Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat

Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-10-14
Oleh:  Yu.Az.Ongoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 Peringkat. 1 Ulasan
9Bab
12Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Kinara Wang harus kehilangan putra yang belum lahir akibat dipaksa menggugurkannya oleh suaminya, Damian, demi menjadikan anak Kania sebagai pewaris keluarga Zhao. Tak hanya itu, ia juga dikhianati oleh keluarga palsunya yang mengincar harta warisannya. Setelah mengakhiri hidup dengan penuh kebencian, Kinara justru terlahir kembali pada usia delapan belas tahun. Kali ini, ia memilih meninggalkan Damian dan menikahi Alexander Huang, tuan muda yang terbaring vegetatif. Sambil merebut kembali warisannya, Kinara bertekad membalas semua orang yang pernah menghancurkan hidupnya. Damian yang mengira Kinara akan terus mengejar cintanya justru panik ketika wanita itu benar-benar berpaling dan mulai mencintai pria lain. Kini, Kinara bukan lagi wanita lemah yang bisa dipermainkan. Kesempatan keduanya akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang pernah mengkhianatinya!

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Tes!

Setetes air mata jatuh di atas batu nisan kecil yang berdiri sendirian di tengah pemakaman. Pada batu nisan itu hanya tertulis satu nama yang membuat dada Kinara Wang terasa seperti diremas.

"Ethan ...." Suaranya bergetar. Kedua tangannya mencengkeram ujung bajunya. "Maafkan Ibu, Nak."

Anaknya bahkan belum sempat melihat dunia, tetapi sudah dipaksa meninggalkan ibunya. Kinara kehilangan Ethan karena suaminya sendiri memaksanya menggugurkan kandungan demi anak saudara kembarnya.

Kakak yang selama ini yang ia sayangi dengan sepenuh hati dan selalu mengalah untuk sang kakak.

Sebagai seorang dokter yang menguasai pengobatan modern dan tradisional, Kinara mati-matian membantu Kania yang selama bertahun-tahun kesulitan hamil. Ia tidak pernah menyangka bahwa setelah Kania akhirnya mengandung, anak itu justru merupakan darah daging Damian, suaminya sendiri.

Lebih menyakitkan lagi, ketika mengetahui Kinara juga sedang hamil, Damian memaksanya menggugurkan kandungan.

"Kania susah hamil," ujar Damian waktu itu tanpa sedikit pun rasa bersalah. "Biarkan dia melahirkan penerus keluarga Zhao lebih dulu. Sedangkan kau masih bisa punya anak lagi."

Kalimat itu menghancurkan hati Kinara. Tapi ia tetap bertahan demi Ethan. Sayangnya, perjuangannya berakhir sia-sia.

Kini Ethan telah dimakamkan, sementara Damian dan Kania justru sedang merayakan kelahiran putra mereka. Tidak seorang pun datang menemani Kinara ke pemakaman.

Dengan tubuh lemah dan mata bengkak, Kinara meninggalkan makam putranya.

"Maafkan Ibu, Ethan," bisiknya sebelum pergi. "Ibu akan segera menyusulmu."

Kinara berjalan menuju jalan raya, kemudian menaiki taksi menuju villa keluarga Wang. Ia sengaja masuk melalui pintu belakang karena tidak ingin bertemu siapa pun.

Baru beberapa langkah memasuki villa, suara percakapan dari ruang tengah membuatnya berhenti.

"Untung saja anak Kinara sudah mati," terdengar suara Kania.

Kinara membeku.

"Putraku sekarang bisa menjadi pewaris keluarga Zhao tanpa ada yang menghalangi."

Kemudian terdengar tawa beberapa orang. Kinara mengenali suara mereka. Itu suara ayah dan ibunya.

"Memang sudah sepantasnya," ujar ibunya dingin. "Seharusnya sejak dulu Kinara tidak perlu ada. Kalau dia juga mati dan menyusul ayah serta ibunya, semuanya akan jauh lebih mudah."

Kinara mengerutkan kening. "Menyusul ayah dan ibunya?"

Jantungnya berdegup kencang. Bukankah mereka adalah orang tua kandungnya? Pikir Kinara.

Sebelum sempat berpikir lebih jauh, suara Damian terdengar.

"Jangan terburu-buru. Kita masih membutuhkan tanda tangan dan stempel Kinara untuk membuka akses harta serta perusahaan Wang."

Kinara menahan napas.

"Setelah semuanya menjadi milik kita, barulah kita bisa menyingkirkannya."

Tubuh Kinara mulai gemetar.

Kemudian Kania tertawa getir. "Aku sudah muak berpura-pura menjadi saudara kembarnya selama dua puluh delapan tahun. Padahal kami hanya sepupu."

Dunia Kinara seakan berhenti. "Sepupu?"

Ia menutup mulutnya sendiri agar tidak berteriak. Selama ini Kania bukan saudara kembarnya.

Lalu suara ibunya kembali terdengar. "Ibu dan ayahmu juga sudah muak berpura-pura menyayangimu. Semua itu hanya karena harta saudara kembarku dan saudara kembar Jason."

Kinara merasa seluruh hidupnya runtuh.

Orang yang ia cintai sebagai keluarga ternyata hanya berpura-pura menyayanginya demi harta.

"Nona!"

Suara pelayan dari belakang membuat Kinara tersentak.

"Nona Kinara, apa yang Nona lakukan di sini?"

Semua orang di dalam ruangan langsung terdiam.

"Kinara?" suara Damian terdengar panik.

Kinara tidak menunggu lebih lama. Ia mendorong pelayan yang menghalangi jalannya lalu berlari menuju hutan di belakang villa.

"Kejar dia!" teriak Kania.

Kinara terus berlari tanpa menoleh. Ranting-ranting menggores kulitnya, tetapi ia tidak peduli. Ia hanya ingin menjauh dari orang-orang yang selama dua puluh delapan tahun ia anggap sebagai keluarganya, pelariannya berakhir di ujung sebuah jurang.

Kinara berbalik menatap Damian, Kania, serta orang-orang yang selama ini ia cintai telah mengejarnya.

"Kinara, kembali!" Kania mencoba membujuk. "Semua yang kau dengar tadi salah paham!"

"Salah paham?" Kinara tertawa getir.

Damian maju perlahan. "Aku tahu kau sedih karena kehilangan anak kita. Tapi kita masih bisa punya anak lagi. Dokter bilang kau masih muda dan tubuhmu sehat."

"Jangan sebut Ethan sebagai anakmu."

"Kinara, aku hanya ingin—"

"Cukup!"

Kinara menatap mereka satu per satu dengan kebencian.

"Aku benci kalian semua. Sampai mati pun, aku tak akan sudi memberikan harta keluarga Wang."

Air mata mengalir di wajahnya. "Andaikan aku bisa mengulang waktu ...." Suaranya bergetar. "Aku akan membuat kalian semua hancur berkeping-keping sampai kalian memohon kematian."

"Kinara, jangan!"

Damian berusaha maju. Namun, Kinara justru mundur perlahan-lahan. Hingga tumitnya menyentuh ujung jurang.

"Kinara!"

Ia tersenyum tipis. "Ibu ... Ayah ... Ethan ...." Tubuhnya jatuh ke dalam jurang.

"Aku datang."

.…

Kegelapan menyelimuti kesadarannya. Lalu sebuah suara terdengar samar.

"Aku tidak mau menikah dengan pria vegetatif itu!"

Kinara mengerutkan kening. Suara itu sangat familiar.

Plak!

Suara tamparan keras menggema. Kinara lamgsung membuka mata. Cahaya putih menyilaukan pandangannya. Ia mengangkat tangannya dan mendapati kulitnya jauh lebih muda.

Napasnya tertahan. Di hadapannya berdiri orang-orang yang sangat ia kenal.

Kinara menatap sekeliling dengan mata melebar.

"Ini ...."

Tangannya menyentuh wajahnya sendiri. "Jangan-jangan ...."

Kinara melihat pantulan dirinya di cermin. Wajah berusia dua puluh delapan tahun yang penuh luka telah menghilang. Kini ia kembali menjadi gadis berusia delapan belas tahun.

Air mata perlahan memenuhi matanya.

"Apa ini? Aku lahir kembali?”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Yu.Az.
Yu.Az.
Welcome di buku ketigaku. Ceritanya fresh, yakin no menye-menye.
2026-10-23 11:42:49
0
0
9 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status