Share

Bab 582

Author: Finella Zakaria
Perusahaan tidak menghiraukan protesnya dan menyerahkan semua kontraknya kepada Citra.

Dia khawatir jika istirahat lebih lama lagi, karier yang telah dia bangun dengan susah payah akan terancam.

Nayla sangat mengenal Amanda. Dia tidak percaya Amanda mengatakan semuanya baik-baik saja.

Jadi, dia menelepon Charlie, memintanya untuk menyelidiki.

Dalam sepuluh menit, Charlie mendapatkan jawabannya.

Ternyata, pekerjaan Amanda dialihkan ke orang lain.

Kepada orang yang membuatnya cedera.

Nayla menyala
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 584

    "Diam! Kamu sudah mengacau, masih nggak merasa bersalah juga? Biar kuberi tahu, kalau dulu mungkin kamu masih bisa mengelabui Nayla. Tapi sekarang? Kecuali bisa mendapat dukungan dari Keluarga Cahyo, kamu nggak akan selamat, menghabiskan sisa hidupmu untuk melunasi utangmu!"Kumala sangat marah.Andai dia tahu ini akan terjadi, dia tidak akan pernah bertaruh bahwa Nayla tidak akan terlibat dalam masalah ini.Tapi, dia terlalu meremehkan ikatan antara Nayla dan Amanda.Setelah makan siang, Amanda menerima panggilan dari Kumala.Kumala menangis dan memohon di ujung telepon, mengucapkan segala macam janji manis.Intinya, perusahaan akan menangani dengan serius kasus perusakan sepatu dan cedera yang dia alami.Mereka juga akan mengembalikan semua kontrak kerja sebelumnya dan memberikan kuota tambahan di peragaan busana akhir tahun.Selain itu, perusahaan menawarkan cuti berbayar tambahan selama sebulan, kompensasi atas penghasilan yang hilang akibat cedera. Dan sebagainya.Amanda mengerutk

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 583

    Kumala dan Citra menjadi pucat pasi.Mereka menatap Nayla dengan terkejut.Terutama Citra.Setelah melihat rekaman CCTV, secercah rasa bersalah melintas di matanya, diikuti oleh rasa takut.Mungkinkah mereka sudah selesai menyelidikinya?Begitu Kumala melihat isi rekaman itu, dia langsung mengerti. Isinya persis seperti yang pernah ditunjukkan Amanda padanya."Nona Nayla, aku kurang mengerti maksudmu. Ini kan rekaman dari ruang ganti tempat peragaan busana saat seseorang merusak sepatu Amanda? Tapi apa hubungannya dengan kerja sama kita?"Kumala pura-pura tidak tahu.Amanda mengatakan bahwa orang di dalam adalah Citra.Dilihat dari tinggi badan memang ada kemiripan.Tapi, mereka semua model. Bahkan wanita terpendek pun tingginya 175 sentimeter.Citra memiliki tinggi 178 sentimeter, sama dengan Amanda.Tapi, sosok dalam rekaman itu sangat tertutup. Selain tinggi badan, tidak ada bukti lain bahwa itu adalah Citra."Kalian berdua tahu persis siapa pelakunya," kata Nayla dengan tatapan din

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 582

    Perusahaan tidak menghiraukan protesnya dan menyerahkan semua kontraknya kepada Citra.Dia khawatir jika istirahat lebih lama lagi, karier yang telah dia bangun dengan susah payah akan terancam.Nayla sangat mengenal Amanda. Dia tidak percaya Amanda mengatakan semuanya baik-baik saja.Jadi, dia menelepon Charlie, memintanya untuk menyelidiki.Dalam sepuluh menit, Charlie mendapatkan jawabannya.Ternyata, pekerjaan Amanda dialihkan ke orang lain.Kepada orang yang membuatnya cedera.Nayla menyalahkan dirinya sendiri. Dia menunda-nunda penyelidikan masalah perusakan sepatu Amanda karena ingin menyelesaikan kasus ayahnya dulu.Dia tidak tahu bahwa menunda beberapa hari akan membuat Amanda kehilangan semua pekerjaannya."Segera tangani," perintah Nayla dengan dingin. "Cari tahu siapa yang merencanakan ini. Mereka harus membayar harganya. Amanda itu sahabatku. Nggak akan kubiarkan siapa pun menyakitinya."Lampu di atas kepala membuat wajahnya separuh tertutup bayangan, memberikan kesan meng

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 581

    Tatapan Nayla membeku.Dia mengerti.Simon bermaksud mengatakan bahwa Mario tidak tertarik pada Amanda.Tapi bagaimana caranya dia memberi tahu Amanda? Bukankah itu sama saja dengan menghancurkan hati Amanda?Simon menggenggam tangan Nayla, mengusap punggung tangannya, dan menenangkan dengan lembut."Mereka berdua sudah dewasa, bisa menangani urusan mereka sendiri. Kamu nggak perlu cemas, lagi pula kamu memang nggak bisa mencampuri urusan mereka."Nayla menghela napas tak berdaya.Meskipun dia merasa kasihan pada Amanda, kata-kata Simon bukan tanpa alasan.Nayla ingin tetap menemani Simon di rumah sakit, tapi Simon tidak tega membiarkannya dan bersikeras menyuruhnya pulang, bahkan langsung memanggil Ben untuk mengantarnya."Kamu baru sembuh, jangan sampai kecapekan lagi. Sudah ada Ben dan perawat di sini."Suara Simon tegas, tidak membiarkan Nayla menolak.Nayla tidak ingin membuat Simon semakin khawatir, jadi dia menurut saja.Pada pukul delapan malam, dia kembali ke apartemennya.Sel

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 580

    "Semua orang sepertinya sangat antusias dengan lelang ini."Friska mengerutkan kening, raut wajahnya serius.Mendengar topik ini, Nayla mengetuk pintu dan masuk.Begitu melihatnya masuk, ekspresi serius Friska langsung berubah menjadi senyum."Kukira kamu sudah meninggalkannya sendirian."Nayla mengenakan gaun bergaris polos, tampak lembut dan manis.Dia tersenyum pada Friska. "Kalau begitu, pikiranmu terlalu kejam. Simon terluka karena aku, masa iya aku nggak tahu terima kasih."Friska tertawa kecil. "Simon pernah bilang kamu itu setan kecil yang nggak punya hati. Suka buang muka begitu saja kalau sudah nggak butuh."Nayla menatap Simon dengan mata membelalak bingung."Kapan aku buang muka waktu sudah nggak butuh? Simon, jelaskan."Kilatan gelap muncul di mata Simon yang hitam pekat dan bibirnya tersenyum tipis."Nggak, aku cuma asal bercanda. Istriku bukan orang yang begitu.""Friska, mengadu domba itu nggak baik, apalagi suami-istri.""..."Friska memutar matanya."Oke, oke, aku sep

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 579

    Amanda keluar ke koridor. Masih belum jauh dari bangsal, dia mendengar suara Nayla di belakangnya."Kenapa keluar sendirian? Cemburu?"Amanda tampak mengatupkan bibirnya, seolah-olah rahasianya telah terbongkar.Dia berbalik menghadap Nayla, buru-buru membantah. "Cemburu? Aku nggak mengerti kamu sedang bicara apa."Dia mengerti.Dia yang paling mengerti daripada siapa pun.Dia hanya pura-pura tidak mengerti.Nayla tidak mendesak lebih jauh. Dia memegang pegangan kursi rodanya dan membawanya ke lantai bawah untuk berjalan-jalan."Menurutku, Dokter Mario memang tampan dan sangat masuk tipemu. Dia lembut dan elegan. Tapi dia cocok untukmu atau nggak, baru bisa tahu kalau kamu sudah mengenalnya.""Kalau memang kamu suka, cepat dapatkan dia. Jangan tunggu diambil orang lain, nanti kamu sendiri yang menyesal."Amanda membanggakan diri telah mencoba 18 pacar, tapi itu semua omong kosong.Dia adalah wanita yang tidak percaya diri. Motivasi tunggalnya adalah mencari uang.Terutama ketika dia me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status