LOGINAldo Pratama, seorang programmer yang hidupnya terjebak dalam rutinitas monoton, tidak pernah membayangkan bahwa proyek iseng yang ia buat di malam yang sunyi akan mengubah segalanya. Ketika sebuah meteor misterius jatuh di Kota Arkavia, program yang ia tulis—sebuah sistem untuk mengubah kehidupan menjadi seperti sebuah game—secara ajaib menjadi nyata. Kini, Aldo mendapati dirinya menjalani hidup dengan misi-misi aneh, level yang terus meningkat, dan hadiah tak terduga. Namun, semakin dalam ia terlibat dalam sistem ini, semakin banyak rahasia yang terungkap. Ternyata, bukan hanya hidupnya yang berubah—dunia di sekitarnya pun mulai bertransformasi. Dengan tantangan yang semakin sulit, Aldo harus menghadapi bahaya yang datang dari dunia nyata dan digital. Di tengah perjuangannya, ia menemukan bahwa sistem ini bukan hanya alat untuk bersenang-senang, tetapi juga kunci untuk melawan ancaman besar yang bisa menghancurkan Kota Arkavia. Apakah Aldo mampu menjadi pahlawan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya? Atau apakah ia akan terjebak selamanya dalam sistem yang ia ciptakan sendiri? Reality Reloaded adalah sebuah petualangan penuh aksi, misteri, dan perjuangan, di mana batas antara realitas dan fantasi semakin kabur.
View MoreAldo Pratama adalah seorang pria berusia 29 tahun, dengan penampilan yang sering kali terlupakan orang. Rambut hitam pendeknya selalu rapi, tetapi tidak mencolok. Ia memakai kacamata dengan bingkai hitam sederhana, dan wajahnya, meski cukup tampan, sering terlihat lelah. Mungkin karena kantong matanya yang mulai membesar akibat terlalu sering begadang.
Aldo tinggal di Kota Arkavia, sebuah kota besar dengan pemandangan gedung-gedung tinggi dan jalan raya yang selalu sibuk. Kota ini adalah pusat teknologi di wilayahnya, tempat di mana inovasi dan kesibukan bertemu. Namun, bagi Aldo, Arkavia adalah tempat di mana rutinitas menelan kehidupan. Ia bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan teknologi bernama Nexora Tech, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak untuk kebutuhan korporasi.
Hari-hari Aldo selalu dimulai dengan bunyi alarm pukul enam pagi yang ia matikan setelah tiga kali tunda. Ia kemudian menyeret diri keluar dari tempat tidur, membuat secangkir kopi hitam, dan menyalakan televisi untuk mendengarkan berita lokal di saluran Arkavia News. Pagi itu, berita utama berbicara tentang rencana pembangunan jalur kereta bawah tanah baru yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan kota. Aldo hanya mendengarkan dengan setengah hati sambil menyelesaikan kopinya.
Kereta layang Arkavia, yang dikenal dengan nama Arkavia Rail, menjadi alat transportasi andalan Aldo setiap pagi. Kereta ini selalu penuh sesak dengan para pekerja, siswa, dan orang-orang yang bergegas menuju rutinitas harian mereka. Di dalam kereta, Aldo biasanya menatap kosong ke luar jendela, melihat bayangan gedung-gedung tinggi yang melesat cepat. Kadang-kadang, ia bertanya-tanya apakah hidupnya hanya tentang bangun, bekerja, pulang, dan mengulang siklus yang sama.
Setibanya di kantor Nexora Tech, Aldo langsung menuju meja kerjanya. Kantornya terletak di lantai 32 Menara Polaris, gedung pencakar langit yang menjadi ikon kota Arkavia. Kantornya terlihat seperti kebanyakan kantor teknologi modern lainnya: meja-meja dengan komputer berderet rapi, ruang meeting dengan dinding kaca, dan sudut-sudut yang dilengkapi beanbag untuk "zona santai." Namun, bagi Aldo, semuanya terlihat seperti pemandangan yang membosankan. Meja kerjanya terletak di sudut ruangan, cukup jauh dari hiruk pikuk rekan-rekannya. Ia lebih suka seperti itu, meskipun sesekali ia merasa terisolasi.
Hari itu, seperti biasa, Aldo membuka email di laptopnya. Email pertama berasal dari bosnya, Pak Arman, dengan subjek yang membuat Aldo menghela napas panjang: "BUG REPORT: PRIORITAS TINGGI". Isi email itu meminta Aldo memperbaiki modul login di sebuah aplikasi klien yang menyebabkan error ketika pengguna mencoba mengakses dashboard. "Bug ini harus diperbaiki sebelum jam lima sore," bunyi pesan itu.
Aldo tidak kaget. Ini bukan kali pertama ia menerima tugas mendadak seperti itu. Dalam pikirannya, Nexora Tech hanya memandang programmer sebagai mesin pemecah masalah. Tidak ada ruang untuk kreativitas, hanya debug, debug, dan debug lagi.
"Aldo, lo dapet email dari Pak Arman juga?" tanya seorang rekan kerja, Sita, yang baru saja duduk di meja sebelahnya. Sita adalah salah satu dari sedikit orang yang cukup dekat dengan Aldo. Dengan rambutnya yang selalu diikat rapi dan sikapnya yang ramah, Sita sering menjadi satu-satunya alasan Aldo bisa bertahan di kantor ini.
"Iya," jawab Aldo singkat, sambil mengetik sesuatu di keyboardnya. "Seperti biasa, bug lagi."
Sita tertawa kecil. "Kayaknya hidup kita nggak jauh-jauh dari bug, ya. Gue juga dapet tugas buat ngecek modul lain yang mereka bilang bisa bikin sistem crash."
Aldo hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. Namun, di dalam hati, ia merasakan kegelisahan. Ia menyukai dunia pemrograman, tetapi ia merasa pekerjaan ini telah merampas semangatnya. Dulu, saat masih kuliah di Universitas Orliana, ia bermimpi menciptakan sesuatu yang revolusioner—sebuah perangkat lunak yang benar-benar bisa mengubah hidup banyak orang. Namun, sekarang ia hanya merasa seperti roda kecil di mesin besar yang tak berujung.
Makan siang tiba, dan Aldo serta Sita memutuskan makan di kantin kantor. Saat mereka menyantap nasi goreng dan minuman dingin, Sita mencoba membuka obrolan. "Lo pernah mikir nggak, Do, kalau kerja kayak gini terus, apa yang bakal kita capai dalam lima tahun ke depan?"
Pertanyaan itu membuat Aldo terdiam sejenak. Ia memandang piringnya, lalu menjawab, "Gue nggak tahu, Sit. Kadang gue mikir, gue cuma jalanin hidup, nggak benar-benar hidup."
Sita mengangguk pelan. "Mungkin lo butuh bikin sesuatu buat diri lo sendiri. Lo kan jago coding, kenapa nggak coba bikin sesuatu yang seru? Kayak proyek pribadi."
Kata-kata itu terus terngiang di kepala Aldo bahkan setelah makan siang usai. Ia kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan memperbaiki bug yang diminta, tetapi pikirannya melayang ke ide-ide yang pernah ia tinggalkan. Ia teringat impiannya menciptakan sesuatu yang benar-benar unik, sesuatu yang bisa membuat hidup lebih menarik.
Ketika jam kerja selesai, Aldo pulang dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia lelah dengan rutinitas harian yang membosankan. Di sisi lain, kata-kata Sita seperti memberikan dorongan baru. Ia ingin mencoba sesuatu yang berbeda.
Malam itu, setelah makan malam dan mandi, Aldo duduk di depan laptopnya. Ia membuka editor kode yang sudah lama tidak ia gunakan untuk proyek pribadi. Sebuah ide mulai terbentuk di kepalanya. Bagaimana jika hidup ini bisa dijalani seperti sebuah game? Bagaimana jika ada sistem level, misi, dan penghargaan yang membuat segalanya terasa lebih menyenangkan?
Aldo mulai mengetik baris demi baris kode. Ia merancang sistem sederhana yang bisa mengubah rutinitasnya menjadi sesuatu yang lebih menarik. Ia menetapkan bahwa setiap tugas sehari-hari akan menjadi "misi," dan setiap misi yang diselesaikan akan memberikan poin pengalaman (XP). Semakin banyak poin yang terkumpul, semakin tinggi levelnya.
Kode itu belum sempurna, tetapi Aldo merasa bersemangat untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Namun, rasa lelah mulai menyerang. Jam di layar menunjukkan pukul dua pagi, dan matanya sudah sulit dibuka. Akhirnya, Aldo tertidur di depan laptopnya, dengan program yang masih berjalan.
Malam itu, di luar apartemen Aldo, sebuah meteor kecil melesat di langit Arkavia. Meteor itu jatuh jauh di pinggir kota, tetapi dampaknya terasa hingga ke jaringan listrik. Laptop Aldo, yang masih menyala, tiba-tiba menerima lonjakan energi aneh dari meteor itu. Kode yang ia tulis mulai berubah, seolah memiliki nyawa sendiri. Namun, Aldo tidak menyadari apa yang terjadi.
Ketika pagi tiba, Aldo terbangun dengan rasa kantuk yang berat. Ia memandang layar laptopnya, yang sekarang menampilkan pesan aneh: "Selamat datang di Level 1. Misi Anda dimulai."
Suara helikopter yang menderu di atas langit Distrik Barat perlahan menjauh, namun ketegangan di dalam basemen tua sebuah toko perbaikan jam yang terbengkalai itu sama sekali tidak memudar. Cahaya hanya berasal dari pendar biru layar holografik Aldo dan senter kecil yang dipegang Sita. Di ruangan sempit yang berbau minyak pelumas dan debu itu, Aldo, Bima, dan Sita berusaha mengatur napas, menyadari bahwa hidup mereka sebagai warga negara biasa telah berakhir tepat saat Menara Jam itu runtuh.“Bim, kau masih punya sisa energi?” tanya Aldo pelan. Matanya tidak lepas dari data yang mengalir deras di hadapannya.Bima mendengus, sambil mengusap sisa debu di wajahnya. “Level 11 membuatku merasa seperti monster, Do. Luka-lukaku sembuh total, tapi mental duniaku masih kacau. Aku merasa bukan lagi manusia biasa.” Bima segera membuka layar statusnya, menyadari ia memiliki 5 poin statistik bebas dari kenaikan levelnya barusan. Tanpa banyak bicara, ia memasukkan seluruh poin itu ke Kekuatan, memb
Suara gemuruh dari bawah tanah Distrik Barat terdengar seperti raungan raksasa yang terbangun dari tidur panjangnya. Tanah bergetar hebat, meretakkan aspal jalanan tua di sekitar Menara Jam. Aldo, Bima, dan Sita berhasil melompat keluar dari pintu rahasia tepat sebelum tangga spiral di belakang mereka runtuh tertimbun puing beton. Debu tebal menyelimuti udara, bercampur dengan uap panas dari pipa-pipa yang pecah di bawah sana."Lari! Jangan menoleh!" teriak Aldo sambil menarik lengan Sita.Ledakan besar akhirnya pecah. Menara Jam yang telah berdiri selama puluhan tahun itu miring perlahan sebelum akhirnya ambruk ke arah komplek pasar yang kosong. Hantaman bangunannya menciptakan gelombang debu yang menyapu jalanan. Laboratorium rahasia Nexora Tech kini terkubur selamanya, namun rahasia yang mereka temukan di sana baru saja memulai badai yang lebih besar.Setelah berlari beberapa blok jauhnya, ketiganya berhenti di sebuah gang sempit untuk mengatur napas. Aldo menyandarkan punggungnya
Alpha Glitch tidak memberikan waktu bagi Bima dan Sita untuk sekadar memikirkan strategi. Dengan satu hentakan kaki yang kuat, lantai laboratorium yang terbuat dari logam sintetis retak, memancarkan gelombang energi ungu yang menyapu ruangan. Sosok setinggi tiga meter itu bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi ukurannya, mengayunkan pedang kembar energinya tepat ke arah terminal tempat Aldo sedang bekerja."Bima, hadang dia!" teriak Aldo tanpa mengalihkan pandangan dari layar holografik. Jari-jarinya bergerak secepat kilat, menyuntikkan baris-baris kode virus ke dalam inti server Nexora.Bima meraung, mengaktifkan seluruh poin statistik bebas yang ia miliki dari kenaikan level sebelumnya. Ia mengalokasikan 5 poin tersebut ke Kekuatan, membuat otot-ototnya menegang hingga batas maksimal.[Bima Sakti - Distribusi Poin Statistik Terkonfirmasi:]Kekuatan: 26 -> 31Dengan pipa baja yang berpendar biru terang, Bima menghantamkan senjatanya ke salah satu pedang Alpha Glitch. Be
Tangga spiral yang tersembunyi di bawah fondasi Menara Jam itu terasa seperti lorong menuju perut bumi yang dingin dan lembap. Dindingnya tidak lagi terbuat dari bata kuno yang kasar, melainkan dilapisi oleh polimer sintetis berwarna abu-abu metalik yang mampu meredam getaran suara dan radiasi energi. Saat Aldo, Bima, dan Sita menuruni undakan demi undakan, lampu-lampu sensor di langit-langit menyala satu per satu, memancarkan cahaya putih steril yang menciptakan kontras tajam dengan kegelapan di atas sana."Tempat ini terlalu canggih untuk sekadar gudang rahasia di distrik tua," bisik Bima. Ia mencengkeram pipa bajunya erat-erat, matanya yang tajam terus waspada. Sebagai pengguna Level 9, ia merasakan kekuatan fisiknya jauh lebih solid, namun ketidakpastian di bawah sini membuatnya tetap tegang.Aldo memimpin di depan, matanya yang memiliki [Kecerdasan: 33] terus memindai aliran data yang merayap di sirkuit dinding. Ia bisa merasakan sisa resonansi energi dari inti Chronos-01 yang ma
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.