MasukAllison Payne juga tidak menginginkan pernikahan ini namun semua orang menyebutnya 'Pelakor' karena menikah dengan kekasih kembarannya. Dia terpaksa menikah dengan Lucas McCarthy untuk menjaga nama baik kedua keluarga. Kehidupan pernikahan yang dingin tanpa ada sedikit pun kehangatan membuat Allison semakin tertekan. Lucas beranggapan jika kepergian Alice ada hubungannya dengan Allison sehingga dia selalu bersikap kejam pada Allison. Keadaan semakin memburuk saat Alice tiba-tiba muncul kembali dihadapan Lucas dengan keadaan hamil muda. Allison bersiap membereskan semua barangnya karena tahu jika Lucas akan kembali pada Alice. Namun rencananya terhenti saat Lucas menolak untuk bercerai tanpa alasan yang jelas. Di sisi lain Allison tetap dengan pendiriannya untuk bercerai dari Lucas dan menjalani kehidupan yang diinginkannya. Apa alasan Lucas mencegah Allison pergi? Apakah Lucas akan tetap bersama dengan Allison atau kembali pada Alice? ------ "Hampir 2 tahun hidupku berantakan dan itu semua gara-gara kamu! Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja," - Lucas McCarthy. "Apa kamu pikir hidupku bahagia selama ini? Aku harus mendengar cacian banyak orang dan itu semua gara-gara kamu!" - Allison Payne.
Lihat lebih banyak"Selamat datang Nyonya Muda McCarthy!" sambut Nyonya Wilson sambil tersenyum lebar, "Saya harap anda menikmati pesta malam ini."
"Terima kasih Nyonya Wilson," balas Allison ramah, "Pesta yang sangat meriah,"
Nyonya Wilson mengedarkan pandangan ke sekitar dengan bangga saat mendengar perkataan Allison. Sementara Allison hanya terdiam sambil tersenyum menahan rasa bosan, sebenarnya dia juga tidak ingin datang ke acara seperti ini jika bukan karena permintaan Kakek Andrew McCarthy.
"Tapi mengapa anda tidak datang bersama Tuan Muda McCarthy?" tanya Nyonya Wilson berpura-pura tidak mengerti keadaan pernikahan Lucas dan Allison.
"Sepertinya Tuan Muda McCarthy lebih memilih datang bersama dengan sekretarisnya, Nona Tucker," sahut Nyonya Brooks mencoba membuat keadaan semakin panas.
"Apakah anda baik-baik saja Nyonya Muda McCarthy?" sahut Nyonya lainnya berpura-pura peduli dengan keadaan Allison
Allison mencoba untuk tetap tenang sambil mempertahankan senyuman di wajahnya. Dia tahu jika perempuan-perempuan ini tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk mempermalukannya. Meskipun terlihat ramah namun mereka semua menganggap Allison adalah wanita rendahan.
Kehidupan Allison benar-benar berubah semenjak dia menikah dengan Lucas. Teman-teman yang dia pikir akan mendukungnya perlahan menjauh karena menanggap Allison benar-benar mengkhianati saudara kembarnya Alice.
"Tapi anda tidak berhak marah karena mungkin semua itu karma karena sudah merebut calon suami kembaran anda," lanjut Nyonya Brooks saat Allison tetap diam tanpa terpengaruh perkataannya.
"Helena perhatikan perkataanmu!" tegur Nyonya Wilson memperingatkan Nyonya Brooks namun sambil tersenyum merendahkan ke arah Allison, "Aku harap Nyonya Muda McCarthy tidak memasukkannya ke dalam hati. Helena memang tidak bisa menjaga mulutnya,"
"Tidak, perkataan Nyonya Brooks memang benar. Aku tidak berhak untuk marah atau pun kesal," balas Allison santai.
"Tapi apa anda tahu jika beberapa hari yang lalu Tuan Wilson dan Tuan Brooks pergi ke hotel Z?" lanjut Allison yang langsung membuat orang-orang di sekitarnya terdiam bergantian melihat Nyonya Wilson dan Nyonya Brooks yang wajahnya berubah merah.
"Oh tidak, aku tidak seharusnya mengatakan hal itu. Aku tidak sengaja mendengarnya saat Lucas berbicara dengan asistennya, Tuan Wayne," tambah Allison dengan raut wajah yang terlihat bersalah, "Sepertinya aku harus pergi sebelum mengatakan hal lainnya,"
Allison bukanlah protagonis yang akan diam saja saat orang-orang menjatuhkannya. Dia akan menyeret orang-orang tersebut untuk jatuh bersamanya. Bertahan hidup di kalangan atas memang tidak mudah apalagi Allison sudah mendapat predikat negatif dari mereka semua.
Selama 2 tahun ini Allison menghadapi cemooh dari orang-orang tersebut seorang diri. Baik suami, keluarga maupun temannya memilih untuk diam dan menjauh. Terkadang mereka juga ikut memojokkan Allison, hanya Kakek Andrew yang sedikit melindunginya dengan menggunakan nama besarnya.
Senyuman tipis menghiasi wajah Allison saat melihat keberadaan Kakek Andrew, dia berencana menampakkan diri sebentar di depan Kakek Andrew sebelum pergi dari pesta ini. Pesta seperti ini hanya membuang waktunya, namun sesekali dia harus menghadirinya untuk menjaga nama keluarga McCarthy.
"Selamat malam, Kakek," sapa Allison tersenyum ramah.
"Allison, sini duduk di sebelah Kakek," balas Kakek Andrew sambil menunjuk kursi kosong di sebelah kanannya. Sementara Lucas sudah duduk di sebelah kirinya dengan wajah dingin tanpa ekspresi sedikit pun.
"Bagaimana kabar Kakek? Maaf karena jarang mengunjungi Kakek,"
"Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan barumu. Apa Lucas di perusahaan memperlakukanmu dengan baik?"
Allison hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa ingin melanjutkan pembicaraan ini, sementara Lucas tetap diam sambil memainkan gelas anggur di tangannya. Pasangan suami istri tersebut terlihat seperti orang asing yang tidak saling mengenal.
"Jadi bagaimana dengan keinginan Kakek? Kapan kalian akan memberikan Kakek seorang cucu buyut yang lucu?"
Perkataan Kakek Andrew membuat Allison terbatuk dengan telinga memerah. Sementara Lucas hampir memecahkan gelas yang ada di tangannya, dia mengambil napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.
"Seharusnya Kakek lebih memikirkan kesehatan. Jangan memikirkan sesuatu yang tidak penting!" kata Lucas. Dalam hati dia memaki Allison karena sudah membuatnya dalam situasi seperti ini. Jika saja Allison tidak menipu Alice dan membuat perempuan yang dicintainya itu pergi, maka saat ini dia sudah memiliki seorang anak laki-laki yang lucu.
"Apa maksudmu tidak penting?" seru Kakek Andrew sedikit emosi dengan perkataan Lucas, "Dalam sebuah pernikahan kehadiran seorang anak itu sangat penting!"
"Kakek, tenanglah!" sahut Allison sambil mengusap tangan Kakek Andrew perlahan, "Aku dan Lucas masih muda dan aku masih ingin fokus dengan karirku,"
Kakek Andrew membuka mulutnya namun dia menutupnya kembali. Dia tahu bagaimana kehidupan pernikahan Lucas dan Allison, dia juga tahu seberapa keras kepalanya seorang Lucas. Dia sebenarnya tidak ingin ikut campur tapi dia tidak akan tinggal diam jika ada seseorang yang ingin mengganggu keluarga McCarthy.
"Aku tidak ingin mendengar alasan kalian," kata Kakek Andrew setelah beberapa saat terdiam, "Jika dalam waktu setengah tahun aku masih belum mendapatkan kabar tentang cucu buyut, seluruh warisan keluarga McCarthy akan aku alihkan ke panti asuhan!"
Duarrr!Ledakan kembali mengguncang area gudang. Gelombang panas dan debu langsung memenuhi area sekitarnya. Lucas yang berada paling dekat dengan sumber ledakan refleks menjatuhkan tubuhnya dan berguling beberapa kali di tanah untuk menghindari pecahan benda serta mengurangi dampak ledakan.Debu tebal memenuhi udara, membuat pandangannya sempat buram. Tubuhnya terasa sakit akibat benturan keras, tetapi dia tetap berusaha bangkit. Saat berguling, kepalanya tidak sengaja menghantam sebuah batu besar di tanah. Rasa sakit tajam langsung terasa. Darah perlahan mengalir dari pelipisnya, melewati sisi wajahnya, namun Lucas tidak memperdulikannya. Hal pertama yang dia lakukan adalah memastikan keadaan sekitar. Dia memastikan jika tidak ada lagi korban dari orang-orangnya. Dia yang akan terakhir meninggalkan tempat ini setelah semua dalam keadaan aman.Sementara itu, di tengah suara ledakan yang masih terdengar, Tuan Hale masih berdiri sambil tertawa mengerikan. Tawanya menggema di antara
Wajah tenang Lucas berganti dengan wajah serius dan tegang. Kali ini dia tahu, Tuan Hale benar-benar sudah kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Pria itu tidak lagi berpikir jernih. Setiap tindakannya hanya didorong oleh amarah dan keinginan untuk menghancurkan semuanya.Tangan Lucas terkepal erat di sisi tubuhnya. Dia menahan diri bukan karena takut, tapi karena dia sedang mengulur waktu untuk Allison dan Elton menjauh dari tempat itu. Dia harus memastikan Allison berada di tempat yang aman sebelum Tuan Hale semakin kehilangan kendali/"Perintahkan semua anggota untuk mundur perlahan," kata Lucas pelan.Perintah itu membuat beberapa anak buah yang berada di dekatnya terkejut."Tapi, Tuan..."Salah satu dari mereka terlihat tidak setuju. Mereka tahu meninggalkan posisi seperti itu bisa memberikan kesempatan bagi Tuan Hale untuk menyerang Lucas secara langsung"Kita sudah kehilangan banyak anggota."potong Lucas. Suaranya tegas dan tidak terbantahkan, tidak ada ruang untuk membantah
Mata Allison membelalak tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Kepalanya menggeleng pelan, seolah menolak menerima kenyataan itu. Namun bibirnya tetap tertutup rapat, tidak ada satu pun suara yang keluar. Dia menatap Lucas dengan tatapan penuh pertanyaan."Tidak..." bisik Allison pelan dengan air mata yang mulai jatuh di pipinya.Selama ini Allison melihat Lucas sebagai seseorang yang selalu tenang dan mampu mengendalikan keadaan. Tapi mendengar ucapan Tuan Hale membuat hatinya terasa sesak. Ancaman itu bukan hanya tentang Lucas, ada lebih banyak hal yang dipertaruhkan.Lucas yang menyadari perubahan ekspresi Allison segera menoleh ke arahnya. Tatapan mereka bertemu, untuk sesaat semua suara di sekitar mereka seolah menghilang."Allison," panggil Lucas pelan.Namun Allison hanya menatapnya, matanya mulai dipenuhi kekhawatiran. Dia tahu Lucas sedang mencoba terlihat kuat. Tapi dia juga tahu, pria itu sedang menahan ketakutan yang sama besarnya. Takut kehilangan orang yang di
Lucas tak peduli apa yang terjadi pada Tuan Hale atau Regina. Setelah memastikan Allison aman, dia langsung bergerak dan mengangkat tubuh wanita itu dengan hati-hati."Lucas..." panggil Allison pelan, sedikit terkejut."Aku membawamu keluar dari sini," jawab Lucas singkat.Nada suaranya tetap tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan kekhawatiran yang selama ini dia tahan.Tanpa menunggu lebih lama, Lucas menggendong Allison keluar dari dalam gudang. Langkahnya cepat namun tetap hati-hati, seolah memastikan tidak ada satu pun hal yang bisa membahayakan wanita yang ada dalam pelukannya.Di belakang mereka, Tuan Hale hanya bisa menatap dengan penuh amarah dan frustrasi. Untuk pertama kalinya, dia tidak memiliki kendali atas situasi. Regina pun hanya terdiam. Semua yang mereka rencanakan berakhir jauh dari bayangan mereka.Sementara itu, Elton mengawasi dari kejauhan. Tatapannya menyapu seluruh area sekitar gudang, memastikan tidak ada pergerakan mencurigakan. Meski keadaan sudah berhasil






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak