Home / Fantasi / Jiwa yang Berbeda / Tersedot Ingatan

Share

Tersedot Ingatan

Author: Meymei
last update publish date: 2026-03-29 15:52:06

"Ana uhibbuka fillah..." ucap Nafisa dengan suara bergetar.

Kalimat itu meluncur seperti bisikan malaikat di tengah keheningan kamar yang pengap oleh kecanggungan.

Adrian tersentak. Jantungnya seakan berhenti berdetak selama beberapa detik. Kalimat itu; susunan kata yang sama, intonasi yang serupa, dan ketulusan yang identik, hanya Yasmina yang pernah mengatakannya. Yasmina, istri kecilnya yang telah berpulang ke haribaan Sang Khalik, selalu menghiasi kesendirian Adrian dengan kalimat itu sebag
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jiwa yang Berbeda   Prahara di Balik Tabir Rahasia

    Fajar menyingsing di ufuk timur Yogyakarta, menyemburatkan warna jingga kemerahan yang menembus sela-sela gorden rumah keluarga Hartanto. Di dalam kamar yang tenang, Erna dan Hartanto baru saja melipat sajadah setelah menunaikan shalat Subuh.Keheningan pagi itu tiba-tiba pecah oleh dering ponsel yang nyaring. Nama "Emran" berkedip di layar, memicu kerutan heran di dahi Erna. Tidak biasanya putra mereka menghubungi di jam yang masih dianggap buta bagi seorang pengusaha muda. Dengan perasaan penasaran yang bercampur cemas, Erna menggeser ikon hijau."Halo, Assalamualaikum, Emran?""Waalaikumsalam, Bu," suara Adrian di seberang terdengar parau, ada nada memohon yang sangat kental di sana."Bu... apakah Ibu dan Ayah bisa menjemput Dion pagi ini? Segera setelah matahari terbit?" Jantung Erna berdesir."Kenapa, Nak? Apa Nafisa sakit? Apa terjadi sesuatu yang buruk di rumah?""Tidak, Bu. Nafisa sehat secara fisik.""Lalu kenapa suaramu terdengar seperti orang putus asa begitu?"Adrian mengh

  • Jiwa yang Berbeda   Nalar dan Perasaan

    Kamar utama itu seakan menjadi saksi bisu atas sebuah anomali semesta yang melampaui logika manusia. Keheningan yang menggantung di udara terasa begitu padat, seolah waktu berhenti berputar hanya untuk memberi ruang bagi dua jiwa yang sedang bertaruh dengan nalar.Adrian, dengan jantung yang berdegup kencang di balik raga Emran, mencoba menyelaraskan realitas yang tumpang tindih. Di satu sisi, ia adalah Adrian yang merindukan Yasmina sampai ke tulang, namun di sisi lain, ia terjebak dalam raga pria yang memiliki sejarah kelam dengan wanita di pelukannya.Nafisa tetap bergeming, membiarkan kehangatan tubuhnya menjadi jawaban bisu atas kegundahan laki-laki itu."Nafisa, apakah kalimat itu sangat umum diucapkan di sini? Maksudku, apakah itu ungkapan yang jamak digunakan untuk menyatakan cinta?" tanya Adrian di puncak kebingungannya.Suaranya serak, mencerminkan keraguan yang menggerogoti jiwanya.Hanya itu pertanyaan yang sanggup dirumuskan oleh otaknya yang sedang mengalami malfungsi si

  • Jiwa yang Berbeda   Rekontruksi Takdir

    Pagi itu, mentari merambat naik menyinari fasad kaca gedung tingkat dua milik Banyu Grafika. Dari luar, segalanya tampak normal, namun di dalam bangunan yang dingin itu, ketegangan merayap seperti arus listrik yang siap meledak kapan saja. Kabar kembalinya Abiyu Emran; sang pewaris tunggal dari Bina Group, yang merupakan pendiri Banyu Grafika setelah koma panjang telah menyebar ke setiap kubikel. Namun, desas-desus yang mengikuti jauh lebih liar: sang tuan muda kehilangan ingatannya.Bagi sebagian orang, amnesia Emran adalah peluang. Bagi yang lain, itu adalah ancaman.Pintu lobi terbuka otomatis. Adrian melangkah masuk dengan dagu terangkat. Ia mengenakan kemeja putih slim-fit dan celana bahan warna charcoal grey yang melekat sempurna di tubuhnya yang kini tampak lebih tegap dan berisi, hasil dari disiplin fisik yang ia bawa dari kehidupannya yang dulu. Tidak ada lagi gurat kecemasan, pandangan kosong, atau sisa-sisa gaya hidup hura-hura yang biasanya menggelayuti wajah Emran. Sorot

  • Jiwa yang Berbeda   Memutus Rantai Masa Lalu

    Beberapa hari setelah aroma antiseptik rumah sakit berganti dengan harum melati di kediaman Nafisa, Adrian merasa raganya mulai selaras. Memori Emran; si pemilik tubuh asli, kini tak lagi menyerangnya seperti badai, melainkan tersusun rapi seperti arsip di perpustakaan mentalnya. Namun, meski ingatan itu milik Emran, prinsip moral yang berdenyut di jantungnya tetaplah milik Adrian; tegas, tak kenal kompromi, dan penuh lindungan terhadap yang dicintai.Adrian memutuskan bahwa "Emran" yang lama harus mati sepenuhnya agar Emran yang baru bisa hidup. Ia tidak ingin Nafisa, wanita yang ketulusannya melampaui logika, terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu.Ia meraih ponsel, jemarinya lincah mencari satu nama: Fajri.Fajri datang dengan raut wajah yang sulit diartikan; campuran antara cemas, sangsi, dan takjub. Sejak kecelakaan itu, ia melihat sahabatnya berubah drastis. Emran yang dulu labil, mudah disetir nafsu, dan sering meledak-ledak, kini berganti menjadi sosok yang tenang, bicarany

  • Jiwa yang Berbeda   Tersedot Ingatan

    "Ana uhibbuka fillah..." ucap Nafisa dengan suara bergetar.Kalimat itu meluncur seperti bisikan malaikat di tengah keheningan kamar yang pengap oleh kecanggungan.Adrian tersentak. Jantungnya seakan berhenti berdetak selama beberapa detik. Kalimat itu; susunan kata yang sama, intonasi yang serupa, dan ketulusan yang identik, hanya Yasmina yang pernah mengatakannya. Yasmina, istri kecilnya yang telah berpulang ke haribaan Sang Khalik, selalu menghiasi kesendirian Adrian dengan kalimat itu sebagai zikir cinta mereka.Adrian meragu. Dunianya serasa berputar. Apakah kalimat itu sebuah hal yang umum di sini? Di dimensi asal Yasmina? Ataukah Allah sedang mempermainkan logikanya?Tiba-tiba, sebuah serangan hebat menghantam tempurung kepalanya. Adrian merasakan sakit yang luar biasa, seolah-olah ada ribuan jarum panas yang menusuk saraf pusatnya. Ia mengerang kesakitan, mencengkeram kepalanya dengan urat-urat leher yang menonjol. Pandangannya mengabur, warna-warna di sekitarnya meleleh menja

  • Jiwa yang Berbeda   Kilas Balik Hidup Nafisa

    Bagi Irdina Nafisa, masa remaja bukan hanya tentang perubahan fisik, melainkan tentang pertempuran identitas yang membingungkan. Di usia tiga belas tahun, fragmen memori yang asing mulai menyerbu mimpinya. Ia melihat wajah seorang laki-laki lembut bernama Fatih, ia mendengar tangisan dua bayi yang ia panggil "anakku", dan seorang laki-laki yang menatap penuh gairah bernama Adrian, padahal ia sendiri masih seorang siswi SMP.Awalnya, Nafisa remaja mencoba menolak. Ia menganggap itu hanyalah imajinasi liar atau pengaruh buku-buku roman yang dibacanya. Namun, saat ia secara tidak sadar mampu memasak masakan rumit khas Semarang yang tidak pernah diajarkan ibunya, atau saat ia fasih menyebutkan detail sudut kota yang belum pernah ia kunjungi, ego remajanya menyerah.Ia adalah Yasmina Nabila. Jiwa yang pernah hidup, menikah, memilik anak, dan menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga. Namun, ia juga sadar bahwa ia pernah menjalani kehidupan lain sebagai Jasmine di dimensi antah-berantah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status