MasukTujuh tahun berlalu sejak hari dimana desa tempat tinggal Tian Sen di hancurkan, sekarang anak yang tadi belum berumur sepuluh tahun telah menjadi pemuda berumur lima belas tahun. Dia bekerja di sebuah restoran pada kota yang berukuran cukup besar dengan posisi tingkat menengah dalam kerajaan Chu.
Kehidupan kecilnya kembali dengan kebahagian tapi hatinya masih tetap dalam kesedihan, meskipun di luar dia melayani banyak tamu dengan senyuman kadang ada hari dimana Tian Sen akan diam dan tampak murung sendiri. Nyonya pemilik restoran yang membawa Tian Sen bekerja di restorannya pun sadar kebiasaan Tian Sen itu tapi dia tidak mengatakan apapun karena yakin ada alasan Tian Sen bersikap aneh.
“Tian Sen, setelah kamu mengurus yang Disana cobalah untuk membantu kakak Mu di dapur!” Ucap nyonya yang baru saja meletakan pesanan tamu di meja.
“Baik bibi!” Tian Sen dengan senang hati pergi ke dapur dan membantu seorang wanita yang lebih tua darinya membersihkan tempat makan kotor.
Wanita muda itu mengobrol dengan Tian Sen sambil bekerja, mereka juga kadang tersenyum dan tertawa bersama seolah apa yang mereka bicarakan sangat menarik.Bahkan beberapa koki di dapur sangat perhatian kepada Tian Sen sehingga kehidupannya yang sangat buruk dulu menjadi lebih baik.
Di siang harinya setelah Tian Sen membereskan semuanya, beberapa pemuda datang ke restoran itu sambil memasang ekspresi marah. Nyonya restoran yang sadar siapa mereka langsung mendekat dan menawarkan tempat bagus bagi enam orang pemuda yang baru saja datang itu.
Tian Sen melihat para pemuda yang datang hanya diam sembari melanjutkan pekerjaannya, dia sudah tahu kalau anak muda itu adalah anak-anak yang akan mengikuti tes masuk ke dalam sekte Shenlin yang terkenal tentu saja mereka harus masuk akademi dahulu sebelum itu.
Dan Sekte ini yang lebih kuat dari kerajaan tapi tahap pendaftarannya cukup sulit, pertama mereka harus menjadi perwakilan kota ini lalu mereka akan dibawa ke ibukota kerajaan untuk melakukan seleksi masuk akademi, disana mereka akan menjadi murid akademi sampai batas usia dan kekuatan yang ditentukan oleh akademi agar bisa ikut tes sekte Shenlin.
Lalu disana mereka akan disaring untuk jadi perwakilan dari kerajaan Chu tentu saja itu hanya sebagai perwakilan bukan sebagai murid. Nantinya mereka harus mengikuti ujian masuk lagi di sekte Shenlin untuk menentukan posisi mereka nanti disana.
“Nah, kenapa kamu tidak mencoba mendaftar? Katanya pendaftaran kali ini hanya menguji bakat seseorang dan jika bakatmu bagus mungkin kamu bisa jadi cultivator, dan tidak perlu lagi untukmu bekerja seperti ini adik Sen!” Ucap wanita yang umurnya lebih tua dari Tian Sen itu sambil mencuci piring di samping Tian Sen.
Tian Sen hanya membalas dengan senyuman saja, dia tentu saja ingin tapi berpikir selama lebih tujuh tahun ini bibi dan kakak perempuan ini merawatnya dengan baik. Meninggalkan mereka benar-benar membuat Tian Sen sedikit tidak tega dan juga dirinya meski ingin berlatih entah kenapa selama tujuh tahun tidak ada hasil yang didapatkan bahkan dengan bantuan buku seni beladiri dari ayahnya.
Karena itu meski Tian Sen mencoba dengan keras dia hanya bisa mencapai ranah Tempered body tingkat satu meski dibilang bagus diantara manusia tapi tetap tidak mungkin dapat cocok dengan kualifikasi tes tersebut.
“Apa ini? Yang aku inginkan adalah anggur dengan usia dua puluh tahun kenapa kamu memberikanku anggur biasa? Apa kamu pikir anggur ini layak untukku?”
Tiba-tiba Tian Sen mendengar suara seorang pria marah dari ruang makan tamu. Melihat ke sumber suara, dia melihat kalau bibi yang merawatnya tengah berlutut dengan ketakutan di bawah kaki pria muda yang baru saja datang. Di bawah kakinya ada bekas botol anggur yang dipecahkan oleh pemuda itu karena marah tidak sesuai dengan keinginannya, Tian Sen yang melihat hal itu ingin mendekat tapi dia dicegah oleh wanita yang ada di sampingnya.
“Jangan kesana, Berbahaya!” Ucap wanita muda itu takut Tian Sen melakukan sesuatu yang gila.
Dia sudah melihat hal ini terjadi setiap hari jadi dia yakin kalau ibunya akan baik-baik saja tapi Tian Sen sebagai laki-laki tentu tidak dapat menerima hal itu, bibi yang dianggapnya sebagai seorang ibu dilukai oleh pemuda yang bahkan tidak tahu asalnya. Juga, meski pemuda itu adalah orang dari keluarga besar Tian Sen tidak akan takut sama sekali untuk membela bibinya tersebut.
Sang bibi terus meminta maaf dengan sopan sambil berlutut ke arah pemuda tersebut tapi jelas hal itu tidak membuat pemuda senang maupun menerima permintaan maaf dari bibi itu.
Dia menendang keras sang bibi sehingga menabrak meja di depannya, hal itu membuat Tian Sen dan wanita muda langsung berlari untuk melihat keadaan sang bibi. Mereka melihat lengan dan kaki bibi terkilir dan ada darah di mulutnya yang tidak bisa Tian Sen tahan, kemarahan melonjak dalam hati Tian Sen dan dengan hati-hati dia membantu bibi itu berdiri.
“Hei, wanita! Aku akan menghancurkan restoran mu jika kamu bersikap seperti ini. Kami ini adalah putra dari bangsawan dan calon perwakilan dari kota ini menuju ibukota, jika kamu tidak bisa bersikap sopan di depan kami maka terimalah konsekuensinya!” Ucap pria yang menendang bibi Tian Sen itu dengan terus terang mengancam.
Hal itu menjadi tontonan dan bahan pembicaraan bagi orang-orang yang melihat di restoran tersebut, mereka tidak mungkin bisa membela Tian Sen karena orang yang dihadapi adalah bangsawan serta calon peserta yang akan ikut dalam kontes perwakilan kerajaan Chu sendiri.
Tian Sen melihat pemuda itu tidak hanya tidak meminta maaf atau bahkan menghentikan kesombongannya, Membuat langkah besar dengan berdiri di depan sang bibi dengan tatapan marah dalam diam.
Melihat itu sang bibi berusaha menahan Tian Sen tapi sekarang dia melihat pemuda yang dirawatnya seperti anak itu telah menjadi menakutkan saat marah. Hal ini mirip saat dia dulu menolong Tian Sen di luar kota atau lebih tepatnya di antara perbatasan hutan dengan jalan menuju kota.
“Hei, kau mau menjadi pahlawan anak muda? Apa kamu tidak tahu siapa aku? Aku ini adalah anak dan calon….”
BOOOOOOOMMMMMMM
Sebelum dia selesai berbicara tinju Tian Sen sudah melayang dan membuatnya di terbangkan dengan satu pukulan hingga menabrak dinding restoran itu sampai keluar dari restoran.
Hal yang dilakukan Tian Sen mengejutkan orang-orang di sekitar bahkan kawan dari pemuda tadi juga terkejut dengan apa yang mereka lihat. Seorang pemuda biasa benar-benar dapat menerbangkan seorang kultivator di ranah Tempered body tingkat kedua, dimana hal ini pernah mereka lihat? Meskipun pemuda tadi tidak siap tapi seharusnya tidak seperti ini jadinya.
“Kalian semua terlalu berisik! Keluarlah dan jangan ganggu toko bibiku, jika kalian tidak ingin makan pergi! Disini bukan restoran kelas atas yang seharusnya dikunjungi oleh pemuda bangsawan seperti kalian!”
Melihat Tian Sen marah, ibu dan anak itu buru-buru untuk menghentikan Tian Sen karena mereka jelas emosi pemuda di depan mereka ini jauh daripada emosi anak umumnya.
Tapi meski begitu Tian Sen tetap marah dan ingin menghukum orang-orang yang melecehkan bibinya, dia sudah dirawat oleh sang bibi dari saat kehilangan orangtua sampai sekarang berumur lima belas tahun. Jadi sebagai seorang pemuda dia harus menjaga bibinya dan membalas perlakuan baik dari saudarinya juga, karena itulah Tian Sen sangat marah saat melihat orang lain memperlakukan sang bibi dengan kasar dan tidak bertanggung jawab.
Meski dia sadar kalau yang kuat dapat melakukan apapun dengan mereka tapi tidak seperti itu seharusnya prinsip yang harus mereka banggakan. Yang kuat ada untuk melindungi yang lemah dan yang kuat juga harus bersikap adil kepada mereka yang lemah, hanya saja meski Tian Sen merasa prinsip itu bagus tapi tidak ada yang akan melakukan hal itu disini.
Dari pandangan orang-orang saja Tian Sen bisa melihat jelas kalau mereka tidak peduli dengan anggota keluarganya.
“Pergilah! Jangan kembali kesini, jika kamu berani kembali aku Tian Sen akan membuatmu menyesal karena sikap sombongmu itu!” Ucap Tian Sne mengusir orang-orang bodoh itu dari hadapannya serta sang bibi.
Mereka yang membuat masalah disana segera kabur membawa saudara-saudara mereka yang terluka, bagaimanapun mereka berada di wilayah orang lain tidak pantas membuat masalah lebih dari itu sekarang.
Saat Tian Sen melihat mereka pergi, dia baru menghela nafas sambil tersenyum kepada sang bibi. melihat anak muda ini tersenyum dan kelakuannya tadi sang bibi hanya dapat menggelengkan kepala, sejak Tian Sen datang hidup keluarga mereka mulai berubah lebih baik. Tian Sen juga bukan anak yang nakal, dia sangat baik dan patuh kepada mereka sehingga keduanya benar-benar membawa Tian Sen ke dalam keluarga sampai sekarang.
Tidak ada yang sadar kalau di restoran lantai dua dimana posisi yang dapat melihat kejadian di luar tadi dengan baik ada beberapa sosok yang terkejut dan kagum dengan Tian Sen. Mereka tidak menyangka kalau ada satu bibit bagus di depan mata, dan bibit itu juga belum mekar tapi sudah lebih baik dari yang lain sehingga mereka memandang penuh semangat kepadanya.
“Bagaimana? Apa dia layak?” Tanya seorang pria paruh baya menatap ke arah empat lainnya.
“Jangan tanya padaku, tadi aku hanya melihat kalau kekuatan fisiknya jauh lebih kuat dari cultivator di tempered body tingkat ketiga. Tentu itu bagus hanya saja jika hanya mengandalkan kultivasi fisik saja tidak layak membawanya kepada kita!” Sahut seorang wanita cantik yang meragukan kemampuan Tian Sen tadi.
Tidak disangka kalau pandangan wanita itu akan berbeda dengan mereka, awalnya mereka berpikir kalau pria muda itu layak untuk diikutkan tapi setelah dua di antara mereka menolak pada akhirnya mereka hanya melihat semua dalam diam. Hanya saja pandangan beberapa dari mereka tampak jelas menyukai sifat anak tersebut sehingga mereka memang berencana untuk melihat apakah nanti anak itu akan datang atau tidak.
“Menarik! Pemilihan untuk kerajaan Chu akan sangat menarik nantinya, tapi aku penasaran apakah dia akan ikut atau tidak?” Pria yang tampak tertarik dengan Tian Sen itu benar-benar sangat menyukai sifat, keberanian dan ketenangan Tian Sen tersebut.
Jika bisa, dia ingin membawa Tian Sen langsung tapi dia tidak tahu apakah Tian Sen layak atau tidak di berikan izin khusus untuk masuk ke akademi kerajaan Chu sebagai perwakilan nanti di dalam sebuah turnamen besar.
Mungkin banyak yang berpikir menang dan pergi ke ibukota bisa langsung menjadi perwakilan tapi yang sebenarnya itu tidaklah benar, mereka harus masuk ke dalam akademi kerajaan lalu bakat mereka akan di latih disana. Dan turnamen yang di besar-besarkan itu memiliki aturan tersendiri tidak semua perwakilan yang di pilih setiap wilayah bisa masukin bahkan jika mereka berbakat di kota tapi di akademi juga mereka hanyalah seekor nyamuk yang bisa kapan saja di bunuh oleh saingan disana.
Tian Sen tidak tahu kalau dirinya sudah di perhatikan oleh orang lain, dia masih sibuk membantu bibi serta kakaknya di dalam rumah tanpa peduli pandangan orang dengannya.
Masalah yang seperti itu sudah sering terjadi dalam kota kecil tersebut dan bibi memiliki hubungan baik dengan walikota disini, jadi mereka masih aman untuk melakukan hal tadi serta alasan bibi bisa membangun restoran seperti ini juga karena orang dari pihak bibi. Itu juga yang membuat Tian Sen sangat berani untuk bertindak tanpa berpikir panjang saat melihat sang bibi di aniaya di depan matanya.
Sore pun berlalu, saat malam berangsur turun, Tian Sen membantu menutup restoran sambil berekspresi bahagia karena malam ini dia serta bibinya makan bersama.
“Sen’er, katakan pada bibi apa kamu benar-benar tidak ingin ikut tes untuk jadi perwakilan kota? Kamu anak kota ini dan jika kamu yang terpilih maka kota kita bisa menjadi bangga loh!” Ucap sang bibi benar-benar berharap pemuda yang dia anggap anak ini bisa melebarkan sayapnya.
Dia tahu kemampuan Tian Sen lebih dari siapapun, bakatnya juga tidak buruk atau lebih tinggi dari anak-anak di kota ini jadi itu membuat dia yakin kalau Tian Sen bisa saja diterima berlatih di dalam akademi kerajaan Chu.
Tian Sen menundukan kepalanya, memang pada kenyataannya dia punya kemampuan yang lebih tapi entah kenapa kultivasinya tidak pernah naik bahkan setelah dia memakai pill yang ditinggalkan oleh orangtuanya. Meski begitu anehnya fisik yang dia miliki malah lebih kuat dibandingkan kultivasi yang dia miliki, itulah yang membuat Tian Sen lebih kuat dari pemuda yang membuat ulah sebelumnya.
“Bibi, aku….”
“Benar adik! Kamu harus ikut kakak akan mendaftarkan kamu besok jangan menolak dan kembangkan bakatmu. Wah, jika aku memiliki adik seorang abadi bukankah nama keluarga kita akan naik? Hehehehehe, Apa mungkin aku bisa jadi seorang nona besar?”
Tian Sen ingin menolak tapi saat melihat saudari yang begitu membayangkan masa depan indah membuat Tian Sen langsung menghilangkan penolakan itu.
Apalagi dia melihat kalau bibinya juga senang mendengar hal tersebut, bibi itu juga berharap kalau suatu saat nanti Tian Sen bisa membawa nama untuk keluarga mereka dan mengubah hidup mereka jauh lebih baik. Melihat keduanya tertawa bahagia, Tian Sen ikut tersenyum dan mulai makan diatas meja makan yang saat ini sudah ada makanan enak disana.
“Yah, aku akan mencobanya jika mereka benar-benar mau aku ikut. Lagian apa aku bisa menolak permintaan mereka berdua juga? Sulit!”
BOOOOMMM…. BOOOOMMM….Ledakan yang di lihat oleh Tian Sen dari jauh, adalah ledakan terakhir dan dengan api Phoenix miliknya. Api itu bukan lagi api biasa, sehingga hampir tidak mungkin bisa padam oleh ahli di tingkat kaisar yang telah terluka. Apalagi di tambah dengan kekuatan elemen api dari roh elemen, sehingga api itu bertambah kuat. Dengan tidak adanya ahli dewa disana, membuat api itu pasti menghancurkan semua istana dan isi yang ada disana. Tian Sen hanya tersenyum lalu berbalik pergi ke arah tangga langit, dia melihat tetua penjaga tangga langit masih menahan sosok-sosok itu. Jelas dia mendengarkan arahan Tian Sen, dan saat Tian Sen kembali… ekspresi tetua itu berubah dan matanya tertuju pada Tian Sen.“Bunuh mereka sekarang, aku akan menghancurkan formasi mereka!” Kata Tian Sen dengan senyum penuh arti dan sudah sangat puas dengan hasil rampasannya. “Ho, bunuh kah? Mereka cukup licik, jadi mungkin sulit membunuh semuanya tapi jika hanya beberapa itu mungkin!” Kata penjaga ta
BOOOOMMM…. “Ingin melaporkan keluar? Jangan harap, segel empat arah.. kunci!” Tian Sen menggunakan segel untuk mengunci semua area pada tempat itu. Sehingga semua orang disana tidak bisa memberitahu masalah tersebut keluar, dan berita mengenai penyerangannya tidak akan sampai kepada orang-orang kuat yang sedang bertarung dengan penjaga tangga langit maupun dengan orang-orang yang sekarang ada di dalam formasi. Dengan teknik Tian Sen yang sudah disiapkan tikus kecil, semua pasukan dari istana itu benar-benar terkunci tanpa dapat jalan untuk keluar. Ini membuat Tian Sen merasa puas dengan yang dia lakukan, tapi tidak berhenti sampai disana Tian Sen juga mengunci semua area dengan bantuan roh elemen. Dengan arahannya, Tian Sen bisa mengunci semua ahli tingkat raja agar tidak keluar dari dalam formasi. Meskipun ada kelemahan, yaitu musuh masih dapat menggunakan kekuatan mereka tapi itu sudah cukup. Bagi Tian Sen selama musuh tidak bisa mengirim informasi keluar, maka itu sudah cukup bag
“Anak nakal! Apa yang ingin kamu lakukan sebenarnya?” Tanya penjaga tangga langit melihat Tian Sen menghilang begitu cepat dari pandangannya. Dia tidak tahu kemana Tian Sen pergi, tapi dari sifat Tian Sen saja sudah cukup membuatnya mengetahui kalau anak itu akan melakukan sesuatu yang mengundang penyesalan bagi musuhnya.SWUSHHHHH“Semua bahan peledak sudah terpasang?” Tanya Tian Sen kepada tikus kecil sambil mengikuti jejak belati kesengsaraan miliknya tersebut.“Pii… Piiii (Aku sudah melakukan semuanya, tinggal menunggu perintah dan semua akan meledak!)” Balasan dari tikus kecil sudah pasti, dia sangat cepat dalam melakukan perintah Tian Sen dan semua sudah dia siapkan sedari awal. Setelah mendengar semuanya siap, Tian Sen membiarkan Tikus kecil untuk mengambil harta di dalam ruang harta milik para penjahat itu dan lalu pergi ke arah tempat tahanan berada.Tikus kecil yang pintar itu segera memulai menyusup ke dalam gudang harta musuh tersebut, dia masuk dengan mudah tanpa ketahuan
“Tidak ada pilihan lagi! Mereka sulit untuk dikendalikan dan aku juga tidak bisa berbuat apapun di tempat seperti ini!” tegas tetua kelima mengenai apa yang terjadi sekarang di dalam formasi jahat itu. Jika dia ingin melawan, itu mungkin tapi sangat sulit karena sekarang mereka terjebak dalam formasi besar seperti ini, kecuali ada orang yang menghancurkan formasi dan membuat mereka bebas dari formasi sehingga kemenangan sudah pasti di tangan mereka.Mendengar itu, ekspresi dari Long Yueyin menjadi sangat buruk, mereka terjebak tanpa dapat melakukan apapun dan hanya bertahan satu-satunya jalan agar rencana musuh tidak berjalan begitu cepat. Murid sekte besar yang terluka juga mulai menyembuhkan diri mereka, karena mereka juga kehilangan banyak darah dari pertarungan yang sebelumnya terjadi. Long Yueyin melihat sosok wanita yang sudah berdiri dan perlahan pulih karena berada di dalam formasi darah, kekuatannya juga pulih dan luka berat juga ikut pulih. Hal yang Long Yueyin tidak senang
“Dewa kalian itu sebenarnya apa? Kalian saja tidak tahu yang kalian sembah tapi masih bersikap seperti punya dewa itu sendiri!” Kata Tetua tersebut mengejek dewa dari orang-orang sesat yang tidak jelas asal usulnya tersebut. “kau, mengejek dewa kami? Dewa kami adalah tuan yang baik memberikan kekuatan dan membuat kami hidup dalam kebahagian, tidak layak di hina oleh kalian para bajingan sialan yang hanya mementingkan diri kalian sendiri!” Ucap orang-orang itu menghina tetua tersebut yang telah merendahkan tuan mereka yang juga adalah dewa yang mereka puja. Mereka telah hidup dalam kesulitan tapi apa? Dewa yang menyebut diri mereka dewa tidak pernah memberikan ketulusan pada mereka sehingga mereka harus tersiksa dan mengalami banyak hal yang tidak dapat mereka terima lagi.“Hanya karena kalian tidak memiliki kekuatan dan juga hidup yang baik, kalian menjadi pengikut para dewa sesat itu. Tapi tidak masalah, aku akan membuat kalian sadar kalau yang kalian pilih bukan sesuatu yang dapat
“Piiii? Piii…. (Ini penghalang itu? Kita bisa keluar sepertinya ….)” Tikus itu merasakan kalau formasi merah darah ini memang kuat, tapi dia bisa keluar dengan mudah dari formasi itu. Sehingga dia sedikit ragu kenapa formasi seperti ini ada? Dan dia juga agak ragu untuk membawa Tian Sen keluar dari formasi ini. “Iya, aku bisa keluar dengan mudah juga, aku butuh waktu untuk menyesuaikan armor ini dengan formasi. Kamu keluarlah dulu dan ikuti beberapa orang asing itu!” Ucap Tian Sen mengirimkan sedikit penglihatan matanya kepada tikus kecil yang sudah menjadi hewan bawahannya itu. Saat tikus kecil menerima penglihatan itu, matanya langsung bersinar dengan sinar keserakahan.Tikus kecil segera memahami tujuan Tian Sen dan bergerak seperti yang di inginkan, dengan kekuatannya dia langsung keluar menuju ke tempat yang dikatakan oleh Tian Sen. Memang benar, ada kelompok lain yang bergerak ke arah berbeda dan itu adalah tangga langit. Melihat itu, tikus kecil dalam diam mengikuti mereka yan







