author-banner
Fitriani Nastar
Fitriani Nastar
Author

Novels by Fitriani Nastar

Cintai Aku Dengan Tulus, Pak CEO!

Cintai Aku Dengan Tulus, Pak CEO!

Menikah karena sebuah perjodohan membuat Gina harus merasakan pahitnya arti sebuah rumah tangga. Awalnya Gina mengira hubungannya akan semakin dekat dengan sang suami setelah dia menjabat sebagai sekretaris pribadi suaminya setelah dia menggantikan posisi sekretaris pribadi suaminya yang sebelumnya yang tak lain adalah mantan kekasih suaminya sendiri. Tetapi ternyata deritanya semakin bertambah. Batin dan fisik Gina rasakan sakitnya di dalam dunia kerja maupun di rumah tangganya dengan Nick.
Read
Chapter: Berakhir
"Jadi?" Briana bertanya sambil mengangkat alisnya dengan tinggi. "Semuanya sudah selesai," sahut Gina—Dia berjalan perlahan mendekat ke arah suaminya. "Apa kamu yakin kalau memenjarakan ibumu adalah pilihan yang terbaik?" tanya Gina sambil menatap suaminya dengan sangat serius. Nick tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya tanpa ragu. "Kita sekarang sudah berada di pengadilan dan ibu sudah duduk di kursi yang memang seharusnya dia tempati. Pihak media sudah menyoroti kita semua. Jadi, apalagi yang harus aku pilih selain daripada mengikuti pilihanku saat ini?" tanya Nick.Gina menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Ya, mereka sekarang memang sudah berada di persidangan dan bahkan Nyonya Abri sudah duduk di depan di kursi tersangka. Tak ada orang yang membela Nyonya Abri karena memang dari awal Tuan Arga meminta agar setiap pengacara tidak berpihak kepada Nyonya Abri. Sekarang tak ada satupun yang bisa membantu Nyonya Abri. Memangnya siapa yang ingin membantu orang yang men
Last Updated: 2026-01-25
Chapter: Hukuman Yang Setimpal
Semua orang yang ada di ruangan itu langsung terkaget bukan main saat mendengar pernyataan Tuan Arga. Tuan Arga meminta cerai pada Nyonya Abri."Sa-Sayang? Apa yang kamu katakan? Yang ingin bercerai itu Nick dan Gina. Kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu?" tanya Nyonya Abri tak percaya sambil menggelengkan kepalanya. Tuan Arga menatap ke arah Nyonya Abri."Untuk apa mempertahankan rumah tangga kita kalau kita sudah tidak sejalan lagi, Abri? Kau masih mencintai Arkane yang jelas-jelas dia adalah Ayah dari menantumu. Mana mungkin aku ingin hidup satu atap dengan orang yang tak mencintaiku, Abri? Kau juga tak ingin hidup satu atap dengan orang yang tak kau sukai, kan?" jelas Tuan Arga. "Daripada mereka yang bercerai, lebih baik kita berdua saja yang bercerai. Hubungan kita sudah sangat jelas, Abri. Di mana kau tak mencintaiku dan aku tak bisa terus menghalangimu agar berpisah denganku," jelas Tuan Arga."Aku tak ingin berpisah denganmu, Arga!" pekik Nyonya Abri sambil menggelengka
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: Kita Cerai
Sesuai apa yang Gina katakan pada Nick pada panggilan telepon beberapa hari lalu, sekarang mereka bertemu bersama kedua orang tua mereka di salah satu restoran berbintang di kota itu. "Aku tak menyangka kalau kau akan melakukan hal selicik ini hanya untuk balas dendam padaku, Abri," ucap Nyonya Briana membuka pembicaraan mereka pada makan malam itu. "Aku menerima undangan makan malam ini karena anakku yang merencanakannya. Aku datang ke sini bukan untuk memojokkanmu, Abri," ucap Nyonya Briana."Tetapi aku datang ke sini karena aku menghormati anakku," lanjut Nyonya Briana sambil mengelus rambut panjang Gina dengan lembut."Aku tak ingin basa-basi, bolehkah kalian langsung pada intinya? Aku tidak terlalu suka makan malam bersama seperti ini," ucap Nyonya Abri dengan ketus tanpa menatap ke arah Nyonya Briana maupun Gina. "Memangnya Ibu mau ke mana? Kenapa Ibu buru-buru sekali seperti itu?" tanya Gina—dia menatap mertuanya itu dengan tatapan ramah yang dibuat-buatnya. Nyonya Abri t
Last Updated: 2026-01-22
Chapter: Mengikuti Mama
Gina menggelengkan kepalanya, merasa kalau dia tidak akan bisa berada di posisi ibunya—tentang masa lalu antara mertuanya dan juga papanya. "Pantas saja Mama begitu marah kalau tentang perselingkuhan, itu karena Papa pernah melakukan hal buruk itu di belakang Mama dengan Ibu Nick yang tak lain merupakan sahabat Mama sekaligus Ibu mertuaku," gumam Gina—dia menghela nafas berat sambil memijat pelipisnya dengan lemas. "Aku sekarang akan mengikuti apa mau Mama. Aku tak bisa membayangkan kalau harus berbesanan dengan wanita yang pernah menjadi selingkuhan suamiku. Mama pasti merasa sangat terpukul sekali, tetapi dia harus terpaksa untuk memenuhi wasiat Kakek sebelum meninggal," gumam Gina miris. Gina sekarang lebih memilih jawaban yang diinginkan oleh ibunya. Dia tahu kalau rumah tangganya itu bergantung pada dirinya dan Nick karena yang menjalani rumah tangga itu adalah dia dan Nick—tapi kesehatan dan kepikiran ibunya adalah yang lebih utama. Gina ingin mempertahankan hubungan rum
Last Updated: 2026-01-22
Chapter: Luka Masa Lalu Briana
Gina sekarang berbaring di atas kasurnya—dia tadinya lebih memilih pulang sendiri sedangkan Nick yang tadi ingin ikut bersamanya dia larang dan meminta suaminya agar tetap berada di mansion orang tuanya dulu. Bukannya Gina tak merindukan suaminya atau dia tak senang bila dia seatap apalagi sekamar dengan suaminya, tetapi dia masih merasa terguncang dengan fakta yang baru saja dia dapatkan. "Jadi selama ini Ibu Nick pernah menjalin hubungan dengan Papa? Mereka berselingkuh saat mereka sudah memiliki pasangan masing-masing. Ibu Nick yang sudah menikah dengan ayah Arga dan Papa arkane sudah menikah dengan Mama," gumam Gina yang masih tidak percaya. Gina memijat keningnya yang terasa begitu pusing. Dia tak menyangka kalau alasan mengapa Nyonya Abri melakukan kejahatan itu sampai rela menjerumuskan anaknya ternyata dengan motif luka masa lalu perselingkuhannya. "Aku masih memiliki perasaan dengan Arkane dan aku iri dengan Briana yang selalu diperlakukan dengan sangat baik oleh Arkane. A
Last Updated: 2026-01-20
Chapter: Fakta Mengejutkan
"Jadi, memang benar kalau Ibu di balik semua ini? Ibu tidak setuju dengan pernikahanku dengan Gina? Lalu kenapa selama ini Ibu bersikap seolah-olah Ibu menerima pernikahanku dengan Gina? Aku tak menyangka kalau ternyata aku ditipu sejauh ini oleh Ibuku sendiri."Gina dan nyonya Abri tersentak kaget saat tiba-tiba suara berat Nick terdengar dengan begitu jelas dari belakang sana—Nick sadar atau memang dia hanya berbohong kalau dia sedang tertidur. "Sayang—""Aku tak menyangka kalau ibu akan melakukan ini sejauh ini. Bagaimana bisa Ibu berpikiran untuk menjatuhkan karir yang sudah aku bangun mulai dari nol sampai saat ini? Apa Ibu tidak memikirkan karirku?" tanya Nick tak habis pikir dengan tatapan yang tak pernah berkedip ke arah ibunya. "Kalau memang Ibu tidak menyetujui pernikahanku dengan Gina, mengapa Ibu dari awal seakan-akan memohon-mohon padaku agar mengabulkan permintaan nenek agar menikah dengan Gina? Kenapa Ibu melakukan semua sandiwara itu?" Nick bertanya dengan suara bera
Last Updated: 2026-01-20
Diceraikan Karena Mandul, Anak Jeniusku Bikin CEO Berlutut

Diceraikan Karena Mandul, Anak Jeniusku Bikin CEO Berlutut

Aku diceraikan Arka Dirgantara karena dianggap mandul, sementara ia tak pernah tahu bahwa aku pergi sambil mengandung anaknya. Lima tahun kemudian, aku kembali sebagai CEO perusahaan teknologi yang mampu menghancurkan Dirgantara Group bersama putraku, Arka Jr. Dan saat Arka terpaksa menikahiku lagi demi menyelamatkan perusahaannya, ia akhirnya harus menghadapi satu hal yang paling terlambat untuk disesali: kehilanganku.
Read
Chapter: CEO Jadi Meme
"Selamat pagi, selebritas internet," ujar Jr sambil menyodorkan tablet dengan senyum tipis. Arka baru saja duduk di meja makan setelah semalaman hampir tidak tidur. Arka masih memikirkan polling keluarga yang beredar semalam. Arka juga masih mengingat pesan-pesan penghinaan yang memenuhi grup keluarga Dirgantara. "Aku tidak sedang ingin bercanda," kata Arka sambil mengusap wajahnya. "Bagus, karena ini bukan bercanda," ujar Jr sambil mengetuk layar tablet. Arka mengambil tablet itu dengan malas. Dia langsung melihat sebuah gambar dirinya sedang membawa tas sekolah Jr. Arka memakai topi hitam dan berdiri di samping mobil seperti sopir pribadi. Di atas foto itu tertulis tulisan besar. MANTAN CEO PREMIUM. SEKARANG PAKET SUPIR SEKOLAH. Arka membeku selama beberapa detik, lalu membaca tulisan itu berulang kali. Rahangnya langsung mengeras. "Itu apa?!" tanya Arka sambil menunjuk layar. "Itu meme nomor satu hari ini," jawab Jr sambil mengangkat bahu. Amara yang sedang memb
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Nilai Ayah Mingguan
"Sidang penilaian ayah dimulai," ujar Jr sambil mengetuk map merah dengan pulpen kecil. Pagi itu ruang makan mansion terlihat lebih ramai dari biasanya. Arka duduk di kursi paling depan seperti terdakwa yang sedang menunggu vonis. Amara duduk di ujung meja sambil membuka laptop dan membaca laporan perusahaan. "Kenapa harus pakai sidang segala?" tanya Arka sambil menyandarkan tubuh ke kursi. "Karena kegagalan Om Botak harus didokumentasikan," jawab Jr sambil mengangkat dagunya. Arka mengembuskan napas panjang. Arka sudah bisa menebak pagi itu tidak akan berjalan tenang. Arka bahkan merasa rapat direksi lebih mudah daripada menghadapi bocah lima tahun itu. "Silakan lihat halaman pertama," ujar Jr sambil membuka map merah. Jr mendorong map itu ke depan Arka. Tabel warna-warni langsung memenuhi pandangan Arka. Grafik, angka, dan diagram memenuhi hampir setiap halaman. "Kamu bikin ini sendiri?" tanya Arka sambil mengernyit. "Tentu saja," jawab Jr sambil melipat tangan di dada. Ark
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: TUGAS SUPIR PREMIUM
"Om Botak, hari ini ada misi baru," ujar Jr sambil mengangkat tablet di depan wajah Arka. Bocah itu mengangkat dagunya dengan ekspresi puas. Arka berdiri di depan meja makan sambil membawa piring sarapan. Wajahnya masih lelah setelah semalaman membaca berita yang menghancurkan reputasinya. Foto dirinya sebagai sopir pribadi Jr masih menjadi bahan tertawaan di media sosial sejak kemarin. "Mission briefing jam enam pagi termasuk pelanggaran HAM," kata Arka sambil meletakkan piring. Rahangnya mengeras menahan kesal. "Denda sepuluh juta karena mengeluh," ucap Jr sambil mengetuk layar tablet. Senyumnya melebar penuh kemenangan. Amara duduk di ujung meja sambil membuka dokumen kerja. Tatapannya tetap fokus pada layar laptop. Lingkar samar di bawah matanya terlihat lebih jelas dibanding beberapa minggu lalu. "Misinya apa?" tanya Arka sambil menarik kursi. "Supir premium," jawab Jr sambil mengayunkan kaki. Arka mengerutkan kening. Arka sudah hafal bahwa setiap tugas dari Jr selalu bera
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Berita Pagi Paling Memalukan
"Om Botak masuk berita lagi," ujar Jr sambil mengangkat tablet dengan senyum lebar. Pagi itu suasana ruang makan mansion terasa sunyi. Arka baru duduk setelah selesai menyiapkan sarapan. Amara sudah membuka laptop sejak lima menit lalu. "Berita apa lagi?" tanya Arka sambil mengernyit. "Berita kematian harga diri," jawab Jr sambil menyeringai. Jr mendorong tablet ke depan Arka. Layar menampilkan portal bisnis terbesar di Indonesia. Foto Arka yang sedang memayungi Jr di depan sekolah terpampang besar di halaman utama. "Bagus juga fotonya," kata Jr sambil menunjuk layar. Arka membaca judul berita itu perlahan. Wajahnya langsung mengeras. Dadanya terasa sesak melihat foto-foto berikutnya. "CEO Jatuh Karena Perempuan Misterius. Kini Jadi Sopir Anak Misterius." "Aku bukan anak misterius," protes Jr sambil melipat tangan. "Diam sebentar," ucap Arka sambil menekan pelipisnya. "Aku terkenal sekarang," kata Jr sambil mengangkat dagu. "Yang terkenal itu aku," balas Arka sambil mengemb
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: CEO Jatuh Karena Perempuan Misterius
"Papa Botak masuk berita lagi," ujar Jr sambil mengangkat tablet dengan alis terangkat. Arka menghentikan langkahnya di depan meja makan. Dia baru selesai membuat sarapan dan masih memakai celemek yang dibelikan Jr minggu lalu. Arka langsung merasakan firasat buruk saat melihat senyum kecil di wajah anak itu. "Apa kali ini saham Dirgantara turun lagi?" tanya Arka sambil menarik kursi. "Lebih parah," jawab Jr sambil menunjuk layar tablet dengan bibir menyeringai. Amara duduk di ujung meja sambil membuka dokumen rapat pagi. Dia memegang cangkir kopi tanpa ikut campur. Amara terlihat tenang, tetapi lingkaran hitam tipis mulai muncul di bawah matanya. Arka mengambil tablet itu, lalu membaca judul berita yang terpampang besar di halaman utama media bisnis nasional. Arka langsung mengencangkan rahangnya. "CEO Jatuh Karena Perempuan Misterius. Mantan Raja Es Kini Jadi Sopir Pribadi Mantan Istri." "Aduh, judulnya bagus," kata Jr sambil bertepuk tangan kecil. "Itu bukan sesuatu
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Tanda Tangan Kejatuhan
"Pak Arka, semua direksi sudah menunggu di ruang rapat utama," ujar sekretaris sambil menggenggam map biru di dadanya. Arka menghentikan langkah di depan lift sambil menatap koridor panjang yang mengarah ke ruang rapat lantai dua puluh tujuh. Arka merasakan firasat buruk sejak membuka mata pagi itu. Jr duduk di sofa lobi sambil memainkan tablet. Dia menggoyangkan kaki pendeknya dengan santai. Jr terlihat terlalu bahagia untuk seorang anak yang baru berangkat sekolah. "Hari ini bakal seru, Om Botak," ujar Jr sambil menyeringai lebar. Arka mengembuskan napas panjang, lalu melirik Amara yang berdiri di dekat jendela. Amara sedang membaca laporan keuangan tanpa sedikit pun menoleh. "Kamu tahu sesuatu?" tanya Arka sambil mengernyitkan dahi. "Tahu dong," jawab Jr sambil mengangkat bahu santai. Amara menutup map hitam di tangannya sambil merapikan blazer putih yang membungkus tubuh rampingnya. Amara lalu berjalan lebih dulu menuju ruang rapat tanpa menunggu siapa pun. "Ayo, w
Last Updated: 2026-05-31
Kakakku Yang Berengsek

Kakakku Yang Berengsek

Alvaro Addison, seorang pria yang memiliki sikap dingin dan semena-mena.Sikap dingin dan sikap semena-mena Alvaro semakin menjadi-jadi setelah sang ibu menikah dengan salah satu CEO yang memiliki seorang putri yang bernama Rexi Alexa atau kerap kali dipanggil Rexi.Rexi sangat membenci fakta dan kenyataan bahwa ayahnya akan menikah dengan seorang wanita yang memiliki seorang anak laki-laki, apalagi saat Rexi tahu kalau ternyata wanita itu adalah ibu Alvaro.Tapi,Tuhan tidak mengabulkan permintaan Rexi karena pernikahan sang ayah tetap berlangsung.Rexi depresi dan frustasi saat setelah pernikahan ayahnya itu, apalagi saat Al sudah bersikap tak masuk akal kepada Rexi.Bagaimana jadinya jika Rexi Alexa si keras kepala bertemu dengan Alvaro Addison si pria semena-mena?Akankah mereka saling menerima satu sama lain? Ataukah mereka akan berakhir dengan dendam yang sama?
Read
Chapter: Rumah Bernama Kita
Bongouvile Hospital, 09:12 - Delapan bulan kemudian. Ruang bersalin itu penuh suara tangis. Bukan tangis sedih. Tangis bayi laki-laki yang baru kenal dunia, keras, menuntut, hidup. Rexi Addison terbaring lemas di ranjang. Rambutnya basah, wajahnya pucat, tapi senyumnya lebar. Tangannya gemetar saat menerima gumpalan kecil yang diselimuti kain biru dari suster. Alvaro Addison berdiri di sampingnya. Cowok yang dulu cuma bisa nyeringai sekarang matanya berkaca-kaca. Tangannya yang biasa nampol orang, sekarang megangin kepala anaknya hati-hati banget. "Hai, jagoan," bisik Alvaro. Suaranya serek. "Gue papa lo." Altair Alexa Addison. Itu nama yang mereka pilih jam 3 pagi waktu Rexi ngidam mi instan. Altair, si bintang paling terang. Alexa, biar dia nggak lupa dia anak ibu yang kuat. Bellina berdiri di pojok, ngerekam pake HP sambil nangis. "Cakep banget cucu Mama... mirip Al waktu bayi, galak." "Ma, jangan zoom jerawat gue," protes Alvaro, tapi nggak ngelepas pandangannya dari Altair
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Badai Balas Dendam
Apartemen Alvaro, 02:17 - Rexi kebangun karena suara gedoran pintu. Bukan ketok santai. Gedoran kayak mau ngancurin engsel. Alvaro udah berdiri di depan pintu, kaosnya kusut. Matanya merah, tapi awas. "Siapa?" "Polisi! Buka pintu!" Rexi duduk kaku di kasur. Tangannya refleks megang perut. "Al..." Alvaro kasih isyarat suruh diem. Dia ngintip dari lubang pintu. Dua orang berseragam, satu lagi pake kemeja. Barack Maxis berdiri di belakang mereka, wajahnya nggak kalah merah dari mata Alvaro. Alvaro buka pintu setengah. "Ada apa malem-malem, Pak?" "Alvaro Addison, kami dapat laporan penculikan anak di bawah umur dan pembawaan kabur dari rumah sakit," kata polisi paling depan. "Rexi Alexa ada di dalam?" Barack nyelonong maju. "Rexi! Papa tahu kamu di dalam! Keluar sekarang!" Alvaro ngehalang pake badannya. "Istri saya lagi istirahat. Gangguin besok aja." "Istri?!" Barack nyaris nabrak pintu. "Kamu nikahin anak saya tanpa wali?! Itu nggak sah!" "Sah, Pak," suara Bellina muncul dar
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Kawin Lari Bawah Sumpah
Apartemen Alvaro Addison, 14:33 - Pintu apartemen dibanting menutup. Suara debamnya memantul di ruang tamu yang sepi. Alvaro menurunkan Rexi pelan ke sofa kulit hitam. Napas Rexi masih tersengal. Wajahnya pucat, tapi matanya nyala. Bukan nyala amarah lagi. Nyala orang yang udah mutusin buat perang. Bellina masuk terakhir. Napasnya ngos-ngosan, tangannya masih menggenggam ponsel. "Al, lo gila! Lo bawa Rexi kabur dari rumah sakit dalam kondisi gitu!" Alvaro melempar jaketnya ke lantai. Dia berlutut di depan Rexi, menggenggam tangan Rexi yang dingin. "Lo mau minum? Makan? Obat?" Rexi menggeleng. Dia menatap Alvaro lurus. "Gue mau nikah. Sekarang." Bellina mengusap wajah. "Rexi, sayang. Kalian berdua lagi emosi. Pernikahan nggak bisa—" "Bisa, Ma," potong Alvaro. Dia berdiri, menatap Bellina tegas. "Ma urus penghulu. Urus saksi. Urus semua suratnya. Hari ini." "Alvaro Addison! Kamu dengerin Mama!" Bellina mulai naik nadanya. "Rexi masih di bawah umur! Kalian butuh wali! Barack ngga
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Ibu Yang Pulang Membawa Luka
Ruang inap Rexi mendadak jadi medan perang yang sunyi. Udara dingin AC rumah sakit Bongouvile kalah sama hawa panas dari empat pasang mata yang saling kunci. Meki Alexa berdiri mematung di ambang pintu. Air mata menggenang di pelupuk matanya saat menatap Rexi yang pucat di ranjang. Bibirnya gemetar menyebut nama itu lagi. "Rexi... anakku..." suara Meki pecah. Tangannya terulur, tapi tertahan di udara. Rexi menatap Meki lekat. Wajah yang selama tujuh belas tahun cuma dia lihat di foto usang dalam laci Barack. Wajah yang dia benci, dia rindukan, dan dia kubur dalam-dalam bersama makam yang nggak pernah dia ziarahi. Barack Maxis berdiri kaku di pojok ruangan. Darahnya seperti berhenti mengalir. Wajahnya pucat pasi, lebih putih dari seprai rumah sakit. Rahasia yang dia pendam delapan belas tahun akhirnya berdiri di depannya, hidup-hidup. Alvaro Addison duduk di sisi ranjang Rexi. Tangannya melingkar protektif di pinggang Rexi. Matanya nyalang, melirik bergantian ke Meki, ke Anggara,
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Empat Mangsa Dalam Sekali Gerak
-INDONESIA - APARTEMEN ANGGARA - 20:12 -Anggara melihat Meki yang berbaju rapi turun dengan terburu-buru dari kamarnya."Mau ke mana lo?" tanya Anggara pada wanita berusia tiga puluh tahunan itu."Mama mau pergi ke rumah sakit," jawab Meki."Lo mau jenguk siapa?" tanya Anggara lagi."Papamu," jawab Meki."Ck! Lo stres atau gimana?! Bukannya bokap gue lagi di Singapura?! Sejak kapan rumah sakit yang di Singapura pindah ke Indonesia?!" seru Anggara meremehkan Meki."Papamu dipindahkan d
Last Updated: 2021-12-28
Chapter: Buat Dia Jatuh Cinta
Indonesia, 10:49 -Anggara mengepalkan tangannya saat melihat pemandangan panas antara Al dan Rexi. Ingin rasanya Anggara melayangkan tinjunya kepada Al, tetapi dengan cepat dia meredamkan semua niatnya demi menjaga image di depan Bellina, Barack dan Rexi.Anggara hanya tersenyum sinis, lalu melipat kedua tangan di depan dadanya."Terima kasih karena sudah memberikan saya ilmu untuk praktek. Akan saya usahakan saat menikah dengan Rexi nanti, pembelajaran yang anda berikan kepada saya akan saya laksanakan lebih baik lagi daripada cara anda," kata Anggara dengan nada santai dan berhasil membuat emosi Al memuncak."Ang-"
Last Updated: 2021-12-28
My Sugar Daddy, My Angel

My Sugar Daddy, My Angel

Angel Anneliese, sosok gadis SMA yang berumur 16 tahun dan berakhir menjadi seorang sugar baby. Wajah cantik, perilaku imut dan tingkah polosnya berhasil membuat pria yang berumur 14 tahun lebih tua darinya itu langsung tergila-gila untuk menjadikannya seorang sugar baby. Nick Brechtje, sosok pria yang begitu egois dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, berhasil membuat seorang Angel Anneliese yang terbilang tidak peduli dengan cinta itu berhasil bertekuk lutut. Nick yang juga membenci dengan yang namanya 'Status Pengikat' pada akhirnya langsung terbuai oleh gadis mungil itu dan menjadikannya seorang sugar baby. Bagaimana kehidupan Angel saat setelah menjadi seorang sugar baby sesuai dengan keinginannya? Apakah dia mendapatkan kebahagiaan sama seperti apa yang dia ekspektasikan? Ataukah dia mendapatkan kenyataan yang berbanding terbalik dari ekspektasinya?
Read
Chapter: Titik Tamat
Beijing, 18 Desember 2026, 8:00 AMEnam bulan. Seratus delapan puluh tiga hari sejak Angel usir Nick dari hidupnya di butik itu.Apartemen lantai 12 itu udah beda. Dinding putih diganti sage green. Sofa kulit hitam Nick udah Angel jual ke Xianyu, uangnya Angel donasiin ke Beijing Pet Shelter. Sekarang ada sofa kuning mustard yang Angel sama Evie pilih sambil debat 3 jam di IKEA Chaoyang.Di meja kerja ada frame foto baru: Angel sama Evie di Disneyland Tokyo, Hilde lagi nyengir pake bando kelinci di Houhai, Papa Angel meluk Angel pas orientasi kampus. Di dinding ada piagam: _Angel Anneliese, Bachelor of Arts in Communication, School of Journalism and Communication, Tsinghua University, Cum Laude, GPA 3.89/4.0_Nggak ada foto Nick. Nggak ada Bryan. Nggak ada Angelina. Nggak ada jejak mereka kecuali bekas paku di dinding yang sekarang ketutup poster Rotterdam.Jam 9 pagi ini sidang skripsi Angel. Judulnya: _“The Representation of Toxic Relationships on Douyin and Its Impact on Gen Z Ment
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Nama Yang Sama, Luka Yang Beda
Beijing, 1:15 PMTiga hari. Sudah tiga hari sejak Angel tendang koper berisi semua jejak Nick Brechtje ke kontainer sampah basement. Tiga hari tanpa notifikasi dari nama itu. Tiga hari tanpa tangisan jam 3 pagi.Hari ini Evie nyeret Angel keluar kamar. "Kalau terus di kamar, kamu jamuran, Ngel. Ikut aku ke launching butik temen Hilde. Cuci mata, cuci hati."Angel ngalah. Angel pake dress hitam A-line selutut, rambut dikuncir rendah, no make up. Pipinya udah nggak bengkak, tapi kalau disentuh masih ada nyeri samar. Bekas tamparan Nick itu nggak hilang secepat Angel blokir nomornya.Butiknya di Sanlitun. Rame. Lampu gantung kristal, meja champagne, cewek-cewek sosialita Beijing dengan tas yang harganya bisa bayar kuliah Angel dua semester. Angel nggak kenal siapa-siapa. Angel cuma berdiri di pojok, pegang gelas sparkling water, pura-pura sibuk merhatiin manekin."Aku nggak cocok di sini," batin Angel. "Tapi lebih baik daripada ketemu bayangan Nick di setiap sudut apartemen.""Angel Anne
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Menghapus Bayangan
Beijing, 12:03 PMHujan di luar belum reda sejak Nick dan Bryan pergi dari kamar Angel. Air matanya juga belum.Evie masih meluk Angel di lantai kamar yang dingin. Punggung Angel sesenggukan."Vie," suara Angel serak. "Bantu aku berdiri."Evie ngangguk. Dia papah Angel ke kasur lagi. Selimut tebal Evie selimutin ke tubuh Angel yang masih gemetar."Kamu tidur dulu. Aku bikin teh anget," kata Evie.Angel megang tangan Evie cepat. "Jangan tinggalin aku sendiri dulu. Lima menit aja."Evie diem, terus duduk lagi di pinggir kasur. Tangannya ngelus rambut Angel yang lengket karena keringat dan air mata."Kenapa hidup nggak adil, Vie?" tanya Angel pelan. Matanya natap langit-langit. "Kenapa aku harus jadi Angel kedua? Kenapa bukan Angel yang pertama buat seseorang?""Karena kamu lebih dari itu, Ngel," jawab Evie. "Kamu bukan kedua. Kamu satu-satunya Angel Anneliese. Angelina Jolie udah masa lalu mereka. Kamu masa depan kamu sendiri."Angel ketawa hambar. "Masa depan yang ditampar sama masa la
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Mantan Yang Angel Benci
Beijing, 11:20 AMKepala Angel masih nyut-nyutan. Demamnya belum turun juga sejak Nick pergi tadi subuh. Tapi yang lebih panas dari kening Angel sekarang adalah dadanya.Evie baru saja pulang kuliah dan bawakan bubur. Evie duduk di pinggir kasur sambil nyuapin Angel paksa."Makan, Ngel. Kamu belum makan dari kemarin," ucap Evie.Angel gelengin kepala. Nggak nafsu. Yang ada di otak Angel cuma nama Nick, tamparan itu, dan kata _having sex_."Hmm... Ada yang mau aku kasih tahu kamu, tapi aku takut kamu tambah drop," kata Evie ragu.Angel lirik Evie. "Apaan?"Evie narik napas. "Aku tadi nggak sengaja denger Hilde ngomong sama Bryan di kampus. Tentang... Angelina Jolie.""Angelina Jolie?" tanya Angel bingung. Nama itu asing di telinganya.Evie gigit bibirnya. "Mantan pacar Bryan. Tapi... dia juga pernah tidur sama Nick. Dan itu sebelum kamu kenal Nick."Deg.Dunia kayak berhenti muter bagi Angel. Sendok yang Evie pegang jatuh ke lantai."Maksud kamu?" suara Angel pelan, hampir nggak kedeng
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Seperti Mama
Sekolah, 17:23 -"Lo tadi bilang kalau hari ini lo mau pulang bareng gue, kan?" tanya Evie sambil melirik ke arah Angel yang tengah memasukkan beberapa alat tulisnya ke dalam tas.Angel hanya menganggukkan kepalanya sambil berdeham malas sebagai jawaban."Tumben sekali kamu menawarkan aku untuk pulang bersama. Apa kamu sudah sadar kalau aku tidak sebodoh dengan apa yang kamu pikirkan?" tanya Angel dengan sinis dan menyindir sambil melirik ke arah sahabatnya.Evie hanya bisa tertawa bodoh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Bukannya gue nggak tahu kalau lo ternyata tahu yang sebenarnya. Tapi, gue cuma berusaha buat lo biar lo bisa dekat dan kembali lagi sama Nick," ujar Evie tanpa rasa takutnya.Angel memutar kedua bola matanya dengan begitu malas saat mendengarkan penuturan dari sahabatnya itu."Aku tahu kalau kamu melakukan semua itu hanya untuk bonus mu yang bertambah tinggi, kan? Aku tahu kalau pria tua itu menjanjikan ka
Last Updated: 2021-11-06
Chapter: Katakan Kalau Kalian Saling Mengenal
Besoknya -Sekolah, 12:36 -"Ngel, mau ke kantin bareng gue enggak?" tanya Evie.Angel yang memasukkan semua alat tulisnya di dalam tas langsung mengalihkan pandangannya ke arah Evie."Uhm ... Aku mau kerjakan beberapa soal dulu baru mau ke kantin, Vie. Lagi pula, aku belum ada rasa lapar sedikitpun," jawab Angel lembut."Ya udah deh kalau gitu. Gue nungguin lo aja dulu buat kerja soalnya, habis itu kita ke kantin sama-sama," ujar Evie.Angel menatap ke arah Evie dengan sebelah alis yang terangkat."Tumben banget kamu asal terima saja, Vie. Biasanya kamu enggak bisa banget kalau aku tolak kamu untuk ke kantin. Ada apa ini?" tanya Angel curiga.Evie memutar kedua bola matanya dengan begitu malas saat mendengarkan pertanyaan curiga dari Angel."Jadi, di sini gue salah lagi, anjir?! Gue nolak mau lo salah. Gue terima mau lo, salah juga. Serba salah banget gue!" kesal Evie.Angel terkekeh."Habisnya aku cuma he
Last Updated: 2021-11-03
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status