Share

Bab 428

Author: Darrel Gilvano
'Mengalah sedikit demi aku?' Kilatan tajam langsung melintas di mata Yasmin.

'Jimmy ini sedang menantangku? Pria ini ingin mengalah sedikit demi aku? Bukankah seharusnya aku yang ngomong begitu?'

"Kamu cari mati?" Mata indah Yasmin menyipit, menatap Jimmy dengan ekspresi tidak ramah.

"Terserah." Jimmy tersenyum santai. "Tapi aku ingatkan, kamu masih terluka. Kalau makin parah, aku nggak akan mengobatimu."

"Terluka?" Yasmin mencibir. "Bahkan kalau aku tinggal satu napas pun, aku masih bisa mengha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 434

    Melihat Jimmy berlari masuk, Yasmin langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada untuk mencegah bagian tubuhnya terlihat.Mana sempat Jimmy melihat tubuhnya lagi? Dia langsung bertanya dengan cepat, "Apa yang terjadi?""Ponselku meledak." Yasmin memalingkan wajahnya ke samping.Sepertinya sedikit malu."Kenapa ponsel bisa meledak begitu saja?"Jimmy menatap sisa-sisa ponsel di tanah dengan curiga, lalu tiba-tiba menatap Yasmin dengan heran. "Jangan-jangan kamu panggang ponselmu di api?""Ehem ...." Yasmin batuk kecil, lalu wajahnya memerah. "Ponselku kena air jadi nggak bisa dipakai, aku mau telepon Kakek untuk kasih kabar kalau aku baik-baik saja ...."'Astaga! Genius sekali!'Jimmy menatap Yasmin sambil tertawa getir.'Wanita ini buta soal kehidupan sehari-hari atau gimana? Dia nggak tahu kalau ponsel bisa meledak kalau dipanaskan? Kenapa nggak sekalian saja pakai parang untuk motong kabel listrik?'Melihat Jimmy menatapnya seperti melihat orang bodoh, wajah Yasmin langsung se

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 433

    Namun, Jimmy hanya sedikit menggeser tubuhnya, lalu berhasil menghindari tendangan itu."Hm?"Yasmin menatap Jimmy dengan heran.Bajingan ini benar-benar bisa menghindari serangannya? Seharusnya, dia tidak punya kemampuan seperti itu!Setelah berpikir sejenak, Yasmin tiba-tiba paham.Rubah Perak pernah menyelidiki Jimmy sebelumnya dan mengatakan bahwa saat menjadi satpam, bajingan ini pernah belajar sedikit teknik kuncian dan bela diri. Ditambah lagi sekarang Yasmin sendiri sedang terluka dan juga tidak benar-benar berniat menendangnya sampai mati. Jadi, wajar saja kalau Jimmy bisa menghindar."Sebaiknya kamu jangan memaksaku bertindak serius!" Yasmin menatap Jimmy dengan dingin, amarahnya terus membara."Jangan sampai kamu benar-benar serius." Jimmy tersenyum santai. "Kalau luka dalammu makin parah, kakekmu pasti akan cari aku lagi untuk mengobatimu."Sifat wanita ini memang agak buruk. Dengan kondisi seperti ini, luka yang seharusnya bisa sembuh dalam tiga hari, bisa berubah jadi tuj

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 432

    Mendengar ucapan Yasmin, Jimmy sedikit tertegun. Setelah kehilangan fokus sejenak, Jimmy langsung tertawa terbahak-bahak."Kamu ketawa apa?" Yasmin mengernyit dan menatapnya dengan bingung."Kupikir kamu orangnya serius!" Jimmy menatapnya dengan senyum di wajah. "Ternyata kamu juga bisa ngomong yang begitu, ya?"Kalau kalimat seperti itu keluar dari mulut Zisel atau Sabrina, dia sama sekali tidak akan merasa aneh. Namun, Jimmy tidak menyangka kata-kata seperti itu malah keluar dari mulut Yasmin."Cih ...." Yasmin mendecak. "Bukan nggak bisa, cuma aku nggak tertarik saja!""Iya iya, kamu hebat, kamu paling keren." Jimmy memutar mata, lalu melepas pakaiannya sendiri."Kamu mau apa?" Yasmin langsung marah lagi. "Berani-beraninya kamu bertingkah cabul di depanku, kamu cari mati?"Cabul apaan!Jimmy menatapnya tanpa berkata-kata karena terlalu malas menjelaskan. Dia mengambil sebatang ranting, lalu menggantung pakaiannya di dekat api untuk dikeringkan.Memangnya pakai pakaian basah itu nyam

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 431

    "Salahkan aku?" Jimmy mengangkat kedua tangannya, lalu langsung berjalan keluar."Mau ke mana kamu?"Yasmin melangkah maju dan menarik Jimmy, "Kalau mau mati, mati saja yang jauh, jangan cari mati di depanku!"Di luar, langit sudah gelap lagi dan hujan deras turun. Bajingan ini sangat lemah. Kalau sampai terpeleset dan jatuh dari gunung, masalahnya bisa jadi besar."Cari kayu bakar!"Jimmy menatap Yasmin seperti melihat orang bodoh. "Kalau nggak cari kayu untuk menyalakan api, apa pakaian kita bisa kering sendiri?"Setelah berkata demikian, Jimmy melepaskan tangan Yasmin dan langsung berjalan masuk ke dalam hujan. Di bawah hujan deras, semuanya basah kuyup. Kayu bakar juga ikut basah. Mencari bahan pemantik api tidaklah mudah.Setelah mencari dengan teliti, Jimmy akhirnya menemukan sedikit serabut rumput kering yang tidak terkena air. Dia membungkusnya dengan hati-hati menggunakan daun, lalu mengumpulkan beberapa kayu bakar sebelum kembali.Di bawah batu menonjol ada beberapa ranting k

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 430

    Setelah saling melotot dengan marah selama beberapa saat, akhirnya mereka berdua berjalan turun gunung bersama.Begitu Jimmy menanyakan situasinya, barulah dia tahu bahwa sebenarnya Yasmin tadi sudah ikut evakuasi. Hanya saja, ponselnya kemasukan air dan Edward tidak menemukannya di tengah kerumunan.Saat Yasmin menemukan Edward dan yang lainnya sudah siap pergi, barulah dia tahu kalau Jimmy malah naik gunung mencarinya.Edgar khawatir dengan keselamatan Jimmy, jadi menyuruh Yasmin cepat-cepat mencarinya.Jimmy merasa Yasmin mencari masalah, Yasmin merasa Jimmy membuat situasinya makin rumit. Keduanya pun sama-sama kesal. Maka terjadilah adegan tadi.Kalau saja Yasmin satu menit lebih cepat bertemu Edward dan yang lainnya, semua kejadian ini tidak akan terjadi. Mengetahui hal itu, Jimmy hanya bisa merasa tak berdaya.Saat mereka sampai di kaki gunung, barulah mereka sadar bahwa banjirnya semakin mengerikan. Di bawah, banyak pohon besar sudah tumbang tersapu arus. Jalan turun gunung mer

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 429

    "Ya sudah, anggap saja aku kebanyakan bicara!" Jimmy mengangkat bahu. Dia sudah mengingatkan. Kalau wanita ini tetap tidak percaya, ya biarkan saja!Saat Jimmy berjalan turun gunung, hujan mulai turun. Begitu sampai di lereng gunung, Jimmy tiba-tiba menyadari ada yang tidak beres.Tempat mereka berkemah berada di dataran rendah. Kalau hujan lebih deras sedikit saja, air pasti akan mengalir ke sana. Ini akan jadi banjir bandang!Hati Jimmy langsung menegang. Dia segera menelepon Zisel. "Cepat evakuasi semua orang! Mungkin akan terjadi banjir bandang! Cepat! Siapa pun yang nggak mau pergi, langsung pecat!"Mendengar nada serius Jimmy, Zisel tidak berani lengah dan segera mengatur evakuasi. Sekarang baru hujan kecil, tenda juga baru selesai dipasang, tentu saja semua orang enggan pergi.Zisel langsung menyampaikan kata-kata Jimmy, barulah semua orang mulai bergegas membereskan barang. Bersenang-senang boleh, tetapi tidak boleh sampai kehilangan pekerjaan. Bos sedermawan Jimmy sangat langk

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 81

    "Pura-pura saja terus!" Rafael mendengus sinis, lalu berkata, "Laura, menurutku hari ini dia memang nggak punya niat baik. Dia sengaja datang ke sini buat bikin keributan supaya menyeret Keluarga Sucipto!""Dia lagi balas dendam sama kamu! Sama seperti terakhir kali, waktu dia fitnah kamu selingkuh

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 80

    Jimmy!Secara pribadi, Jimmy sebenarnya tidak mencolok. Namun, transportasi yang dinaiki benar-benar mencolok!Di acara seperti ini, siapa yang tidak datang dengan mobil mewah? Dia malah naik skuter listrik butut. Mau tidak menarik perhatian pun sulit.Dalam sekejap, Jimmy langsung menarik perhatian

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 82

    Begitu semua orang sadar kembali, kerumunan langsung gempar."Tsk, tsk, sampai bisa bikin Pak Howard dari Grup Horizon keluar sendiri buat menyambutnya. Pamornya benar-benar besar!""Orang sehebat itu malah datang naik skuter listrik, rendah hati banget ya?""Kamu nggak ngerti! Itu namanya percaya d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 85

    "Hmm ... boleh juga." Rubah Perak mengangguk, berkata dengan agak enggan. "Jenderal terlalu berbelas kasih pada Jimmy. Kalau menurutku, orang tak tahu malu seperti itu memang harus diberi pelajaran keras supaya kapok!""Selain memukulinya, memang kamu bisa menghukumnya bagaimana lagi?" Yasmin tersen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status