Home / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 207 Melawan Pembully

Share

207 Melawan Pembully

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-06-04 23:34:39

Pagi ini Wandra tiba di kampus dengan langkah yang santai. Dia turun dari bis dan berjalan menuju gerbang utama dengan tas ransel di punggungnya. Pikirannya masih dipenuhi oleh rencana untuk pelajaran pemrograman yang akan dia ikuti pagi ini. Tapi belum lagi dia memasuki gedung fakultas, beberapa sosok yang tidak asing lagi menghadang langkahnya di pelataran kampus.

Bimo berdiri di tengah jalan dengan empat orang temannya yang berbaris di belakangnya. Kali ini mereka tidak datang dengan tangan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   347 Mencari Jiwa yang Dipertuan Agung

    "Menarik," Yang Dipertuan Agung berkata. Suaranya sekarang menunjukkan rasa hormat yang enggan, dicampur dengan kemarahan yang membara. "Dua sesepuh utamaku, yang masing-masing menghabiskan lebih dari empat puluh tahun untuk mencapai level mereka, kau bunuh dalam waktu kurang dari semenit."Yang Dipertuan Agung melangkah maju. Dengan setiap langkahnya, auranya semakin meningkat, dan tanah di bawah kakinya retak semakin dalam."Sekarang aku yang akan menghadapimu sendiri."Yang Dipertuan Agung menyerang dengan seluruh kekuatan alam manusia suci level delapan yang dia miliki. Serangannya membawa esensi hukum alam yang jauh lebih murni dan lebih dalam dari apa pun yang pernah Wandra hadapi. Setiap pukulan mengandung kekuatan yang bisa menghancurkan gunung.Soraya dan keluarganya berdiri di kejauhan, menyaksikan pertarungan yang benar-benar berada di luar pemahaman mereka. Tekanan dari kedua kekuatan yang bertarung membuat mereka harus mundur puluhan meter, mencari perlindungan di balik r

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   346 Yang Dipertuan Agung

    Di dalam rumah, Leo Lontaan berdiri dengan tubuh yang masih belum sepenuhnya pulih dari luka-lukanya. Roni berdiri di sampingnya dengan pedang terhunus meskipun dia tahu itu tidak akan cukup. Soraya menggenggam handphone-nya dengan tangan yang gemetar, terus mencoba menghubungi Wandra. Wandi berdiri di sudut dengan wajah yang sudah putih pucat."Wandra tidak mengangkat lagi!" Soraya berteriak putus asa saat panggilannya tidak terjawab untuk kesekian kalinya."Coba lagi," Leo berkata dengan suara yang serak. "Terus coba."Di luar, para anggota Sekte Ilahi Hitam mulai bergerak maju menuju gerbang kompleks. Beberapa pengawal keluarga Lontaan yang masih tersisa berdiri di depan gerbang, siap mengorbankan nyawa mereka sekali lagi untuk melindungi keluarga yang mereka layani.Soraya mencoba lagi. Dan kali ini, nada sambung terputus, digantikan oleh suara Wandra."Wandra! Sekte Ilahi Hitam! Mereka mengepung rumah kami!"Setelah percakapan singkat itu, Soraya menutup telepon dengan tangan y

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   345 Kecurigaan Pao Pao

    Setelah berhubungan intim mesra, Wandra menatap wanita itu. "Nona Pao Pao, boleh aku bertanya sesuatu?"Pao Pao memandang Wandra dengan mata yang menyipit sedikit, penuh perhitungan. "Bertanya apa?"Wandra menarik napas. Setelah delapan ratus tahun, akhirnya dia berada satu langkah lebih dekat dengan jawaban yang dia cari."Mayang Terurai," Wandra berkata. "Aku mencarinya. Aku dengar kau memiliki akses kepadanya."Perubahan yang terjadi di wajah Pao Pao sangat cepat dan sangat drastis. Ketenangan yang selama ini menjadi ciri khasnya lenyap dalam sekejap, digantikan oleh kewaspadaan yang sangat tajam, hampir seperti binatang buas yang merasakan ancaman."Siapa kau sebenarnya?" Pao Pao berkata dengan suara yang berubah menjadi sangat dingin. "Siapa yang mengirimmu?""Tidak ada yang mengirimku. Aku hanya—"Sebelum Wandra sempat menyelesaikan kalimatnya, Pao Pao sudah bergerak. Kecepatannya yang selama ini tersembunyi di balik penampilan anggun sekarang terlihat sepenuhnya. Dia melesat da

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   344 Semakin Mesra di Dalam Kolam

    Pao Pao mencapai puncaknya dengan hebat. Tubuhnya mengejang kuat, liang kemaluannya berdenyut-denyut menggenggam batang Wandra. Erangannya memuncak menjadi jeritan kenikmatan yang panjang dan parau.“Ahhhhh… Wandra… aku keluar…!!”Tubuhnya gemetar hebat, lututnya hampir melemas. Dengan napas tersengal, Pao Pao perlahan memisahkan tubuhnya dari Wandra. Batang pria itu keluar dari dalam liangnya yang masih berdenyut, meninggalkan jejak cairan kental yang bercampur dengan air kolam.Tanpa banyak kata, Pao Pao membalikkan tubuhnya. Ia menyandarkan dada montoknya dan kedua tangannya di pinggiran kolam yang dingin, punggungnya melengkung indah, bokongnya yang bulat dan basah terangkat ke belakang, menggoda Wandra dengan jelas.Wandra yang masih sangat tegang dan belum mencapai klimaks, merasa darahnya mendidih melihat pemandangan itu. Ia mendekat dari belakang, memegang pinggul Pao Pao dengan kedua tangan, lalu mengarahkan batangnya yang masih keras ke liang kemaluan Pao Pao yang sudah sang

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   343 Mandi Bareng Pao Pao

    Malam itu, udara di mansion terasa hangat dan penuh misteri. Asisten pribadi Pao Pao, seorang wanita paruh baya yang selalu diam dan patuh, mengantar Wandra menyusuri koridor panjang menuju kamar utama. “Nona Pao Pao sudah menunggu,” kata asisten itu pelan sebelum membuka pintu kamar dan mundur tanpa suara.Wandra melangkah masuk. Kamar Pao Pao bukan sekadar kamar tidur biasa. Ruangan luas itu dihiasi lampu temaram berwarna keemasan, dan di tengah-tengahnya terdapat kolam renang kecil pribadi berukuran intim, airnya jernih dan beriak lembut di bawah cahaya redup.Pao Pao berdiri di tepi kolam. Usianya sudah menginjak tiga puluh tahun lebih, tapi wajah dan tubuhnya masih terlihat segar dan imut seperti gadis dua puluh tahunan. Rambut hitamnya tergerai basah, dan ia hanya mengenakan pakaian tipis berbahan sutra yang hampir tembus pandang, menempel lembut di kulitnya yang putih mulus. Ketika melihat Wandra, bibirnya melengkung manis.Tanpa kata, Pao Pao melepaskan tali tipis di bahunya.

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   342 Jurus Musang

    Wandra meluncur di bawah tendangan ketua Macan Tutul yang menyapu horizontal di atas kepalanya. Dari posisi itu, kedua tangannya yang berbentuk cakar menghantam rusuk kiri lawannya secara bersamaan. Dua pukulan sekaligus di titik yang sama. Suara retakan tulang terdengar sangat jelas.Ketua Macan Tutul menggeram kesakitan. Dia memutar tubuhnya dan melepaskan serangan balik berupa sikutan yang mengarah ke pelipis Wandra. Tapi Wandra sudah bergerak. Tubuhnya berputar di udara dengan kelincahan yang membuat beberapa penonton mengira mereka sedang melihat binatang sungguhan, bukan manusia. Wandra mendarat di belakang lawannya dan langsung melancarkan tiga pukulan beruntun ke punggung pria besar itu.Setiap pukulan membawa kekuatan yang menembus pertahanan alam manusia suci. Energi dari pukulan-pukulan itu merasuk ke dalam tubuh ketua Macan Tutul, mengguncang organ-organ di dalamnya.Ketua Macan Tutul terlempar ke belakang. Dia berhasil menahan diri dari jatuh dengan menancapkan kakinya k

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   7 Bisikan Manja

    Wandra mulai memegang rambut Caroline sementara pinggul Wandra mulai goyang-goyang. "Ini enak sekali, kak. Makasih banyak, kak. Ini enak sekali.""Ini belum apa-apa, Wandra. Nanti kamu akan merasakan lebih enak saat kembali merasakan liang kenikmatanku," janji Caroline untuk kemudian dia kembali me

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   6 Efek Samping Liontin

    Malam itu, setelah mandi dan mengganti pakaian dengan baju bersih, Wandra duduk di tepi tempat tidur kamar tamu. Ia menatap kalung liontin yang masih ia kenakan.Di bawah lampu kamar, liontin itu tampak biasa saja—hanya logam kusam dengan ukiran aneh. Tapi Wandra tahu, benda ini sama sekali tidak b

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   5 Tinggal bersama Dokter Cantik

    Wandra terkejut mendengar tawaran itu. "Tapi, Dok... saya tidak enak. Kita baru saja kenal.""Justru karena kita baru kenal dan kamu sudah berani mengorbankan nyawamu untukku, aku merasa harus membalas budi," sahut Caroline. "Lagipula, apartemenku cukup besar. Ada kamar tamu yang tidak pernah terpa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   4 Diajak Tinggal Bersama

    Caroline menatap liontin di leher Wandra dengan tatapan penuh tanda tanya. Sebagai orang yang berpendidikan tinggi dan terlatih dalam ilmu kedokteran modern, dia tidak percaya dengan hal-hal mistis atau supernatural. Pasti ada penjelasan ilmiah di balik semua ini. Mungkin lukanya tidak sedalam yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status