Beranda / Romansa / Kebahagiaan Kecilku / Aroma Yang Merindukan

Share

Aroma Yang Merindukan

Penulis: Ichan Kaori
last update Terakhir Diperbarui: 2021-05-06 22:04:18

Langkah Nayara dia urungkan,"kenapa Pak?" tanya Nayara.

"Kamu yakin pulang jam segini?" tanya dengan ragu. Dia terlalu gengsi untuk mengkhawatirkan seorang karyawan seperti halnya Nayara.

Nayara melirik ke arah jam dinding yang menempel di dinding di samping Kendrick. Jam menunjukkan pukul sebelas tepat. Nayara menarik napas, dia yakin.

"Iya Pak, lagian saya besok kan harus kerja lagi!" ucap Nayara dengan penuh keyakinan yang dia pak sama. Padahal hari ini adalah hari pertama baginya pulang ke rumah hingga larut malam sendirian. Dia biasanya, bila pulang larut malam selalu akan ada supir yang menjemputnya. Namun kali ini dia sendiri saja bersama dengan sepedanya.

"Apa perlu..."

"Saya pulang dulu ya Pak, selamat malam!" Nayara segera memotong kalimat Kendrick yang hendak memberikan pinjam sepeda listriknya padanya. Namun Nayara sudah berburuk sangka terlebih dahulu, mengingat kelakuan Kendrick yang mengigau ketika tidur.

Nayara lari terbirit keluar dari rumah Kendrick. Nayara segera mengendarai sepedanya yang terparkir di halaman rumah Kendrick yang luas nan megah. Lebih megah dari rumah Nayara terdahulu.

***

Keesokan harinya..

Jennie sudah berada di depan rumah Nayara bersama dengan mobilnya. Dia sengaja tak memberitahu Nayara akan kedatangannya karena takut ditolak olehnya. Jennie sendiri diperintahkan oleh Kendrick untuk menjemput Nayara supaya tak menggunakan sepedanya lagi yang mungkin akan menyusahkan.

Terlihat Nayara keluar dari rumahnya sembari menuntun sepeda. Jennie segera turun dari mobilnya ketika melihat Nayara yang baru saja keluar dari rumahnya.

"Nay, bareng aku aja!" ajak Jennie mencegat jalan yang akan dilalui Nayara.

Langkah Nayara terhenti begitu juga laju sepedanya. Matanya menatap aneh dan juga terkejut pada Jennie yang sudah hadir sepagi ini di depan rumahnya.

"Kamu gak ke ke kantor?" tanya Nayara yang malah fokus pada hal lain.

"Aku ke sini jemput kamu atas perintah Pak Kendrick," terang Jennie yang menjelaskan alasan kenapa dirinya sudah sepagi ini di depan rumahnya.

"Pak Kendrick? Kok bisa? Kan aku..."

"Duh... Udah deh ayo buruan naik ke mobil aku! Sepedanya ini simpen aja!" suruh Jennie yang mengambil alih sepeda Nayara dan menyimpannya di pinggir dinding rumah.

"Terus aku pulang gimana?" tanya Nayara yang tak mau jika dirinya nanti pulang harus naik taksi atau bus.

"Tenang.. Gak akan kok. Ayo!" Jennie langsung menarik lengan Nayara keluar dari halaman rumah Nayara. Kemudian dia membukakan pintu mobil untuk Nayara.

Mau tak mau Nayara pun akhirnya Nayara mengikuti ajakan Jennie. Di dalam mobil Nayara terus berpikir bagaimana jika dirinya nanti malah harus pulang menggunakan taksi atau bus. Itu tidak mungkin baginya. Pantrang.

"Jen, sekarang kira-kira Pak Kendrick ada meeting atau apa gitu? Yang mungkin bikin aku bakalan pulang malam?" tanya Nayara pada Jennie sebagai antisipasinya.

"Pulang malem?" tanya Jennie tak mengerti.

"Kemarin aku pulang malem jam sebelas dari rumah Pak Kendrick!" terang Nayara. Ingatannya akan kejadian semalam seolah datang seperti hantu. Tiba-tiba saja teringat di dalam pikiran Bayar ketika Kendrick menarik tangannya dan tubuhnya jatuh ke atas pangkuan Kendrick.

"Kamu beneran di rumah Pak Kendrick kemarin?" tanya Jennie lagi dengan nada yang sama. Nayara hanya menganggukkan kepalanya. Jennie tak percaya dia menggelengkan kepalanya. Dia tahu siapa tuannya itu.

Seseorang yang sangat sulit sekali didekati oleh orang. Terutama oleh orang yang baru dikenalnya. Dengan dirinya yang sudah bekerja beberapa tahun lamanya pun Jennie tak pernah masuk jelas ke dalam rumahnya. Apalagi hingga larut malam.

"Aku udah kerja selama dua tahun ini gak pernah diizinin masuk ke dalam rumah Pak Kendrick loh. Siapapun orangnya dia gak pernah izinin!" tutur Jennie yang sudah tahu betul siapa tuannya itu. Namun semenjak kedatangannya Bayar semuanya sedikit demi sedikit menjadi berbeda dan mungkin akan ada perubahan.

"Ya kemarin aku disuruh masak sarapannya Pak Kendrick. Terus ada kecelakaan gara-gara anjing, jadi aku harus bantuin dia nyiapin berkas buat hari ini!" terang Nayara yang tampak acuh dengan siapa Kendrick dan bagaimana kebiasaannya sebelum dirinya datang.

Dia hanya berniat bekerja dengan baik yang nantinya akan digaji dengan baik juga. Bukan bekerja dengan mencari muka apalagi mencari perhatian dari atasan seperti Kendrick. Dia hanya ingin menghasilkan uang sebanyak-banyaknya dan bisa hidup seperti sebelumnya menyenangkan kedua orang tuanya.

Keduanya sampai di depan rumah kediaman Kendrick. Nayara turun dari mobil Jennie dengan wajah heran yang melihat Jennie tak ikut turun dengannya.

"Jen kamu gak masuk?" tanya Nayara yang membungkukkan tubuhnya menatap ke arah Jennie di dalam mobil.

"Mana boleh Nay, udah kamu masuk aja sana aku pergi ke kantor ya?" ujar Jennie pamit dan bersiap menginjak pedal gasnya.

"Ohh okey deh, hati-hati di jalan yah!" seru Nayara.

Nayara berdiri sebentar sampai mobil Jennie tak terlihat lagi. Kemudian dia masuk ke dalam rumah Kendrick dengan tarikan napas yang panjang terlebih dahulu.

Seperti hari kemarin dia masuk dengan memasukan sandi rumah Kendrick dan kemudian masuk secara perlahan. Ketika dirinya sudah membuka pintu ternyata Kendrick sudah berdiri di depan pintu dengan kedua tangan yang dia sembunyikan ke belakang.

"Pak!!" sapa Nayara seraya membungkukkan tubuhnya untuk menghormati atasannya dengan sedikit senyuman kaku. Kendrick hanya berdehem.

"Siap kan saya sarapan sudah itu kita berangkat ke kantor!" ujarnya dengan tubuh yang tak bergerak sedari tadi.

"Loh? Emangnya kaki Bapak udah sembuh?" tanya Nayara yang melirik ke arah kaki Kendrick yang lurus tegak berdiri di atas lantai dan sudah mengenakan sepatu layaknya hari-hari biasa Kendrick pergi ke kantor.

"Hari ini saya mau tak mau harus. Setelah itu kita pergi ke tender, baru saya bisa merasa santai untuk hari ini!" jelas Kendrick yang terlihat sangat bertanggung jawab dengan segala pekerjaannya. Dia selalu ingin melakukan hal yang terbaik untuk perusahaannya.

"Terus Bapak jalan gimana? Apa kaki Bapak masih sakit?" tanya Bayar yang tampak lebih mementingkan kesembuhan kaki atasannya ketimbang urusan pekerjaannya.

Kendrick tak serta merta menjawab pertanyaan Bayar. Dia perlahan berjalan menuju ruang makan untuk menantikan sarapannya yang akan dibuatkan oleh Nayara. Dia sudah menantinya sejak semalaman.

Kendrick tampak terjinjit berjalan seperti seorang anak laki-laki yang baru saja menyelesaikan sunat. Nayara menarik napas panjangnya. Dia tak tega membiarkan Tuannya berjalan kesusahan seperti itu. Bagaimana pun dia kini bekerja untuk Kendrick yang artinya memegang tanggung jawab atas kesembuhan dan keselamatan Kendrick.

"Sini Pak saya bantu!" ucap Nayara yang segera menghampiri Kendrick. Nayara langsung meraih tangan Kendrick dan menyimpan dibahunya. Kemudian tangan yang satunya membantu Kendrick agar dapat berjalan dengan baik tak melukai kakinya.

Aroma itu terhirup lagi di hidung Kendrick kini lebih segar dan lebih semerbak matanya menatap fokus pada wajah Nayara yang sedang serius melihat ke arah langkah kaki Kendrick yang berjalan.

"Pak fokus dong, nanti kakinya malah keseleo lagi!" seru Nayara yang menyadari dirinya tengah diperhatikan oleh Kendrick. 

Mata Kendrick langsung mengerjap. Dia ketahuan curi-curi pandang pada seorang gadis yang baru dia kenal sehari kemarin.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kebahagiaan Kecilku   Ucapan Manis Yang Jujur

    Suara ketikan keyboard dan deru pendingin ruangan berpadu dalam harmoni monoton yang memenuhi ruang kantor sore itu. Lampu-lampu putih mulai redup menandai waktu kerja hampir berakhir, namun hanya satu orang yang masih tampak sibuk berkeliling dari satu meja ke meja lain — Nayara.Gadis itu menggenggam tumpukan berkas tebal di tangannya, matanya fokus, langkahnya cepat, dan rambut yang diikat seadanya mulai berantakan karena terlalu lama bekerja. Sementara staf-staf lain sudah mulai bersiap pulang, dia masih menata map-map biru dan memasukkan dokumen penting ke dalam laci kabinet.Dari arah ruang kerja, Kendrick baru saja keluar. Kemejanya sudah sedikit terbuka di bagian atas, dasi hitam yang tadi rapi kini dilonggarkan. Tatapannya langsung jatuh pada sosok Nayara yang masih sibuk, seperti tak mengenal lelah.Ia berdiri sejenak di depan pintu, menyilangkan tangan di dada. Bibirnya menahan senyum kecil — campuran antara kagum dan heran. “Perempuan ini benar-benar tidak tahu arti istira

  • Kebahagiaan Kecilku   Kehangatan Yang Ingin Dimulai

    Nayara membuka kulkas dengan sisa tenaga yang ada. Matanya masih sedikit sayu karena semalaman tak bisa tidur nyenyak, ditambah sekarang dia harus menghadapi mood Kendrick yang berubah-ubah seperti cuaca di musim pancaroba.Dia menarik keluar beberapa bahan makanan seadanya seperti telur, roti dan sosis. Dia pun mulai memasaknya dengan gerakan cepat. Wajahnya menegang, bukan karena marah, tapi karena sedang berusaha keras menahan diri untuk tidak meledak di hadapan Kendrick yang selalu ingin menang sendiri."Aku ini bekerja di rumah majikan, bukan di istana raja," gumam Nayara pelan sambil memecahkan telur di atas wajan.Suara langkah kaki dari arah ruang tamu membuatnya menoleh sekilas. Kendrick sudah berdiri di ambang pintu dapur dengan pakaian rapi, kemeja putih dan celana hitam pas badan. Rambutnya sedikit berantakan, tapi justru itu yang membuat sosok pria itu tampak terlalu menawan untuk orang yang menyebalkan.“Sudah selesai?” suaranya berat dan berwibawa, tapi terdengar sepert

  • Kebahagiaan Kecilku   Perintah Cinta

    Nayara duduk di sofa dengan helaan napas yang panjang. Dia merasa sedikit lega karena bisa memisahkan diri dari Kendrick juga Yuri.Tangan Nayara langsung merogoh pada saku celananya untuk mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam.Dia berusaha menenggelamkan diri untuk tidak merasa bosan selama menunggu Kendrick dan Yuri di dapur sana.Setengah jam berlalu.Nayara baru tersadar jika diri masih berada di ruang tamu sendirian dan belum melihat Kendrick atau pun Yuri keluar dari sana. Dirinya hanya ingin memastikan dan membawa tasnya yang tertinggal di sana untuk diri dapat pergi dari rumah Kendrick sesegera mungkin.Akan tetapi, dirinya harus segera pergi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah tertunda dan harus segera dia selesaikan hari itu juga.Alhasil, dirinya hanya bisa mondar-mandir naik turun tangga untuk menuju ke arah dapur."Kamu sedang apa?" tanya Kendrick yang memecahkan lamunan Nayara yang sedang hanyut dalam pikirannya sendiri.Seketika Nayara langsung menghen

  • Kebahagiaan Kecilku   Kendrick dan Nayara

    Yuri yang baru saja menghidangkan makanan di atas meja makan dia agak sedikit tertegun melihat kemesraan yang dilakukan Kendrick pada Nayara. Sedangkan Nayara sendiri dia agak merasa canggung diperlakukan seperti itu oleh Kendrick. Dia jelas tak biasa bersikap seperti itu pada bosnya. “Maaf aku tak sempat memberitahu pihak kantor karena tadi terlalu khawatir mengetahui keadaan Kendrick yang demam tinggi tadi pagi!” tutur Yuri sambil duduk di kursi, dia berusaha untuk memperlihatkan sikap yang dewasa dan tak kekanakan. Tak cemburu walaupun hatinya saat ini tengah memberontak atas dirinya yang hanya diam saja melihat seseorang yang dia sukai malah mesra dengan wanita lain. Nayara menarik napas. Dia ingin menghilangkan sikap canggungnya di depan Yuri. Dia pun duduk di kursi di samping Kendrick. “Tak masalah! Saya malah harus mengucapkan terima kasih pada Kak Yuri karena telah merawat Kendrick untuk saya!” ujar Nayara dengan senyuman yang membuat Yuri semakin kesal karen

  • Kebahagiaan Kecilku   Dia Yang Ditujunya

    Keesokan harinya.eNayara pergi ke kantor seperti biasanya. Namun ada hal yang baginya berbeda hari ini. Yaitu kehadiran Kendrick yang masih belum dia lihat sejak tadi pagi. Dia pun belum mendapatkan informasi apakah Kendrick akan izin kerja ataupun masuk kantro siang hari ini."Nay kok, hari ini Pak Kendrick belum masuk kerja sih?" tanya salah satu karyawan yang merasa heran akan bosnya yang tak biasa absen dalam kerja masuk kantor."Gak tahu juga, soalnya aku belum ada konfirmasi dari Pak Kendricknya. Ponselnya gak aktif!" jawab Nayara yang merasa masih belum bisa memberikan jawaban pasti padanya.Hingga waktu berselang dua jam dari jam masuk kantor Kendrick masih belum juga masuk kantor. Hal itu membuat Nayara menjadi kebingungan dan juga ada sedikit rasa khawatir di pikirannya akan Kendrick bosnya.Dia pun sudah berulangkali menghubungi ponsel Kendrick namun tetap saja tak ada jawaban dari sana.Maka hal yang terakhir bisa dia lakukan adalah dengan

  • Kebahagiaan Kecilku   Kebohongan Yang Dibuat Kendrick

    “Nayara!” Kendrick dari arah belakang memanggil Nayara yang sedang berjalan ke arahnya. Ternyata tak hanya Nayara saja yang menoleh ke arah panggilan Kendrick namun Yuri yang ada di samping Nayara dia juga ikut menoleh ke suara yang sudah sangat dia kenal dan tak asing lagi di telinganya.“Kendrick!” sapa Yuri yang langsung mendahului Nayara yang baru saja hendak menghampiri Kendrick namun langsung di susul oleh Yuri. Sontak Nayara langsung menghentikan langkah kakinya dengan tatapan wajah yang agak sedikit kecewa.Yuri mengembangkan senyumannya sangat indah ke arah Kendrick yang tersenyum padanya. Ramah seperti biasa ketika keduanya saling bertemu.“Heum,” Kendrick hanya berdeham padanya dan dia terus berjalan melalui Yuri yang berharap jika Kendrick akan datang pada dirinya. Kendrick malah datang untuk menghampiri Nayara yang dibuatnya terkejut.“Kau ke man

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status