Share

237 Jarwo

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-06-18 08:07:38

Pemimpin rombongan itu adalah seorang pemuda berumur sekitar dua puluh dua tahun. Dia cukup tampan dengan rambut yang dimodel ke atas dan mengenakan jaket kulit hitam yang mahal. Tapi ada sesuatu yang tidak menyenangkan di matanya. Sesuatu yang menunjukkan bahwa dia terbiasa mendapatkan apa pun yang dia inginkan tanpa peduli bagaimana caranya. Di belakangnya berjalan sekitar sepuluh orang pemuda bertubuh besar yang jelas-jelas adalah pengawalnya.

Jarwo. Anak dari Jontor, pemimpin organisasi maf
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   353 Terkenang Masa Lalu

    'Dia mulai bersimpati,' batin Wandra di tengah-tengah "penderitaannya" yang sebenarnya sama sekali tidak dia rasakan secara fisik. 'Bagus.'Setelah hampir dua jam, Panjul dan anak buahnya akhirnya lelah sendiri dan meninggalkan Wandra yang terbaring di tanah dengan pakaian yang sudah kotor dan robek di beberapa tempat, meskipun tidak ada luka fisik sungguhan yang tertinggal di tubuhnya yang sebenarnya kebal terhadap segala serangan.Bang Ganjar mendekati Wandra yang masih terbaring, wajahnya menunjukkan sedikit rasa bersalah yang bercampur dengan kepuasan. "Yah, sudahlah. Ini uang untuk berobat," dia berkata sambil melemparkan beberapa keping perak yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang seharusnya diperlukan untuk pengobatan yang layak. "Cari tabib saja."Wandra bangkit dengan susah payah, memegangi tubuhnya seolah kesakitan. "Di mana saya bisa menemukan tabib, Pak?""Tabib biasa di sini sedang pergi ke luar kota," seorang warga yang menyaksikan kejadian itu menjawab dengan simpa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   352 Aku Menemukanmu

    Aura kultivasinya sama sekali tidak terdeteksi. Bukan karena tersembunyi dengan teknik penyamaran kultivasi biasa, tapi karena benar-benar tidak ada aura kultivasi yang keluar sama sekali. Seperti seorang wanita biasa yang tidak memiliki kekuatan apa pun.Tapi Wandra tahu lebih baik dari itu. Delapan ratus tahun yang lalu, dia pernah merasakan hal yang sama. Mayang Terurai memiliki kemampuan untuk menyembunyikan seluruh auranya dengan sempurna, sebuah kemampuan langka yang bahkan Wandra sendiri tidak sepenuhnya pahami mekanismenya meskipun sudah hidup tujuh ribu tahun.'Aku menemukanmu,' batin Wandra sambil memandang rumah sederhana itu. 'Setelah delapan ratus tahun.'Wandra memutuskan untuk tidak langsung mendekat malam itu. Dia perlu waktu untuk merencanakan pendekatannya dengan hati-hati. Terlalu banyak kesempatan sebelumnya yang gagal karena dia terlalu terburu-buru, membuat Mayang curiga sebelum Wandra sempat membangun kepercayaan.Kali ini, dia akan melakukannya dengan sabar.Ke

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   351 Menemukan Wanita yang Dicarinya

    "Aku baru saja hendak melaporkan hal ini kepada pemimpin Istana Pualam Putih," Dixon melanjutkan. "Tapi saat itu, pemimpin sedang menerima seorang tamu penting, jadi aku memutuskan untuk menundanya sampai besok pagi. Kemudian aku mendapatkan pesan dari perantaraku bahwa ada beberapa orang yang ingin bertemu denganku untuk meminta ramalan. Aku memutuskan untuk pergi ke restoran, berpura-pura sebagai perantara biasa, dan mengarahkan mereka menuju selatan kota untuk bertemu dengan seorang perantara palsu di sana, sementara aku sendiri pulang ke rumah untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan pemimpin Istana Pualam Putih besok pagi."Dixon memandang Wandra dengan mata yang penuh penyesalan sekarang. "Tapi kedatanganmu membuat semua rencanaku kacau."Wandra menatap Dixon dengan tajam. "Apakah ini semua yang ada di pikiranmu? Tidak ada lagi yang kau sembunyikan?""Aku sudah mengatakan semuanya," Dixon berkata dengan cepat, terlalu cepat.Wandra bisa merasakan sedikit

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   350 Dixon Memberitahu Semuanya

    Wandra memandang Dixon dengan ekspresi yang tetap tenang, meskipun tuduhan tentang kematian Yang Dipertuan Agung baru saja dilontarkan kepadanya."Aku tidak mau masalah," Wandra berkata dengan suara yang datar. "Aku cuma ingin tahu tentang Mayang Terurai. Apa yang kau ketahui tentangnya?"Wandra menatap lurus ke mata Dixon. "Dan aku ingatkan, jangan sampai kau membawa masalah bagi Mayang Terurai. Aku tidak akan senang kalau itu terjadi."Kata-kata terakhir Wandra, meskipun diucapkan dengan nada yang sama tenangnya, mengandung sebuah peringatan yang tidak bisa disalahartikan. Wajah Dixon yang tadi sudah waspada kini berubah menjadi merah padam oleh kemarahan yang campur dengan sesuatu yang lain, mungkin rasa terhina karena diperingatkan oleh seseorang yang dia anggap jauh di bawah levelnya."Kau berani mengancamku di rumahku sendiri?" Dixon mendesis.Tanpa memberikan peringatan lebih lanjut, Dixon melangkah mundur dan menekan sebuah tombol tersembunyi yang terpasang di dinding di belak

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   349 Peramal Naga Merah

    Percakapan di ruangan itu berlanjut. Rupanya keenam orang ini adalah perwakilan dari sebuah klan kecil yang ingin meminta petunjuk dari Peramal Naga Merah tentang lokasi sebuah tambang mineral langka yang bisa meningkatkan kultivasi mereka. Untuk mendapatkan pertemuan dengan sang peramal, mereka harus membawa persembahan berupa inti roh binatang iblis atau barang-barang berharga lainnya yang berkaitan dengan peningkatan kultivasi.Wandra memahami sekarang. Peramal Naga Merah tidak bisa ditemui begitu saja. Dibutuhkan persembahan dan penghubung khusus untuk bisa mendapatkan akses kepadanya.Beberapa saat kemudian, pintu ruangan VIP itu terbuka. Seorang pria bertubuh gemuk dengan wajah bulat yang selalu tersenyum melangkah masuk. Dia mengenakan jubah berwarna hijau tua dengan sulaman benang emas di beberapa bagian, terlihat mahal tapi tidak berlebihan.Keenam orang di dalam ruangan itu langsung berdiri dan memberikan penghormatan yang sangat dalam kepada pria gemuk itu."Tuan Dixon Kan

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   348 Kota Red Cliff

    Wandra melesat menembus udara dengan kecepatan yang jauh melampaui pemahaman manusia biasa, meninggalkan kompleks keluarga Lontaan yang masih diselimuti debu dan reruntuhan pertarungan. Informasi yang baru saja dia gali dari pikiran Yang Dipertuan Agung Sekte Ilahi Hitam terus berputar di benaknya. Istana Pualam Putih. Tebing Merah. Peramal Naga Merah. Dan yang paling penting, sebuah nama yang sudah delapan ratus tahun dia rindukan.Perjalanan dari kota Filemon menuju Tebing Merah memakan waktu sekitar dua hari dengan kecepatan Wandra yang melesat melintasi hutan, sungai, dan perbukitan tanpa henti. Dia hanya berhenti sesekali untuk memurnikan diri dan memastikan arah yang dia tuju masih benar berdasarkan ingatan yang dia curi.Saat Wandra akhirnya tiba di kaki sebuah tebing besar berwarna kemerahan yang menjulang tinggi di kejauhan, dia langsung mengerti mengapa tempat ini dinamakan Tebing Merah. Batuan di tebing itu memang berwarna merah kecoklatan alami, seperti darah yang mengerin

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   7 Bisikan Manja

    Wandra mulai memegang rambut Caroline sementara pinggul Wandra mulai goyang-goyang. "Ini enak sekali, kak. Makasih banyak, kak. Ini enak sekali.""Ini belum apa-apa, Wandra. Nanti kamu akan merasakan lebih enak saat kembali merasakan liang kenikmatanku," janji Caroline untuk kemudian dia kembali me

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   6 Efek Samping Liontin

    Malam itu, setelah mandi dan mengganti pakaian dengan baju bersih, Wandra duduk di tepi tempat tidur kamar tamu. Ia menatap kalung liontin yang masih ia kenakan.Di bawah lampu kamar, liontin itu tampak biasa saja—hanya logam kusam dengan ukiran aneh. Tapi Wandra tahu, benda ini sama sekali tidak b

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   5 Tinggal bersama Dokter Cantik

    Wandra terkejut mendengar tawaran itu. "Tapi, Dok... saya tidak enak. Kita baru saja kenal.""Justru karena kita baru kenal dan kamu sudah berani mengorbankan nyawamu untukku, aku merasa harus membalas budi," sahut Caroline. "Lagipula, apartemenku cukup besar. Ada kamar tamu yang tidak pernah terpa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   4 Diajak Tinggal Bersama

    Caroline menatap liontin di leher Wandra dengan tatapan penuh tanda tanya. Sebagai orang yang berpendidikan tinggi dan terlatih dalam ilmu kedokteran modern, dia tidak percaya dengan hal-hal mistis atau supernatural. Pasti ada penjelasan ilmiah di balik semua ini. Mungkin lukanya tidak sedalam yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status