Share

Kakak Tiriku yang Menggoda
Kakak Tiriku yang Menggoda
Author: Salshabilla FN

Bab 1

last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-17 01:38:44

“Selina, ibu harap kamu akan bersikap baik pada keluarga barumu nanti.”

Selina Clairyn hanya memutar bola matanya malas saat sedan yang mereka tumpangi baru saja berhenti di depan sebuah mansion modern bergaya kontemporer. Ia akan tinggal di tempat itu bersama suami baru ibunya.

Sebenarnya Selina menentang pernikahan sang ibu dengan Tuan Adrian Valerius, sosok Taipan terkenal di kota Megakarta yang kini menjadi ayah tirinya. Karena itu artinya ia harus ikut meninggalkan pulau tropis yang menjadi tempat tinggalnya selama ini. 

Selina mendengus dan menatap ibunya dengan malas. 

“Apa sekarang aku bersikap buruk?” 

“Maksudnya manis, tolong nanti bersikap manis, terutama ke kakak laki-lakimu.” 

Lagi-lagi, kakak laki-laki itu disebut. Selama ini ia hidup sebagai anak tunggal, dan sekarang ia harus menerima kehadiran seorang kakak…?

Selina berdecak, keluar dari mobil dan membanting pintunya. 

Monica buru-buru keluar, hendak menegur Selina tapi suara langkah kaki tegas yang mendekat dari ambang pintu utama mengurungkan niatnya.

Pintu berukuran besar itu terbuka lebar, seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan setelan dan jam tangan mewah melangkah keluar menyambut mereka. Senyum ramah terukir di wajah tampan pria itu.

“Monica, selamat datang di rumah,” sambut Adrian hangat, lalu mengalihkan pandangannya pada Selina. “Dan… Selina. Senang akhirnya bisa ketemu sama kamu lagi, Nak.”

Monica langsung memasang senyum terbaiknya, lalu menyenggol pelan lengan Selina. 

“Selina, salam sama Ayah,” ucapnya dengan nada cerah yang di telinga Selina tetap terdengar penuh penekanan. Selina pun menurutinya. 

Karena Selina tidak mau berlama-lama memaksakan akting manisnya, jadi Selina mencari alasan untuk segera pergi dari hadapan keduanya. 

“Kamar saya di mana, Pak–maksudnya, Ayah? Saya mau bawa barang-barang saya ke kamar.” 

Ayah tirinya malah tertawa, begitu juga dengan Ibunya. 

“Selina, kalau kamu terlalu mandiri, beberapa orang akan kehilangan pekerjaan.” 

Selina mengernyit, di saat yang sama beberapa pelayan melewatinya sambil menunduk dan membawa koper miliknya.

“Biarkan mereka yang urus barang-barang kamu, dan kamu bisa jalan-jalan atau apa pun. Oh ya, Kakakmu ada di rumah, kamu bisa kenalan sama dia.” 

Selina mencengkeram roknya kuat-kuat, menahan agar tidak mendengkus lagi saat mendengar kakak tirinya disebut. 

Setelah ibunya dan Adrian masuk ke rumah, Selina ditinggalkan sendirian di teras luas berlantai marmer yang mengilap. 

Dengan helaan napas panjang, ia akhirnya memilih menuruti perintah ayah tirinya untuk jalan-jalan di sekitar sana. 

“Cuma ada rumput, gak ada pasir pantai di sini,” ledek Selina pada dirinya sendiri sambil menendang kerikil kecil di tepi jalur setapak taman.

Setengah malas, Selina menyusuri halaman samping mansion yang dipenuhi tanaman hias mahal yang ditata sedemikian rupa tapi tidak berhasil membuat Selina merasa takjub.

Sebagai gadis yang tumbuh di kepulauan tropis, Selina lebih familiar dengan deburan ombak dan angin laut yang menyejukkan. Keheningan kaku yang mencekik, berpadu dengan udara kota yang panas dan berdebu membuat Selina merasa terasing.

Karena Selina bosan berjalan-jalan dan tidak menyukai panasnya kota yang terasa pengap. Akhirnya, gadis itu memutuskan untuk masuk kembali lewat pintu samping yang terhubung langsung dengan bagian dalam bangunan. 

Selina menghentikan langkahnya saat tidak sengaja lewat ke area dapur.

Ia menatap ragu ke kulkas yang ada di sana dan menimbang. 

“Apa gak apa-apa kalau aku ambil minuman dingin dari sana?” 

Lalu, akhirnya dia bergerak mendekat. 

“Ah, bodo amat. Aku ‘kan tinggal di sini juga sekarang. Masa gak boleh minum?” 

Selina mengambil sebuah gelas kaca dari rak penyimpanan di dekatnya, lalu membuka pintu kulkas besar dua pintu itu. Matanya langsung melebar saat melihat sebotol jus jeruk yang terlihat segar.

Tanpa berpikir panjang, ia menuangkan cairan dingin tersebut ke dalam gelasnya hingga hampir penuh, lalu menutup pintu kulkas dengan sikunya. 

Selina berniat membawa minuman dinginnya untuk dinikmati di kamar barunya, namun tiba-tiba tubuhnya malah menabrak sesuatu yang keras hingga gelas di tangannya terlepas dari genggamannya.

Gelas berisi es jeruk itu membentur lantai hingga pecahannya berpencar ke mana-mana. 

“Ya ampun!” 

Selina terpekik, tubuhnya yang terpental hampir jatuh kalau saja tidak ada tangan kokoh yang sigap mencengkeram pergelangan tangannya.

Napas Selina memburu. Dan saat ia mendongak, sosok yang ditabraknya itu berada sangat dekat. Seketika ia merasa darahnya berdesir di sekujur tubuhnya saat menyadari bahwa pemuda itu… hanya bertelanjang dada?!

Selina meneguk liurnya, lalu menyeret pandangannya ke wajah pemuda itu. Seketika wajahnya terasa sangat panas.

Tampan sekali… Ia yakin tak pernah bertemu pemuda setampan ini di asal tempatnya dulu. Dan begitu menyadari paras pemuda ini sangat mirip dengan Tuan Adrian, Selina langsung tahu bahwa ini adalah kakak tirinya.

Matanya yang bergetar bertemu dengan sepasang tatapan tajam kakak tirinya. Dan sebelum Selina sempat membuka mulutnya, pemuda itu sudah terlebih dulu bersuara.

“Anak desa ini, baru sampai kota sudah buat masalah, ya?” 

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Kakak Tiriku yang Menggoda   Bab 14 - Tidak Akan Merepotkan

    Selina jadi orang pertama yang sudah ada di bus sejak mesin belum dihidupkan. Tujuannya jelas, untuk membuktikan kalau ia tahu diri dan tidak akan pernah lagi menjadi sosok yang merepotkan. Kaivan jadi orang yang menyusulnya masuk, bersama Sera. "Oh, itu adik kamu udah di sini." Selina mengalihkan pandangannya keluar jendela. Pura-pura tidak dengar padahal headphone-nya tidak memutar musik apa pun. Dari pantulan kaca, Selina melihat Kaivan dan Sera duduk di seberang kursinya. Saat yang lain masuk, Selina berdiri dan berpindah ke kursi paling belakang. Ketika Selina akan duduk, ia sempat bertukar pandang dengan Kaivan. Namun, kembali bersikap seolah pura-pura tidak lihat. Adrian dan Monica masuk, mereka tentunya memilih kursi paling depan. Selina berharap dia sendirian di sana tetapi Reynard malah mengisi kursi di sebelahnya. Sementara Gathan di kursi yang Selina duduki tadi. "Jadi, kamu tersesat semalem?" tanya Reynard. Selina menurunkan headphone-nya dan bergumam. "Iya." "An

  • Kakak Tiriku yang Menggoda   Bab 13 - Dingin Setelah Hangat

    Selina memperhatikan Kaivan yang sedang memakai pakaiannya sendiri pagi ini dan masih tidak percaya dengan apa yang terjadi semalam. Mereka saling melepaskan pakaian basah masing-masing…Dan berpelukan untuk saling memberi kehangatan…“Ayo pulang,” kata Kaivan yang kini sudah berpakaian lengkap.Ekspresi dan nada suaranya terdengar dingin. Dia keluar dari tempat itu duluan dan berjalan tanpa menoleh. “Kaivan!” Selina berusaha menyusulnya. “Tunggu–aww!” Selina tidak sengaja menendang akar pohon yang mencuat dan hampir saja jatuh kalu Kaivan tidak berbalik dan menangkapnya di saat yang tepat. Kaivan membantu Selina berdiri tegak. Saat Selina mendongak, Selina mendapati tatapnya yang benar-benar dingin, datar, dan… tampak membencinya. “Perhatiin langkah kamu.” Selina mundur selangkah tanpa melepaskan tatapnya. “Kenapa?” tanya Selina. “Apa aku punya salah?” “Enggak,” jawab Kaivan singkat. “Ayo.” Saat Kaivan hendak berbalik, Selina menahan tangannya. “Tunggu, kenapa kamu kayak gi

  • Kakak Tiriku yang Menggoda   Bab 12 - Skin to Skin

    Lepas baju?"G-gak... enggak mau..." bisiknya sangat pelan."Jangan keras kepala, Selina!" bentak Kaivan gemas. Di saat yang sama nada suaranya juga bergetar menahan panik. "Kalau kamu mau selamat, buka bajunya sekarang!"Selina tau permintaan Kaivan ini logis. Di situasi sekarang, bajunya yang basah kuyup malah memperburuk kondisinya. Namun, di saat yang sama Selina malu. Bagaimana bisa… mereka dua orang dewasa yang bukan saudara kandung dan bukan suami istri juga. Tetapi, harus saling membuka diri dan bersentuhan dalam keadaan seperti ini? “Selina?!” pinta Kaivan terakhir kalinya..Karena Selina tidak menunjukkan jawaban, akhirnya Kaivan tidak menunggu lagi. Situasinya sudah terlalu kritis, Selina sudah terlalu lama keidnginan Hal terburuk bisa terjadi pada gadis itu kalau Kaivan masih menunggu. Pria itu mengambil tindakan berlutut di samping dipan, jemarinya yang hangat dan sedikit bergetar mulai bergerak cepat untuk meloloskan baju basah Selina dari tubuhnya. “Kamu tau aku la

  • Kakak Tiriku yang Menggoda   Bab 11 - Baju Kamu Harus Dilepas

    Selina menyandarkan badannya pasrah pada dada Kaivan sementara tangannya ditangkup dan ditiupi berkali-kali. “Selina?!” panggil Kaivan sambil menyentakkan badannya. “Jangan tidur.” “E-enggak.” Selina menjawab dalam sisa kesadarannya. Hujan turun semakin lebat. Angin malam membuat dahan bergoyang. Petir juga masih menyambar saling bersahutan, dan salah satunya berhasil menyambar pohon tua yang tidak jauh dari mereka. Bunyi derak patah dari dahannya terdengar oleh Kaivan dan Selina, sebelum akhirnya mereka melihat dahan itu menghantam tanah. Kaivan menangkap itu sebagai sinyal bahaya. “Kita gak bisa terus ada di sini,” kata Kaivan yang masih mendekap tubuh Selina dengan erat. Pria itu melepaskan dekapannya lalu berjongkok di depan Selina yang mengigil. Selina menatapnya bingung dengan bibir yang bergetar. “Naik,” pinta Kaivan sambil menepuk punggungnya. “Kita bisa mati kalau terus di sini. Entah karena kedinginan, kesambar petir, atau ketimpa pohon.” Selina menatap punggung Kai

  • Kakak Tiriku yang Menggoda   Bab 10 - Tersesat di Hutan

    Marah? Siapa yang marah?“Aku gak marah,” cetus Selina datar. “Aku Cuma bosen di sini. Lagian, kamu juga gak perlu peduliin aku.”Kaivan mengulum senyumnya, entah karena alasan apa.“Anggap aja aku gak ada,” lanjut Selina sebelum akhirnya dia berdiri dan pergi dari sana.***Malam harinya, Selina masih ada di kamar dan mengeringkan rambut di saat yang lain mungkin sudah berkumpul di meja makan.Kali ini bukan karena menghindar lagi. Tapi karena Sera.Gadis itu ingin jadi yang mendapat giliran mandi pertama. Tapi, menghabiskan waktu satu jam lebih di toilet sampai Selina hanya memiliki waktu 15 menit untuk mandi sebelum waktu makan malam.Itu menyebalkan. Selina masih terus mengumpati Sera diam-diam di tengah suara dengung hair dryer.Sebelum rambutnya benar-benar kering, pintu kamar diketuk dari luar dan membuat Selina terpaksa harus menghentikan aktivitasnya.Saat pintu terbuka, Selina mendapati Kaivan berdiri di sana dan menaikkan sebelah alisnya.“Kenapa gak turun? Gak akan makan ma

  • Kakak Tiriku yang Menggoda   Bab 9 - Seraphina De Winter

    Tidak hanya keluarga inti Valerius saja yang berlibur di vila megah keluarga Valerius di akhir pekan ini.Kaivan membawa dua teman dekatnya, Gathan dan Reynard.Lalu setibanya di sana, ada sosok perempuan asing yang tampak akrab dengan ketiganya.Seraphina De Winter, putri tunggal pemilik De Winter Financial Holdings.Gadis itu langsung bergelayut manja di leher Kaivan begitu mereka turun dari bus luxury yang mengantar mereka ke sana.“Lama banget sih?” keluhnya.Kaivan hanya terkekeh.“Aku nungguin loh.”“Maaf,” kata Kaivan.Kaivan tidak membalas pelukan itu karena dua tangannya penuh, satu memegang jaket, satu lagi memegang ponsel. Tapi, dia juga tidak menghindar.Selina yang hanya memperhatikan mereka dalam diam. Sebelum akhirnya, gadis asing itu menyadari keberadaannya.“Hai, adik barunya Kaivan!”Selina sempat mengernyit dengan pemilihan katanya.Baru?Tapi, akhirnya dia memaksakan senyumnya. “Iya, aku Selina.”Selina mengulurkan tangannya.“Seraphina,” kata Sera sambil menyandark

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status