Home / Romansa / Kamu Hanya Pengganti! / Bab 3. Penculikan

Share

Bab 3. Penculikan

Author: nurulfitria_
last update Last Updated: 2025-10-05 00:41:35

"Cepat jalan!" bentak seseorang sambil menarik lengan Allison dengan kasar.

Mata yang tertutup dan tangan terikat membuat Allison hampir terjatuh beberapa kali. Bukan hanya itu mereka terkadang juga berkata kasar padanya, namun Allison memilih memfokuskan telinganya untuk mempelajari daerah sekitarnya.

Allison meyakinkan dirinya bahwa orang-orang tersebut tidak akan menyakitinya atau pun menodainya karena yakin yang menjadi sasaran mereka adalah Lucas. Status dirinya sebagai istri Lucas membuatnya dalam bahaya sekaligus aman dalam waktu bersamaan.

"Aaaww!" rintih Allison saat seseorang mendorongnya sampai terduduk di sebuah kursi kayu. Dia menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri berharap menemukan suatu petunjuk.

"Aku rasa percuma kamu mencari tahu apa yang terjadi dengan mata tertutup seperti itu," terdengar suara berat dan dingin dari salah satu sudut ruangan.

Perkataan tersebut membuat Allison mengarahkan pandangannya ke arah suara tersebut, "Aku rasa percuma kamu membawaku ke sini, Lucas tidak akan membuang waktunya untukku."

Laki-laki tersebut tertawa saat mendengar perkataan Allison, "Aku tahu hal itu. Kamu hanya pengganti kembaranmu!"

"Wajah kalian mirip tapi kalian sangat berbeda," lanjut laki-laki tersebut, "Alice sosok malaikat yang dapat menenangkan iblis seperti Lucas dan aku, sementara kamu hanyalah perempuan liar yang memanfaat keadaan untuk mendapatkan kekayaan."

Wajah Allison berubah merah menahan marah. Dia memang sudah berulang kali mendengar perkataan seperti itu, namun kali ini entah apa yang membuatnya begitu marah. 

"Jadi apa tujuanmu jika bukan Lucas?" tanya Allison tetap mencoba tenang meski amarah menguasainya.

"Kamu," jawab laki-laki tersebut tanpa merasa bersalah, "Jika kamu menghilang mungkin Alice akan kembali ke kota ini."

'Gila!'

Hanya kata itu yang terlintas dalam benak Allison. Dia pikir orang yang paling bodoh dan gila hanya Lucas tetapi ternyata ada orang yang lebih bodoh dari laki-laki yang berstatus suaminya itu.

"Apa kalian berdua benar-benar buta dan bodoh?" seru Allison sambil tertawa kecil.

"Alice bukan anak kecil yang mudah diancam untuk pergi," lanjut Allison tak percaya dengan apa yang terjadi, "Bukankan kalian berdua punya banyak koneksi untuk mencari Alice? Kenapa tidak melakukan hal itu?"

"Hentikan omong kosongmu itu! Kamu hanya perempuan murahan seperti apa yang diceritakan Alice!"

"Kalian hanya laki-laki bodoh!"

Allison sama sekali tidak merasa takut dengan laki-laki dihadapannya itu. Dia sudah muak saat semua orang menyalahkan dirinya tentang apa yang terjadi dengan Alice. 

Seseorang membuka penutup mata Allison yang membuatnya harus memejamkan mata saat cahaya terang tiba-tiba memasuki matanya. Sebelum dia menyadari apa yang terjadi, pipinya tiba-tiba terasa perih dan panas.

"Apa kamu pikir aku tidak berani melukaimu?" tanya seorang laki-laki tampan sambil menjilat pisau di tangannya.

"Meskipun kamu membunuhku, Alice tidak akan kembali padamu," balas Allison dengan kepala terangkat menolak untuk menurunkan harga dirinya. Jika saat ini dia harus kehilangan nyawa setidaknya tidak akan ada orang yang akan menyalahkannya lagi.

"Tenang Sayang, aku tidak akan membunuhmu," kata laki-laki tersebut sambil menyeringai lebar, "Kita akan bersenang-senang dengan tubuhmu itu."

Tiba-tiba laki-laki tersebut mengulurkan tangannya dan langsung merobek gaun Allison. Kaki putih dan jenjang Allison membuat banyak mata langsung menatap penuh nafsu ke arahnya. 

Allison tidak menyangka jika akan berada dalam situasi seperti saat ini. Dia berusaha untuk menutupi kakinya sambil sesekali menendang orang yang berusaha untuk mendekat. Bukannya takut mereka malah lebih semangat saat Allison berusaha melawan.

"Bos, bagaimana kalau kita lepaskan tangannya? Wanita liar seperti ini lebih menarik daripada wanita yang hanya bisa menangis!"

Perkataan tersebut langsung mendapat persetujuan dari orang-orang yang berada di sana. Seseorang dengan cepat melepas ikatan tangan Allison, suasana semakin ramai saat Allison mencoba untuk melarikan diri.

Allison terus melakukan perlawan sambil mencoba untuk mendekati pimpinan mereka. Laki-laki tersebut duduk menikmati pertunjukan di depannya sambil menyeringai lebar. Dia terlihat begitu puas saat melihat Allison dipermalukan oleh anak buahnya.

Tatapan Allison dipenuhi dengan kemarahan dan dendam, tangannya berhati-hati mengambil pisau yang berada di gelungan rambutnya. Setelah itu dia bergerak mendekat ke arah pimpinan kelompok tersebut seolah-olah menghindari serangan.

"Suruh orang-orang itu menjauh!" perintah Allison saat pisau di tangannya sudah berada di leher pimpinan tersebut.

Bukannya takut laki-laki tersebut malah tertawa dengan keras. Allison semakin menguatkan genggeman pisau di tangannya. Dia terus menekan pisau ke leher laki-laki tersebut sampai mengeluarkan sedikit darah.

"Berhenti tertawa atau aku akan benar-benar menusukmu!" ancam Allison.

"Kamu tidak akan berani melakukannya," balas laki-laki tersebut tenang.

"Aku memang tidak akan berani melakukannya, tapi aku berani melakukan hal ini," kata Allisoan sambil mengarahkan pisau tersebut ke lehernya. Lebih baik dia meninggal daripada harus dilecehkan oleh orang-orang ini.

Laki-laki tampan tersebut dengan cepat mencengkeram tangan Allison, dia terlihat begitu marah saat mengetahui jika Allison ingin bunuh diri. Dalam hitungan detik pisau di tangan Allison sudah jatuh ke lantai.

Plaak!

Sebuah tamparan mendarat di pipi laki-laki tersebut, Allison sudah benar-benar kehilangan kesabarannya saat membayangkan harus mendapatkan perlakuan tidak sopan dari sekelompok laki-laki tidak dikenal.

"Lepaskan aku, dasar B*jingan!" bentak Allison sambil mengangkat tangannya kembali.

Namun laki-laki tersebut langsung menangkap tangan Allison sebelum mendarat kembali di pipinya. Bukan hanya itu laki-laki tersebut langsung mengangkat tubuh Allison dan membawanya pergi ke suatu tempat tanpa mempedulikan pertanyaan dari anak-anak buahnya.

"Turunkan aku atau aku benar-benar akan bunuh diri!" teriak Allison sambil mencoba untuk melepaskan diri.

"Diamlah atau aku akan membiarkanmu dilecehkan oleh orang-orang itu!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 43. Berita Mengejutkan

    Selama beberapa hari ini Madam Carol dan timnya terlihat sibuk menyusun acara pelatihan untuk karyawan-karyawan perusahaan LL. Hal tersebut membuat fokus mereka teralihkan, sehingga membuat Allison dan dua orang lainnya sedikit tenang."Kenapa wajah Madam Carol setelah kembali dari ruang Pak McCarthy beberapa hari yang lalu terlihat tegang?" tanya Zack yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.Allison tersenyum lebar saat mendengar pertanyaan Zack teringat kejadian beberapa hari yang lalu. Lucas benar-benar memberi pelajaran pada Madam Carol secara halus.Dari luar Madam Carol seperti karyawan yang paling dipercaya dan bisa diandalkan, namun dibalik itu semua Allison tahu jika itu cara Lucas untuk memberi pelajaran pada seseorang."Kenapa malah tertawa? Apa yang terjadi?" sahut Ellie yang juga penasaran."Kalian pasti tertawa saat melihat langsung bagaimana wajah Madam Carol." jawab Allison yang tentu membuat Ellie dan Zack semakin penasaran.Allison perlahan menceritakan apa ya

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 42. Tipu Daya Perempuan

    Pikiran Lucas terasa kosong sampai membuat dirinya hanya terdia dengan mata membelalak lebar. Namun saat Allison menggerakkan bibirnya perlahan Lucas menutup mata menikmati bibir lembut Allison."Luce!" teriak Alice dengan wajah merah dan mata berkaca-kaca, "A-aku tidak tahu ji-jika kalian berdua sudah sejauh ini,"Lucas yang mendengar suara Alice langsung mendorong tubuh Allison menjauh sampai membuat tubuh Allison terhuyung hampir jatuh. Namun sebuah senyuman tipis menghiasi wajah Allison saat melihat penuh amarah Alice dan Kylie."Dasar perempuan murahan!" maki Kylie yang tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya saat melihat Allison berani mencium Lucas di depan matanya."Lebih murahan mana dengan perempuan yang menjadi kekasih laki-laki yang sudah beristri," balas Allison tanpa terlihat takut meskipun mendapat tatapan tajam dari Alice dan Kylie."Lucas menikahimu karena kamu menipunya. Apa kamu sama sekali tidak tahu malu sudah berani merebut kekasih saudara kembarmu?" seru Kylie tak

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 41. Aku Hanya Pengganti!

    Wajah Madam Carol berubah pucat sesaat mendengar perkataan Allison. Dia sama sekali tidak menyangka Allison berani mengatakan hal di depan banyak orang. Dia pikir Allison bukan orang yang suka mencari muka namun ternyata pikirannya salah karena Allison lebih cerdik."Apa ini cara anda memimpin tim anda, Madam Carol?" tanya Lucas dingin."Tidak, Pak!" jawab Madam Carol cepat, "Tapi ini cara saya melatih kekuatan karyawan magang, Pak!""Sepertinya tidak semua merasakan pelatihan mental dari anda. Apa ada kriteria tertentu untuk mendapatkan pelatihan dari anda, Madam Caral?"Ti-tidak, Pak!"Dalam hati Madam Carol terus memaki Allison karena sudah membuatnya berada dalam situasi sulit seperti ini. Dia sudah merasa bahwa Allison akan membawa banyak masalah sejak pertama Allison bekerja di perusahaan LL."Bagaimana jika bulan depan kita membuat pelatihan mental untuk semua karyawan?" usul Lucas yang membuat Madam Carol terkejut."Ap-apa maksud anda, P-pak McCarthy?" tanya Madam Carol antara

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 40. Wanita-Wanita Lucas

    Elton menelan ludah beberapa kali saat melihat Lucas mengacak-acak laporan yang baru saja dia berikan. Ini adalah kesalahannya karena tidak memeriksanya terlebih dahulu sebelum diserahkan pada Lucas. "Bagaimana mungkin tidak ada petunjuk sama sekali mengenai orang yang sudah menyerang Allison? Apa ini cara kerja kalian?" bentak Lucas sambil membaca laporan yang diserahkan Elton berulang-ulang."Maaf Tuan, itu kesalahan saya," jawab Elton singkat namun dia tidak ingin lepas tanggung jawab."Kenapa akhir-akhir ini kamu sering membuat kesalahan? Apa ada sesuatu yang terjadi?""Tidak Tuan!""Lakukan hukumanmu sendiri seperti biasanya!""Baik Tuan!"Jawaban Elton sama sekali tidak membuat Lucas puas. Dia tahu bahwa mencari dalang dibalik penyerangan Allison beberapa hari yang lalu tidak mudah, namun di saat yang sama dia juga ingin mendapatkan hasil yang cepat.Hal itu tentu membuat Elton sedikit kesulitan untuk menanggani masalah tersebut. Belum lagi ditambah masalah lain yang harus dia

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 39. Campur Aduk

    "Kenapa aku bisa bertindak seperti itu?" seru Allison pada dirinya sendiri sambil berguling-guling di atas tempat tidurnya yang berukuran king size.Pikiran Allison dipenuhi dengan ingatan saat dia memeluk tubuh hangat Lucas. Keaadaan yang tadinya tegang berubah menjadi canggung. Zack dan Ellie yang awalnya ketakutan berubah menjadi bingung dan terkejut karena baru kali ini melihat sisi lain seorang Allison."Tidak, itu bukan salahku. Aku hanya lega karena Lucas sudah menyelamatkan Zack dan Ellie," kata Allison mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa yang terjadi bukanlah sesuatu yang luar biasa."Dia menyelamatkanku karena tidak ingin mendapat ceramah panjang dari Kakek Andrew," lanjut Allison bersemangat. Dia tidak akan membiarkan satu kesalahan membuat dirinya harus menanggung malu seumur hidup."Itu hanya reaksi manusia biasa. Tidak ada yang istimewa!" kata Allison sebelum memutuskan untuk menutup mata meskipun dia harus sedikit memaksa.Di tempat lain, Lucas sedang berjalan mondar

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 38. Upaya Penyelamatan

    Wajah Zack semakin pucat dan Ellie mulai menangis dipelukan Allison. Keduanya sama sekali tidak pernah dalam situasi seperti saat yang membuat mereka syok dengan apa yang terjadi.Allison terlihat kesulitan karena tidak bisa mengawasi keadaan sekitar dan menenangkan Ellie di wakt bersamaan. Ada sedikit rasa penyesalan karena sudah memaksa Zack dan Ellie untuk ikut bersamanya. Dia hanya ingin mengantar kedua rekannya itu pulang bukan membuat mereka dalam bahaya,"Nyonya, saya sepertinya tidak bisa lagi mempertahankan mobil ini. Mereka benar-benar membuat saya kesulitan!" seru Tuan Calson dengan keringat memenuhi dahinya. Dia menyadari jika mobil-mobil yang menghimpitnya menggunakan semacam kawat baja agar mobil Allison tidak mempunyai jalan keluar."Bertahanlah sedikit lagi. Aku yakin Tuan Wayne sudah berada di belakang kita!" balas Allison tak ingin kehilangan harapan sambil sesekali menoleh ke belakang.Namun sedetik kemudian seseorang menabrak bagian belakang mobil yang mereka kenda

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status