Diary Dira

Diary Dira

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-29
Oleh:  Dillah_whjBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel12goodnovel
Belum ada penilaian
4Bab
7Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Pacaran terlalu lama ternyata tidak menjamin jika itu yang akan menjadi jodoh kita kelak. Ungkapan itu benar adanya dan tengah dialami sendiri oleh seorang pramugari cantik bernama Faldira Winara. Kisah asmara nya dengan polisi tampan bernama Araffa Satyaki itu harus kandas usai 4 tahun keduanya bersama, upaya mereka sedari awal untuk berusaha memperjuangkan restu dari ibunda Raffa ternyata tidak membuahkan hasil sama sekali. Ditengah gulatan kesedihan yang melanda itu, sosok lelaki tampan dengan sejuta pesona dengan nama Kaivan Arkananta Dananjaya datang dengan sukaraela sebagai obat dari luka yang ditengah diderita oleh Dira. Lalu bagaiamana dengan upaya dari Kaivan? Apakah ia bisa berhasil untuk menjadi obat dari Dira atau justru sebaliknya "Izinkan saya menjadi obat atas segala luka yang tengah menjerat mu"-kaivan Arkananta Dananjaya

Lihat lebih banyak

Bab 1

Awal 🍂

"Selamat malam. Seat berapa bapak?" Dira tersenyum ramah pada pria paruh bayah dengan setelan jas formal yang seperti nya tengah kebingungan mencari no tempat duduknya.

"3F, mbak"

"3F window seat di sebelah kiri. Mari saya antarkan"

Pria tadi ikut berjalan dibelakang Dira untuk mencari tempat duduknya,

Setibanya ditempat, Dira langsung mempersilahkan penumpang nya itu untuk segera duduk.

"Terimakasih banyak mbak" ulas sang penumpang dengan senyuman lega

Dira mengangguk dan tersenyum hangat membalas ulasan dari penumpang nya itu.

Selanjutnya Dira segera kembali ke galery depan. Ada ratusan penumpang lagi yang harus ia sambut dengan ramah tamah,

Sebenarnya secara spesifik ada 11 penumpang lagi yang harus ia tunggu, sebab pada hari ini Dira mendapat tanggungjawab 12 orang penumpang kelas bisnis.

Faldira Winara, nama yang tersemat dalam name tag didada sebelah kirinya itu.

Pramugari senior yang berkandang di business class dan telah mengudara selama sembilan tahun.

Hamparan gunung Sahara adalah wujud prestasinya yang mentereng. Cabin one- atau bahasa gampang nya adalah pimpinan pramugari dalam suatu penerbangan-sejak beberapa tahun belakangan. Bukan main-main perjuangan dari gadis asal Sumatra itu untuk bisa sampai diposisi tersebut, banyak hinaan serta cacian yang turut membarengi beliau untuk mengukir prestasi yang akhirnya bisa menjulang gemulang itu.

"Mama kangen banget loh sama mbak, Dira" ucap Wita tatkalah Dira yang baru saja mendudukkan bokongnya itu tepat disebelah gadis asal Solo itu.

Dira tersenyum kecil mendengar ungkapan Wita, oh ayolah tolong ingatkan Dira jika ia masih punya ibu angkat yang bawelnya melebihi ibu kandungnya sendiri saat ia beberapa kali dalam waktu libur tidak mengunjungi nya.

"Kamu kan tau, ta. Mbak waktu hari libur dibuat sibuk buat ngejar target deadline dari penerbit. "

Satu hal lagi teman-teman, Faldira Winara pramugari senior yang memiliki senyuman ramah itu nyatanya bukan hanya menggeluti satu bidang profesi saja, melainkan tiga sekaligus.

Ditengah-tengah kesibukannya mengudara, Dira masih bisa sempat-sempatnya mencari sampingan sebagai seorang penulis novel dan juga konten kreator dibeberapa sosial media. Jadi tak heran jika nama gadis asal Sumatra itu tak hanya terkenal didunia penerbangan saja, melainkan didunia maya juga tentunya.

"Nah itu makanya mbak, aku juga udah ngomong gitu ke mama. Tapi kan mbak tahu sendiri mama orang nya gimana. Aku aja yang anak kandung berasa jadi anak angkat nya tau gak mbak, kayaknya ya kita ini ketuker deh mbak sebenarnya. Aku yang anak angkat trus mbak Dira yang anak kandung nya mama"

Dira tertawa geli mendengar asumsi tak masuk akal dari Wita,

Bagaimana bisa ceritanya mereka tertukar? Sedangkan ia saja lahir dan besar dipulau Sumatra, lain halnya dengan Wita yang lahir dan besar dipulau Jawa.

Tanpa sadar penerbangan pada malam itu berlalu begitu cepat, hingga mereka bisa sampai ketempat tujuan dengan menempuh waktu 2 jam 30 menit dan ketinggian 40.000 kaki diatas permukaan laut.

Alhamdulillah nya landing kali ini berjalan dengan lancar,

Tanpa sadar sang pilot sudah mengumumkan ketimbaan mereka di bandara internasional Soekarno-Hatta.

Usai memastikan para penumpang bisa turun dengan tenang, Dira segera menemui para junior nya untuk memeriksa kesiapan pekerjaan mereka.

"Terimakasih atas kerja samanya pada hari ini, selamat beristirahat untuk kita semua.Dan sampai bertemu di esok hari" petuah Dira mengakhiri sesi pertemuan mereka.

Akhirnya waktu jam kerja telah berakhir, dengan langkah bergegas Dira menyeret koper bawaannya untuk menuju parkiran tepat dimana taksi pesanannya sudah menunggu disana.

"Maaf Pak karena sudah menunggu" ucap Dira saat supir taksi itu keluar untuk membantunya memasukkan koper.

"Maaf Pak tolong tangannya--" peringai Dira saat sang supir taksi dengan lancang menarik tangannya

"Pakk" bentak Dira geram atas ulah sang supir yang masih tetep menarik tangannya

"Mas Raffa" pekik Dira dengan ekpresi wajah kaget

Raffa yang menyamar sebagai supir taksi itu lantas membuka topi yang sedari tadi ia pakai untuk menutupi wajahnya itu.

Kedua tangan Raffa sudah terentang, oh yah jangan lupakan dengan senyuman manis dan menawan yang selalu membuat seorang Faldira Winara sampai kesem-seman.

"Tidak rindu dengan ku? " tanya Raffa disaat Dira yang tak kunjung membalas rentangan tangannya itu

Dira menggeleng kan kepala seraya tersenyum, detik selanjutnya ia langsung menghamburkan pelukan kepada Raffa.

Rasa rindu campur kesal benar-benar tengah menguasai hatinya saat ini,

Ia rindu karena sudah dua minggu menjalani hubungan jarak jauh dengan sang kekasih, serta rasa kesal karena Raffa yang jarang sekali menghubungi nya disaat sesi LDR mereka itu,

Dan nyatanya tahu-tahu Raffa datang dengan menyamar sebagai supir taksi.

"Hampir saja aku mau patahin tangan kamu, karena aku pikir supir taksi yang sudah kurang ajar sama aku"

Raffa terkekeh geli mendengar nya, tangan nya mengurai pelukan mereka dan beralih untuk merapikan sedikit anak rambut Dira yang berantakan.

"Sory honey"

"Enggak mau, pokoknya aku ngambek sama kamu" kedua pipi Dira menggembung yang membuat Raffa gemas sendiri,

"Terus kemana aja kamu selama ini? Jarang kasih kabar ke aku. Apa jangan-jangan kamu disana ganjen sama cewe-cewe disana sampai lupa sama pacar nya sendiri" Dira menjeda omelan nya untuk menarik napas "terus apa lagi coba ini datang-datang malah pakek nyamar jadi supir taksi segala, kamu ini bikin aku kesel tau gak? Pokoknya sekarang aku ngambek sama kamu, enggak mau ngomong sama kamu lagi"

Tangan Raffa mengelus lembut kedua pipi mulus Dira, lalu tangan nya meraih tangan Dira untuk dikecup dengan hangat

"Sory honey, mana mungkin aku berani lirik cewe lain sedangkan pacar aku sendiri lebih cantik dari apapun. Untuk masalah engga bisa ngehubungin karena disana aku benar-benar enggak ada waktu buat megang HP, maafin aku ya"

"Hmm, trus kenapa bisa nyamar jadi supir taksi segala? "

"Kalau itu rahasia"senyum Raffa yang membuat Dira gemas untuk melemparkan pukulan pada dada bidang sang pacar.

" Ngeselin banget sih pakai acara rahasiaan segala"

Raffa menghentikan tawa nya, kemudian pandangan menatap pokus kearah Dira yang membuat gadis itu sampai salah tingkah.

"By coba kamu tutup mata sebentar"

"Mau ngapain? " tanya Dira dengan raut wajah penasaran nya itu

Teman-teman tolong ingatkan Raffa untuk tidak khilaf melihat tingkah menggemaskan pacarnya itu.

Dira menurut untuk menutup kedua matanya itu "lama lagi gak sih mas? Aku udah penasaran banget nih"

Raffa terkekeh geli melihat kelakuan sang pacar yang katanya sudah penasaran tapi justru melakukan hal curang dengan mengitip dari sela-sela jarinya itu.

"Udah boleh dibuka? "

"Belum, tunggu dua windu lagi"

"Iss kelamaan, kamu mau buat tangan aku patah sampai harus nunggu dua windu buat buka nih mata"

"Kamu kok lucu banget sih by"

"Aku buka yaa"

1

2

3

"Suprise.... Selamat ulang pretty.

Semoga hari istimewa ini membawa kebahagiaan berlimpah dan kenangan berharga. I wanted to give you all my love for your birthday, but there's no box big enaugh to hold it. Happy birthday honey"

Kedua tangan Dira sudah berada ditangan, menutup mulutnya yang pasti saat ini sudah menganga karena reflek dengan suprise yang dilakukan Raffa saat ini.

Tanpa sadar kedua mata Dira saat ini sudah berkaca-kaca, rasa haru benar-benar mendominasi hatinya saat ini.

Langit malam dengan taburan bintang diangkasa seakan menjadi penambah kesan keromantisan yang diciptakan oleh Raffa padanya saat ini.

"Mas--" cicit Dira tak sanggup untuk melanjutkan perkataan nya lagi

"Maaf belum bisa jadi apa yang kamu inginkan selama ini honey"

Lihat sungguh merendah sekali sifat dari kekasih nya Dira itu.

"Ayo silakan berdoa atas satu tahun lebih tua ini"

Dira menutup kedua matanya untuk memanjatkan doa, oh ya jangan lupakan kedua pipi gadis itu masih tetap menggembung atas godaan dari pacar nya itu dengan kalimat satu tahun lebih tua itu.

Oh ayolah, bahkan saat ini usianya saja belum mencapai kepala tiga. Jadi bukan kah wajar jika dirinya tidak terima dengan kata satu tahun lebih tua itu.

"Aminn" turut Raffa saat Dira sudah membuka matanya dan mulai meniupkan lilin yang sedari tadi sudah menyala.

"Terimakasih atas suprise tak terduga ini, walaupun sebenarnya konsepnya agak random ya pak" kekeh Dira

"Jangan panggil pak dong honey" Dira terkekeh mendengar Protesan dari Raffa, memang selalu seperti ini Raffa selalu tidak mau dipanggil pak. Katanya itu seakan memberikan kesan ia seperti sudah tua saja, terkadang Dira heran sendiri dengan tingkah pacar nya itu yang tidak mau dipanggil pak. Padahal jelas-jelas di wilayah jam kerja nya pasti pacar nya itu dipanggil pak oleh junior nya.

Seperti sepasang kekasih pada umumnya,

Dua orang dewasa itu juga melakukan hal yang sama dalam sesi menghabiskan waktu bersama untuk melepaskan kerinduan yang melanda usai beberapa waktu tak berjumpa.

Didalam mobil taksi yang disewa oleh Raffa itu, keduanya bercengkrama bersama menceritakan segala aktivitas keseharian keduanya usai beberapa waktu tak bersama. Sebenarnya sesi cerita itu lebih didominasi oleh Dira yang menjadi pencerita sedangkan Raffa lebih ke pendengar yang setia dalam menanggapi setiap cerita yang dikatakan oleh Dira.

"Trus nasib orang nya sekarang gimana? " tanya Raffa sambil sesekali menyuapkan cake yang tadi sempat ia beli untuk Dira.

"Alhamdulillah nya sekarang orang nya itu sudah bisa kumpul bareng keluarga nya. Aduh sumpah deh mas aku baru kali ini dapet kejadian begini"

"By tolong ambilin tisu didalam situ"

Tangan Dira terulur membuka dasbor mobil,

Gerakan tangan nya terhenti saat tak sengaja memegang sesuatu hal yang agak mengganjal.

"Ini apa mas? "

Raffa menahan senyuman nya itu, membiarkan sang kekasih menerka-nerka benda apa yang ada didalam dasbor tersebut.

"Coba ambil"

Dahi Dira menyerit bingung saat mendapati kotak kecil dengan hiasan pita diatasnya.

Dengan wajah menahan gemas, Raffa menarik kotak tersebut dari tangan Dira.

Didalam kotak kecil tersebut, terdapat sebuah kotak bludru berwarna merah,

Dengan gerakan cepat tanpa sadar kotak tersebut sudah terbuka menampilkan sebuah cincin dengan permata indah berbentuk hati di tengah-tengah nya.

"Faldira Winara, Are You Marry Me"

Jantung Dira berdetak dua kali lebih cepat, matanya mulai berkaca kaca. Tanpa sadar mulut nya sudah terbuka akibat terkejut dengan lamaran tiba-tiba yang dilakukan sang kekasih.

Kedua sorot mata Dira mencoba menelisik ke dalam iris mata indah dari Raffa, mencari sebuah fakta apakah sang kekasih beneran serius dalam melamar nya saat ini, apakah ada tersirat kebohongan didalamnya.

Nyatanya itu semua tidak ditemukan oleh Dira, dan berarti Raffa saat ini memang tulus dan sungguh-sungguh meminta nya untuk menjadi pasangan nya kelak.

Sama halnya dengan Dira,

Raffa juga mengalami hal yang sama, Jantung nya berdetak tak beraturan. Menunggu jawaban kepastian dari sang kekasih, rasa risau mulai memenuhi otak dan hatinya.

Takut-takut jika Dira menolak lamaran nya saat ini.

"Sorry mungkin kamu mengira ini terlalu cepat by, tapi kalau aku merasa ini memang waktu yang tepat disaat kita sudah lama bersama. Aku tidak ingin membuat kamu berdosa terus menerus karena harus berhubungan dengan aku tanpa ada ikatan yang sah, aku ingin bisa melihat mu setiap hari tanpa ada batasan apapun yang menjadi penghalang. Aku sayang sama kamu by, rasanya aku gak bisa kalau sedetik saja harus berjauhan dari kamu. Aku ingin membawa mu berkelana bersama menjelajahi dunia ini, yang pasti nya sudah dalam ikatan yang diridhoi oleh Allah"

"Faldira Winara,Will You Marry Me" kata Raffa sekali lagi,

Dira diam tak bergeming, ia masii terkejut dengan lamaran dadakan ini. Memang untuk kurun waktu hubungan mereka terbilang sudah cukup lama.

Akan tetapi ada satu hal lagi yang masih sangat mengganjal untuk mereka bisa melangkah lebih jauh lagi.

Restu mama Raffa, yah itu dia masalahnya saat ini.

Otak Dira berputar putar menelisik apakah mama Raffa sudah bisa menerima dirinya menjadi seorang menantu, mengingat bagaimana sikap dari ibunda sang pacar yang secara terang terangan menunjukkan ketidak sukaanya tersebut.

"By-" panggil Raffa dengan lembut, melihat Dira yang masih tetap diam dengan mata yang berkaca kaca.

Sedetik kemudian tangis Dira pecah, yang membuat Raffa tentu saja kalang kabut,

Tangan nya meletakkan kotak cincin tadi,

Dengan cepat ia langsung menarik Dira ke dalam dekapan nya, membiarkan sang kekasih menumpahkan seluruh kesedihan yang tengah dirasa.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
4 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status