkan kepala, memperjelas akses ke lehernya yang terluka.

“Masih mau pura-pura jadi manusia?”

Logika Hailey mati total. Tubuhnya bergerak di luar kendali. Ia maju, merapat, dan menancapkan taring kecilnya tepat di atas luka itu.

Sebuah sentakan halus merambat di sepanjang tulang belakang Cedric ketika taring kecil Hailey merobek kulitnya. Sensasinya bukan sekadar perih, melainkan denyutan panas yang menjalar cepat hingga ke ujung jarinya.

Cengkraman jemari Cedric di pinggang Hailey spontan mengencang, menekan tubuh lunak gadis itu makin rapat ke dada bidangnya. Ia bisa merasakan napas Hailey yang memburu dan hawa panas yang menguar dari kulit lehernya sendiri.

Tegukan demi tegukan yang diambil Hailey menciptakan desakan ritmis yang aneh, membuat dada Cedric bergemuruh hebat dan jalan napasnya menyempit, terhanyut dalam kenikmatan samar yang berbahaya di bawah remang cahaya bulan.

“Ah...” tanpa sadar, desahan itu lolos dari bibir Cedric.

Beberapa detik kemudian, kesadarannya mendadak kembali.

Hailey menarik diri dengan napas memburu. Keduanya bertatapan dalam jarak teramat dekat.

Melihat noda merah di sudut bibirnya sendiri dan bekas gigitan di leher Cedric, air mata Hailey menetes tanpa bisa ditahan.

Selesai sudah.

“Kau...” suara Hailey parau, jemarinya gemetar hebat di dada Cedric. “Kenapa kau lakukan ini.?” Tersirat penyesalan yang kental di hati Hailey.

Cedric mengusap lehernya yang menyisakan sedikit rasa perih, lalu menyapu air mata di pipi Hailey dengan ibu jarinya. Sebuah gestur asing yang membuat jantung Hailey berdesir pelan.

“Karena aku tidak suka melihatmu pura-pura lemah setiap hari,” sahut Cedric tenang. Matanya terkunci pada manik mata Hailey yang masih merona merah. “Lagipula, kau butuh ini, bukan?”

Hailey menepis pelan tangan Cedric, tatapannya sarat kekecewaan. “Kau bisa melaporkanku ke Kekaisaran kapan saja.”

“Kalau aku mau melaporkanmu, aku tidak perlu membiarkanmu minum darahku malam ini, Hailey,” potong Cedric. Senyum tipis yang tak bisa dibaca mengukir bibirnya.

“Bagaimana kalau kau memberi aku imbalan yang pantas untuk rahasia sebesar ini?”

“Apa yang kau mau?” tanya Hailey lirih.

Cedric menunjuk dada Hailey dengan ujung jarinya.

“Kau.”

Hailey mengernyit. “Apa maksudmu ?”

“Mulai besok, kau adalah miliku. Jadilah pelayanku,” ujar Cedric tanpa memberi ruang tawar-menawar. “Selama kau menurut, rahasiamu aman denganku.”

Ia mundur selangkah, merapikan kerah kemejanya yang sedikit berantakan, lalu menyisir rambutnya ke belakang.

“Istirahatlah. Wajahmu pucat sekali,” tambah Cedric kasual sebelum berbalik menuju pintu. “Sampai jumpa besok pagi, Hailey.”

Pintu kelas tertutup rapat.

Hailey terduduk lemas di atas meja, meremas rambutnya dengan rasa frustrasi yang membuncah.

Ia menyentuh bibirnya sendiri yang masih basah oleh sisa darah Cedric. Kehangatan itu masih tertinggal di lidahnya. Sebuah rasa manis memabukkan yang juga menjadi kunci kebebasannya.

“Tidak! Apa yang baru saja aku lakukan?” desis Hailey sambil meremas dadanya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Strawberry
Strawberry
Idenya fresh banget, sayang sih kalau dilewatkan
2026-08-28 12:22:17
0
0
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status