Share

Bab 366

Author: Darrel Gilvano
Keesokan harinya, kabar bahwa Sabrina menawarkan hadiah 4 triliun untuk mencari pemilik setengah liontin giok lainnya sudah menyebar di seluruh Bataram.

Zisel mengira Jimmy belum tahu soal ini, jadi pagi-pagi sekali dia menelepon untuk memberitahunya.

Jimmy tidak banyak menjelaskan, hanya bilang dia juga sudah mendengar kabar itu dan menyuruhnya fokus saja pada bisnisnya, tidak perlu ikut campur urusan ini.

"Benar juga." Zisel tersenyum, lalu berkata dengan nada sedikit licik, "Oh ya, aku baru d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 372

    Beberapa saat kemudian, Jimmy pun tiba.Belum sempat turun dari mobil, Jimmy sudah melihat Yasmin berdiri di depan pintu Keluarga Sucipto."Ngapain kamu berdiri di sini?"Jimmy turun dari mobil sambil menatap Yasmin dengan wajah tak berdaya. Yasmin tidak banyak bicara, melainkan langsung berkata, "Ikut aku!""Kenapa aku harus ikut kamu?" Jimmy mengangkat alis menatap Yasmin. "Jenderal Yasmin, kamu menganggapku tahananmu?""Aku nggak punya waktu untuk berdebat denganmu." Yasmin menatap Jimmy dengan kesal, "Cepat ikut aku, kakekku sedang menunggumu makan!"Membicarakan hal ini saja sudah membuat Yasmin kesal. Kakek tua keras kepala itu benar-benar sedang bersikeras melawannya. Kalau Jimmy tidak datang makan, kakeknya akan terus duduk di halaman. Bahkan tidak mau masuk ke dalam rumah!Kakeknya juga mengatakan bahwa calon cucu menantunya pergi makan dengan orang lain dan meninggalkannya di sini. Dia merasa sangat dipermalukan dan kesal. Pokoknya, kakek tua itu terus saja memberi berbagai a

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 371

    "Kakek!"Zisel tersenyum lebar dan mendekat ke sisi Yahya. "Kakek nggak perlu lihat lagi. Kalau Jimmy sudah berjanji, berarti dia pasti akan datang.""Ya, ya." Yahya terkekeh, lalu bertanya lagi pada Andra, "Kamu tahu Jimmy tinggal di mana, 'kan?""Ini ...." Andra sedikit tertegun, lalu menggeleng. "Aku merasa bersalah, jadi nggak enak hati untuk tanya sama dia."Yahya terdiam sejenak, lalu menoleh ke Laura.Menghadapi tatapan Yahya, Laura menundukkan kepala dalam diam. Ayahnya merasa bersalah sehingga tidak enak bertanya. Sedangkan dia, sama sekali tidak pernah peduli pada hal itu. Tiba-tiba, Laura seakan mulai mengerti kenapa ayahnya mengatakan bahwa dirinya tidak tahu berterima kasih.Sejak bercerai dengan Jimmy, tidak peduli seberapa banyak Jimmy membantu mereka, Laura tidak pernah sekali pun berinisiatif untuk peduli pada Jimmy. Bahkan, dia sampai tidak tahu Jimmy tinggal di mana.Melihat Laura yang menunduk diam, Yahya tak bisa menahan diri untuk menghela napas panjang dan sorot

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 370

    Sore hari, seperti yang sudah diduga, Jimmy menerima telepon undangan makan. Yang menelepon langsung adalah Yahya.Kebetulan malam itu Jimmy tidak ada urusan, jadi dia pun menyetujuinya. Namun, belum lama setelah menutup telepon, Yasmin justru meneleponnya. Dia juga mengundang Jimmy makan malam, di vila miliknya.Tanpa berpikir, Jimmy langsung menolak. "Kebetulan sekali, Kakek Yahya hari ini keluar dari rumah sakit dan mengundangku makan. Jadi, aku nggak bisa ke tempatmu.""Pak Yahya sudah keluar dari rumah sakit?" Yasmin agak terkejut. "Jangan bilang kamu yang menyembuhkannya.""Masa kamu?" balas Jimmy dengan santai."Bicara yang benar!" Yasmin mendengus dengan kesal. 'Bajingan ini! Dulu saja sudah seenaknya, sekarang ada Kakek yang membelanya, dia makin nggak tahu batas!'Mendengar nada suaranya, Jimmy langsung malas bicara dan menutup telepon. Saat Yasmin menelepon lagi, Jimmy langsung menolak panggilannya.Dia sudah membantu mengobati luka dalam Yasmin, tetapi kenapa rasanya sepert

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 369

    Felix mengangkat pandangan dan menilai Yunan, lalu bertanya dengan penuh rasa penasaran, "Kak Jimmy, ini kakak ipar baru ya?""Apa kamu bilang?" Ekspresi Yunan langsung berubah drastis. Aura membunuh memancar saat menatap Felix.Felix langsung gemetar ketakutan, buru-buru melempar pandangan minta tolong ke Jimmy. Perempuan ini kenapa sih? Dia cuma tanya sedikit, kenapa seperti mau membunuh orang?"Sudah, dia cuma tanya saja." Jimmy menghentikan Yunan, lalu menggeleng pelan pada Felix. "Dia cuma teman biasa saja, jangan asal bicara.""Oh, oh ...." Felix buru-buru mengangguk."Siapa pula temanmu?" Yunan menatap Jimmy dengan kesal. "Aku mau membunuhmu!""Ya, ya ...." Jimmy hanya bisa pasrah. "Nanti aku buatkan papan dan gantung di dadamu, tulis saja 'aku mau bunuh Jimmy'."Hal yang jelas-jelas tidak bisa dilakukan, tetapi terus diulang setiap hari. Apa tidak capek?"Kamu ...!" Yunan langsung semakin kesal. Dia menatap Jimmy dengan penuh niat membunuh.Melihat interaksi mereka, Felix dan N

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 368

    Mendengar ucapan Benjamin, Jimmy hanya bisa menggeleng tak berdaya. Benar-benar tidak tahu diri! Benar-benar cari mati!"Aku urus para satpam ini, kamu urus tuan muda itu! Ingat, cukup kasih pelajaran saja!" Jimmy memberi instruksi kepada Yunan, lalu langsung berjalan menuju para satpam.Dia sendiri pernah bekerja sebagai satpam selama beberapa tahun. Dia tahu orang-orang ini hanya menjalankan perintah. Kalau Yunan turun tangan, mereka pasti akan celaka.Yunan tidak menjawab, hanya berjalan ke arah Benjamin dengan ekspresi dingin. Meskipun Jimmy membawa beberapa kantong pakaian besar di tangannya, gerakannya sama sekali tidak lambat. Dalam sekejap, dia sudah menjatuhkan beberapa satpam."Aku nggak mau menyulitkan kalian, jangan ikut campur." Setelah memberi peringatan, Jimmy menoleh kembali ke arah Yunan."Kenapa kalian masih bengong? Tangkap dia!" Benjamin berteriak dengan marah kepada orang-orang di sekitarnya.Mereka tersadar dan segera maju untuk menangkap Yunan, tetapi langsung d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 367

    Jimmy tidak tahan melihatnya, langsung mengambil beberapa gaun untuk Yunan. Ada yang panjang, ada yang pendek."Aku nggak mau pakai gaun!" Begitu melihat Jimmy mengambil gaun, Yunan langsung meledak.Jimmy santai saja. "Aku beli buat orang lain, boleh 'kan?"Yunan mendengus sinis, baru berhenti bicara. Namun, karena tidak puas dengan pegawai toko itu, Yunan langsung pindah ke toko lain.Setelah kembali memborong barang, Jimmy membawa beberapa kantong besar pakaian ke kasir untuk antre membayar.Sementara itu, Yunan tetap seperti bos besar, berdiri santai dengan tangan kosong di samping, menunggu Jimmy membayar.Pada saat yang sama, putra pemilik mal, Benjamin, sedang berkeliling memeriksa mal ditemani oleh para manajer. Dari kejauhan, dia sudah memperhatikan Yunan. Aura dingin dan anggunnya langsung menarik perhatian Benjamin.Celana jeans biru yang dikenakan Yunan membentuk lekuk tubuhnya dengan sangat jelas, membuat hati Benjamin langsung tergoda. Tanpa ragu, Benjamin langsung berjal

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 72

    Larut malam, Yasmin yang sedang terlelap tiba-tiba dibangunkan dengan tergesa-gesa oleh Rubah Perak."Apa? Si Jagal sudah mati?"Begitu mendengar laporan dari Rubah Perak, rasa kantuk Yasmin langsung lenyap. Wajahnya tampak tegang saat dia bertanya, "Bagaimana Si Jagal bisa menyusup ke Bataram? Kena

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 62

    Dengan inti teluh di tangan Jimmy, langkah selanjutnya menjadi sangat sederhana.Cukup membuat satu sayatan kecil di dada Argani, lalu menyiksa inti teluh tersebut. Inti teluh akan menjerit keras, sehingga serangga guna-guna lain di dalam tubuh Argani otomatis keluar untuk menyelamatkan inti teluh.

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 65

    Mobil sebagus itu, ternyata masih mobil termurah yang dimiliki Jimmy?Reaksi terkejut orang tuanya sudah sepenuhnya ada dalam dugaan Zisel.Zisel menarik napas dalam-dalam, suaranya sedikit bergetar saat berkata, "Kalian nggak tahu betapa kayanya Jimmy sebenarnya! Dan koneksinya itu mengerikan! Hari

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 67

    Yasmin mengangkat pandangannya ke langit malam yang gelap gulita, sudut bibirnya melengkung membentuk senyum licik. Karena sosok kuat misterius itu enggan menampakkan diri, dia hanya bisa memakai cara ini!....Keesokan harinya, akhir pekan.Sebagai kepala satpam, Jimmy tidak perlu masuk kerja. Jara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status