Tunangan Nakal Sang Kapten

Tunangan Nakal Sang Kapten

last updateLast Updated : 2026-09-12
By:  NarniaOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Gabriel Alistair mendapat tugas memimpin tim ekspedisi militer ke sektor botani, dan menjemput prajurit Sasha Rose yang akan bergabung dengannya sekaligus partner misi sekunder yang telah di tentukan oleh protokol genesis. Gabriel sempat melupakan gadis itu. Pemimpin Sektor botani, ayah Sasha mengumumkan bahwa mereka kini bertunangan. Namun, Sasha menunjukan sikap yang dingin di pertemuan pertama mereka dan hal tersebut hanyalah topeng mode prajurit yang terbiasa menghadapi musuh dimedan tempur. Sasha Rose justru memiliki kepribadian yang berbanding terbalik saat berhadapan dengan rekan-rekan di sektor utama terutama saat berhadapan dengan tunangannya Gabriel. Dia membawa lebih banyak masalah yang tidak diperkirakan oleh sang kapten. Agresif, dominan, penuh intrik, dan manipulatif. Sasha terus mengusik batas kesabaran Gabriel dan membuat gadis itu mendapat julukan kucing liar di hati sang kapten. Hubungan yang awalnya hanya bagian dari protokol Genesis perlahan berubah menjadi permainan mental yang semakin memanas dan sulit dikendalikan. Di tengah misi ekspedisi militer, konflik antarfaksi, dan pertempuran yang brutal, Gabriel mulai menyadari bahwa Sasha menyimpan sebuah rahasia kelam. Rahasia yang mungkin menjadi alasan di balik sikapnya yang agresif. Sasha selalu memiliki cara yang aneh untuk memancing batas kewarasan Gabriel. Dan ketika rahasia itu mulai terungkap, Gabriel memutuskan untuk mulai berusaha mengubah sikapnya pada Sasha. Akankah Gabriel mampu menghadapi perlakuan liar Sasha? Apakah sang kapten akan tetap memegang kendali para prajuritnya, atau ikut terseret ke dalam permainan tunangannya?

View More

Chapter 1

BAB 1: Sektor Botani

Deru mesin otomatis di ladang Sektor Botani terdengar konstan saat mengolah lahan pertanian yang luas, menggantikan peran manusia yang kian menipis. Di tengah ladang, sebuah bukit batu berlumut tampak seperti gunung kecil yang rimbun oleh rumput dan tanaman merambat. Di balik bukit tersebut, terdapat lubang gua yang menjadi jalan masuk utama markas faksi botani di Sektor Lima.

Cahaya matahari yang dipantulkan panel reflektor termal dari celah gua yang lebar menerangi seluruh instalasi laboratorium botani bawah tanah yang luar biasa indah. Tanaman hijau yang menyegarkan mata tumbuh subur di sekitar air terjun kecil, menciptakan aliran sungai yang bermuara di danau buatan.

Gabriel Alistair berdiri di ambang pintu masuk, menyesuaikan pandangannya. Pakaian taktis militer hitam yang ia kenakan tampak kontras dengan rimbunnya tanaman hijau di sana.

"Harusnya Kak Hugo ikut dengan kita ke sini," ucap Gabriel memecah keheningan di antara pasukannya. Matanya melirik ke arah wanita yang berjalan di sampingnya.

Seraphina Rose tersenyum tipis. Sebagai seorang profesor, ia ikut dalam ekspedisi yang dipimpin oleh Gabriel. Namun, tujuannya sedikit berbeda dari divisi militer. Sera ikut serta dalam ekspedisi khusus untuk meneliti tanaman di Sektor Botani.

"Hugo baru saja memulai kembali penelitiannya dan harus memperhatikan kondisi tubuhnya yang belum pulih total, Gabriel. Kondisi di lapangan tidak bisa diprediksi, aku khawatir dengan psikisnya yang sempat terguncang. Lagi pula... seseorang harus memperhatikan putra kami," jelas Sera.

Gabriel terkekeh pelan dan mengangguk maklum. "Itu benar. Tapi Kak Hugo sempat memaksaku dengan otoritasnya sebagai wakil pemimpin Sektor Utama. Kalau bukan karena kau yang menolaknya mentah-mentah, dia pasti sudah berdiri di sini sekarang dan menjagamu dengan posesif."

"Sudahlah," Sera menggelengkan kepala. Tawa kecil menghiasi wajahnya yang biasanya selalu serius. "Yang terpenting, tugas kita di sini harus selesai dengan cepat."

"Ini juga kampung halamanmu, Sera. Bersenang-senanglah sedikit," ucap Gabriel lembut, menunjukkan perhatian sebagai adik ipar.

"Terima kasih, Gabriel."

Langkah mereka terhenti saat seorang pria paruh baya berjalan mendekat, menyambut rombongan dengan senyum hangat. Ia adalah Albert Rose, Pemimpin Sektor Lima. Di sampingnya, berdiri seorang gadis muda yang mengenakan pakaian dari bahan katun longgar yang kasual, sangat bertolak belakang dengan seragam tempur milik Gabriel dan pasukannya.

Gadis itu adalah Sasha Rose, putri tunggal Albert.

Setelah selesai menyapa rombongan militer, Sasha langsung melangkah mendekati Seraphina. Sera memeluk sepupunya itu dengan haru dan syukur, rasa rindunya pada adik sepupunya yang manis, dan kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa yang sangat cantik.

"Sasha, antarkan Sera langsung ke laboratorium gua. Aku akan mengajak Kapten Gabriel berkeliling," perintah Albert. Sasha mengangguk, lalu menuntun Sera menjauh tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Setelah menyelesaikan inspeksi pada jalur akomodasi, Albert mengajak Gabriel ke sebuah pondok kayu tempatnya bekerja. Namun, begitu pintu dibuka, bagian dalam pondok berbanding terbalik dengan konsep luarnya yang sederhana. Ruangan itu dipenuhi peralatan bertechnologi canggih, monitor holografik, dan sensor genetik yang menyerupai ruang unit utama di dalam Bunker Alistair.

Albert tidak membuang waktu. Begitu pintu tertutup rapat, dia langsung menuju poin utama.

"Sasha akan bergabung dengan kalian sebagai prajurit militer dan ikut ke Sektor Utama saat kalian kembali. Dan... dia yang akan menjadi tunanganmu untuk misi Protokol Genesis, Gabriel."

Gabriel tertegun. Alisnya bertaut rapat. Otak taktisnya langsung memutar kembali memori lembar tugas yang ia terima sebelum berangkat. "Sama sekali tidak ada informasi mengenai hal ini di draf misi saya, Tuan Rose."

Albert berdehem, lalu berjalan mendekati salah satu monitor hologram. "Aku sudah mengonfirmasi hal ini pada ibumu, Profesor Lilia. Beliau yang meminta Sasha untuk segera bergabung. Pertunangan ini sudah kami diskusikan bersama agar kalian bisa saling mengenal lebih dulu sebelum memulai misi, sekaligus agar kalian bisa saling beradaptasi dengan sifat serta karakter masing-masing."

Gabriel terdiam. Pikirannya berputar. *Kenapa Ibu tidak memberitahuku lebih dulu sebelum kami berangkat?*

Albert yang menangkap keraguan di mata kapten muda itu menghela napas pelan. "Hal ini sudah diputuskan sejak kalian masih kecil, Gabriel. Sama seperti Hugo dan Seraphina. Bedanya, Sera masuk ke Bunker saat berusia lima belas tahun dan bergabung sebagai salah satu peneliti muda, sedangkan Sasha baru bisa bergabung di usianya yang kedua puluh agar bisa langsung menjadi bagian dari timmu. Jangan khawatir, dia sudah dilatih untuk menghadapi kondisi paling krusial di luar sana. Dia cukup cakap dalam bertarung dan ahli menembak."

Mengingat perintah ibunya adalah mutlak, Gabriel akhirnya mengangguk pelan. "Baiklah."

Albert tersenyum puas, lalu memanggil salah satu teknisi lewat komunikatornya. "Panggil Sasha ke sini."

Tak butuh waktu lama sampai pintu pondok bergeser terbuka. Sasha masuk dengan langkah yang nyaris tak terdengar.

Albert berdehem, lalu menjelaskan dengan suara tegas tanpa basa-basi, "Sasha, ini Gabriel Alistair. Mulai hari ini, kau akan ikut serta dalam tim ekspedisi kembali ke Sektor Utama sebagai pasukannya. Dan... dia adalah tunanganmu."

Wajah Sasha mendadak dingin. Tidak ada rona merah khas gadis muda yang baru mendengarkan kabar perjodohan. Sepasang matanya yang tajam langsung menatap Gabriel, mengunci pandangan pria itu.

Kemudian, dengan gerakan yang tenang namun berani, Sasha mulai berjalan mengitari tubuh Gabriel. Matanya bergerak turun-naik, memindai dari pundak tegap sang kapten, lekuk tubuh di balik pakaian taktisnya, hingga ke sepatu lars militernya.

Gabriel tetap berdiri tegak. Melalui sudut matanya, dia memperhatikan pergerakan Sasha dengan tenang meskipun merasa keheranan dengan sikap gadis itu padanya. Dia merasa seolah dirinya sedang dinilai seperti sebuah benda atau senjata baru.

Sasha menghentikan langkah tepat di depan Gabriel. Jarak mereka begitu dekat hingga Gabriel bisa mencium aroma samar tanah segar dan herbal dari tubuh gadis itu. Sasha terdiam menatap lekat-lekat ekspresi wajah Gabriel yang tetap tenang tanpa riak emosi.

Gadis itu mundur satu langkah ke samping ayahnya. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman yang tidak Gabriel pahami maksudnya. Tatapan matanya yang tadi dingin mendadak melembut dengan kilatan intens yang aneh.

"Lumayan!" ucap Sasha singkat. Suaranya terdengar renyah namun penuh percaya diri.

Gabriel menaikkan satu alisnya dan sedikit menebak apa yang dipikirkan gadis itu. Di era distopia ini, pernikahan bukanlah tentang romansa atau deklarasi cinta yang mendayu-dayu. Bagi Gabriel romantika rumah tangga adalah hal mewah yang mustahil untuk didapatkan di masa ini, semuanya hanya tentang fungsi, kelangsungan hidup, dan kecocokan genetik.

Pemuda itu melemparkan tatapan bertanya pada Albert, mencari penjelasan atas sikap tak biasa dari anak gadisnya. Namun, Albert hanya memiringkan kepalanya sedikit sambil tersenyum kecil, seolah sudah terbiasa dengan keanehan putrinya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status