Masuk“Kok malah dipelototin?” Pertanyaan Kejora itu membuat Zhafira berhenti berpikir. “Heu?” Zhafira menoleh. “Pake ini.” Zara memberikan sarung tangan plastik kepada Zhafira. “Pake ini makannya?” Dengan polosnya Zhafira bertanya. “Iya sayang, kamu pesen Fufu ... makanan khas Afrika, jadi makan kuah
“Kok kita baru bisa liburan bareng sekarang ya?” celetuk Arsha sambil memilih pakaian yang terpajang di butik di mana mereka berada saat ini. “Kak Caca ‘kan sibuk produksi anak terus.” Kejora yang menyahut terlebih dahulu. “Kak Zara sibuk jadi dokter.” Kejora menambahkan. “Zhafira sibuk kerja,” t
“Ca ... itu perut kamu kemana-mana!” tegur Kama, melirik perut istrinya. “Emang kenapa? Perut Caca enak diliat, kan? Walau udah punya anak empat tapi rata ... kenceng.” Sang istri berkilah, keras kepala. Kama mengembuskan napas, tidak baik berdebat di depan anak-anak mereka yang saat ini sedang d
“Mau kemana?” Kama yang duduk di kursi meja makan bertanya sambil memindai istrinya dari atas ke bawah. Sport-braa dipadankan legging panjang dengan motif senada kemudian hanya memakai cardigan hoodie tanpa sleting atau kancing di bagian depannya. “Perut kamu enggak akan masuk angin itu, sayang?”
“Biasanya kalau gue curhat sama cewek, pasti berakhir di atas ranjang ... dan gue paling pantang bawa cewek dari Nightclub ke atas ranjang gue ... enggak bersih.” Satu detik setelah Arkana berkata demikian, ia mendapat siraman minuman dari Lovely yang kemudian pergi meninggalkan meja para pria tampa
Kelima pria tampan melangkah beriringan memasuki sebuah Nightclub. Wajah rupawan, tubuh atletis dengan tinggi menjulang dan outfit dari brand terkenal dunia menjadikan mereka incaran para gadis. “Lo pada pernah nyesel enggak sih, kerena memutuskan menikah?” celetuk Arkana bertanya. Kini mereka su
“Sebentar lagi Nyonya ... sebentar lagi anda bisa ke atas, saat ini Tuan sedang sibuk ...,” bujuk Nufaira dengan sebuah janji. Arsha sudah lebih tenang saat ini, air matanya beberapa saat lalu berhenti mengalir dan wanita itu juga telah mengerti dan tidak lagi melampiaskan amarahnya pada Nufaira.
Arsha : Bang, pulang sekarang ya ... kita selesaiin masalah ini. Kemarin Abang marah sama Caca waktu enggak menyelesaikan langsung masalah kita. Pulang ya, Bang ... please, Caca minta maaf. Mungkin itu adalah pesan keseribu yang Arsha kirimkan semenjak ia tidak pulang beberapa hari lalu tapi Kama m
Arsha memantapkan hatinya, ia menarik napas panjang sebelum masuk ke gedung kantor milik sang suami yang telah dua minggu lamanya ia tidak bertemu. Ia harus menghentikan semua ini dan bertanya mau dibawa kemana hubungan mereka? Tapi tampaknya larangan kedatangan Arsha ke kantor masih berlaku karen
Kama memberitau pihak hotel nama gadis Arsha, tidak ada Gunadhya lagi di belakang namanya. Apa Kama akan melepaskan Arsha untuk selamanya? Napas Arsha tersendat menahan tangis untuk beberapa saat kemudian buliran bening itu sudah tidak bisa Arsha bendung lagi yang kemudian membanjiri wajah Arsha.







