LOGINKendrick baru saja pulih dari tidur panjangnya setelah melewati masa pemulihan yang cukup lama. Begitu kondisinya dinyatakan stabil, sang kakek, Tuan Gibran, langsung menunjuknya sebagai CEO baru di perusahaan milik keluarga, Brata Property. Namun, di hari yang sama, sekretaris lama yang selama ini setia mendampingi perusahaan tiba-tiba harus diganti karena mendapat tugas perjalanan bisnis jangka panjang. Posisi penting itu pun diisi oleh seorang perempuan muda bernama Nayara. Tak ada yang tahu, di balik penampilannya yang tenang, Nayara menyimpan luka mendalam. Keluarganya baru saja kehilangan segalanya akibat kebangkrutan yang disebabkan oleh fitnah keji, fitnah yang berasal dari perusahaan yang kini dipimpin oleh Kendrick sendiri, Brata Property.
View MorePagi datang dengan cara yang kejam bagi Nayara karena terlalu terang, terlalu cepat, dan terlalu jujur. Cahaya matahari menyusup lewat celah tirai apartemennya, memantul di lantai, seakan menertawakan malam yang penuh kegelisahan. Ia duduk di tepi ranjang, memandangi ponsel yang sejak tadi dingin di genggamannya. Tidak ada pesan. Tidak ada panggilan.Entah mengapa, itu membuat dadanya terasa lebih sesak.Nayara menghela napas, lalu berdiri. Rutinitas pagi ia jalani dengan gerakan otomatis: mandi, berpakaian rapi, menyematkan kartu identitas kantor. Ia memilih setelan paling sederhana, blus krem dan rok hitam, seolah kesederhanaan bisa menjadi tameng dari perasaan yang tidak ia undang.Di cermin, ia menatap dirinya sendiri.“Profesional,” bisiknya. “Kamu harus profesional.”***Kantor sudah ramai ketika Nayara tiba. Denting keyboard, suara printer, percakapan ringan antarpegawai, semua terasa seperti jangkar yang menahannya tetap di dunia nyata. Ia langsung menuju mejanya, menyalakan k
Lampu kota berpendar seperti garis-garis cahaya yang memanjang di kaca depan mobil. Kendrick tetap fokus ke jalan, namun pikirannya terbelah dua—satu pada Nayara yang tertidur lelap di kursi penumpang, satu lagi pada mobil hitam di belakang yang konsisten menjaga jarak.Ia menurunkan kecepatan sedikit, berpura-pura santai. Mobil hitam itu ikut melambat.Kendrick menegangkan rahang.“Bukan kebetulan,” gumamnya hampir tak bersuara.Tangannya bergerak cepat, menekan tombol di setir untuk menghubungi seseorang lewat sistem hands-free. Nada sambung terdengar sekali sebelum suara berat di seberang menjawab.“Bos?”“Reno. Aku di jalan pulang. Ada satu mobil mencurigakan mengikutiku sejak keluar kantor.”“Ciri-ciri?”“Sedan hitam. Lampu redup. Jaga jarak terlalu rapi untuk disebut kebetulan.”Hening sepersekian detik. “Saya kirim tim. Bos mau saya arahkan ke rute tertentu?”Kendrick melirik Nayara lagi. Wajah gadis itu terlihat damai, sama sekali tak menyadari ketegangan yang mengisi udara di
Suara ketikan keyboard dan deru pendingin ruangan berpadu dalam harmoni monoton yang memenuhi ruang kantor sore itu. Lampu-lampu putih mulai redup menandai waktu kerja hampir berakhir, namun hanya satu orang yang masih tampak sibuk berkeliling dari satu meja ke meja lain — Nayara.Gadis itu menggenggam tumpukan berkas tebal di tangannya, matanya fokus, langkahnya cepat, dan rambut yang diikat seadanya mulai berantakan karena terlalu lama bekerja. Sementara staf-staf lain sudah mulai bersiap pulang, dia masih menata map-map biru dan memasukkan dokumen penting ke dalam laci kabinet.Dari arah ruang kerja, Kendrick baru saja keluar. Kemejanya sudah sedikit terbuka di bagian atas, dasi hitam yang tadi rapi kini dilonggarkan. Tatapannya langsung jatuh pada sosok Nayara yang masih sibuk, seperti tak mengenal lelah.Ia berdiri sejenak di depan pintu, menyilangkan tangan di dada. Bibirnya menahan senyum kecil — campuran antara kagum dan heran. “Perempuan ini benar-benar tidak tahu arti istira
Nayara membuka kulkas dengan sisa tenaga yang ada. Matanya masih sedikit sayu karena semalaman tak bisa tidur nyenyak, ditambah sekarang dia harus menghadapi mood Kendrick yang berubah-ubah seperti cuaca di musim pancaroba.Dia menarik keluar beberapa bahan makanan seadanya seperti telur, roti dan sosis. Dia pun mulai memasaknya dengan gerakan cepat. Wajahnya menegang, bukan karena marah, tapi karena sedang berusaha keras menahan diri untuk tidak meledak di hadapan Kendrick yang selalu ingin menang sendiri."Aku ini bekerja di rumah majikan, bukan di istana raja," gumam Nayara pelan sambil memecahkan telur di atas wajan.Suara langkah kaki dari arah ruang tamu membuatnya menoleh sekilas. Kendrick sudah berdiri di ambang pintu dapur dengan pakaian rapi, kemeja putih dan celana hitam pas badan. Rambutnya sedikit berantakan, tapi justru itu yang membuat sosok pria itu tampak terlalu menawan untuk orang yang menyebalkan.“Sudah selesai?” suaranya berat dan berwibawa, tapi terdengar sepert
Keesokan harinya Nayara kembali bekerja seperti biasanya. Namun kali ini dia pergi ke rumah Bosnya dengan membawa beberapa bekal kotak makanan yang sengaja dibuatkan oleh Ayahnya untuk Kendrick yang dikiranya sebagai teman sekantor Nayara.Sesampainya di depan pintu rumah ternyata Bayar sud
Nayara masih ada di kantor menatap layar komputernya dengan jari tangan yang menari ke sana kemari di atas papan ketik.Dia sedang mengerjakan tugas yang tadi diperintahkan Kendrick pada dirinya. Itu bukakn semua kesalahan dirinya. Bukan dia maksud untuk menyangkalnya. Namun di
Di Kantor.Nayara berjalan di belakang Kendrick yang baru saja tiba dengannya. Sepanjang jalan menuju ruang kerjanya, banyak sekali para staf karyawan yang memberikannya hormat dan sapaan selamat pagi walau pun sebenarnya ini sudah terlalu larut untuk dikatakan pagi. Kare
“Nayara!” Kendrick dari arah belakang memanggil Nayara yang sedang berjalan ke arahnya. Ternyata tak hanya Nayara saja yang menoleh ke arah panggilan Kendrick namun Yuri yang ada di samping Nayara dia juga ikut menoleh ke suara yang sudah sangat dia kenal dan tak asing lagi di telinga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore