Share

Bab 174

Penulis: Darrel Gilvano
Dalam perjalanan pulang, Jimmy kembali menelepon Argani.

Setelah mengobrol beberapa saat dengan Argani, Jimmy pun langsung merasa lebih tenang. Karena suasana hatinya sedang bagus, Jimmy bahkan sempat mencari warung makan kecil dan minum dua gelas sendirian, lalu baru pulang dengan santai.

Setelah menyimpan kontrak dengan rapi, Jimmy baru saja hendak mandi ketika Zisel kembali datang di tengah malam.

Melihat Zisel, Jimmy langsung merasa tidak berdaya. Sekarang dia sudah malas menanyakan alasan k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Whinar
zisel ini, bener bener dah, malah mau nantangin kejantanan jimmy wkwkwk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 442

    Setelah berbasa-basi sebentar dengan Edgar dan yang lain, Jimmy dan Zisel pun meninggalkan hotel.Edgar dan yang lain juga telah melewati satu hari penuh kegelisahan. Melihat Yasmin kembali dengan selamat, mereka akhirnya bisa bernapas lega."Kak, aku ingat tadi kamu nggak pakai baju ini, 'kan?" Di perjalanan pulang, Edward tiba-tiba bertanya pada kakaknya."Pertanyaan bodoh!" Yasmin melotot kesal. "Bajuku basah dan kotor, memangnya nggak boleh ganti?""Aku ...." Edward terdiam, dalam hati merasa kesal. Dia cuma tanya santai, kenapa malah dimarahi? Jangan-jangan lagi datang bulan?Edward berpikir macam-macam dalam hati. Tentu saja, dia tidak berani mengatakannya.Edgar tersenyum melihat mereka berdua, lalu bertanya kepada cucunya, "Kamu seharian ini sama Jimmy?""Iya." Yasmin mengangguk pelan."Kalian sempat bicara baik-baik?" Edgar kembali bertanya."Kakek!" Yasmin memijat pelipisnya dengan pusing. "Aku baru saja pulang, jangan-jangan Kakek mau bahas soal perjodohan lagi?"Kakek tua i

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 441

    "Aku ...." Urat di dahi Yasmin berdenyut.Sempat terlintas di pikirannya untuk meminta Rubah Perak bertukar pakaian dengannya, tapi setelah dipikir-pikir, dia mengurungkannya. Bagaimanapun juga sudah seperti ini, mau ganti juga tidak ada gunanya.Dengan pikiran itu, Yasmin langsung menyuruh Rubah Perak agar helikopter menurunkan tangga tali. Dia hanya ingin segera meninggalkan tempat ini. Tempat sialan ini sudah membuatnya dipermalukan!Tak lama kemudian, mereka bertiga naik ke helikopter.Namun, mereka tidak langsung pergi menemui Edgar dan Zisel, melainkan mencari tempat untuk membeli pakaian terlebih dahulu.Yasmin bukan orang bodoh. Kalau dia pulang memakai pakaian Jimmy dan terlihat oleh kakeknya serta Edward, mereka pasti akan berpikir macam-macam seperti Rubah Perak.Setelah berganti pakaian, Yasmin menyuruh Rubah Perak pergi lebih dulu. Dia dan Jimmy akan naik taksi ke hotel untuk menemui kakeknya.Sebelum berpisah, Yasmin berulang kali mengingatkan Rubah Perak bahwa soal dia m

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 440

    Menghadapi tatapan penuh gosip dari Rubah Perak, Yasmin langsung merasa malu dan kesal.Orang bodoh pun tahu, Rubah Perak pasti sudah salah paham! Dengan kondisi mereka sekarang, memang sulit untuk tidak salah paham.Namun sebelum dia sempat menjelaskan, Jimmy sudah dengan santai berkata kepada Rubah Perak, "Jangan salah paham, aku dan Jenderal Yasmin cuma sedang bosan, jadi melakukan komunikasi yang mendalam."Yasmin hampir mati karena malu. Mendengar kata-kata Jimmy, dia langsung ikut menimpali tanpa berpikir, "Benar, kami memang melakukan komunikasi yang men ...."Ucapannya terhenti di tengah jalan.Komunikasi ... mendalam?"Jimmy!!!" Yasmin berteriak histeris, matanya menyala marah menatap bajingan itu. "Jangan kira karena kamu sudah membantuku, kamu bisa bicara sembarangan! Kalau kamu berani ngomong ngawur lagi, aku akan mengebirimu di tempat!""Sifatmu ini memang buruk." Jimmy menggeleng, lalu berkata dengan serius, "Coba pikirkan, kamu kasih tahu aku alasan kenapa kamu nggak suk

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 439

    "Terserah mau makan atau nggak!" Yasmin kesal, lalu menarik kembali mi itu dan langsung menghabiskannya dalam beberapa gigitan. Baru saja selesai makan, Yasmin langsung menyadari ada yang tidak beres. Dia lalu menggeleng dan tersenyum tipis.Bajingan itu mana mungkin benar-benar jijik karena mi itu sudah digigit olehnya. Jimmy hanya melihat dirinya lapar, jadi tidak ingin berebut makanan dengannya.Kenapa tidak bicara baik-baik saja? Harus sekali membuatnya salah paham seperti ini.Namun, sikap Jimmy justru membuat Yasmin merasa lega. Dia bisa melihat, Jimmy sama sekali tidak peduli dengan penilaiannya. Setidaknya itu membuktikan bahwa Jimmy memang tidak punya niat apa pun terhadapnya.Yasmin sendiri tidak ingin menjalankan perjodohan itu, dan Jimmy juga sama. Dari sudut pandang itu, mereka bisa dibilang sekutu. Dengan pikiran itu, Yasmin kembali bertanya dengan penasaran, "Dulu kamu kerja apa?""Bukannya kamu sudah tahu?" Jimmy menjawab tanpa menoleh."Maksudku sebelum kamu hilang ing

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 438

    Hal yang paling dibenci Yasmin adalah sikap tidak tahu malu Jimmy. Namun, Jimmy malah bersikeras ingin menjadi orang yang tidak tahu malu.Yasmin sudah susah payah menenangkan diri untuk bicara baik-baik dengannya, tapi sampai di titik ini, percakapan itu tidak bisa dilanjutkan lagi. Setelah menghela napas dan menggeleng beberapa kali, Yasmin akhirnya tidak berkata apa-apa lagi.Malam ini dia memang kembali menemukan sisi baik dari Jimmy. Namun, dia tetap memandang rendah orang yang tidak punya ambisi dan hanya ingin menjadi sosok tidak tahu malu seperti itu.Jimmy punya kemampuan?Tentu saja ada.Bagaimanapun juga, kemampuan medisnya jelas terlihat.Meski Yasmin meremehkan orangnya, dia tetap tidak bisa menemukan kekurangan dalam kemampuan medis Jimmy. Namun, kemampuan adalah kemampuan, karakter adalah karakter. Kalau hanya punya kemampuan tanpa karakter, apa gunanya?Setelah menghela napas dalam hati, Yasmin perlahan tertidur.Awalnya dia hanya berpura-pura tidur, ingin melihat apaka

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 437

    Tiba-tiba, Yasmin menemukan sisi baik pada Jimmy. Setelah terdiam lama, akhirnya Yasmin membuka suara lebih dulu, "Jimmy, kita ... berdamai saja.""Berdamai?" Jimmy menoleh dan meliriknya. "Ini namanya kamu baru sadar, ya?""Bisa dibilang begitu." Yasmin jarang menunjukkan rasa bersalah, wajahnya sedikit meminta maaf. "Aku tahu temperamenku buruk. Contohnya malam ini, kalau orang lain, mungkin sudah nggak peduli sama nyawaku.""Kamu sedang beruntung." Jimmy tersenyum sambil menggeleng. "Kalau lima tahun lalu, dengan sikapmu seperti itu, entah sudah berapa kali kamu mati.""Nggak bisa kalau nggak membual, ya?" Yasmin mendecak, lalu melanjutkan, "Sebenarnya kamu membual juga nggak masalah. Asal nggak terlalu nggak tahu malu, kamu ini masih bisa diajak bergaul.""Kamu dari tadi bilang aku nggak tahu malu, memang aku nggak tahu malu di mana?" Jimmy menatapnya dengan tertarik. "Apa aku pernah melecehkanmu atau mengintip kamu mandi?"Ini benar-benar aneh. Dia sendiri tidak merasa pernah mela

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 129

    Mana mungkin Laura mengira dia baik-baik saja. Dia segera membujuknya. Setelah Laura membujuknya berulang kali, Rafael akhirnya pergi ke rumah sakit.Menatap punggung Rafael yang menjauh, Laura perlahan menoleh dan diam-diam menghapus air mata di sudut matanya.Rafael sudah dibuat menderita seperti

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 128

    Di dalam hotel, wajah Ryder yang bengkak akibat dipukuli sudah ditangani di rumah sakit dan diberi obat.Rafael bahkan tak sempat mengobati lengannya yang patah. Dia terus mengikuti Ryder, berusaha mengambil hati dengan segala cara, sampai akhirnya berhasil mendapatkan kesempatan berharga untuk bert

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 113

    Sabrina terkejut sejenak, lalu berseru, "Jangan-jangan kamu berniat membunuh Ryder?""Untuk sekarang belum sampai ke tahap itu." Jimmy menggeleng. "Maksudku begini, meskipun tadi aku memakai nama Rafael, Ryder cepat atau lambat pasti akan tahu kalau aku bukan Rafael. Begitu dia tahu, dia pasti akan

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 115

    Saat Rafael sudah tidak berdaya lagi membela diri dan memohon ampun, Zosh kembali melangkah maju sambil tersenyum."Pak, waktu aku menangkapnya, aku mendengar wanita di sampingnya berkata kalau ayahnya punya hubungan dengan seseorang bernama Broto. Sepertinya Broto itu punya sedikit pengaruh."Ryder

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status