Share

Bab 155

Author: Darrel Gilvano
Rubah Perak menahan ekspresinya, lalu berkata dengan nada serius, "Aku baru saja menerima kabar. Keluarga Tanoewan akan melakukan gerakan besar. Sepertinya mereka bersiap menyerang Keluarga Kusuma, bahkan ingin menyingkirkan Keluarga Kusuma dari Bataram!"

"Keluarga Kusuma? Keluarga Kusuma yang mana?" tanya Yasmin dengan heran.

Di Bataram, jumlah keluarga besar dan kecil sangat banyak. Yasmin cukup mengenal keluarga-keluarga besar. Namun, keluarga tingkat dua seperti Keluarga Kusuma, dia tidak pe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 250

    Jimmy berbicara dengan sangat langsung. Dalam situasi seperti ini, memang tak perlu lagi berputar-putar.Laura punya ayah yang baik, jadi setidaknya dia tidak akan menjadi orang jahat. Namun sayangnya, dia juga punya ibu yang materialistis, bermulut pedas, dan hanya berani pada yang lemah. Dalam dirinya, sedikit banyak tetap ada sifat-sifat buruk ibunya itu.Mendengar penilaian Jimmy tentang dirinya, raut wajah Laura pun menjadi suram. Terlalu percaya diri? Mungkin ... dia memang terlalu percaya diri.Laura menunduk dan tersenyum pahit. "Aku selalu berpikir akulah masa depan Keluarga Sucipto. Aku merasa bisa mengendalikan segalanya, bisa membawa Keluarga Sucipto naik ke tingkat yang lebih tinggi.""Tapi nggak kusangka, pada akhirnya aku justru menjadi bahan tertawaan di mata orang lain ....""Kondisimu ini benar-benar aneh." Jimmy menatapnya dengan curiga. "Sebenarnya ada apa dengan kalian? Kemarin ayahmu telepon aku. Nadanya juga aneh."Setiap hari ribut terus. Apa mereka tidak capek?

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 249

    Masih muda, tetapi kekuatannya sudah sedemikian dahsyat. Kalau bakat seperti ini tidak direkrut, benar-benar terlalu disayangkan.Setelah mengetahui maksud Arya, Yasmin tak bisa menahan diri untuk menggeleng dan tersenyum pahit."Sebaiknya jangan datang dulu. Saat ini dia masih punya prasangka buruk yang cukup dalam terhadap kami. Kalau Raja Perang datang sekarang, kemungkinan besar juga nggak akan bisa menemuinya.""Tunggu sampai aku menemukan cara untuk menjelaskan semuanya dan menghapus kesalahpahaman dengannya. Setelah itu, baru Raja Perang datang menemuinya. Mungkin hasilnya akan lebih baik."Orang itu sekarang sedang marah. Kalau Arya datang saat ini untuk merekrutnya, sudah pasti hanya akan ditolak mentah-mentah.Di seberang telepon, Arya terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baiklah. Kalau begitu, kamu cari cara secepatnya untuk menghapus kesalahpahaman itu. Jangan bersikap tinggi hati di depannya. Orang sekuat itu sangat kita butuhkan.""Baik." Yasmin menyetujui. "Oh ya, bukankah

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 248

    Setelah kembali ke vila, Jimmy langsung pergi mandi. Saat mandi, samar-samar terdengar suara bel dari luar.Jimmy mematikan keran, hendak bertanya siapa yang datang. Namun, dari luar sudah terdengar suara perempuan yang jernih."Aku Yasmin. Aku datang untuk berterima kasih kepada penyelamatku!""Sebelumnya Rubah Perak salah mengira Tuan sebagai orang yang berniat buruk kepadaku, jadi sikapnya kurang baik dan menyinggung Tuan. Mohon kemurahan hati Tuan. Aku mewakili Rubah Perak meminta maaf ...."Yasmin terus berbicara di luar dengan sikap yang sangat tulus."Pergi sana! Jangan ganggu aku!" Jimmy berteriak dengan kesal, lalu membuka kembali keran dan melanjutkan mandi.Dia bahkan sengaja membuka air sebesar-besarnya. Dengan suara aliran air, dia tidak perlu lagi mendengar ocehan Yasmin.Yasmin yang berada di luar pintu pun benar-benar terdiam. Teriakan marah Jimmy tadi langsung memotong ucapannya.Mendengar suara penuh amarah itu, hatinya terasa pahit dan tak berdaya. Dengan kekuatan se

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 247

    Bahkan kalau dia berhasil mengetahui identitasnya, kalau orang itu memang tidak mau menemuinya, pasti tetap tidak akan menemuinya.Kalau sampai dia tahu dirinya diselidiki ke mana-mana, bisa-bisa dia malah makin marah!Sudahlah! Kalau begitu, untuk sementara jangan diselidiki dulu!Toh sudah tahu dia tinggal di mana. Nanti datang dengan tulus untuk meminta maaf, selama bisa mendapatkan pengampunannya, semua masalah pasti akan terselesaikan dengan sendirinya."Terima kasih atas pengingatnya, Pak Endaru. Aku sudah mengerti." Yasmin menghela napas pelan, lalu segera membawa Rubah Perak dan yang lainnya pergi.Sesampainya di tempat parkir, Yasmin kembali memberi perintah kepada Rubah Perak, "Segera antar orang ini ke tempat Raja Perang Burung Vermilion. Kekuatannya lumayan. Meskipun dia terluka, kemungkinan besar kamu tetap bukan tandingannya.""Baik, aku tahu harus bagaimana," sahut Rubah Perak sambil langsung menangkap kedua lengan prajurit itu dan memelintirnya dengan keras.Krek! Kedua

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 246

    "Kimberly, siapa sebenarnya yang tadi menyelamatkan kakekmu?" Di sisi pesta dansa, Ernest bertanya kepada putrinya dengan penuh rasa penasaran, "Sejak kapan kamu kenal teman sehebat itu?""Aku mana tahu!" Kimberly menggaruk kepalanya. "Dia pakai topeng, aku juga nggak tahu dia siapa!""Masa sih?" Ernest tampak agak tidak percaya, "Kamu nggak bisa mengenali suaranya?"Kimberly menggeleng. Dia benar-benar tidak bisa mengenali suara orang itu.Semua orang memakai topeng, saat berbicara suara mereka terdengar teredam. Kecuali orang yang sangat akrab, hampir mustahil mengenali dari suara saja.Saat Ernest dan istrinya hanya bisa tersenyum kecut, Endaru malah mengangkat tangan menghentikan mereka berdua."Sudahlah, jangan ditanya lagi! Kalau orang itu nggak mau menunjukkan wajah aslinya, pasti ada alasannya. Untuk apa kalian tanya sebanyak itu?"Dia sebenarnya sudah bisa menebak siapa orang itu. Selain Jimmy yang mampu sendirian menghajar lebih dari 100 orang anak buah Izzul, memangnya ada s

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 245

    Bahkan kalau dirinya terbunuh, setidaknya misinya sudah dianggap selesai."Kamu sebenarnya siapa?" Prajurit itu menatap Jimmy dengan wajah penuh kebengisan. Sepasang matanya yang suram seperti ular berbisa."Aku ayahmu!" Jimmy tersenyum santai, lalu berkata dengan tidak sabar, "Sudahlah, jangan buang waktu. Cepat mulai bertarung. Aku masih mau nonton. Hadeh, aku ini capek sekali!"Begitu kata-kata Jimmy selesai, wajah Yasmin dan prajurit itu sama-sama berkedut. Mereka bertarung mati-matian di sini, tetapi justru dia yang merasa paling capek? Entah dari mana dia punya muka untuk mengatakan hal seperti itu.Yasmin mengomel dalam hati beberapa kali, lalu akhirnya kembali melancarkan serangan sengit ke arah prajurit itu. Benar! Karena memang harus bertarung habis-habisan, untuk apa banyak bicara?Menghadapi serangan ganas Yasmin kali ini, prajurit itu akhirnya tidak lagi menahan diri. Keduanya kembali terlibat pertarungan sengit. Serangan Yasmin pun tidak lagi semudah sebelumnya.Jimmy dud

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status