Share

Bab 428

Author: Darrel Gilvano
'Mengalah sedikit demi aku?' Kilatan tajam langsung melintas di mata Yasmin.

'Jimmy ini sedang menantangku? Pria ini ingin mengalah sedikit demi aku? Bukankah seharusnya aku yang ngomong begitu?'

"Kamu cari mati?" Mata indah Yasmin menyipit, menatap Jimmy dengan ekspresi tidak ramah.

"Terserah." Jimmy tersenyum santai. "Tapi aku ingatkan, kamu masih terluka. Kalau makin parah, aku nggak akan mengobatimu."

"Terluka?" Yasmin mencibir. "Bahkan kalau aku tinggal satu napas pun, aku masih bisa mengha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 629

    Tidak mungkin semua itu ulah arwah. Sabrina berdiri di sini dalam keadaan sehat walafiat, dari mana datangnya arwah?Setelah menceritakan berbagai kejadian aneh itu, sang nenek masih tak lupa mengingatkan mereka, "Hari sudah hampir gelap. Jangan di sini lagi, cepat pergi! Aku ini bukan mau nakut-nakuti kalian. Kalau nggak percaya, coba saja tanya orang-orang di kota. Pokoknya jangan sekali-kali berniat menguasai rumah itu.""Baik, baik, kami ngerti. Terima kasih atas peringatannya, Nek," jawab Jimmy sambil mengangguk berulang kali.Nenek ini berniat baik mengingatkan mereka. Mustahil Jimmy membantah dan mengatakan semua itu omong kosong.Orang lain boleh percaya. Yang jelas, mereka tidak percaya.Nenek itu memang berhati baik. Karena khawatir mereka tidak mendengarkan, dia bahkan menunggu sampai melihat mereka pergi dengan mobil sebelum akhirnya menghela napas lega dan meninggalkan tempat itu.Setelah kembali ke Kota Hijoar, mereka mencari sebuah rumah makan sederhana untuk makan malam

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 628

    Ketiganya menoleh ke belakang dengan heran, memandang seorang nenek yang memanggul keranjang kecil di punggungnya.Usia nenek itu sudah cukup lanjut, tubuhnya sedikit membungkuk. Rambutnya pun hampir seluruhnya memutih. Sekilas, usianya mungkin sekitar 70 tahun.Apakah nenek itu sedang berbicara kepada mereka? Ketiganya saling memandang dengan bingung.Akhirnya, dari kejauhan Jimmy bertanya kepada sang nenek, "Nenek bicara sama kami?""Dasar anak ini, kalau bukan sama kalian, sama siapa lagi?" timpal sang nenek sambil melambaikan tangan kepada mereka. "Cepat kembali! Jangan dekati tempat angker itu!""Tempat angker?" Sabrina sedikit mengernyit, lalu menunjuk reruntuhan yang hampir tertelan rumput liar dan bertanya, "Maksud Nenek rumah tua ini?""Iya, iya!" Nenek itu mengangguk berulang kali, lalu mengingatkan dengan sungguh-sungguh, "Tempat itu aneh sekali! Kalian masih muda, jangan main-main sama nyawa sendiri."Aneh? Ketiganya kembali saling berpandangan. Rumah reyot seperti itu mema

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 627

    Dahulu, Argani diusir dari keluarganya dan terusir dari ibu kota bak anjing yang kehilangan rumah.Kini, meski sudah mengalahkan Daffa dalam perang bisnis, simpul di hatinya masih belum terurai. Cepat atau lambat, dia pasti akan kembali ke ibu kota untuk memulihkan kehormatannya dan membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.Jimmy sudah memahami hal itu sejak lama. Karena itulah, dia tidak pernah sekali pun berniat membujuk Argani untuk mengurungkan niatnya.Sama seperti tak seorang pun bisa membujuk dirinya agar berhenti mencari Purbaloka dan Ervon.Mendengar perkataan Jimmy, Sabrina langsung terdiam. Bagaimana mungkin Sabrina tidak memahami hal itu?Justru karena memahami, dia tahu dirinya sama sekali tidak akan bisa membujuk Argani. Karena itulah dia berharap Jimmy mau membantu membujuknya.Kalau Jimmy saja tidak mampu mengubah keputusan Argani, kepulangannya ke ibu kota sudah menjadi sesuatu yang tak terelakkan.Karena tahu tak ada gunanya memaksakan hal yang mustahil, Sabrina pun t

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 626

    Malam akhirnya berlalu.Keesokan paginya, mata Yunan dan Yasmin sama-sama merah. Jelas terlihat bahwa keduanya tidak tidur nyenyak. Entah apa yang mereka bicarakan semalaman.Fakta bahwa Yasmin bisa mengobrol akrab dengan Yunan benar-benar di luar dugaan Jimmy.Setelah sarapan, Yasmin pun berpamitan. Jimmy baru saja memberinya hadiah sebesar itu. Dia harus segera kembali untuk memanfaatkannya dengan baik.Begitu Yasmin pergi, Jimmy langsung tak bisa menahan rasa penasarannya. "Kalian semalam ngobrol apa?""Apaan?" Yunan mengerucutkan bibirnya, menjawab dengan kesal, "Dia yang terus ngajak ngobrol. Aku jelas-jelas nggak ladenin, tapi dia tetap saja cerewet. Bikin kesal."Jimmy tertawa geli. "Kalau begitu, lain kali gantian kamu yang ganggu dia.""Kamu mau ngusir aku ya?" Yunan langsung memelotot dengan tidak puas.Jimmy sempat terdiam sesaat, lalu tertawa canggung. "Bukan begitu. Aku cuma takut kamu bosan."Yunan mendengus pelan, lalu bertanya, "Sekarang kita balik ke Bataram?"Tujuan m

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 625

    Setelah mengalami insiden Hog, mereka akhirnya menyadari bahwa kekuatan mereka tidak sehebat yang selama ini dibayangkan. Bahkan bisa dikatakan, mereka masih cukup lemah. Bergabungnya ketiga keluarga besar ini justru akan menjadi tambahan kekuatan yang sangat berharga bagi mereka.Setelah Jimmy sampai melakukan semua ini, kalau mereka masih memperlakukan tiga keluarga itu dengan baik, berarti mereka memang bodoh atau tidak punya harga diri."Kalau begitu, urus saja sesuka kalian." Jimmy tersenyum santai.Yasmin perlahan berdiri. "Apa pun alasannya, kali ini kamu telah memberi kami begitu banyak bantuan yang kuat. Kami memang harus berterima kasih kepadamu. Nanti kalau ada waktu, kami akan mentraktirmu makan.""Di resormu.""Nggak perlu." Jimmy menggeleng sambil tersenyum. "Bagaimanapun juga, aku menggunakan mereka untuk melunasi utang kepadamu. Soal makan-makan, lupakan saja. Asalkan nanti kamu nggak lagi mengungkit masalah itu.""Jangan mimpi!" Wajah Yasmin langsung memerah. Dengan na

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 624

    Untuk serangan seperti itu, Jimmy sudah terlalu terbiasa. Bahkan bisa dikatakan sudah mati rasa.Saat Yunan mengayunkan pedangnya, Jimmy langsung mengulurkan jarinya dan menjentik bilah pedang itu hingga menyimpang.Setelah satu serangannya gagal, Yunan juga tidak melanjutkan serangan berikutnya. Dia hanya mendengus kesal dan memelototi Jimmy. Kemudian, dia berbalik dan berlari masuk ke kamarnya sendiri.Jimmy mengangkat bahu, lalu menutup pintu kamar. Saat berbalik, dia mengeluh kepada Yasmin dengan wajah pasrah. "Menurutmu, nasib apaan sih aku ini? Kenapa aku selalu bertemu gadis-gadis yang nggak bisa diajak bercanda?"Yasmin tahu bahwa dirinya juga termasuk dalam kategori "tidak bisa diajak bercanda" yang dimaksud Jimmy. Wajahnya langsung memerah saat berkata, "Dengan cara bicaramu yang selalu menggoda orang, memangnya siapa yang tahan?""Dia boleh menggodaku, tapi aku nggak boleh godain dia?" Jimmy melemparkan tatapan kesal kepadanya. Lalu, dia kembali duduk di hadapan Yasmin. "Sud

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 81

    "Pura-pura saja terus!" Rafael mendengus sinis, lalu berkata, "Laura, menurutku hari ini dia memang nggak punya niat baik. Dia sengaja datang ke sini buat bikin keributan supaya menyeret Keluarga Sucipto!""Dia lagi balas dendam sama kamu! Sama seperti terakhir kali, waktu dia fitnah kamu selingkuh

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 80

    Jimmy!Secara pribadi, Jimmy sebenarnya tidak mencolok. Namun, transportasi yang dinaiki benar-benar mencolok!Di acara seperti ini, siapa yang tidak datang dengan mobil mewah? Dia malah naik skuter listrik butut. Mau tidak menarik perhatian pun sulit.Dalam sekejap, Jimmy langsung menarik perhatian

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 82

    Begitu semua orang sadar kembali, kerumunan langsung gempar."Tsk, tsk, sampai bisa bikin Pak Howard dari Grup Horizon keluar sendiri buat menyambutnya. Pamornya benar-benar besar!""Orang sehebat itu malah datang naik skuter listrik, rendah hati banget ya?""Kamu nggak ngerti! Itu namanya percaya d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 84

    Setelah menerima telepon dari Laura, Jimmy masih agak bingung.'Yasmin salah minum obat? Kenapa dia cari masalah denganku? Sialan, bajingan mana lagi yang mengadu domba kami?''Jangan-jangan ... Rafael? Berengsek! Pasti bocah tolol itu!''Selain pamer dan cari muka, bajingan itu seharian cuma bisa c

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status