Home / Sci-Fi / Kebangkitan Pembawa Kiamat / Bab 19 = Kenzo mulai melawan

Share

Bab 19 = Kenzo mulai melawan

last update publish date: 2026-10-07 11:43:30

Kenzo masih berdiri berdiri tapi kedua kakinya bergeser sedikit ke belakang akibat tekanan serangan barusan.

“Menarik, jadi sekarang kau sudah mulai membuka dirimu.” Sosok bermata merah itu berdiri tepat di depannya tanpa mengalami luka sedikit pun.

“Aku tidak membuka apa pun. Kekuatan ini muncul karena aku terpaksa melindungi diriku sendiri.” Kenzo menjawab sambil berusaha mengatur energi hitam di tangannya yang justru bergerak semakin liar, seolah menolak untuk dikendalikan.

Suara di dalam ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 22 = Pertarungan Antara Dua Entitas

    Di tengah percakapan mereka, Kenzo perlahan menurunkan tangannya. Gerakannya terlihat sederhana dan perubahan langsung terjadi pada tubuh makhluk yang masih tertahan di udara.Tangan makhluk itu mulai bergetar. Permukaannya retak dari dalam seperti ada sesuatu yang sedang merusak struktur tubuhnya dari pusat.Retakan hitam menjalar dari ujung lengannya menuju bahu. Makhluk itu mengeluarkan raungan keras yang menggema di sepanjang gang.“GRRAAAHH!!!”Tubuhnya berusaha menarik kembali lengannya, tapi semakin kuat dia mencoba bergerak, semakin banyak bagian tubuhnya yang mulai kehilangan bentuk.Raga menelan ludah. Perlahan muncul rasa takut ketika dia menyadari bahwa sosok yang berdiri di hadapannya terasa semakin jauh dari Kenzo yang selama ini dia kenal.“Kenzo...” gumam Raga pelan.“Dia tidak sedang menghancurkan tubuh makhluk itu,” ujar Ardan perlahan. Tatapannya tetap terkunci pada retakan yang terus menyebar. “Energi di dalam tubuhnya yang sedang dipaksa runtuh.”Raga menoleh kepad

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 21 = Hilang Kendali

    Kenzo memejamkan matanya beberapa detik, rasa panas di dalam tubuhnya semakin menyebar hingga ke kedua lengannya.Selama ini dia selalu berusaha menahan sesuatu yang ada di dalam dirinya. Setiap kali energi gelap itu muncul, Kenzo selalu melawannya karena dia takut suatu hari nanti dirinya benar-benar hilang kendali.Namun sekarang dia justru berhenti melawan dan membiarkan energi itu mengendalikan dirinya.Perlahan Kenzo membuka mata. Tatapannya terlihat ada sesuatu yang berubah di dalam sorot matanya.“Ambil alih.” Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya. Kenzo sendiri yang memberikan izin kepada sesuatu di dalam tubuhnya untuk mengambil kendali.Dalam sekejap, energi gelap meledak dari seluruh tubuhnya.BUUM!!Gelombang energi menyapu gang dan membuat puing-puing bangunan terlempar ke udara. Raga spontan mundur sambil menutupi wajahnya dari hembusan debu yang menerjang.“Apa yang terjadi pada Kenzo?” tanya Raga sambil mundur beberapa langkah sambil menahan tubuhnya agar tidak

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 20 = Salma Tiba-tiba Muncul

    Kenzo berusaha bertahan. Napasnya mulai tersengal dan kedua lengannya terasa seperti akan terlepas dari bahunya. Dia bisa merasakan sesuatu di dalam tubuhnya ikut berteriak, seolah energi yang selama ini dia tahan sedang berusaha keluar melalui perisai tersebut.“Aku... belum selesai,” gumam Kenzo sambil memaksa tubuhnya tetap berdiri. Dia menekan kedua tangannya lebih kuat ke depan.Terdengar suara retakan dari perisainya di tengah gemuruh energi yang menghantam dan dalam hitungan detik, retakan itu menyebar hingga ke seluruh permukaan.Kemudian perisai tersebut pecah.BRAKK!!Ledakan energi langsung menghantam tubuh Kenzo tanpa perlindungan. Tubuhnya terlempar keras dan menghantam sebuah kendaraan yang terparkir di pinggir jalan. Benturan itu membuat kendaraan itu terbelah menjadi dua dan akhirnya tubuh Kenzo mendarat di dinding bangunan dibelakangnya.“Kenzo!” Raga berteriak panik.Makhluk itu menatap Kenzo. Kemudian terdengar tawa rendah dari dalam bayangan yang menyelimuti wajahn

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 19 = Kenzo mulai melawan

    Kenzo masih berdiri berdiri tapi kedua kakinya bergeser sedikit ke belakang akibat tekanan serangan barusan.“Menarik, jadi sekarang kau sudah mulai membuka dirimu.” Sosok bermata merah itu berdiri tepat di depannya tanpa mengalami luka sedikit pun.“Aku tidak membuka apa pun. Kekuatan ini muncul karena aku terpaksa melindungi diriku sendiri.” Kenzo menjawab sambil berusaha mengatur energi hitam di tangannya yang justru bergerak semakin liar, seolah menolak untuk dikendalikan.Suara di dalam kepalanya kembali terdengar.“Kau masih menyangkalnya. Lihat keadaanmu sekarang. Bahkan kau sendiri sudah tidak bisa membedakan mana kekuatanmu dan mana kekuatanku.” Bisikan itu terasa semakin dekat di dalam pikirannya.Kenzo memejamkan mata sesaat karena kepalanya mulai terasa sakit akibat suara tersebut.“Berhenti mengatakan seolah-olah kau adalah bagian dari diriku. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil alih tubuhku.” Kenzo mengatakannya sambil membuka mata kembali. Kemarahan membuat energi hit

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 18 = Awal Pertarungan

    Kenzo, Ardan, dan Raga tiba di lokasi kekacauan ketika matahari pagi baru mulai naik di balik gedung-gedung kota.Namun suasana pagi itu sama sekali tidak terasa seperti biasanya. Jalan yang seharusnya mulai dipenuhi kendaraan justru berubah menjadi tempat kepanikan. Orang-orang berlari menjauh dari bangunan yang sebagian telah runtuh, beberapa kendaraan berhenti di tengah jalan, sementara suara sirene terdengar bersahutan dari kejauhan.Kenzo turun dari kendaraan dan langsung memperhatikan retakan yang berada tidak jauh dari bangunan yang rusak, baru beberapa detik mengamatinya dadanya berdenyut tiba-tiba.“Ada sesuatu di dalam sana. Rasanya seperti sedang menungguku datang.” Kenzo mengatakan itu sambil menekan dadanya dengan satu tangan.Ardan yang berdiri di sampingnya langsung memperhatikan perubahan tersebut.“Kau merasakan sesuatu yang berbeda dari retakan sebelumnya?” Ardan bertanya dengan suara rendah sambil mengamati wajah Kenzo. Dia tidak ingin membuat kesimpulan terlalu cep

  • Kebangkitan Pembawa Kiamat   Bab 17 = Sebuah Peringatan

    Pagi datang dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai kamar.Kenzo membuka mata perlahan. Tubuhnya masih terasa berat ketika dia bangkit dari tempat tidur dan mencoba duduk di tepi. Pandangannya tertuju pada tangan kanannya.Cahaya hitam yang semalam muncul sudah menghilang, menyisakan kulit yang terlihat normal. Kenzo menggerakkan jari-jarinya beberapa kali, memastikan tidak ada sesuatu yang aneh.“Setidaknya pagi ini engga muncul lagi,” gumamnya sambil menghela napas lega.Seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada siapa pun di ruang tengah maupun dapur. Orang tua angkatnya belum kembali sejak terakhir kali pergi dan Kenzo suda terbiasa dengan keadaan tersebut. Dia mengambil air minum lalu duduk sebentar di meja makan.”Sesuatu yang besar sebentar lagi akan terjadi” Ucap entitas yang ada di dalam diri Kenzo.“Aku engga punya waktu buat omong kosongmu.” Kenzo mengerutkan kening, lalu meletakkan gelasnya.Kenzo bangkit dari kursinya dan berjalan menuju kamar untuk mengambil j

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status