공유

Bab 16

작가: Finella Zakaria
Perasaan akrab menyeruak di hatinya.

Nayla berusaha membuka kelopak matanya. Terlihat wajah tampan Simon dalam pandangannya yang kabur.

Wajah Simon diliputi kecemasan, genggamannya di bahu Nayla menguat. "Nayla, bertahanlah."

Suaranya rendah, serak namun magnetis. Entah kenapa tumpang tindih dengan suara pemuda dalam ingatan Nayla.

"Itu… kamu?" Tubuh Nayla bergetar menahan sakit.

Sejak kecil dimanjakan membuat tubuh Nayla tidak tahan sakit, seketika dia pingsan.

"Nayla!"

Mata Simon langsung meme
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (10)
goodnovel comment avatar
Maryati Khania
seruh dan cukup menghibur
goodnovel comment avatar
Yenny Hartika Uli
hargai yang ada di depan mata..mana baik, sayang...ngspain coba mikirin yg gak sayang sedikitpun sama kita...
goodnovel comment avatar
Lili
sera nonton drama cina
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1403

    Wilan sebenarnya enggan, tapi dia tidak berani menentang Nayla sama sekali. Apalagi, Sunny sudah digugat. Dia tidak mau ikut terseret."Oke, aku telepon."Telepon Wilan baru berdering beberapa kali, suara Ryan yang mengantuk dan kesal langsung terdengar."Wilan, kamu gila? Kenapa telepon aku dari asrama!"Wilan sudah lama tidak suka dengan arogannya Ryan. Ryan sering menindas orang lain dengan mengandalkan kakak perempuannya yang seorang model kaya raya dan kenal dengan Nayla."Ryan, Sunny dilaporkan, kamu masih bisa tidur nyenyak? Nggak takut dia beneran masuk penjara?""Kenapa takut? Kakakku dekat dengan Nayla. Selama kakakku turun tangan, Nayla pasti mau mengabulkan keinginan kakakku dan mencabut gugatan."Tatapan Nayla menjadi suram, bibirnya bergerak tanpa suara. "Langsung tanya!"Wilan mengerti maksudnya. Dia meneguhkan dirinya dan bertanya sesuai perintah."Kamu juga keterlaluan. Liontin giok itu bukan milik Sunny. Silakan kalau dijadikan hadiah, tapi kamu malah menyuruhnya pura

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1402

    "Aku pulang dulu."Dia bangkit dan pergi.Austin memandangi punggungnya yang pergi dengan marah, raut wajahnya muram, lalu menoleh kepada Mario.Mata Mario menatap datar. "Sudah dengar semuanya?"Austin menghela napas pelan. "Begini saja, aku carikan rumah untuk Winda, biar dia tinggal di sana dengan neneknya. Jangan tinggal di tempat jahat itu lagi, orang-orang di sana suka menindas yang lemah.""Aku sudah memperingatkan Melanie. Aku yakin dia nggak berani macam-macam lagi."Ekspresi Mario tampak dingin. "Semoga saja."Dia berdiri dengan postur tegap, melangkah dengan kaki panjangnya. Meskipun belum waktunya pulang kerja, dia langsung kembali ke ruang kerjanya.Baru duduk sebentar, dia menerima sebuah panggilan dari luar negeri."Ada perkembangan soal yang penyelidikan. Dua bulan lalu, memang ada orang yang ingin membeli obat khusus AIDS lewat Profesor Jalal.""Obat khusus AIDS di pasar lelang gelap itu bocor dari asisten Profesor Jalal. Selain itu, saya juga menemukan kalau Nona Sand

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1401

    Mario tetap acuh tak acuh, mengangkat bahu seolah tidak bersalah.Austin mengambil dua lembar tisu untuk menyeka mulutnya, mengabaikan pertanyaan Amanda dan mengalihkan pembicaraan."Bagaimana keadaan keluarga Winda?"Pikiran Austin kini dipenuhi oleh wajah Nenek Asih yang lembut dan penuh keriput.Dia bisa melihat betapa Nenek Asih sangat menyayangi Winda, tetapi Winda sepertinya sangat takut jika neneknya menyinggung masa lalu. Dia menyadarinya, jadi dia tidak bertanya."Sepeduli itu kepada Winda, apa, kamu suka dia?" goda Mario sambil mengangkat alisnya.Meskipun hanya bercanda, dia tetap tampak lembut dan sopan, mengalihkan pandangan orang-orang.Sangat tampan!Para gadis di sekitar memandangnya dengan mata penuh kagum, seolah tidak sabar ingin mendekatinya dan meminta nomor teleponnya.Namun, saat melihat Amanda yang cantik dan memesona duduk di sana, mereka pun mundur satu per satu.Bagaimana mungkin mereka bisa menyainginya?Austin meliriknya dengan tajam. "Diam, jangan bicara s

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1400

    "Terima kasih atas perhatiannya. Winda sangat beruntung bisa mengenal kalian. Dia nggak akan ditindas lagi di Hanka.""Nenek ...."Winda merasa tenggorokannya tercekat.Dia tahu neneknya sedang teringat kembali akan kejadian-kejadian di desa, merasa sedih serta bersalah kepadanya.Neneknya berhemat sepanjang hidupnya, berjuang keras untuk membantunya keluar dari desa. Membesarkannya dengan susah payah, membiayai sekolahnya, agar suatu hari nanti bisa meninggalkan desa dan tidak perlu pulang menghadapi tatapan sinis dan perundungan.Nenek Asih mengibaskan tangannya. "Nenek nggak akan bicara lagi. Kalian silakan ngobrol, Nenek mau mencuci termos dulu."Setelah mengatakan itu, Nenek Asih mengambil termos itu dan berjalan keluar dari kamar rawat dengan tubuh bungkuknya.Winda menahan air mata dan tersenyum malu-malu kepada Austin."Maaf, Pak Austin. Nenekku sedang sedih karena aku, makanya sampai bicara begitu."Hati Austin seolah tersentuh oleh sesuatu, dan dia baru sadar kembali setelah

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1399

    Adik Amanda sedang dalam masalah?Jika hal ini diketahui oleh Keluarga Senja, mereka pasti akan semakin membenci Amanda. Semakin tidak mungkin Amanda bisa menikah dengan Keluarga Senja.Setelah memikirkannya, dia berbalik dan kembali ke kantor, segera menelepon seseorang."Cari tahu, adik Amanda dan pacarnya sedang kena masalah apa."Pada saat yang sama, Amanda berbalik setelah menutup telepon dan melihat Austin yang memegang buket bunga, berdiri tidak jauh bersama Mario di belakangnya.Dia berjalan menghampiri mereka."Kalian kenapa berdiri saja? Mau menjenguk Winda, kenapa nggak masuk?"Nada Amanda kurang ramah. Dia agak tidak senang dengan perbuatan Austin sebelumnya.Meskipun dia tidak menyukai Winda, setidaknya Winda adalah karyawannya. Paling tidak, dia tidak seharusnya hanya peduli kepada Melanie.Sayang sekali, Winda masih menyimpan perasaan padanya. Sungguh sia-sia.Austin tidak menyadari pikiran Amanda dan memberi ruang bagi mereka berdua."Aku mau masuk sekarang, kalian sila

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1398

    Tidak seorang pun akan percaya alasan itu.Namun, karena mereka tidak memiliki bukti, masalah ini untuk sementara dibiarkan begitu saja.Untungnya, Melanie meminta maaf dan memberikan ganti rugi atas perbuatannya kepada Winda. Uang yang diterima Winda cukup untuk hidup di kota bersama Nenek Asih.Beberapa hari ini, Amanda juga membantu mencari rumah."Jangan segan-segan, Nona Amanda. Winda itu sejak kecil anak baik. Kamu temannya, jadi dia nggak mungkin mengkhianatimu."Nenek Asih menganut nilai-nilai moral yang lurus, dan kepribadiannya ramah serta penyayang.Winda menimpali, "Nenek benar, Amanda. Jangan dipikirkan terus, apalagi ini bukan salahmu. Ayo dimakan, nenekku jago masak sup.""Iya."Amanda tersenyum dan menerima mangkuk sup itu. Setelah makan beberapa suap, dia tersenyum dan memuji dengan tulus."Memang enak, ini sup terenak yang pernah kumakan."Meskipun tidak sebanding dengan yang disajikan di hotel bintang lima, sup ini penuh dengan kasih sayang yang hangat.Itu adalah se

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status