首頁 / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 208 Mengalahkan para Preman

分享

208 Mengalahkan para Preman

作者: Heartwriter
last update publish date: 2026-06-04 23:37:18

Cindy panik. "Wandra, dengar, kamu jangan langsung keluar dari kampus setelah kuliah selesai. Tunggu di sini sampai paman keempatku datang. Dia akan melindungimu. Para preman itu jumlahnya banyak."

"Aku akan pulang seperti biasa," Wandra berkata dengan tenang. Dia memberi isyarat kepada Cindy untuk tetap mengikuti pelajaran. "Diamlah. Sekarang masih jam kuliah."

Cindy mencoba menelpon paman keempatnya. Pamannya, yang bernama Damar, mengangkat di seberang. Tapi kabar yang dia dengar tidak mengge
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   238 Hancurnya sebuah Organisasi

    Hana yang mengintip dari jendela lantai dua langsung jatuh terduduk karena kakinya tidak kuat menopang tubuhnya. Di bawah sana, di parkiran depan klub, ratusan orang berdiri dengan berbagai senjata di tangan mereka. Tongkat besi, parang, pisau, bahkan beberapa orang terlihat membawa senjata api. Puluhan motor dan puluhan mobil diparkir mengepung seluruh area depan klub."Habis..." Hana berbisik dengan suara yang hampir tidak terdengar. "Kita habis..."Wandra berdiri dari kursinya dan berjalan ke pintu depan klub dengan langkah yang sama tenangnya seperti saat dia berjalan ke kampus setiap pagi.Dia membuka pintu dan melangkah keluar ke parkiran.Ratusan pasang mata langsung tertuju padanya. Suasana yang tadi ribut mendadak hening. Mereka melihat seorang pemuda berumur delapan belas tahun berdiri sendirian di depan pintu klub dengan tangan di saku celana dan ekspresi yang setenang air.Dari salah satu mobil mewah yang diparkir di barisan depan, seorang pria berumur sekitar lima puluh t

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   237 Jarwo

    Pemimpin rombongan itu adalah seorang pemuda berumur sekitar dua puluh dua tahun. Dia cukup tampan dengan rambut yang dimodel ke atas dan mengenakan jaket kulit hitam yang mahal. Tapi ada sesuatu yang tidak menyenangkan di matanya. Sesuatu yang menunjukkan bahwa dia terbiasa mendapatkan apa pun yang dia inginkan tanpa peduli bagaimana caranya. Di belakangnya berjalan sekitar sepuluh orang pemuda bertubuh besar yang jelas-jelas adalah pengawalnya.Jarwo. Anak dari Jontor, pemimpin organisasi mafia Tangan Besi, organisasi mafia terbesar di kota Arcandra.Hana langsung berpindah ke samping Clarissa dan berbisik dengan nada yang penuh ketakutan. "Clara, kita harus pergi dari sini sekarang. Aku tidak tahu Jarwo akan datang malam ini."Clarissa mengerutkan keningnya. "Memangnya kenapa?""Jarwo itu berbahaya. Dia tidak bisa melihat gadis cantik tanpa ingin mendapatkannya. Dan cara dia mendapatkannya..." Hana menelan ludah. "Dia tidak peduli mau atau tidak mau. Dia akan memaksa."Wandra yang

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   236 Rapat untuk Wandra

    Siang itu, di sebuah ruang pertemuan mewah di kediaman keluarga Halim, dua keluarga terkaya di kota Arcandra sedang duduk berhadapan dengan wajah-wajah yang dipenuhi kekhawatiran.Winona duduk di samping ayahnya, Wahyu Wicaksana. Wajahnya yang cantik kini dipenuhi oleh garis-garis kecemasan yang tidak biasa terlihat pada gadis semuda dia. Di seberang mereka, Halim duduk di sofa besarnya dengan tubuh yang sekarang sudah tegap dan sehat berkat pengobatan Wandra, diapit oleh anaknya Frans dan menantunya Mira. Cindy duduk di samping kakeknya dengan tangan yang tanpa sadar meremas ujung roknya."Terima kasih sudah mau menerima kami, Pak Halim," Wahyu membuka pembicaraan. "Saya datang dengan kabar yang sangat mengkhawatirkan tentang Wandra."Halim mengangguk dengan ekspresi serius. "Silakan, Pak Wahyu. Wandra adalah orang yang sudah menyelamatkan nyawa saya. Apa pun yang menyangkut keselamatannya, saya ingin tahu."Winona yang tidak sabar langsung mengambil alih pembicaraan. "Pak Halim, say

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   235 Haus Akanmu

    Pagi menyingsing pelan melalui jendela kamar kos yang tipis, sinar matahari pagi menyusup masuk dan menyentuh kulit telanjang Wandra dan Lily yang masih terlelap dalam pelukan spooning.Tubuh mereka tetap saling menempel, penis Wandra yang sudah lunak sepenuhnya kini terlepas dari vagina Lily, meninggalkan jejak cairan kering di paha dalamnya.Udara pagi terasa segar, kontras dengan bau mesra malam sebelumnya yang masih samar menempel di seprai kusut. Lily terbangun lebih dulu, merasakan dada Wandra yang naik turun stabil di punggungnya, lengan kuatnya masih melingkar di pinggangnya seperti janji tak terucap.Ia bergeser pelan, tak ingin mengganggu tidur Wandra, tapi hasrat pagi yang biasa bagi kultivator seperti mereka mulai membara lagi. 'Kev... bangun, sayang. Hari baru, energi kita harus disatukan lagi,' bisiknya lembut, tangannya meraih tangan Wandra dan membawanya ke payudaranya yang montok, membiarkan telapaknya merasakan kehangatan kulit sawo matangnya.Wandra menggeliat, mat

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   234 Nikmatnya Selimut Tetangga

    Setelah gelombang orgasme yang membara mereda, Wandra dan Lily tetap berbaring di kasur yang semakin basah oleh keringat dan cairan mereka. Tubuh Lily yang sawo matang masih bergetar pelan, vaginanya terasa hangat dan penuh oleh sisa sperma Wandra yang menetes pelan ke seprai. Wandra, dengan napas yang mulai tenang, menarik diri dari posisi misionaris dan bergeser ke samping, tangannya membelai pinggang Lily dengan lembut. 'Kita istirahat sebentar, Lil. Tapi aku ingin peluk kamu seperti ini, dekat dan hangat,' bisiknya, suaranya penuh kelembutan yang jarang ia tunjukkan pada orang lain.Lily tersenyum lelah tapi bahagia, matanya yang gelap menatap Wandra dengan penuh kasih. 'Spooning lagi? Aku suka saat kamu memelukku dari belakang, rasanya aman dan... intim.' Ia bergeser sedikit, membalikkan tubuhnya menghadap dinding kamar kos yang sederhana, punggungnya melengkung mengundang. Pinggulnya yang lebar dan pantat bulat terlihat menggoda di bawah cahaya redup lampu meja.Wandra mendek

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   233 Aku ingin Rasakan Kamu Lagi

    Setelah mandi yang menyegarkan di bawah pancuran air hangat, Wandra dan Lily keluar dari kamar mandi kecil itu h handuk melilit tubuh mereka. Uap masih mengepul tipis di udara kamar kos Wandra yang sederhana, dinding tipis memisahkan dari kamar Lily di sebelahnya.Malam masih panjang, dan hasrat mereka belum padam sepenuhnya. Lily, dengan rambut basah yang meneteskan air ke bahunya, melempar handuknya ke lantai, memperlihatkan tubuh telanjangnya yang menggoda—payudara montok dengan puting yang masih mengeras, pinggul lebar, dan vagina yang sedikit merah karena penetrasi sebelumnya. Wandra, pemuda tampan berusia ribuan tahun tapi tampak seperti baru berusia 18 tahun itu, melepaskan handuknya juga, penisnya yang setengah tegang bergoyang pelan, siap untuk bangkit lagi.Mereka saling tatap, senyum nakal menghiasi wajah Lily. 'Kita belum selesai, Kev. Aku ingin rasakan kamu lagi, kali ini lebih lambat dan dalam,' katanya lembut, suaranya penuh undangan. Wandra mengangguk, matanya menyu

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status