Chapter: Bab 82. Musuh Bebuyutan"Baiklah aku setuju," kata Allison entah mengapa dia setuju dengan tantangan dari laki-laki tua di depannya, "Tapi sebelum itu, apa hubungan anda dengan Kakek Andrew?"Laki-laki tua di depannya itu kembali tertawa karena Allison sedikit bisa membaca situasi yang dihadapinya, "Si Tua Bangka itu benar-benar tidak salah memilih pendamping cucu kesayangannya. Tapi sayang anak-anaknya tidak ada yang dapat dia andalkan,""Sepertinya hubungan anda dan Kakek Andrew sangat,""Kenapa anda berpikir seperti itu, Nyonya Muda McCarthy?""Karena anda begitu perhatian dengan keluarga McCarthy."Lagi-lagi jawaban Allison membuat laki-laki tua itu tersenyum lebar. Namun Allison tidak berani untuk menurunkan rasa waspadanya karena dia belum benar-benar mengenal lawannya. Mungkin saja ini adalah strategi lawan sebelum menyerangnya."Aku tidak sabaik yang anda kira, Nyonya Muda McCarthy," kata laki-laki tua itu setelah berhenti tertawa, "Aku hanya ingin menikmati permainan ini. Aku harap hal ini tidak mem
Last Updated: 2026-03-19
Chapter: Bab 81. Balas DendamLucas mengerahkan semua anggota kelompoknya untuk mencari keberadaan Allison, sementara Elton memeriksa semua rekaman CCTV di markas. Lucas mengesampingkan ego dan amarahnya karena saat ini yang paling penting adalah keselamatan Allison."Menurutmu keputusanku untuk melepaskan Allison benar atau tidak?" tanya Lucas dengan wajah yang terlihat lelah karena semalaman tidak tidur."Aku tidak tahu. Masalah perempuan bukan keahlianku," jawab Mike tak ingin ikut campur dengan permasalahn pribadi Lucas. Sementara Elton memilih untuk diam tanpa berkomentar sepatah kata pun."Dia menjadi sasaran dari musuh-musuhku dan aku sama sekali tidak bisa melindunginya," kata Lucas lagi tak peduli dengan jawaban Mike."Berarti kamu harus melepasnya," balas Mike singkat."Tapi dia akan tetap menjadi sasaran musuh-musuhku!" seru Lucas mulai kesal.Hanya seorang Allison yang bisa membuat Lucas serba salah seperti saat ini. Hal itu membuat Elton dan Mike berkali-kali ingin memukul kepala Lucas karena Lucas sa
Last Updated: 2026-03-18
Chapter: Bab 80. Jalan LainSelama beberapa hari ini Allison tinggal di markas Lucas karena kafe miliknya masih dalam 'perbaikan'. Dia sebenarnya sudah menolak hal itu, tapi Lucas memaksanya dengan sedikit ancaman sehingga Allison menyetujui hal tersebut."Tuan Wayne, apa kafeku sudah selesai diperbaiki?" tanya Allison untuk kesekian kali saat bertemu dengan Elton."Masih ada bagian-bagian yang perlu untuk diperiksa lagi, Nyonya," jawab Lucas juga untuk kesekian kalinya."Apa masih butuh waktu lebih lama? Dimana Lucas?""Saya tidak bisa memastikan hal itu. Tuan saat ini sedang berada di kediamannya menemani Nona Payne,"Lucas sama sekali tidak pernah menampakkan wajahnya selama Allison tinggal di sini, selain saat malam pertama Allison berada di sini. Bukannya Allison sedih, dia malah terlihat senang karena setidaknya dia tidak harus berhadapan dengan Lucas.Suara dering ponsel Elton membuat perhatian keduanya teralihkan. Perubahan wajah Elton yang terlihat begitu serius membuat Allison curiga dengan apa yang te
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Bab 79. Hadiah PerceraianAllison merasa bingung saat membuka mata di tempat asing. Dia melihat sekitar sambil menerka-nerka dimana dia berada sekarang. Rasa waspada dan curiga Allison saat berada di level paling maximal setelah apa yang terjadi kemarin malam."Kamu berada di markasku. Tidak ada yang akan menyakitimu di sini," suara Lucas yang berat dan dingin membuat Allison sedikit merasa aman."Kenapa aku ada di sini?" tanya Allison masih belum puas dengan jawaban Lucas."Kamu ketakutan sampai pingsan. Aku membawamu ke sini karena tidak bisa membawamu ke hotel yang akan menarik perhatian banyak wartawan. Aku tidak ingin Alice kecewa denganku lagi,""Kalau begitu terima kasih banyak,"Jawaban Allison sama sekali tidak membuat Lucas puas, dia merasa jika Allison tidak benar-benar berterima kasih padanya. Entah mengapa apapun yang dilakukan oleh Allison berbeda dari perempuan lainnya di mata Lucas."Kamu mau pergi kemana?" tanya Lucas saat Allison beranjak dari tempat tidur."Aku harus membuka kafeku," jawab A
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: Bab 78. Denial"Tuan, apa yang terjadi pada Nyonya McCarthy?" tanya Elton terkejut saat melihat Lucas menggendong Allison yang sedang tidak sadarkan diri."Dia hanya kelelahan," jawab Lucas tanpa ingin menjelaskan lebih banyak, "Aku akan membawanya ke markas untuk beristirahat. Aku ingin kamu memeriksa rekaman CCTV dengan tanggal yang sudah aku catat!""Baik Tuan!" balas Elton sigap."Bawa beberapa anggota kita untuk menyelidiki tempat ini!" perintah Lucas sebelum membawa Allison pergi.Setelah menurunkan Allison di kursi penumpang, Lucas dengan cepat ke tempat kursi kemudi dan melajukan mobilnya dengan cepat. Saat ini dia tidak tahu apa yang dia lakukan, kenapa dia tiba-tiba membawa Allison ke markasnya padahal tadi pagi dia bermaksud untuk menceraikan perempuan yang tidur di sampingnya.Lucas menambah kecepatan mobilnya karena tidak ingin terus menerus memikirkan Allison. Dia mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa menolong Allison hanyalah kegiatan sosial yang bisa dia lakukan pada siapa pun, bukan
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: Bab 77. Penyelidikan"Kenapa kamu terlihat gelisah? Apa Tuan Wayne mengatakan sesuatu?" tanya Regina yang terlihat khawatir namun dalam hati dia berharap Allison akan memberinya informasi terbaru tentang Lucas."Tidak," jawab Allison singkat namun di sisi lain dia tidak ingin membuat Regina dan Ronald curiga, "Tadi Tuan Wayne mengatakan bahwa Lucas akan mengajukan gugatan perceraian. Dia hanya bertanya syarat apa saja yang ingin aku ajukan,""Perceraian!" seru Regina dan Ronald hampir bersamaan.Allison menganggukkan kepalanya pelan, dia bingung harus menampilkan raut wajah sedih atau bahagia. Dia semakin yakin dengan instingnya dan kecurigaan Lucas serta Elton pada pasangan kekasih di depannya."Apa kamu benar-benar akan berpisah dengan, Tuan McCarthy?" tanya Regina tanpa bisa menyembunyikan perasaan curiganya."Bukankah seluruh perusahaan LL sudah tahu jika yang dicintai Lucas adalah Alice bukan diriku. Keberadaanku sudah tidak dibutuhkan lagi sejak Alice kembali," jawab Allison mencoba untuk menceritak
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: Bab 15. Keinginan Si KembarKiran bingung saat terbangun di tempat yang asing, matanya memandang berkeliling untuk mencari petunjuk tentang keberadaannya saat ini. Sebuah kamar mewah yang ukurannya melebihi rumah kontrakkannya dengan ranjang queen size di tengah ruangan dan lemari berukuran besar di sisi kanannya.Wajahnya berubah menjadi panik saat teringat kejadian kemarin malam, dia langsung melompat dan berlari ke arah pintu. Pikriannya semakin tidak karuan karena takut jika yang membawanya ke tempat ini adalah orang-orang yang menyergapnya diam-diam."Aku harus segera keluar dari tempat ini!" kata Kiran sambil berusaha untuk membuka pintu tersebut.Namun usahanya sia-sia karena pintunya terkunci, Kiran berlari dengan panik ke arah jendela mencoba untuk membukanya tapi dia semakin gelisah karena mengetahui bahwa dirinya berada di lantai yang cukup tinggi. Kiran kembali memutar otaknya agar dia bisa menyelamatkan dirinya dari orang-orang yang berhasil menangkapnya.Saat Kiran sibuk mencari cara untuk melarik
Last Updated: 2023-04-06
Chapter: Bab 14. Trauma Masa Lalu"Siapa kamu?" tanya salah satu dari laki-laki yang bertampang paling garang."Lepaskan istri saya!" jawab Rayhan sambil menendang perut salah satu dari mereka dengan kuat.Wajah Rayhan semakin terlihat khawatir saat melihat Kiran hanya diam saja dengan air mata yang terus turun membasahi wajah cantiknya. Berbagai tendangan dan pukulan dia arahkan tanpa menghiraukan keselamatannya, karena dalam hatinya terus berteriak untuk menyelamatkan Kiran apapun yang terjadi.Dalam hati Rayhan sedikit menyesal karena dia tidak mengajak salah satu pengawalnya malam ini. Wajah dan tubuhnya sudah terasa perih namun gerombolan laki-laki itu sama sekali tidak terlihat menyerah, ingin rasanya dia menyerah tapi rintihan suara Kiran meminta tolong membuat dirinya terus bertahan."Jangan sentuh istri saya, saya akan berikan berapa pun yang kalian inginkan!" teriak Rayhan saat laki-laki berwajah garang itu mulai menyeret tubuh Kiran menjauh."Saya adalah CEO perusahaan Bintara, saya akan melepaskan kalian d
Last Updated: 2023-04-04
Chapter: Bab 13. Pembeli Tak Tau DiriSudah 1 minggu Kiran tidak lagi bekerja di perusahaan Bintara, panggilan dari Rara dan kepala divisi dia abaikan tanpa ingin menjelaskan apa yang terjadi sedikit pun. Dia memutuskan untuk tidak lagi bersentuhan dengan hal-hal yang berhubungan dengan Rayhan, kecuali kedua anak kembarnya Zahran dan Zayyan. Saat ini dia lebih memilih untuk bekerja paruh waktu di toko serba ada di dekat rumah kontrakkannya sambil mencari cara untuk mendapatkan hak asuh kedua anaknya. Dia tidak akan membiarkan Si Kembar hidup sengsara di dekat orang-orang yang tidak menginginkan kehadirannya. Cerita Rara dan Aldi mengenai kedua anaknya semakin meyakinkan Kiran untuk membebaskan Zahran dan Zayyan. "Terima kasih atas kedatangannya, silahkan datang kembali!" kata Kiran sambil tersenyum profesional saat seorang pembeli melangkah keluar dari toko. "Aku harus mencari pekerjaan yang lebih layak sebelum aku menuntut hak asuh kedua anakku," lanjut Kiran sambil menghela napasnya dengan kasar. Hujan deras dan mie
Last Updated: 2023-04-03
Chapter: Bab 12. Ibu Dan AnakKiran langsung merebahkan dirinya sesaat setelah sampai di rumah kontrakannya, tubuh dan pikirannya terasa begitu lelah setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi 6 tahun lalu. Satu demi satu bayangan tentang kejadian naas itu kembali berputar di dalam kepalanya sampai membuat dia menjerit kesakitan. "Aku nggak boleh lemah, aku harus kuat demi kedua anakku!" kata Kiran sambil meminum obat penenang miliknya. "Aku harus bisa ngerebut Zahran dan Zayyan dari tangan laki-laki brengsek itu," tambah Kiran mencoba untuk menguatkan dirinya meskipun dengan tubuh yang gemetar karena penyakit psikologisnya mulai muncul kembali. Dalam hati Kiran timbul perdebatan tentang apa yang terjadi hari ini. Pertemuannya dengan kedua anak kembarnya membuat dirinya bersyukur bahwa di dunia ini dia masih memiliki keluarga yang membutuhkannya, namun kemunculan Rayhan membuat dirinya harus berjuang kembali untuk melawan masa lalunya yang suram. Tangannya tanpa sadar meraih ponselnya untuk melihat foto ked
Last Updated: 2023-04-02
Chapter: Bab 11. Kenangan Masa LaluKiran tersenyum sinis saat mendengar pertanyaan Rayhan, tangannya semakin mencengkeram erat kerah baju laki-laki yang ada dihadapannya. Rasa kesal, marah, sedih, dan kecewa bercampur menjadi satu dalam hati dan pikirannya. Saat dia ingin membuang semua kenangan buruk masa lalu, tiba-tiba satu per satu rasa penasarannya terjawab. Anak yang selama ini dia rindukan dan laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya tiba-tiba muncul dihadapannya tanpa permisi. "Saya adalah mimpi buruk anda dan anda adalah mimpi buruk saya!" bentak Kiran sambil menyeringai tipis karena terlalu kesal mengingat penderitaannya selama ini. Perkataan Kiran membuat rasa penasaran Rayhan semakin besar, tapi saat dia melihat mata coklat Kiran dia sama sekali tidak berani untuk mengatakan hal yang ada dipikirannya. Rasa bersalah membuat Rayhan hanya bisa diam bahkan saat Kiran kembali menemparnya hingga Aldi menghentikannya. Wajah Kiran yang dipenuhi air mata membuat bayangan-bayangan 6 tahun lalu kembali terlintas
Last Updated: 2023-04-01
Chapter: Bab 10. Sebuah FaktaKiran menghela napasnya sambil melihat ke arah anak-anak kembarnya yang sedang sibuk makan es krim coklat. Air matanya kembali mengalir mengingat cerita Rara tentang apa yang selama ini dialami oleh Si kembar. "Apa yang anda ketahui tentang kejadian ini?" tanya Kiran sambil menatap Aldi tajam. "Apa kamu benar-benar tidak mengetahui bahwa Zahran dan Zayyan adalah anak kamu?" balas Aldi memastikan bahwa Kiran sama sekali tidak mempunyai tujuan tidak baik pada keluarga Bintara. "Apa anda pikir saya orang jahat yang tega membuang anak saya demi harta tak berguna itu?" bentak Kiran sampai membuat beberapa orang di sekitar melihat ke arahnya. Perkataan Kiran membuat Aldi sedikit malu karena sempat berpikiran buruk tentang Kiran, padahal selama beberapa hari ini dia tahu bahwa Kiran sama sekali tidak pernah mendekati Si Kembar kecuali mereka yang mendekati Kiran terlebih dahulu. Tanpa banyak bicara lagi Aldi segera menceritakan apa yang dia ketahui tentang kemunculan tiba-tiba Si kembar
Last Updated: 2023-03-05