LOGINSosok tersebut ikut melihat retakan itu sebelum kembali menatap Kenzo.“Lihat?” Dia menunjuk retakan yang semakin lebar dengan ekspresi tenang. “Itu kan alasanmu untuk bertahan dan itu juga merupakan kelemahan terbesarmu.”“Jangan sentuh dia.” Kenzo maju satu langkah. Tatapannya berubah tajam ketika mendengar perkataan tersebut.Kenzo tidak peduli dengan apa yang mungkin terjadi pada dirinya sendiri, tapi dia tidak akan membiarkan makhluk itu menggunakan Salma sebagai alat untuk memaksanya menyerah.“Aku tidak perlu menyentuhnya.” Sosok itu justru tersenyum semakin lebar. “Aku hanya perlu membuatmu gagal melindunginya.”Sosok tersebut tahu bahwa ketakutan terbesar Kenzo bukanlah kehilangan kendali atas tubuhnya, melainkan ketidakmampuannya melindungi orang-orang yang dia sayangi.Retakan semakin lebar. Cahaya dari baliknya mulai memenuhi ruang gelap dan perlahan menelan segala sesuatu yang berada di sekitar Kenzo.Tubuh Kenzo terasa semakin ringan. Kesadarannya seperti sedang ditarik
Gang itu sudah kosong seolah apa yang terjadi beberapa menit lalu hanyalah ilusi buruk yang belum sepenuhnya hilang.Tubuh Kenzo tergeletak tak sadarkan diri di tengah gang. Tidak ada satu pun orang yang mendekati tubuhnya, karena khawatir Kenzo masih hilang kendali.“Energinya benar-benar hilang?” gumam Raga sambil tatapannya masih menyapu area sekitar untuk mencari jejak energi Kenzo.“Sinyal energinya hilang total. Aku bahkan nggak bisa menangkap jejak perpindahannya.” Suara Deno terdengar dari komlink.“Bukan hilang,” potong Nayla. Suaranya terdengar lebih tenang. “Sinyalnya seperti sengaja disembunyikan.”Beberapa meter di belakangnya, Salma masih terduduk di tanah. Tangannya mencengkeram ujung pakaiannya, sementara matanya terus tertuju pada tempat Kenzo menghilang.“Dia bukan Kenzo...?” bisik Salma.“Dengar aku, Salma.” Ardan akhirnya berjalan mendekat dan berhenti beberapa langkah dari mereka “Yang kamu lihat tadi bukan sepenuhnya Kenzo.”“Terus dia siapa? kalau di sana itu bu
Di tengah percakapan mereka, Kenzo perlahan menurunkan tangannya. Gerakannya terlihat sederhana dan perubahan langsung terjadi pada tubuh makhluk yang masih tertahan di udara.Tangan makhluk itu mulai bergetar. Permukaannya retak dari dalam seperti ada sesuatu yang sedang merusak struktur tubuhnya dari pusat.Retakan hitam menjalar dari ujung lengannya menuju bahu. Makhluk itu mengeluarkan raungan keras yang menggema di sepanjang gang.“GRRAAAHH!!!”Tubuhnya berusaha menarik kembali lengannya, tapi semakin kuat dia mencoba bergerak, semakin banyak bagian tubuhnya yang mulai kehilangan bentuk.Raga menelan ludah. Perlahan muncul rasa takut ketika dia menyadari bahwa sosok yang berdiri di hadapannya terasa semakin jauh dari Kenzo yang selama ini dia kenal.“Kenzo...” gumam Raga pelan.“Dia tidak sedang menghancurkan tubuh makhluk itu,” ujar Ardan perlahan. Tatapannya tetap terkunci pada retakan yang terus menyebar. “Energi di dalam tubuhnya yang sedang dipaksa runtuh.”Raga menoleh kepad
Kenzo memejamkan matanya beberapa detik, rasa panas di dalam tubuhnya semakin menyebar hingga ke kedua lengannya.Selama ini dia selalu berusaha menahan sesuatu yang ada di dalam dirinya. Setiap kali energi gelap itu muncul, Kenzo selalu melawannya karena dia takut suatu hari nanti dirinya benar-benar hilang kendali.Namun sekarang dia justru berhenti melawan dan membiarkan energi itu mengendalikan dirinya.Perlahan Kenzo membuka mata. Tatapannya terlihat ada sesuatu yang berubah di dalam sorot matanya.“Ambil alih.” Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya. Kenzo sendiri yang memberikan izin kepada sesuatu di dalam tubuhnya untuk mengambil kendali.Dalam sekejap, energi gelap meledak dari seluruh tubuhnya.BUUM!!Gelombang energi menyapu gang dan membuat puing-puing bangunan terlempar ke udara. Raga spontan mundur sambil menutupi wajahnya dari hembusan debu yang menerjang.“Apa yang terjadi pada Kenzo?” tanya Raga sambil mundur beberapa langkah sambil menahan tubuhnya agar tidak
Kenzo berusaha bertahan. Napasnya mulai tersengal dan kedua lengannya terasa seperti akan terlepas dari bahunya. Dia bisa merasakan sesuatu di dalam tubuhnya ikut berteriak, seolah energi yang selama ini dia tahan sedang berusaha keluar melalui perisai tersebut.“Aku... belum selesai,” gumam Kenzo sambil memaksa tubuhnya tetap berdiri. Dia menekan kedua tangannya lebih kuat ke depan.Terdengar suara retakan dari perisainya di tengah gemuruh energi yang menghantam dan dalam hitungan detik, retakan itu menyebar hingga ke seluruh permukaan.Kemudian perisai tersebut pecah.BRAKK!!Ledakan energi langsung menghantam tubuh Kenzo tanpa perlindungan. Tubuhnya terlempar keras dan menghantam sebuah kendaraan yang terparkir di pinggir jalan. Benturan itu membuat kendaraan itu terbelah menjadi dua dan akhirnya tubuh Kenzo mendarat di dinding bangunan dibelakangnya.“Kenzo!” Raga berteriak panik.Makhluk itu menatap Kenzo. Kemudian terdengar tawa rendah dari dalam bayangan yang menyelimuti wajahn
Kenzo masih berdiri berdiri tapi kedua kakinya bergeser sedikit ke belakang akibat tekanan serangan barusan.“Menarik, jadi sekarang kau sudah mulai membuka dirimu.” Sosok bermata merah itu berdiri tepat di depannya tanpa mengalami luka sedikit pun.“Aku tidak membuka apa pun. Kekuatan ini muncul karena aku terpaksa melindungi diriku sendiri.” Kenzo menjawab sambil berusaha mengatur energi hitam di tangannya yang justru bergerak semakin liar, seolah menolak untuk dikendalikan.Suara di dalam kepalanya kembali terdengar.“Kau masih menyangkalnya. Lihat keadaanmu sekarang. Bahkan kau sendiri sudah tidak bisa membedakan mana kekuatanmu dan mana kekuatanku.” Bisikan itu terasa semakin dekat di dalam pikirannya.Kenzo memejamkan mata sesaat karena kepalanya mulai terasa sakit akibat suara tersebut.“Berhenti mengatakan seolah-olah kau adalah bagian dari diriku. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil alih tubuhku.” Kenzo mengatakannya sambil membuka mata kembali. Kemarahan membuat energi hit







