Share

Bab 16

Penulis: Finella Zakaria
Perasaan akrab menyeruak di hatinya.

Nayla berusaha membuka kelopak matanya. Terlihat wajah tampan Simon dalam pandangannya yang kabur.

Wajah Simon diliputi kecemasan, genggamannya di bahu Nayla menguat. "Nayla, bertahanlah."

Suaranya rendah, serak namun magnetis. Entah kenapa tumpang tindih dengan suara pemuda dalam ingatan Nayla.

"Itu… kamu?" Tubuh Nayla bergetar menahan sakit.

Sejak kecil dimanjakan membuat tubuh Nayla tidak tahan sakit, seketika dia pingsan.

"Nayla!"

Mata Simon langsung memerah penuh ketakutan, sontak dia membentak sopir, "Cepat!"

...

Rumah sakit.

Nayla bermimpi panjang, kembali ke hari tenggelam sepuluh tahun lalu.

Seorang pemuda duduk di sampingnya, menggoda, "Benaran lemah, air sedangkal ini pun hampir menenggelamkanmu."

Nayla terengah sembari berbaring di tanah. Dia menatap cahaya matahari yang jatuh di atas kepalanya.

Pemuda itu dalam keadaan rambut basah, telanjang kaki sambil duduk dengan lutut tertekuk, wajah mudanya kurus, tatapannya sedikit berandal.

Sina
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Ros
Biar hans muntah darah kalo tau Simon sdh nikah sm Naiya.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 315

    Nayla entah kenapa dilanda rasa cemburu yang membara.Dia tiba-tiba melingkarkan tangan di pinggang Simon dan bersandar padanya.Kemudian, dia mengangkat wajahnya dan memandang Simon dengan mata lebar, suaranya sengaja dibuat manis dan manja."Sayang, lihat itu. Mereka semua bilang kamu sangat tampan ...."Teriakan para gadis itu tiba-tiba terhenti.Simon menundukkan, memandangi sosok ramping dalam pelukannya. Senyum pengertian menghiasi bibirnya. "Oh ya? Tapi aku cuma milikmu."Setelah itu.Dia menundukkan kepala dan memberikan kecupan panjang di dahi Nayla.Pipi Nayla memerah lagi.Dia hanya tiba-tiba merasa ingin bermain. Tidak menyangka Simon akan begitu kooperatif.Dia benar-benar canggung dan segera menarik Simon untuk menjauh dari tempat itu.Di belakang mereka, para gadis berbisik dengan nada kesal."Wah, kenapa semua pria tampan sudah ada yang punya?""Tapi, wanita itu juga sangat cantik. Mereka sangat serasi ...."Setelah masuk ke dalam mobil, panas di pipi Nayla perlahan mer

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 314

    Simon terdiam ....Nayla berusaha keras menahan tawanya hingga bibirnya hampir sakit.Kepala yang sedikit tertunduk dan getaran halus di bahunya mengkhianati usahanya.Lihat, bahkan pelayan pun bisa tahu siapa yang lebih butuh minum susunya.Nayla tidak tahu, ekspresi riang tanpa beban itu tercermin dalam mata gelap Simon.Sebuah senyum kecil melintas di mata Simon yang memperhatikan setiap gerak-gerik gadis itu dengan kasih sayang yang mendalam.Nayla memiliki kecantikan alami yang cerah dan bersinar.Di usia 23 tahun, dia berada di puncak hidupnya.Saat melihatnya beberapa bulan yang lalu, wanita itu tampak penuh beban dan khawatir, tapi tetap bersikap dewasa.Kini, di hadapannya, Nayla sudah sepenuhnya nyaman, melepaskan rasa waspada dan ketidaknyamanannya.Bagi Simon, hal ini menjadi sumber kegembiraan yang sejati.Yang paling dia harapkan adalah melihat Nayla yang bebas, riang, dan bahagia.Menyadari pria di depannya terdiam cukup lama, Nayla khawatir dia marah.Tepat saat itu, pa

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 313

    "Benar sekali, aku memang penuh rahasia."Nayla tidak terlalu peduli apakah Simon melihatnya atau tidak. Kalau memang lihat, dia akan mengatakannya.Karena Simon tidak menyebut apa-apa tentang hal ini, dia menggoda dengan manja, "Apa kamu punya rahasia yang nggak boleh kuketahui?"Ekspresi Simon membeku.Sebuah kilatan singkat melintas di mata gelapnya.Dia segera kembali tenang, seolah momen itu hanyalah ilusi."Rasanya, aku juga penuh misteri."Simon menundukkan kepalanya, kening saling menempel. Napasnya yang hangat menjadi bernuansa lain. "Apa istriku ingin menjelajahinya?""..."Pipi Nayla memerah.Simon sekarang seperti serigala lapar, selalu membicarakan hal-hal semacam itu.Melihat pipi Nayla memerah, Simon tidak tega untuk menggoda lebih jauh. Dia berdiri tegak dan bertanya, "Lapar? Mau pergi makan di luar?""Atau makan di sini saja kalau nggak mau keluar."Dia selalu membiarkan Nayla memilih.Mata Nayla berbinar. "Ayo makan di luar, sekalian jalan-jalan. Aku sudah dua kali ke

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 312

    Pada malam Hans menghinanya, pria itu sedang minum bersama Michael dan gengnya.Dia baru tahu kemudian bahwa Michael mengatakan kepada Hans bahwa meski dia putri Keluarga Tanu, dia bahkan tidak lebih baik dari seorang pelayan klub.Yang lain tertawa terbahak-bahak dan ikut menghina.Hans merasa Nayla telah mempermalukannya."Nyatanya, aku memang menikah dengannya. Aku sengaja jadi kakak iparmu untuk membuatmu marah, lalu kenapa?" Tatapan Nayla menjadi dingin dan tajam.Melangkah lebih dekat, dia mencibir, "Kenyataannya memang begitu. Aku nggak mau kamu, aku memilih Simon, dan aku sekarang kakak iparmu."Mata Hans membara, memerah seolah-olah mendidih dengan amarah. Suaranya meraung."Aku nggak percaya satu kata pun!""Pasanganmu itu aku! Kamu cuma mencintaiku! Kamu sudah mencintaiku selama lima tahun! Mana mungkin kamu berhenti mencintaiku begitu saja?"Tatapan Nayla tenang seperti air, mengulangi kembali, "Aku nggak mencintaimu lagi."Dia menatap pria itu, mengucapkan setiap kata deng

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 311

    "Kami berdua laki-laki normal yang suka perempuan. Tolong jangan salah paham."Nayla tertawa kecil. "Nggak kok."Setelah menutup telepon, dia hendak beranjak pergi.Saat mengangkat kepalanya, dia melihat seseorang berdiri di dekat pintu.Orang itu menatapnya, tampak kebingungan harus apa.Orang itu Cia.Meski mengenakan kostum syuting dengan dandanan indah memesona, tatapannya jelas diliputi rasa bersalah ketika bertemu dengan Nayla.Nayla memalingkan muka dengan acuh tak acuh.Dia keluar tanpa melirik lagi.Cia menyaksikan lewat, membuka mulut seolah ingin mengatakan sesuatu. Tapi melihat betapa tidak pedulinya Nayla, dia menahan diri.Sebelum meninggalkan lokasi syuting, Nayla membicarakan jadwal dua hari mendatang dengan sutradara.Ada beberapa hal yang perlu disesuaikan, tapi Nayla menganggapnya sebagai masalah kecil dan langsung menyetujuinya, lalu segera pergi.Saat keluar dari pintu masuk, dia langsung melihat Hans bersandar pada tiang beton sambil merokok.Nayla mengerutkan ken

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 310

    Dua hari kemudian, setelah menyelesaikan naskah di lokasi syuting, Nayla membeli kopi hitam dan kembali ke lokasi. Dia menerima panggilan dari Amanda yang selama dua hari tidak menghubunginya.Amanda terdengar sangat bersalah. "Aku hampir serangan jantung waktu itu! Mana kutahu dia yang angkat telepon? Kamu nggak kenapa-kenapa habis itu, 'kan?"Nayla tertawa pelan mendengar kekhawatiran dalam suaranya. "Nggak."Amanda masih khawatir. "Apa dia suruh kamu ... berhenti berteman denganku? Dia pikir aku meracunimu dan merusak hubungan kalian?"Ini pertama kalinya Nayla melihatnya begitu gugup, dan hal ini membuktikan betapa Amanda sangat peduli padanya. Dia tertawa dan berkata, "Takut sekali? Kamu biasanya nggak begini, Amanda."Amanda tidak peduli dengan semua itu."Cepat jawab aku! Iya nggak?""Nggak."Amanda akhirnya menghela napas lega.Nayla melirik ke arah lokasi syuting. Semuanya tampak normal. Dia berbalik menuju ke area istirahat dan duduk di kursi.Sambil teringat akan baju perang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status