Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu

Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu

last updateLast Updated : 2026-10-04
By:  YOSSYTA SUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
13 ratings. 13 reviews
83Chapters
806views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Cuma gara-gara tikus, Zoya, janda muda yang baru cerai 7 bulan, harus menikah dengan pria yang tak dikenal. Awalnya pernikahan itu hanya kesepakatan untuk menutup mulut warga. Namun, lama-lama hati mereka mulai goyah. Sampai Enzo, pria 2 tahun lebih muda darinya itu, memperkenalkan Zoya pada keluarganya. Dan bom pun meledak. Ternyata Enzo adalah adik dari Frisca — wanita yang merebut suami Zoya dulu. Lalu, bagaimana nasib pernikahan mereka nanti? Apakah cinta yang baru tumbuh akan hancur... atau, justru jadi awal pembalasan?

View More

Chapter 1

Gara-gara Tikus

Sinar matahari pagi menyelinap lewat celah gorden yang tipis.

Namun, hangatnya mentari tak bisa menembus dinding hati Zoya yang dingin, semenjak 7 bulan yang lalu.

Zoya Amanda, perempuan usia 27 tahun, duduk di depan cermin kusam. Tangannya sibuk meremas handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Bau semerbak sampo melati memenuhi ruangan sempit itu.

Mata Zoya menatap lurus ke arah cermin. Tapi, pikirannya entah ke mana.

'Tujuh bulan.'

Tujuh bulan, sejak tanda tangan di atas kertas cerai itu mengering. Dengan alasan `mandul`.

Tujuh bulan, sejak namanya jadi menu utama di setiap arisan RT. `Lha, masih muda udah jadi janda.'

Tujuh bulan, sejak dia bersumpah, `Aku gak butuh laki-laki lagi. Cukup sekali aku kecewa gara-gara lelaki brengsek si tukang selingkuh itu.`

Pikirannya masih terus terngiang-ngiang atas kejadian yang telah menimpanya dulu.

Hingga tiba-tiba ....

`CITTT... CITTTT!'

Suara tak asing langsung membuyarkan lamunan.

Zoya menoleh, mencari dari mana sumber suara itu berasal.

Jantungnya langsung copot. Saat melihat dari kolong meja rias, dua ekor tikus mengintip. Matanya merah. Satu di antaranya berlari lurus ke arah kaki telanjang Zoya.

Otaknya nge-lag dua detik.

Dan, detik ketiga ....

“AAAAAAAAAAAKKK!!! TIKUSSS!!! TOLOOONG!!! IBUUU!!!”

Teriakannya memecah pagi. Refleks Zoya melompat. Handuk putih yang melilit tubuhnya melorot sedikit. Dia tak peduli. Dia lari. Keluar kamar, melewati ruang tamu, langsung ke pintu depan yang memang belum dikunci.

`Tok. tok. tok!'

Berbarengan dengan itu, pintu kayu depan terbuka.

Di ambang pintu berdiri seorang laki-laki.

Tinggi. Kaos hitam polos yang ketat di badan, celana jeans sobek di lutut. Rambut sedikit gondrong masih basah karena gerimis. Di tangan ada helm. Wajahnya datar, tapi matanya tajam menilai situasi.

Enzo. Temannya Raka. Karyawan supermarket.

Belum sempat dia mengucapkan salam, "Permisi. Assalamu ala --”, dari arah dalam ada peluru berpakaian handuk yang langsung menerjang.

“AAA ... ADA TIKUS!!! TOLOOONG!!!”

`Brug!`

Badan Zoya menabrak dada Enzo. Keduanya oleng dan jatuh. Zoya di atas. Enzo di bawah. Dengan posisi... ya Allah.

Handuk Zoya nyaris lepas. Rambut basahnya menetes ke leher bertato milik Enzo. Napas mereka sama-sama kacau.

`Dug-dug... dug-dug...`

Mereka saling tatap. Dua detik. Diam. Saling shock.

Dunia seolah langsung berhenti berputar.

Zoya terpaku, menatap wajah tampan pria itu. "Ya Allah, Ini siapa? Kenapa ganteng banget? Terus... aku lagi pake apa sekarang? HANDUK DOANG?! Astaghfirullah...."

Sementara batin Enzo, 'Anjir! Siapa nih cewek? Wangi. Mata indah, rambut basah, bibir gemetaran. Seksi. Tapi eh, ngapain dia meluk aku sekenceng ini? Terus kenapa pula, jantung ku balapan kayak ketemu mantan?'

Hingga—

"ASTAGHFIRULLAHALADZIM!!! APA-APAAAN INI?!” Suara Bu RT memecah segalanya.

Ibu Zoya, Raka, Bu RT, dan Pak RT. Empat orang. Masih pegang kresek gorengan anget. Mata mereka melotot. Mulut Bu RT sampai kebuka lebar.

Pemandangan di depan pintu.

Seorang janda muda hanya berbalut handuk putih, menindih seorang laki-laki di teras rumah.

Hening seketika.

Raka yang pertama melek. Wajahnya pucat. “B-BANG ENZO?! NGAPAIN kamu di sini?"

Zoya langsung terlonjak. Panik. Dia buru-buru berdiri sambil narik handuk sekuat tenaga. Lututnya lemas. Wajahnya memerah, malu setengah mati.

Enzo ikut berdiri. Mengusap tengkuknya yang pegal. Wajahnya tetap datar, tapi telinganya merah. Matanya tak sengaja melirik Zoya dari atas ke bawah. Cepat.

Di tengah genting seperti ini, sempat-sempatnya dia malah mikirin bahu Zoya yang putih, mulus, tanpa cela.

Namun sedetik kemudian, ia tersadar. 'Fokus Enzo. Fokus! Kamu ke sini mau nyari Raka. Bukan malah mandangin bahu mulus tuh cewek!'

"EH, BUKAN BU!” Zoya buru-buru bersuara. Suaranya serak. “Ini salah paham! Aku takut tikus! Dan dia tadi nolongin! Sumpah Bu! Kami nggak ngapa-ngapain kok."

Zoya langsung sembunyi di belakang punggung Enzo. Tangannya mencengkeram kaos Enzo dari belakang. Cari perlindungan.

Enzo merasakan tarikan di punggungnya. Hangat.

Sigap Raka melepas jaket dan memberikan pada kakaknya.

“Iya Bu. Tadi dia kaget. Gak sengaja nabrak saya." Suara Enzo datar, tapi badannya otomatis maju selangkah. Menghalangi Zoya dari sapu Bu RT.

Ibu Zoya sudah duduk lemas di kursi. Nangis. “Oalah, Nduk ... malu sama tetangga... malu sama bapakmu di kuburan. Ya Allah, ya Robb!"

Zoya menunduk. Air matanya mulai jatuh.

Enzo melihat bahu Zoya yang bergetar.

`Sial. Kenapa aku jadi kasihan? Ini bukan urusanku. Tapi... kalau aku diem, cewek ini bakal hancur. Dan aku benci liat orang hancur gara-gara omongan orang.'

Enzo menghela napas panjang. Dia maju setengah langkah.

“Bu, saya Enzo. Temannya Raka. Saya cuma mau mampir," ujarnya tenang tapi dingin.

“TEMEN?!” Pak RT mendengus keras. "Jam 7 pagi main ke rumah janda? Pake acara jatuh-jatuhan lagi. Udah! Gak usah muter! Tanggung jawab!”

Rahang Enzo mengeras. “Tanggung jawab apa, Pak? Orang kita gak ngapa-ngapain, kok."

Bu RT menyahut cepat. Matanya nyala. "NIKAH! Kamu harus nikahin Zoya! Besok! Biar gak jadi fitnah se-kampung!"

Dunia Zoya berhenti saat itu juga.

"APA?! NIKAH?!”

Zoya dan Enzo terpekik shock. Tidak percaya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Mirielle
Mirielle
penasaran bgt. jangan2 zoya bakal balas dendam lewat Enzo?(^.^)drop bab yang banyak kak. nungguin
2026-09-24 12:53:58
1
0
Lea Azuki
Lea Azuki
Hayolooo gimana nanti endingnya? Penasaraaan
2026-09-24 12:46:52
1
0
Sidney Fellice
Sidney Fellice
Ditunggu lanjutnya kakak... semoga Zoya bisa Happy Ending sama Brondongnya 🫶
2026-09-08 10:33:59
1
1
Els Arrow
Els Arrow
seru banget......... ceritanya bikin penasaran, alurnya seru. selalu nungguin author buat up lagi, pokoknya harus up banyak biar puas bacanya. wajibbb bacaaa!!!!!
2026-09-03 03:28:29
1
0
Kirana Larasati
Kirana Larasati
Seru nih ceritanya. berawal dari nggak sengaja buat bungkam warga, malah ketemu sama adik yang dulu rebut suaminya. wah plot twist. jadi kepo lanjutan nya gimana. semangat Thor🫡...
2026-08-31 20:28:33
1
0
83 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status