Home / Sci-Fi / Kebangkitan Pembawa Kiamat / Bab 18 = Awal Pertarungan

Share

Bab 18 = Awal Pertarungan

last update publish date: 2026-10-06 11:46:17

Kenzo, Ardan, dan Raga tiba di lokasi kekacauan ketika matahari pagi baru mulai naik di balik gedung-gedung kota.

Namun suasana pagi itu sama sekali tidak terasa seperti biasanya. Jalan yang seharusnya mulai dipenuhi kendaraan justru berubah menjadi tempat kepanikan. Orang-orang berlari menjauh dari bangunan yang sebagian telah runtuh, beberapa kendaraan berhenti di tengah jalan, sementara suara sirene terdengar bersahutan dari kejauhan.

Kenzo turun dari kendaraan dan langsung memperhatikan ret
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 20 = Salma Tiba-tiba Muncul

    Kenzo berusaha bertahan. Napasnya mulai tersengal dan kedua lengannya terasa seperti akan terlepas dari bahunya. Dia bisa merasakan sesuatu di dalam tubuhnya ikut berteriak, seolah energi yang selama ini dia tahan sedang berusaha keluar melalui perisai tersebut.“Aku... belum selesai,” gumam Kenzo sambil memaksa tubuhnya tetap berdiri. Dia menekan kedua tangannya lebih kuat ke depan.Terdengar suara retakan dari perisainya di tengah gemuruh energi yang menghantam dan dalam hitungan detik, retakan itu menyebar hingga ke seluruh permukaan.Kemudian perisai tersebut pecah.BRAKK!!Ledakan energi langsung menghantam tubuh Kenzo tanpa perlindungan. Tubuhnya terlempar keras dan menghantam sebuah kendaraan yang terparkir di pinggir jalan. Benturan itu membuat kendaraan itu terbelah menjadi dua dan akhirnya tubuh Kenzo mendarat di dinding bangunan dibelakangnya.“Kenzo!” Raga berteriak panik.Makhluk itu menatap Kenzo. Kemudian terdengar tawa rendah dari dalam bayangan yang menyelimuti wajahn

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 19 = Kenzo mulai melawan

    Kenzo masih berdiri berdiri tapi kedua kakinya bergeser sedikit ke belakang akibat tekanan serangan barusan.“Menarik, jadi sekarang kau sudah mulai membuka dirimu.” Sosok bermata merah itu berdiri tepat di depannya tanpa mengalami luka sedikit pun.“Aku tidak membuka apa pun. Kekuatan ini muncul karena aku terpaksa melindungi diriku sendiri.” Kenzo menjawab sambil berusaha mengatur energi hitam di tangannya yang justru bergerak semakin liar, seolah menolak untuk dikendalikan.Suara di dalam kepalanya kembali terdengar.“Kau masih menyangkalnya. Lihat keadaanmu sekarang. Bahkan kau sendiri sudah tidak bisa membedakan mana kekuatanmu dan mana kekuatanku.” Bisikan itu terasa semakin dekat di dalam pikirannya.Kenzo memejamkan mata sesaat karena kepalanya mulai terasa sakit akibat suara tersebut.“Berhenti mengatakan seolah-olah kau adalah bagian dari diriku. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil alih tubuhku.” Kenzo mengatakannya sambil membuka mata kembali. Kemarahan membuat energi hit

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 18 = Awal Pertarungan

    Kenzo, Ardan, dan Raga tiba di lokasi kekacauan ketika matahari pagi baru mulai naik di balik gedung-gedung kota.Namun suasana pagi itu sama sekali tidak terasa seperti biasanya. Jalan yang seharusnya mulai dipenuhi kendaraan justru berubah menjadi tempat kepanikan. Orang-orang berlari menjauh dari bangunan yang sebagian telah runtuh, beberapa kendaraan berhenti di tengah jalan, sementara suara sirene terdengar bersahutan dari kejauhan.Kenzo turun dari kendaraan dan langsung memperhatikan retakan yang berada tidak jauh dari bangunan yang rusak, baru beberapa detik mengamatinya dadanya berdenyut tiba-tiba.“Ada sesuatu di dalam sana. Rasanya seperti sedang menungguku datang.” Kenzo mengatakan itu sambil menekan dadanya dengan satu tangan.Ardan yang berdiri di sampingnya langsung memperhatikan perubahan tersebut.“Kau merasakan sesuatu yang berbeda dari retakan sebelumnya?” Ardan bertanya dengan suara rendah sambil mengamati wajah Kenzo. Dia tidak ingin membuat kesimpulan terlalu cep

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 17 = Sebuah Peringatan

    Pagi datang dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai kamar.Kenzo membuka mata perlahan. Tubuhnya masih terasa berat ketika dia bangkit dari tempat tidur dan mencoba duduk di tepi. Pandangannya tertuju pada tangan kanannya.Cahaya hitam yang semalam muncul sudah menghilang, menyisakan kulit yang terlihat normal. Kenzo menggerakkan jari-jarinya beberapa kali, memastikan tidak ada sesuatu yang aneh.“Setidaknya pagi ini engga muncul lagi,” gumamnya sambil menghela napas lega.Seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada siapa pun di ruang tengah maupun dapur. Orang tua angkatnya belum kembali sejak terakhir kali pergi dan Kenzo suda terbiasa dengan keadaan tersebut. Dia mengambil air minum lalu duduk sebentar di meja makan.”Sesuatu yang besar sebentar lagi akan terjadi” Ucap entitas yang ada di dalam diri Kenzo.“Aku engga punya waktu buat omong kosongmu.” Kenzo mengerutkan kening, lalu meletakkan gelasnya.Kenzo bangkit dari kursinya dan berjalan menuju kamar untuk mengambil j

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 16 = Rahasia yang Mulai Terbuka

    Salma sempat menatapnya beberapa detik. Namun melihat Kenzo yang tampak begitu lelah, dia akhirnya menunjuk kursi kayu yang berada di teras rumah.“Kalau begitu duduk dulu. Jangan berdiri terus begitu. Wajahmu sudah pucat banget, Kenzo,” kata Salma sambil menarik salah satu kursi agar lebih dekat dengan meja kecil di teras.Kenzo duduk perlahan sambil menyandarkan punggungnya di kursi. Setelah tubuhnya bersandar, dia menyadari betapa berat rasa lelah yang ditahannya sejak tadi. Kedua tangannya bertumpu di lutut, sementara pandangannya kosong mengarah ke jalan di depan rumah Salma yang mulai sepi.Salma kemudian duduk di kursi sebelahnya. Dia tidak langsung bertanya lagi. Beberapa detik dibiarkannya berlalu agar Kenzo bisa menenangkan pikirannya.“Sekarang cerita sama aku. Sebenarnya kamu habis dari mana? Kenapa sampai pulang malam begini?” tanyanya sambil menatap Kenzo. “Aku nggak akan memaksa kalau kamu belum siap cerita semuanya, tapi setidaknya kasih tahu aku apa yang terjadi.”Per

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 15 = Benda yang Diamankan

    “Kenzo, kamu kenapa?” tanya Raga sambil memperhatikan Kenzo yang masih terpaku pada benda itu.Kenzo menelan ludah sebelum akhirnya menjawab. “Suara itu... tadi memanggilku. Sama seperti yang aku dengar waktu di lokasi retakan.”“Semua tetap di tempat. Jangan ada yang menyentuh benda itu sebelum kita tahu apakah masih ada energi yang tersisa di dalamnya,” ujar Ardan sambil mengamati permukaannya dari kejauhan.Deno kembali memeriksa konsol yang sebagian layarnya masih menyala. Beberapa kabel terlepas dari tempatnya, sementara salah satu monitor mengeluarkan suara peringatan secara berkala.“Energinya turun cukup banyak setelah ledakan. Aku juga masih melihat pola yang sama seperti sebelum benda itu aktif,” kata Deno sambil memperbesar data yang tersisa di layar. Dia mengerutkan kening ketika melihat beberapa angka yang terus berubah, seperti benda tersebut belum benar-benar tenang.“Kalau benda itu masih menyimpan energi sebesar ini setelah ledakan, menurutku kita jangan menyimpannya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status