Masuk"Aaawww!" jerit Allison saat tubuhnya dilempar ke sebuah sofa.
Tanpa berpikir panjang Allison kembali bangkit dan menyiapkan kuda-kuda untuk menyerang laki-laki di depannya. Dia tidak akan membiar seseorang menodai tubuhnya.
"Aku sama sekali tidak mengenalmu. Jika kamu mempunyai masalah dengan Lucas, jangan sangkut pautkan aku dalam hal itu!" seru Allison waspada.
"Diamlah! Suaramu membuatku pusing!" bentak laki-laki itu sambil memijat pangkal hidungnya.
Wajah Allison mengingatkannya pada Alice gadis yang sangat dia cintai. Dia tiba-tiba merasa tidak rela jika orang lain menyentuh orang yang mirip dengan perempuan yang disayanginya. Tanpa banyak berpikir dia tiba-tiba membawa Allison ke ruang kerja pribadinya.
"Pergilah ke pojokan dan jangan mengeluarkan suara sedikit pun kalau kamu tidak ingin menyesal!" lanjut laki-laki tersebut tanpa melihat ke arah Allison.
Allison bergerak cepat saat merasakan aura berbahaya dari laki-laki tersebut. Dia tidak tahu kenapa laki-laki tersebut malah membawanya ke ruangan seperti ini, namun dia akan tetap waspada dengan apa yang akan terjadi.
Mata Allison mengawasi gerakan laki-laki yang sejak tadi berjalan mondar-mandir di depannya. Dia juga berusaha untuk bernapas sepelan mungkin agar tidak mengundang perhatian laki-laki itu. Bukan hanya itu Allison juga mencari benda yang bisa dia gunakan untuk senjata.
Wajah laki-laki itu berubah panik saat mendengar suara keributan dari luar ruang kerjanya. Bagitu juga dengan Allison yang langsung mengambil bolpoin di dekatnya. Dia harus melindungi dirinya sendiri tanpa berharap pada orang lain.
Braaakk!
Pintu ruangan terbuka dengan kuat. Lucas, Elton dan beberapa orang lain masuk sambil menodongkan pistol ke arah laki-laki yang menculik Allison.
"Decker," kata Lucas dingin tanpa ekspresi.
"McCarthy," balas Noah Decker musuh bebuyutan Lucas, "Apa kamu datang untuk menyelematkan kucing liar ini?"
"Apa kamu pikir aku akan membuang waktu berhargaku untuk dia?" tanya Lucas sambil berjalan mendekat ke arah Noah.
"Serahkan senjata yang kalian rampas beberapa hari yang lalu dan jangan sekali-kali mengganggu bisnisku!" ancam Lucas penuh peringatan.
Noah tertawa saat mendengar perkataan Lucas. Dia sama sekali tidak percaya dengan perkataan itu karena sudah bertahun-tahun dia melakukan hal tersebut dan Lucas sama sekali tidak pernah mempedulikannya. Matanya tanpa sadar melirik Allison yang berdiri dengan wajah yang terlihat panik.
Kaki Noah bergerak cepat ke arah Allison dan langsung mengarahkan pisau di tangannya ke leher Allison. Allison berusaha untuk melepaskan diri namun hal tersebut membuat lehernya tergores pisau di tangan Noah.
Lucas tetap diam sambil menatap Allison dan Noah. Setelah beberapa saat Lucas memilih untuk duduk di salah satu sofa lembut milik Noah sambil bersender santai. Dia terlihat seperti orang yang sedang menikmati pertunjukan seru.
"Kenapa malah diam? Bukankah kamu akan membunuh dia? Aku akan sangat berterima kasih jika kamu membantuku menyingkirkan dia," kata Lucas sambil tersenyum.
Wajah Allison berubah merah mendengar perkataan Lucas, tanpa mempedulikan keselamatannya dia maju menghampiri salah satu anak buah Lucas dan langsung merebut pistol dari tangan anak buah Lucas. Pistol tersebut langsung diarahkan ke kepala Lucas.
Dor!
Elton dan Noah membelalakan mata tak percaya saat melihat Allison berani menembak Lucas. Dada Allison naik turun mencoba untuk meredakan amarahnya, sementara Lucas tetap duduk diam saat darah mulai mengalir dari pipinya.
"Bunuh perempuan itu!" perintah Lucas tanpa mengalihkan pandangannya.
"Tuan!" seru Elton penuh peringatan.
"Berikan senjatamu!" kata Lucas sambil mengulurkan tangannya ke arah Elton.
"Berikan senjatamu, Tuan Wayne," sahut Allison bertekad mengakhiri semua drama ini.
Pertengkaran kedua suami istri itu membuat Noah bingung dan panik. Dia tidak ingin ikut campur dalam masalah ini, namun di sisi lain dia tidak ingin melihat Lucas membunuh perempuan berwajah Alice meninggal di kantro pribadinya.
"Bawa perempuan itu pergi! Aku tidak akan lagi berurusan dengannya," kata Noah dengan kedua tangan terangkat.
"Aku tidak peduli jika kamu membunuhnya, tapi jangan melakukan itu di kantorku. Aku tidak ingin kantor pribadiku menjadi saksi pertengkaran kalian," lanjut Noah mempersilahkan Lucas dan Allison pergi.
"Apa kamu yakin?" tanya Lucas dengan salah satu mata terangkat.
Noah menganggukkan kepalanya beberapa kali tanpa mengeluarkan suara. Tanpa membuang waktu Lucas mengkode Elton untuk segera membawa Allison pergi, namun tentu saja Allison tidak semudah itu untuk menuruti perkataan Lucas.
"Jangan mendekat atau aku akan menembak kalian!" seru Allison sambil mengarahkan pistol di tangannya ke arah orang yang berani mendekat ke arahnya.
"Nyonya saya akan mengantarkan anda pulang. Jangan membuat keadaan semakin rumit," kata Elton datar.
"Aku bisa keluar sendiri. Jangan mendekat!" teriak Allison sedikit trauma jika banyak orang yang mendekatinya secara bersamaan.
Tindakan Allison membuat Lucas kesal, tanpa banyak bicara dia langsung melangkahkan kakinya mendekati Allison. Dahinya mengkerut saat melihat penampilan Allison yang berantakan.
"Murahan!" kata Lucas pelan sebelum menggendong Allison tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Elton yang melihat hal tersebut langsung melepas jasnya untuk menutupi tubuh Allison. Di sisi lain Allison terus mencoba untuk memukul setiap inchi tubuh Lucas dengan sekuat tenaga melampiaskan segala apa yang dia rasakan.
"Apa Tuanmu itu menderita penyakit mental?" tanya Noah tak mengerti dengan tindakan Lucas. Lucas sepertinya membenci Allison, namun di saat bersamaan dia juga peduli dengan istrinya itu.
"Anda tidak berhak ikut campur," jawab Elton sebelum melangkah pergi mengikuti Lucas.
"Baiklah aku setuju," kata Allison entah mengapa dia setuju dengan tantangan dari laki-laki tua di depannya, "Tapi sebelum itu, apa hubungan anda dengan Kakek Andrew?"Laki-laki tua di depannya itu kembali tertawa karena Allison sedikit bisa membaca situasi yang dihadapinya, "Si Tua Bangka itu benar-benar tidak salah memilih pendamping cucu kesayangannya. Tapi sayang anak-anaknya tidak ada yang dapat dia andalkan,""Sepertinya hubungan anda dan Kakek Andrew sangat,""Kenapa anda berpikir seperti itu, Nyonya Muda McCarthy?""Karena anda begitu perhatian dengan keluarga McCarthy."Lagi-lagi jawaban Allison membuat laki-laki tua itu tersenyum lebar. Namun Allison tidak berani untuk menurunkan rasa waspadanya karena dia belum benar-benar mengenal lawannya. Mungkin saja ini adalah strategi lawan sebelum menyerangnya."Aku tidak sabaik yang anda kira, Nyonya Muda McCarthy," kata laki-laki tua itu setelah berhenti tertawa, "Aku hanya ingin menikmati permainan ini. Aku harap hal ini tidak mem
Lucas mengerahkan semua anggota kelompoknya untuk mencari keberadaan Allison, sementara Elton memeriksa semua rekaman CCTV di markas. Lucas mengesampingkan ego dan amarahnya karena saat ini yang paling penting adalah keselamatan Allison."Menurutmu keputusanku untuk melepaskan Allison benar atau tidak?" tanya Lucas dengan wajah yang terlihat lelah karena semalaman tidak tidur."Aku tidak tahu. Masalah perempuan bukan keahlianku," jawab Mike tak ingin ikut campur dengan permasalahn pribadi Lucas. Sementara Elton memilih untuk diam tanpa berkomentar sepatah kata pun."Dia menjadi sasaran dari musuh-musuhku dan aku sama sekali tidak bisa melindunginya," kata Lucas lagi tak peduli dengan jawaban Mike."Berarti kamu harus melepasnya," balas Mike singkat."Tapi dia akan tetap menjadi sasaran musuh-musuhku!" seru Lucas mulai kesal.Hanya seorang Allison yang bisa membuat Lucas serba salah seperti saat ini. Hal itu membuat Elton dan Mike berkali-kali ingin memukul kepala Lucas karena Lucas sa
Selama beberapa hari ini Allison tinggal di markas Lucas karena kafe miliknya masih dalam 'perbaikan'. Dia sebenarnya sudah menolak hal itu, tapi Lucas memaksanya dengan sedikit ancaman sehingga Allison menyetujui hal tersebut."Tuan Wayne, apa kafeku sudah selesai diperbaiki?" tanya Allison untuk kesekian kali saat bertemu dengan Elton."Masih ada bagian-bagian yang perlu untuk diperiksa lagi, Nyonya," jawab Lucas juga untuk kesekian kalinya."Apa masih butuh waktu lebih lama? Dimana Lucas?""Saya tidak bisa memastikan hal itu. Tuan saat ini sedang berada di kediamannya menemani Nona Payne,"Lucas sama sekali tidak pernah menampakkan wajahnya selama Allison tinggal di sini, selain saat malam pertama Allison berada di sini. Bukannya Allison sedih, dia malah terlihat senang karena setidaknya dia tidak harus berhadapan dengan Lucas.Suara dering ponsel Elton membuat perhatian keduanya teralihkan. Perubahan wajah Elton yang terlihat begitu serius membuat Allison curiga dengan apa yang te
Allison merasa bingung saat membuka mata di tempat asing. Dia melihat sekitar sambil menerka-nerka dimana dia berada sekarang. Rasa waspada dan curiga Allison saat berada di level paling maximal setelah apa yang terjadi kemarin malam."Kamu berada di markasku. Tidak ada yang akan menyakitimu di sini," suara Lucas yang berat dan dingin membuat Allison sedikit merasa aman."Kenapa aku ada di sini?" tanya Allison masih belum puas dengan jawaban Lucas."Kamu ketakutan sampai pingsan. Aku membawamu ke sini karena tidak bisa membawamu ke hotel yang akan menarik perhatian banyak wartawan. Aku tidak ingin Alice kecewa denganku lagi,""Kalau begitu terima kasih banyak,"Jawaban Allison sama sekali tidak membuat Lucas puas, dia merasa jika Allison tidak benar-benar berterima kasih padanya. Entah mengapa apapun yang dilakukan oleh Allison berbeda dari perempuan lainnya di mata Lucas."Kamu mau pergi kemana?" tanya Lucas saat Allison beranjak dari tempat tidur."Aku harus membuka kafeku," jawab A
"Tuan, apa yang terjadi pada Nyonya McCarthy?" tanya Elton terkejut saat melihat Lucas menggendong Allison yang sedang tidak sadarkan diri."Dia hanya kelelahan," jawab Lucas tanpa ingin menjelaskan lebih banyak, "Aku akan membawanya ke markas untuk beristirahat. Aku ingin kamu memeriksa rekaman CCTV dengan tanggal yang sudah aku catat!""Baik Tuan!" balas Elton sigap."Bawa beberapa anggota kita untuk menyelidiki tempat ini!" perintah Lucas sebelum membawa Allison pergi.Setelah menurunkan Allison di kursi penumpang, Lucas dengan cepat ke tempat kursi kemudi dan melajukan mobilnya dengan cepat. Saat ini dia tidak tahu apa yang dia lakukan, kenapa dia tiba-tiba membawa Allison ke markasnya padahal tadi pagi dia bermaksud untuk menceraikan perempuan yang tidur di sampingnya.Lucas menambah kecepatan mobilnya karena tidak ingin terus menerus memikirkan Allison. Dia mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa menolong Allison hanyalah kegiatan sosial yang bisa dia lakukan pada siapa pun, bukan
"Kenapa kamu terlihat gelisah? Apa Tuan Wayne mengatakan sesuatu?" tanya Regina yang terlihat khawatir namun dalam hati dia berharap Allison akan memberinya informasi terbaru tentang Lucas."Tidak," jawab Allison singkat namun di sisi lain dia tidak ingin membuat Regina dan Ronald curiga, "Tadi Tuan Wayne mengatakan bahwa Lucas akan mengajukan gugatan perceraian. Dia hanya bertanya syarat apa saja yang ingin aku ajukan,""Perceraian!" seru Regina dan Ronald hampir bersamaan.Allison menganggukkan kepalanya pelan, dia bingung harus menampilkan raut wajah sedih atau bahagia. Dia semakin yakin dengan instingnya dan kecurigaan Lucas serta Elton pada pasangan kekasih di depannya."Apa kamu benar-benar akan berpisah dengan, Tuan McCarthy?" tanya Regina tanpa bisa menyembunyikan perasaan curiganya."Bukankah seluruh perusahaan LL sudah tahu jika yang dicintai Lucas adalah Alice bukan diriku. Keberadaanku sudah tidak dibutuhkan lagi sejak Alice kembali," jawab Allison mencoba untuk menceritak
"Masuk!" perintah Lucas sambil mendorong Allison sesampainya di markas, "Layani mereka semua!"James ingin membuka mulutnya namun Elton memberinya kode untuk tetap diam. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah karena sudah membuat Allison berada dalam situasi seperti ini. Dia tidak menyangka Lucas akan sek
"Luce, bagaimana kalau kita makan siang dulu sebelum kembali ke kantor?" tanya Kylie dengan suara manja sambil sesekali mengusap lengan Lucas."Untuk terakhir kalinya, jangan pernah memanggilku dengan nama itu!" kata Lucas penuh peringatan sambil menyingkirkan tangan Kylie. Hanya 1 perempuan yang bo
Wajah James berubah pucat setelah mendengar perkataan Lucas. Matanya melihat ke arah Allison berharap Allison akan membelanya, namun Allison hanya diam sambil menatap Lucas tajam.James menghela napas sebelum mengalihkan matanya ke arah Lucas lagi. "Maafkan saya, setelah ini saya akan mengajukan su
"Apa kamu sudah gila?" bentak Lucas menahan rasa sakit di kakinya."Jadi kamu bisa merasakan rasa sakit?" balas Allison tak peduli lagi jika ini sedang berada di perusahaan, "Aku pikir kamu tidak mengerti kata 'sakit'!"Lucas dan Allison saling tatap menahan rasa marah tanpa mengatakan satu kata pu







