Share

Bab 920

Penulis: Finella Zakaria
"Kamu ingin aku hancur. Jadi, jangan harap aku biarkan kalian, Keluarga Jatmiko, hidup tenang!"

"B-bajingan!"

Dada Geri semakin sakit. Dengan susah payah, dia mengangkat tangannya dan menampar Hans.

Tamparannya sangat keras.

Tidak hanya membuat wajah Hans terhempas, tapi juga membuat sudut mulutnya berdarah.

Dia menjilat darah di sudut mulutnya, tertawa, lalu menoleh kembali dan menatap Geri dengan penuh kebencian.

"Aku tunggu. Aku ingin lihat bagaimana kamu akan mati! Aku akan saksikan dengan m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Ambar Tanti
selesai satu di munculkan lagi yang lain..hahaha..entah mau dibikin berapa ribu bab
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1495

    Wajah Nenek Ratna semakin tertutup kelabu, hingga akhirnya tidak bisa menahan diri dan menegur."Melanie, jangan cerewet."Melanie menatap ekspresi seolah penuh pengertian."Iya, iya, aku nggak akan bicara lagi, biar Kak Sandra nggak malu."Sandra menoleh.Saat itu juga, melihat keseriusan di mata Nenek Ratna, jantungnya berdebar kencang. Firasat buruk tiba-tiba memenuhi dadanya."Sandra, Mario, ikut aku."Nenek Ratna bangkit dengan bantuan tongkatnya, berjalan menuju ruang kerja.Sandra tanpa sadar menatap Mario, tetapi Mario bahkan tidak meliriknya sedikit pun. Dia hanya mengikuti Nenek Ratna dengan sikap dingin yang membuatnya cemas."Kak Sandra, cepat, kenapa diam saja?"Melanie menyenggol bahunya pelan dan bercanda, "Terlalu senang sampai bingung harus bicara apa?"Sandra tersenyum tipis, lalu mempercepat langkahnya untuk mengejar mereka.Begitu masuk ke ruang kerja, Nenek Ratna duduk tenang di kursi goyang kayu mahoninya, raut wajahnya berubah menjadi sangat serius."Sandra, aku

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1494

    "Ya sudah, semoga kamu bahagia."Dia langsung menutup telepon tanpa perasaan.Mario mengedipkan mata dengan perasaan geli dan menekan nomornya lagi.Nayla merasa ada yang tidak beres ketika Amanda menutup telepon."Bagaimana?""Katanya mau pulang ke rumah keluarga besar, mau membicarakan pernikahan."Winda merasa seolah petir menyambar di siang bolong. "Dokter Mario beneran mau menikah dengan Sandra? Terus kamu bagaimana? Bisa-bisanya dia!"Nayla tetap tenang. "Dia bilang mau menikah?"Amanda berkata dengan tajam, "Mungkin dia akan bilang malam ini. Daripada pasrah menunggu, lebih baik aku duluan."Setelah dia bicara begitu, telepon dari Mario masuk lagi. Dia tidak mengangkatnya dan mengirim pesan.[Kita putus.]Nayla melihat sekilas kata-kata dalam pesan itu dan menasihati, "Tenang dulu. Paling nggak tanyakan dulu, minta penjelasan. Siapa tahu cuma salah paham."Amanda memaksakan senyuman yang cerah dan menawan."Kamu tahu, aku sejak kecil takut ditinggalkan. Daripada mengalami lagi,

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1493

    Sejak hari saat Mario dipanggil pulang.Melanie memperhatikan reaksi mereka dan berjalan mendekat dengan angkuh."Oh, jadi seseorang sudah dicampakkan kakakku secepat itu?""Nggak heran. Berani-beraninya dia mengira bisa melawan Keluarga Senja dengan masalah sepele itu. Mempermalukan diri sendiri saja."Baru dua hari yang lalu, orang tuanya memberitahunya bahwa Mario memutuskan untuk tidak berhenti menggugat Viola.Mereka juga mengatakan bahwa Mario akan segera menikah.Meskipun tidak disebutkan dengan siapa, Melanie sudah bisa menebak pasti dengan Sandra.Lagi pula, neneknya sama sekali tidak suka dan tidak akan menerima Amanda yang rendahan.Hati Amanda terasa teriris. Dia tidak bisa menggambarkan perasaannya, jadi dia memutuskan untuk membalas dulu."Kalau soal mempermalukan diri sendiri, siapa yang berani tanding denganmu?""Kamu belum lupa soal siaran langsung itu, 'kan?"Kata-kata tajam Amanda mengingatkan Melanie pada masa lalu yang memalukan, menyebabkan wajahnya memucat lalu b

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1492

    Dia lalu menatap Emir dan Andini. "Tuan Emir, Nyonya Andini, Nyonya meminta kalian masuk."Mereka saling bertukar pandang dengan ragu, tetapi tidak bertanya dan segera bangkit menuju kamar.Wajah orang-orang lainnya menunjukkan ekspresi yang beragam.Kartika sangat cemas dan bergegas menghampiri kepala pelayan."Maksudnya apa? Calvin sudah datang, apa Ibu nggak tahu? Apa yang dia bicarakan dengan Mario nakal itu?"Arnold mengikuti di sampingnya dengan cemas, wajahnya tampak tidak senang."Dia dibiarkan pergi begitu saja? Viola mau dibiarkan? Ibu pasti nggak akan menyerah menyelamatkan cucunya sendiri."Kepala pelayan berkata dengan tenang, "Nona dan Tuan, mohon tenang. Nyonya pasti sudah punya rencana. Nggak baik mengganggu istirahat Nyonya."Keduanya terbungkam.Mereka hanya bisa menatap Emir dan Andini yang berjalan menuju kamar.Mereka lalu menatap Calvin.Sandra tampak bingung dan bersiap pergi. Begitu melangkah ke luar, terdengar suara yang hangat dari belakang."Dokter Sandra, ka

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1491

    Mario tetap acuh tak acuh dan tidak mengucapkan apa-apa.Dia melangkah melewatinya, menuju kamar Nenek Ratna.Nenek Ratna bersandar di kepala tempat tidur. Setelah pingsan, wajahnya pucat dan lemah, seperti burung elang yang sayapnya patah, tanpa aura wibawa yang biasanya.Dia menoleh kepada kepala pelayan di samping tempat tidur dan memberinya instruksi."Keluar dulu."Kepala pelayan itu, dengan raut wajah yang tampak tidak tenang, keluar dari kamar dan menunggu di luar.Mario melangkah mendekat ke tepi tempat tidur, raut wajahnya tetap datar dan tidak berubah."Sifatmu terlalu keras, yang menderita justru dirimu sendiri."Nenek Ratna menahan amarahnya. "Aku cuma mau bertanya satu hal. Apa yang kamu inginkan agar tantemu dan Viola dibebaskan?"Mario mengangkat pandangannya."Nggak jadi minta bantuan cucu sulungmu lagi?"Nenek Ratna tiba-tiba tersenyum seolah menyadari sesuatu."Kamu benar-benar ingin membuatku marah. Ternyata kamu membiarkan Calvin menyelamatkan Michael. Jangan lupa,

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1490

    Mata Andini membelalak ketakutan. Tuduhan ini terlalu serius.Bahkan Emir yang biasanya setenang gunung pun tampak terkejut."Bu, perkataanmu itu terlalu berlebihan."Kartika tampak puas, melirik suaminya seolah memamerkan dirinya sangat disayangi.Arnold memanfaatkan kesempatan itu untuk meredakan situasi. "Bu, Mario bukan anak yang seperti itu, dengarkan dulu penjelasannya."Mario tampak acuh tak acuh, tanpa sedikit pun emosi di matanya, seolah semua ini tidak ada hubungannya dengan dirinya.Namun, aktingnya harus tetap dilanjutkan."Viola bersekongkol dengan Farrel memberi obat bius kepada Amanda, menghasut Farrel untuk melecehkan Amanda, buktinya terekam dalam video.""Viola menyuruh asistennya memberi obat bius, dan ada saksi yang bisa mengidentifikasinya. Perilakunya sangat buruk. Kalau dia minta maaf dengan tulus, mungkin masalah ini bisa diselesaikan."Mario menoleh, tatapan dinginnya menyapu Kartika."Justru Keluarga Senja yang memanfaatkan kekuasaan untuk menindas orang lain.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status