Beranda / Urban / KERIS SAKTI PEMBACA TAKDIR / BAB 11. PERTARUNGAN DI PESTA

Share

BAB 11. PERTARUNGAN DI PESTA

Penulis: Mona Cim
last update Tanggal publikasi: 2026-08-28 22:30:31

Silau lampu sorot begitu mereka masuk ke dalam pesta itu membuat Darka repleks menyipitkan matanya. Ia dan Jenika sekarang berjalan di atas karpet merah sebagai satu-satunya jalur tamu untuk masuk. Setiap tamu yang masuk selalu tersorot lampu agar dapat dikenali dengan baik. Seketika tepuk tangan terdengar meriah.

"Woah! Lihatlah! Jenika memiliki kekasih baru."

"Dia tampan."

"Dia lebih tampan dari Ken."

"Perhatikan kata-katamu. Pria itu ada di sini."

Jenika tak sengaja bertemu tatap dengan tata
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • KERIS SAKTI PEMBACA TAKDIR   BAB 14. HARTA KARUN

    Jenika menatap curiga Darka dari belakang. Pria itu menyuruh mengikutinya ke kamar karena ada yang ingin ia tunjukkan. Oleh sebabnya, wanita itu membawa tongkat golf untuk berjaga-jaga jikalau Darka macam-macam padanya."Kau ini ingin menunjukkan apa sebenarnya? Jangan macam-macam, ya!""Jangan cerewet, Nona. Kau akan terpana melihatnya," sahut Darka menaiki tangga menuju kamarnya.Mereka sudah sampai di depan kamar Darka. Darka pun membuka kamar itu, ia masuk, lalu Jenika mengikutinya dari belakang. Darka pun menggeser tubuhnya agar Jenika melihat apa yang ia ingin tunjukkan."I-ini?" Jenika sangat terkejut melihat kotak besi berisi banyak perniasan dan emas. Benar-benar definisi harta karun yang sebenarnya. "Dari mana kau bisa mendapatkan ini, Darka? Kau merampok?"Darka berdecak kesal mendengar tuduhan wanita itu. "Yang benar saja, Nona. Pria tampan dan berwibawa sepertiku merampok. Kau pikir kau mampu merampok harta sebanyak ini dan bermacam jenis perhiasan ini? Tentu saja tidak.

  • KERIS SAKTI PEMBACA TAKDIR   BAB 13. DARKA : AKU AKAN BERTANGGUNG JAWAB ATASMU

    Seorang pria dengan setelan jas hitam memasuki ruangan direktur utama hingga berdiri di hadapan atasannya dengan tunduk yang hormat ingin melaporkan sesuatu. Pria dengan kemeja putih yang duduk di kursi kebanggaan itu menurunkan jurnal yang menutupi wajahnya, lalu menatap datar ke arah anak buahnya."Kau mendapatkan informasi tentang pria itu?""Aku mendapatkannya, Tuan. Darka Wangsa pria berusia tiga puluh lima tahun yang hidup sebatang kara setelah kakeknya meninggal. Ayahnya sudah tidak ada dan ibunya dilaporkan hilang lima belas tahun yang lalu. Darka menempuh pendidikan hingga sekolah menengah atas. Menurut informasi dari beberapa orang yang mengenalnya, Darka adalah pria cacat pada bagian kaki. Dia pengangguran yang tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Sekarang tidak ada yang tahu Darka tinggal di mana. Rumahnya sudah tidak ia huni lagi," tutur anak buah Kendro.Kendro terdiam mendengar keterangan dari anak buahnya tersebut. Ada beberapa informasi yang menurutnya terdengar janggal

  • KERIS SAKTI PEMBACA TAKDIR   BAB 12. JANGAN KHAWATIR, NONA

    "Apa yang ada di pikiranmu, Darka? Bagaimana bisa kau menggunakan kekuatan itu di hadapan banyak orang. Kau mau dicurigai, hah?!" omel Jenika.Mereka berdua sekarang ada di dalam mobil. Usai perkelahian antara Darka dan Kendro, Jenika memutuskan agar mereka pulang lebih awal saja. Meski pesta masing berlangsung, Jenika memilih menyelamatkan rasa malunya dari kejadian itu."Aku tidak tahu, Nona. Kekuatan itu tiba-tiba saja keluar saat aku membalasnya. Ya wajar aku membalasnya ketika dia memukulku hingga dua kali. Kau tidak melihat luka pada wajahku ini, hah?"Jenika membuang napasnya dengan kasar. "Kendro bukan orang yang mudah menyerah dan dikalahkan. Harga diri adalah yang paling utama di hidupnya. Urusan aku dan dia sudah pasti dianggap belum selesai. Ini akan menjadi masalah berkepanjangan. Ya Tuhan ... masalah apa lagi yang aku dapat.""Memangnya ada apa di antara kalian berdua?" tanya Darka iseng."Kau tak perlu tahu. Jalankan saja mobilnya," titah Jenika."Saat aku berjabatangan

  • KERIS SAKTI PEMBACA TAKDIR   BAB 11. PERTARUNGAN DI PESTA

    Silau lampu sorot begitu mereka masuk ke dalam pesta itu membuat Darka repleks menyipitkan matanya. Ia dan Jenika sekarang berjalan di atas karpet merah sebagai satu-satunya jalur tamu untuk masuk. Setiap tamu yang masuk selalu tersorot lampu agar dapat dikenali dengan baik. Seketika tepuk tangan terdengar meriah."Woah! Lihatlah! Jenika memiliki kekasih baru.""Dia tampan.""Dia lebih tampan dari Ken.""Perhatikan kata-katamu. Pria itu ada di sini."Jenika tak sengaja bertemu tatap dengan tatapan tajam seorang pria yang berdiri di sudut ruangan. Pria itu sedang didekati oleh tiga perempuan yang menggodanya. Jenika langsung mengeratkan pegangannya pada lengan Darka."Kenapa?" bisik Darka."Diamlah. Fokus saja ke depan," sahut Jenika.Mereka sampai di depan wanita cantik dengan gaun merah muda yang sekarang berulang tahun. Jenika memberikan kado terbaiknya sebelum berpelukan dengan temannya itu."Selamat ulang tahun, Aline. Kau sangat cantik malam ini," ucap Jenika."Terima kasih sudah

  • KERIS SAKTI PEMBACA TAKDIR   BAB 10. CERITA DARI BIBI SARAH

    Seorang wanita paruh baya keluar dari gedung Silver Fox. Wanita itu ternyata diantar dengan mobil untuk pulang. Darka dan Bima yang memantau dari mobil mereka, langsung bergerak mengikuti mobil itu. Tentu dengan jarak yang cukup jauh agar tidak ketahuan."Aku heran untuk apa mereka pembantu dan kenapa tidak memilih pembantu yang bisa menginap saja agar tidak repot? Dan lebih aman jika pembantu tidak pulang pergi setiap hari," celoteh Bima."Mungkin ada satu alasan. Ini yang harus kita ketahui dari wanita itu. Jika kita berhasil mengikuti wanita itu sampai rumah, kini akan mendapatkan jawabannya," sahut Darka seraya membelokkan mobilnya sesuai dengan mobil yang di depannya.Lima belas menit kemudian, mobil yang mereka ikuti singgah di depan gang sempit. Mobil itu tak dapat masuk ke dalamnya. Terlihat wanita itu keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih."Dia tinggal di dalam gang sempit itu. Berarti aku harus masuk ke dalamnya dengan berjalan kaki pula. Bima, kau tetaplah di sini

  • KERIS SAKTI PEMBACA TAKDIR   BAB 9. MEMBACA TAKDIR KERIS

    Orang-orang memekik takut begitu melihat Darka yang kembali dari toilet. Bima yang sedang minum pun tersedak melihatnya. Buru-buru Darka menghampiri Bima dengan raut wajah kebingungan yang kentara."Ada apa? Mengapa kau sama seperti orang-orang menatapku seperti itu?" tanya Darka. "Mereka melihatku sudah seperti melihat pembunuh berantai," gerutunya.Bima mencoba menetralkan tenggorokannya yang sempat tersedak. "Ya bagaimana aku dan mereka tak bereaksi sama jika melihat pedang setajam itu di tanganmu! Pedang dari mana itu?"Darka baru menyadari hal itu. Pantas saja orang-orang pada ketakutan. Melihat manager restauant menghampirinya, membuat Darka panik. Ia mengeluarkan kartunya dan menyerahkan pada Bima. "Nanti aku jelaskan semuanya. Kau bayar semua tagihannya. Aku menunggu di luar saja sebelum terusir dari sini.""Eh, tapi--" Bima tak sempat melanjutkan kata-katanya. Ia pun meraih kartu itu. "Dari mana ia mendapatkan pedang itu? Tidak mungkin menemukan punya orang ketinggalan di toi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status