Share

Pamer Istri

Author: YOSSYTA S
last update publish date: 2026-09-26 02:13:05

Siang itu di pusat Superstar.

Di dekat kasir pusat, seorang pria dengan name tag mengkilap `DAMAR - MANAGER`, sedang memarahi seorang kasir baru. Nada suaranya tinggi, sisa kesal gara-gara nasi goreng gosong buatan Frisca pagi tadi. Masih menyisakan rasa pahit di lidah.

"Kerja tuh pakai mata! Kalau gak becus mending resign aja!"

Semua kasir menunduk.

Tiba-tiba pintu otomatis terbuka. `TING TONG!`

Lalu terdengar ribut-ribut kecil di pintu masuk. Semua karyawan menoleh.

Damar ikut men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Perdebatan

    Pintu kaca tertutup. `KLEK!` Hanya tersisa Pak Deon dan Enzo di dalam ruangan kerja yang ber-AC dingin. Zoya menunggu di luar. Pak Deon melepas kacamatanya, dan menaruhnya di atas meja. Lalu sambil memijat ujung hidung dia mulai menatap Enzo dengan tatapan menyelidik. Wajahnya tidak marah, tapi lebih ke kecewa dan serius. "Duduk!" Enzo tidak duduk. Ia masih berdiri tegak. "Ada apa, Pa?" Pak Deon menghela napas panjang. "Papa mau tanya serius sama kamu, Enzo. Kamu balik ke kantor ini, kamu serius mau kerja? Mau bantu Papa ngurus Superstar ini? Atau kamu cuma mau main-main? Bikin keributan sama Damar?" Enzo terdiam. "Papa lihat sendiri kan dari tadi. Kamu bawa Zoya ke sini, pamer di depan Damar. Kamu mau bikin kantor ini jadi arena tinju kamu sama Damar rebutan perempuan, Enzo?" "Bukan gitu, Pa," jawab Enzo dingin. "Aku bawa istri sendiri ke kantor. Salahnya di mana?" Pak Deon mengebrak meja pelan. `BRAK!` "Salahnya, istri kamu itu mantan istri karyawan Papa

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Berkunjung ke kantor Mertua

    Tok-tok! "Masuk."'Klik!' Pintu terbuka. Pak Deon mengangkat kepala. Kacamata bacanya hampir jatuh menoleh ke arah sumber suara. Enzo dan Zoya berdiri di depan pintu. Bergandengan tangan. "Enzo?!" Pak Deon spontan berdiri. Wajahnya kaget bukan main. "Kamu... kamu ngapain di sini?" Belum sempat Enzo jawab, mata Pak Deon turun ke tangan mereka yang bergandengan. Lalu menatap Zoya. Wajah kaget Pak Deon langsung berubah. Senyumnya hilang. Jadi datar, bahkan sedikit kesal. "Zoya?" Pak Deon menghela napas berat. "Kamu bawa dia ke sini, Enzo?" Enzo tersenyum, masih bangga. "Iya, Pa. Sengaja aku pingin kenalin istri aku, Zoya. Dan mulai hari ini aku mau bekerja di sini, Pa. Di kantor pusat." Pak Deon tidak menjawab. Ia justru berjalan mendekati jendela kaca besar yang menghadap langsung ke lantai bawah. Dari situ, dia bisa memantau semua karyawan di sana. "Enzo, kamu tau apa yang kamu lakukan?" suara Pak Deon pelan tapi tegas, menahan marah. "Ini kantor pusat, Superstar, Z

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Pembalasan Dimulai

    "M-mbak ... Zoya?!" Amelia spontan teriak, suaranya cempreng dan kencang, sampai beberapa staff administrasi di dalam ruangan kaca menoleh dan berbisik. Zoya yang ditarik Enzo menatap Amelia dengan tatapan tenang, tapi dingin. Bukan Zoya yang dulu lagi yang selalu menunduk kalau disuruh. "Amelia," ucapnya tenang. Tapi sebenarnya dia juga kaget melihat mantan adik iparnya berada di kantor ini. Amelia melongo, menatap Zoya dari atas sampai bawah. Lalu beralih ke tangan Zoya dan Enzo yang bergandengan erat. Otaknya tidak bisa memproses. "Kamu ... kok, bisa ada di sini? Pakai baju kayak gini? Sama Kak Enzo? Kamu... kamu ngapain? Kamu kesasar ya? Ini kantor lho, bukan dapur! Sana balik!" Masih keluar sifat bossy nya. Ia masih mengira Zoya adalah Zoya yang dulu, yang bisa ia suruh-suruh. Enzo yang mendengar kalimat itu, rahangnya langsung mengeras. Matanya menyala marah. Dia menarik Zoya maju selangkah, tepat di depan Amelia. Lalu memeluk pinggang Zoya dengan posesif. "Jaga

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Bertemu Mantan Adik Ipar

    Setelah semua karyawan membungkuk hormat ke Zoya, suasana jadi hening. Semua menahan napas. Enzo belum selesai. Ia melepaskan rangkulannya dari pinggang Zoya, lalu melangkah pelan mendekati meja kasir pusat. Mendekati Damar. Tiap langkah Enzo, membuat wajah Damar makin pucat. Enzo berhenti tepat di depan Damar. Jaraknya cuma satu meja kasir. Ia menatap lurus ke mata Damar, senyum miringnya hilang, diganti tatapan dingin seorang pewaris. "Damar." Suara Enzo pelan, tapi semua orang diam jadi terdengar jelas. "Sekarang Zoya istri saya." Enzo melirik Zoya yang masih berdiri anggun di belakangnya, lalu kembali menatap Damar. "Jadi, tolong layani dan hormati dia. Seperti kamu menghormati saya. Seperti kamu menghormati Papa saya. Paham?" Damar mengepalkan tangannya makin keras di bawah meja. Rahangnya mengeras. "Paham, Pak Enzo," jawabnya dengan suara tertahan. Matanya tidak berani menatap Enzo, tapi ekor matanya terus melirik ke dress cream Zoya yang dulu bahkan tidak m

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Pamer Istri

    Siang itu di pusat Superstar. Di dekat kasir pusat, seorang pria dengan name tag mengkilap `DAMAR - MANAGER`, sedang memarahi seorang kasir baru. Nada suaranya tinggi, sisa kesal gara-gara nasi goreng gosong buatan Frisca pagi tadi. Masih menyisakan rasa pahit di lidah. "Kerja tuh pakai mata! Kalau gak becus mending resign aja!" Semua kasir menunduk. Tiba-tiba pintu otomatis terbuka. `TING TONG!` Lalu terdengar ribut-ribut kecil di pintu masuk. Semua karyawan menoleh. Damar ikut menoleh, kesal karena dramanya keganggu. Tapi sedetik kemudian, wajah kesalnya langsung hilang. Berubah jadi terkejut. Matanya membelalak, rahangnya mengeras saat melihat kehadiran sosok lelaki yang membuat hatinya panas dari kemarin.'Enzo.' Dan di samping Enzo, ada seorang wanita. Dress cream elegan selutut, rambut coklat caramel yang di-blow lembut, makeup flawless glowing, heels mahal. Cantiknya kayak artis papan atas yang baru turun dari mobil Alphard. Zoya. Damar terpaku melihatnya.

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Supermarket

    "Ke Superstar Pusat. Supermarket milik keluarga Bautista." Zoya mengerutkan dahi. "Ngapain kita ke sana?" "Memperkenalkan istriku," jawab Enzo santai sambil menyalakan mobil sport hitamnya. "Sekalian pamer. Hehehe..." "Huh, pamer?!" Zoya makin bingung. "Buat apa?" "Ya, buat semua orang tau, kalau kamu ini istriku. Istri Enzo Alvaro Bautista, si pewaris tunggal Superstar Mart terbesar di Indonesia." Enzo tersenyum tengil, bangga. Zoya cuma bisa geleng kepala. "Mulai kumat lagi deh sombongnya." 30 MENIT KEMUDIAN - SUPERSTAR PUSAT, JAKARTA SELATAN. Mobil Enzo berhenti tepat di lobi utama. Dari dalam mobil, Zoya langsung kaget. Tangannya mencengkeram seatbelt erat-erat. Gedungnya megah. Ramai. Tulisan besar 'SUPERSTAR MART' berkilau keemasan. Itu tempatnya dulu. Tempat dia bekerja 2 tahun sebagai kasir dengan seragam biru pudar. Tempat di mana dia dipanggil "Zoya si lelet" oleh seniornya. "Enzo, eh, Mas..." Saking groginya, suaranya pelan. Wajah glowing yang tadi can

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status