LOGINKendrick baru saja pulih dari tidur panjangnya setelah melewati masa pemulihan yang cukup lama. Begitu kondisinya dinyatakan stabil, sang kakek, Tuan Gibran, langsung menunjuknya sebagai CEO baru di perusahaan milik keluarga, Brata Property. Namun, di hari yang sama, sekretaris lama yang selama ini setia mendampingi perusahaan tiba-tiba harus diganti karena mendapat tugas perjalanan bisnis jangka panjang. Posisi penting itu pun diisi oleh seorang perempuan muda bernama Nayara. Tak ada yang tahu, di balik penampilannya yang tenang, Nayara menyimpan luka mendalam. Keluarganya baru saja kehilangan segalanya akibat kebangkrutan yang disebabkan oleh fitnah keji, fitnah yang berasal dari perusahaan yang kini dipimpin oleh Kendrick sendiri, Brata Property.
View MoreSore itu, hujan deras mengguyur kota, membungkus gedung-gedung pencakar langit dalam kabut abu-abu yang pekat. Jam dinding di ruang kerja Kendrick sudah menunjukkan pukul delapan malam. Sebagian besar karyawan telah pulang, meninggalkan keheningan yang familiar di lantai eksekutif.Nayara masih duduk di mejanya, merapikan beberapa berkas terakhir ketika bayangan tinggi Kendrick runtuh di atas permukaannya."Ayo pulang," suara berat Kendrick memecah kesunyian.Nayara mendongak, refleks merapikan helai rambutnya yang lolos. "Tuan bisa duluan. Saya masih harus memastikan jadwal penerbangan ke Singapura untuk minggu depan—""Nayara," Kendrick memotong, nadanya tidak menerima bantahan, namun tidak ada kekerasan di sana. Hanya ada sebuah ketegasan yang sarat akan proteksi. "Luar sedang badai. Jalanan macet total, dan aku tidak akan membiarkanmu memesan taksi atau pulang sendirian malam ini.""Tapi apartemen saya—""Kita ke tempatku," potong Kendrick lagi. Matanya mengunci tatapan Nayara, me
Pagi datang dengan cara yang kejam bagi Nayara karena terlalu terang, terlalu cepat, dan terlalu jujur. Cahaya matahari menyusup lewat celah tirai apartemennya, memantul di lantai, seakan menertawakan malam yang penuh kegelisahan. Ia duduk di tepi ranjang, memandangi ponsel yang sejak tadi dingin di genggamannya. Tidak ada pesan. Tidak ada panggilan.Entah mengapa, itu membuat dadanya terasa lebih sesak.Nayara menghela napas, lalu berdiri. Rutinitas pagi ia jalani dengan gerakan otomatis: mandi, berpakaian rapi, menyematkan kartu identitas kantor. Ia memilih setelan paling sederhana, blus krem dan rok hitam, seolah kesederhanaan bisa menjadi tameng dari perasaan yang tidak ia undang.Di cermin, ia menatap dirinya sendiri.“Profesional,” bisiknya. “Kamu harus profesional.”***Kantor sudah ramai ketika Nayara tiba. Denting keyboard, suara printer, percakapan ringan antarpegawai, semua terasa seperti jangkar yang menahannya tetap di dunia nyata. Ia langsung menuju mejanya, menyalakan k
Lampu kota berpendar seperti garis-garis cahaya yang memanjang di kaca depan mobil. Kendrick tetap fokus ke jalan, namun pikirannya terbelah dua—satu pada Nayara yang tertidur lelap di kursi penumpang, satu lagi pada mobil hitam di belakang yang konsisten menjaga jarak.Ia menurunkan kecepatan sedikit, berpura-pura santai. Mobil hitam itu ikut melambat.Kendrick menegangkan rahang.“Bukan kebetulan,” gumamnya hampir tak bersuara.Tangannya bergerak cepat, menekan tombol di setir untuk menghubungi seseorang lewat sistem hands-free. Nada sambung terdengar sekali sebelum suara berat di seberang menjawab.“Bos?”“Reno. Aku di jalan pulang. Ada satu mobil mencurigakan mengikutiku sejak keluar kantor.”“Ciri-ciri?”“Sedan hitam. Lampu redup. Jaga jarak terlalu rapi untuk disebut kebetulan.”Hening sepersekian detik. “Saya kirim tim. Bos mau saya arahkan ke rute tertentu?”Kendrick melirik Nayara lagi. Wajah gadis itu terlihat damai, sama sekali tak menyadari ketegangan yang mengisi udara di
Suara ketikan keyboard dan deru pendingin ruangan berpadu dalam harmoni monoton yang memenuhi ruang kantor sore itu. Lampu-lampu putih mulai redup menandai waktu kerja hampir berakhir, namun hanya satu orang yang masih tampak sibuk berkeliling dari satu meja ke meja lain — Nayara.Gadis itu menggenggam tumpukan berkas tebal di tangannya, matanya fokus, langkahnya cepat, dan rambut yang diikat seadanya mulai berantakan karena terlalu lama bekerja. Sementara staf-staf lain sudah mulai bersiap pulang, dia masih menata map-map biru dan memasukkan dokumen penting ke dalam laci kabinet.Dari arah ruang kerja, Kendrick baru saja keluar. Kemejanya sudah sedikit terbuka di bagian atas, dasi hitam yang tadi rapi kini dilonggarkan. Tatapannya langsung jatuh pada sosok Nayara yang masih sibuk, seperti tak mengenal lelah.Ia berdiri sejenak di depan pintu, menyilangkan tangan di dada. Bibirnya menahan senyum kecil — campuran antara kagum dan heran. “Perempuan ini benar-benar tidak tahu arti istira
Nayara memutuskan untuk pulang saja dari pada harus menginap di rumah sakit. Dia tak mau jika nantinya dijadikan alasan oleh Kendrick untuk dirinya tidak masuk kerja. Dirinya yakin jika kondisi tubuhnya kini sudah membaik. Dan malah lebih baik dari sebelumnya.Sebagai gantinya, Kendrick mem
Di lorong rumah sakit Kendrick terlihat duduk menunduk dengan raut wajah yang khawatir. Dari arah lain Jennie yang seharusnya berada di kantor mendengar temannya dilarikan ke rumah sakit oleh Kendrick dia segera pergi meninggalkan pekerjaannya dan lebih memilih melihat keadaan Nayara."Pak
"Kamu baik-baik saja?" tanya Kendrick yang berubah lagi menjadi tampak berbicara santai dengannya. Nayara segera membalikkan tubuhnya ke arah Kendrick yang berdiri dibelakangnya dengan mengenakan pakaian yang agak berbeda dari sebelumnya.Nayara mengerutkan keningnya, "Bapak ganti baju?" ta
Kendrick berjalan dengan agak sedikit tertatih-tatih menahan rasa sakit di kaki yang masih tersisa. Dia tak mau mengenakan tongkat untuk membantunya berjalan. Dia menjadi terlalu gengsi di depan Nayara jika harus terlihat lemah tak berdaya. Dia ingin terlihat sebagai seorang lelaki perkasa dan be






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore