Share

Sebuah Penolakan

last update Petsa ng paglalathala: 2021-05-19 18:32:52

"Ck! Kan, lo sama Renata boleh bertiga sama si Rexi di satu mobil," kata Ice menyarankan.

"Astaga, Bang. Gue, kan, udah bilang cuma berdua sama Renata? Bukan bertiga sama Rexi!" kesal Al.

Rexi mengepalkan kedua tangannya secara diam-diam saat melihat pertentangan antara Al dan Ice.

"Bang Ice. Bang Al. Rexi berangkat sendiri aja," kata Rexi tiba-tiba.

"Tapi-"

Ice langsung menggantung ucapannya saat Rexi langsung melangkah pergi begitu saja tanpa menunggu Ice

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kakakku Yang Berengsek   Rumah Bernama Kita

    Bongouvile Hospital, 09:12 - Delapan bulan kemudian. Ruang bersalin itu penuh suara tangis. Bukan tangis sedih. Tangis bayi laki-laki yang baru kenal dunia, keras, menuntut, hidup. Rexi Addison terbaring lemas di ranjang. Rambutnya basah, wajahnya pucat, tapi senyumnya lebar. Tangannya gemetar saat menerima gumpalan kecil yang diselimuti kain biru dari suster. Alvaro Addison berdiri di sampingnya. Cowok yang dulu cuma bisa nyeringai sekarang matanya berkaca-kaca. Tangannya yang biasa nampol orang, sekarang megangin kepala anaknya hati-hati banget. "Hai, jagoan," bisik Alvaro. Suaranya serek. "Gue papa lo." Altair Alexa Addison. Itu nama yang mereka pilih jam 3 pagi waktu Rexi ngidam mi instan. Altair, si bintang paling terang. Alexa, biar dia nggak lupa dia anak ibu yang kuat. Bellina berdiri di pojok, ngerekam pake HP sambil nangis. "Cakep banget cucu Mama... mirip Al waktu bayi, galak." "Ma, jangan zoom jerawat gue," protes Alvaro, tapi nggak ngelepas pandangannya dari Altair

  • Kakakku Yang Berengsek   Badai Balas Dendam

    Apartemen Alvaro, 02:17 - Rexi kebangun karena suara gedoran pintu. Bukan ketok santai. Gedoran kayak mau ngancurin engsel. Alvaro udah berdiri di depan pintu, kaosnya kusut. Matanya merah, tapi awas. "Siapa?" "Polisi! Buka pintu!" Rexi duduk kaku di kasur. Tangannya refleks megang perut. "Al..." Alvaro kasih isyarat suruh diem. Dia ngintip dari lubang pintu. Dua orang berseragam, satu lagi pake kemeja. Barack Maxis berdiri di belakang mereka, wajahnya nggak kalah merah dari mata Alvaro. Alvaro buka pintu setengah. "Ada apa malem-malem, Pak?" "Alvaro Addison, kami dapat laporan penculikan anak di bawah umur dan pembawaan kabur dari rumah sakit," kata polisi paling depan. "Rexi Alexa ada di dalam?" Barack nyelonong maju. "Rexi! Papa tahu kamu di dalam! Keluar sekarang!" Alvaro ngehalang pake badannya. "Istri saya lagi istirahat. Gangguin besok aja." "Istri?!" Barack nyaris nabrak pintu. "Kamu nikahin anak saya tanpa wali?! Itu nggak sah!" "Sah, Pak," suara Bellina muncul dar

  • Kakakku Yang Berengsek   Kawin Lari Bawah Sumpah

    Apartemen Alvaro Addison, 14:33 - Pintu apartemen dibanting menutup. Suara debamnya memantul di ruang tamu yang sepi. Alvaro menurunkan Rexi pelan ke sofa kulit hitam. Napas Rexi masih tersengal. Wajahnya pucat, tapi matanya nyala. Bukan nyala amarah lagi. Nyala orang yang udah mutusin buat perang. Bellina masuk terakhir. Napasnya ngos-ngosan, tangannya masih menggenggam ponsel. "Al, lo gila! Lo bawa Rexi kabur dari rumah sakit dalam kondisi gitu!" Alvaro melempar jaketnya ke lantai. Dia berlutut di depan Rexi, menggenggam tangan Rexi yang dingin. "Lo mau minum? Makan? Obat?" Rexi menggeleng. Dia menatap Alvaro lurus. "Gue mau nikah. Sekarang." Bellina mengusap wajah. "Rexi, sayang. Kalian berdua lagi emosi. Pernikahan nggak bisa—" "Bisa, Ma," potong Alvaro. Dia berdiri, menatap Bellina tegas. "Ma urus penghulu. Urus saksi. Urus semua suratnya. Hari ini." "Alvaro Addison! Kamu dengerin Mama!" Bellina mulai naik nadanya. "Rexi masih di bawah umur! Kalian butuh wali! Barack ngga

  • Kakakku Yang Berengsek   Ibu Yang Pulang Membawa Luka

    Ruang inap Rexi mendadak jadi medan perang yang sunyi. Udara dingin AC rumah sakit Bongouvile kalah sama hawa panas dari empat pasang mata yang saling kunci. Meki Alexa berdiri mematung di ambang pintu. Air mata menggenang di pelupuk matanya saat menatap Rexi yang pucat di ranjang. Bibirnya gemetar menyebut nama itu lagi. "Rexi... anakku..." suara Meki pecah. Tangannya terulur, tapi tertahan di udara. Rexi menatap Meki lekat. Wajah yang selama tujuh belas tahun cuma dia lihat di foto usang dalam laci Barack. Wajah yang dia benci, dia rindukan, dan dia kubur dalam-dalam bersama makam yang nggak pernah dia ziarahi. Barack Maxis berdiri kaku di pojok ruangan. Darahnya seperti berhenti mengalir. Wajahnya pucat pasi, lebih putih dari seprai rumah sakit. Rahasia yang dia pendam delapan belas tahun akhirnya berdiri di depannya, hidup-hidup. Alvaro Addison duduk di sisi ranjang Rexi. Tangannya melingkar protektif di pinggang Rexi. Matanya nyalang, melirik bergantian ke Meki, ke Anggara,

  • Kakakku Yang Berengsek   Empat Mangsa Dalam Sekali Gerak

    -INDONESIA - APARTEMEN ANGGARA - 20:12 -Anggara melihat Meki yang berbaju rapi turun dengan terburu-buru dari kamarnya."Mau ke mana lo?" tanya Anggara pada wanita berusia tiga puluh tahunan itu."Mama mau pergi ke rumah sakit," jawab Meki."Lo mau jenguk siapa?" tanya Anggara lagi."Papamu," jawab Meki."Ck! Lo stres atau gimana?! Bukannya bokap gue lagi di Singapura?! Sejak kapan rumah sakit yang di Singapura pindah ke Indonesia?!" seru Anggara meremehkan Meki."Papamu dipindahkan d

  • Kakakku Yang Berengsek   Buat Dia Jatuh Cinta

    Indonesia, 10:49 -Anggara mengepalkan tangannya saat melihat pemandangan panas antara Al dan Rexi. Ingin rasanya Anggara melayangkan tinjunya kepada Al, tetapi dengan cepat dia meredamkan semua niatnya demi menjaga image di depan Bellina, Barack dan Rexi.Anggara hanya tersenyum sinis, lalu melipat kedua tangan di depan dadanya."Terima kasih karena sudah memberikan saya ilmu untuk praktek. Akan saya usahakan saat menikah dengan Rexi nanti, pembelajaran yang anda berikan kepada saya akan saya laksanakan lebih baik lagi daripada cara anda," kata Anggara dengan nada santai dan berhasil membuat emosi Al memuncak."Ang-"

  • Kakakku Yang Berengsek   Berada Ditiga Pria Terkenal

    From Anggara Dolken :Ya udah kalau gitu.From Anggara Dolken :Gue enggak kasih izin buat datang terlambat!From Rexi Alexa :Sialan! Ini simpanse suka banget main ngancam!

  • Kakakku Yang Berengsek   Ogah Sama Barang Bekas

    Rexi berbaring di atas kasurnya sambil menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut tebal berwarna putihnya."Ck! Ngapain Bang Ice mabuk kayak gini, sih?! Enggak biasanya dia mabuk kayak gini," gumam Rexi sambil menghapus air matanya dengan kasar.Sekitar

  • Kakakku Yang Berengsek   Mine, Mine, Mine, And Mine

    "Jadi, lo cuma bicara bohong sama gue?!" tanya Rexi tak habis pikir.Al mengangkat kedua pundaknya secara bersamaan sebagai jawaban."Yang penting, gue lakuin ini sama lo karena mau tebus kesalahan gue yang udah nyakitin lo, ditambah lagi karena udah buat

  • Kakakku Yang Berengsek   Rexi Itu Kehidupan Papa

    Ting!Pesan laknat itu kembali masuk ke dalam ponsel Rexi.From Alvaro Addison :Ini chat gue, Rex.From Alvaro Addison :Bukan koran.From Alvaro Addison :Tolong, jangan just read doang.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status