Share

Surat Peringatan

Penulis: Fitriani Nastar
last update Tanggal publikasi: 2021-05-16 05:36:00

Al terduduk di kursi kelasnya sambil memegangi kedua bibirnya dengan pelan. Bahkan sesekali dia mengusap bibirnya itu dengan pelan pula.

Tiba-tiba saja bibir Al tersenyum tipis tanpa sepengetahuan pemiliknya.

"Nih anak kenapa, sih? Ngapain dia senyam-senyum enggak jelas?" tanya Deian di dalam hatinya saat melihat tingkah Al yang tak biasanya.

Tuk!

Al tersentak kaget karena Deian yang tiba-tiba menepuk pundaknya dengan sedikit

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kakakku Yang Berengsek   Rumah Bernama Kita

    Bongouvile Hospital, 09:12 - Delapan bulan kemudian. Ruang bersalin itu penuh suara tangis. Bukan tangis sedih. Tangis bayi laki-laki yang baru kenal dunia, keras, menuntut, hidup. Rexi Addison terbaring lemas di ranjang. Rambutnya basah, wajahnya pucat, tapi senyumnya lebar. Tangannya gemetar saat menerima gumpalan kecil yang diselimuti kain biru dari suster. Alvaro Addison berdiri di sampingnya. Cowok yang dulu cuma bisa nyeringai sekarang matanya berkaca-kaca. Tangannya yang biasa nampol orang, sekarang megangin kepala anaknya hati-hati banget. "Hai, jagoan," bisik Alvaro. Suaranya serek. "Gue papa lo." Altair Alexa Addison. Itu nama yang mereka pilih jam 3 pagi waktu Rexi ngidam mi instan. Altair, si bintang paling terang. Alexa, biar dia nggak lupa dia anak ibu yang kuat. Bellina berdiri di pojok, ngerekam pake HP sambil nangis. "Cakep banget cucu Mama... mirip Al waktu bayi, galak." "Ma, jangan zoom jerawat gue," protes Alvaro, tapi nggak ngelepas pandangannya dari Altair

  • Kakakku Yang Berengsek   Badai Balas Dendam

    Apartemen Alvaro, 02:17 - Rexi kebangun karena suara gedoran pintu. Bukan ketok santai. Gedoran kayak mau ngancurin engsel. Alvaro udah berdiri di depan pintu, kaosnya kusut. Matanya merah, tapi awas. "Siapa?" "Polisi! Buka pintu!" Rexi duduk kaku di kasur. Tangannya refleks megang perut. "Al..." Alvaro kasih isyarat suruh diem. Dia ngintip dari lubang pintu. Dua orang berseragam, satu lagi pake kemeja. Barack Maxis berdiri di belakang mereka, wajahnya nggak kalah merah dari mata Alvaro. Alvaro buka pintu setengah. "Ada apa malem-malem, Pak?" "Alvaro Addison, kami dapat laporan penculikan anak di bawah umur dan pembawaan kabur dari rumah sakit," kata polisi paling depan. "Rexi Alexa ada di dalam?" Barack nyelonong maju. "Rexi! Papa tahu kamu di dalam! Keluar sekarang!" Alvaro ngehalang pake badannya. "Istri saya lagi istirahat. Gangguin besok aja." "Istri?!" Barack nyaris nabrak pintu. "Kamu nikahin anak saya tanpa wali?! Itu nggak sah!" "Sah, Pak," suara Bellina muncul dar

  • Kakakku Yang Berengsek   Kawin Lari Bawah Sumpah

    Apartemen Alvaro Addison, 14:33 - Pintu apartemen dibanting menutup. Suara debamnya memantul di ruang tamu yang sepi. Alvaro menurunkan Rexi pelan ke sofa kulit hitam. Napas Rexi masih tersengal. Wajahnya pucat, tapi matanya nyala. Bukan nyala amarah lagi. Nyala orang yang udah mutusin buat perang. Bellina masuk terakhir. Napasnya ngos-ngosan, tangannya masih menggenggam ponsel. "Al, lo gila! Lo bawa Rexi kabur dari rumah sakit dalam kondisi gitu!" Alvaro melempar jaketnya ke lantai. Dia berlutut di depan Rexi, menggenggam tangan Rexi yang dingin. "Lo mau minum? Makan? Obat?" Rexi menggeleng. Dia menatap Alvaro lurus. "Gue mau nikah. Sekarang." Bellina mengusap wajah. "Rexi, sayang. Kalian berdua lagi emosi. Pernikahan nggak bisa—" "Bisa, Ma," potong Alvaro. Dia berdiri, menatap Bellina tegas. "Ma urus penghulu. Urus saksi. Urus semua suratnya. Hari ini." "Alvaro Addison! Kamu dengerin Mama!" Bellina mulai naik nadanya. "Rexi masih di bawah umur! Kalian butuh wali! Barack ngga

  • Kakakku Yang Berengsek   Ibu Yang Pulang Membawa Luka

    Ruang inap Rexi mendadak jadi medan perang yang sunyi. Udara dingin AC rumah sakit Bongouvile kalah sama hawa panas dari empat pasang mata yang saling kunci. Meki Alexa berdiri mematung di ambang pintu. Air mata menggenang di pelupuk matanya saat menatap Rexi yang pucat di ranjang. Bibirnya gemetar menyebut nama itu lagi. "Rexi... anakku..." suara Meki pecah. Tangannya terulur, tapi tertahan di udara. Rexi menatap Meki lekat. Wajah yang selama tujuh belas tahun cuma dia lihat di foto usang dalam laci Barack. Wajah yang dia benci, dia rindukan, dan dia kubur dalam-dalam bersama makam yang nggak pernah dia ziarahi. Barack Maxis berdiri kaku di pojok ruangan. Darahnya seperti berhenti mengalir. Wajahnya pucat pasi, lebih putih dari seprai rumah sakit. Rahasia yang dia pendam delapan belas tahun akhirnya berdiri di depannya, hidup-hidup. Alvaro Addison duduk di sisi ranjang Rexi. Tangannya melingkar protektif di pinggang Rexi. Matanya nyalang, melirik bergantian ke Meki, ke Anggara,

  • Kakakku Yang Berengsek   Empat Mangsa Dalam Sekali Gerak

    -INDONESIA - APARTEMEN ANGGARA - 20:12 -Anggara melihat Meki yang berbaju rapi turun dengan terburu-buru dari kamarnya."Mau ke mana lo?" tanya Anggara pada wanita berusia tiga puluh tahunan itu."Mama mau pergi ke rumah sakit," jawab Meki."Lo mau jenguk siapa?" tanya Anggara lagi."Papamu," jawab Meki."Ck! Lo stres atau gimana?! Bukannya bokap gue lagi di Singapura?! Sejak kapan rumah sakit yang di Singapura pindah ke Indonesia?!" seru Anggara meremehkan Meki."Papamu dipindahkan d

  • Kakakku Yang Berengsek   Buat Dia Jatuh Cinta

    Indonesia, 10:49 -Anggara mengepalkan tangannya saat melihat pemandangan panas antara Al dan Rexi. Ingin rasanya Anggara melayangkan tinjunya kepada Al, tetapi dengan cepat dia meredamkan semua niatnya demi menjaga image di depan Bellina, Barack dan Rexi.Anggara hanya tersenyum sinis, lalu melipat kedua tangan di depan dadanya."Terima kasih karena sudah memberikan saya ilmu untuk praktek. Akan saya usahakan saat menikah dengan Rexi nanti, pembelajaran yang anda berikan kepada saya akan saya laksanakan lebih baik lagi daripada cara anda," kata Anggara dengan nada santai dan berhasil membuat emosi Al memuncak."Ang-"

  • Kakakku Yang Berengsek   Lihat Praktek Secara Langsung

    Alvaro Addison!" teriak Barack.Al tidak memperdulikan teriakan Barack, tetapi membalasnya hanya dengan sebuah senyuman tipis.Dengan kasar Barack menarik kerah Al untuk mundur. Dan tarikan Barack berhasil menghentikan aktifi

  • Kakakku Yang Berengsek   Cara Ampuh Membangunkan Rexi

    Rumah sakit, 21:12 -"Apa yang terjadi dengan Rexi?!" tanya Barack dengan khawatir saat baru datang."Masih perduli lo sama anak sendi

  • Kakakku Yang Berengsek   Kenapa Harus Anggara?!

    Indonesia, 06:13 -Ice terbangun dari tidurnya, dia menguap dengan lebar.Pandangan mata pria itu teralih untuk menatap seorang wanita

  • Kakakku Yang Berengsek   One Night Stand

    Dentuman musik di tempat hiburan malam itu menggema di telinga para pengunjungnya, termasuk Ice.Malam ini, Ice menghabiskan beberapa jam waktunya untuk menikmati beberapa botol minuman keras di salah satu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status