Share

Bab 487

Author: Darrel Gilvano
Mereka seolah-olah adalah dua orang yang berbeda.

Sabrina tidak bisa membayangkan, apa saja yang telah dialami Jimmy sampai bisa menjadi sedingin ini.

Sabrina memejamkan mata, membiarkan suara musik yang memekakkan telinga terus bergema di telinganya.

Beberapa menit kemudian, Tulus akhirnya tidak sanggup menahan siksaan Jimmy dan setuju untuk membawa mereka menemui tuan muda itu.

"Dasar keras kepala!" Jimmy mendengus dingin, langsung mengangkat Tulus yang sudah setengah mati ke dalam mobil.

Di b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 498

    Jimmy tiba di Vila Halmon saat hari sudah pukul enam sore.Yasmin entah pergi ke mana, untuk sementara belum kembali. Edward si anak sialan itu, kembali menjadi koki dan sibuk sendiri di dapur.Jimmy duduk bersama Edgar, lalu langsung bertanya, "Bukannya kamu mau menunggu sampai aku dan cucu kesayanganmu mengurus akta nikah? Kenapa sekarang tiba-tiba mau pergi?""Apa, kamu nggak rela aku pergi?" tanya Edgar sambil tersenyum."Masalah rela atau nggak, bukan aku yang berhak menentukan." Jimmy tersenyum sambil menggeleng, "Aku cuma penasaran saja.""Penasaran?" Edgar tersenyum tipis, "Di satu sisi karena aku memang ada urusan di ibu kota, di sisi lain juga karena aku sudah memikirkannya dengan matang.""Sudah memikirkannya?"Jimmy terkejut, lalu berkata dengan senang, "Jadi, kamu memutuskan untuk membatalkan pertunangan?"Melihat mata Jimmy yang langsung berbinar, Edgar tak bisa menahan senyum.Cucunya itu setiap hari bilang Jimmy tidak tahu malu. Padahal sebenarnya, Jimmy benar-benar tid

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 497

    Melihat keadaan Gwenny seperti itu, kepala pelayan jadi ragu dan tidak berani bertindak."Lakukan!" teriak Rita dengan marah. Kepala pelayan menguatkan hati, lalu tiba-tiba mengerahkan tenaga di tangannya.Krek!"Aaahhh!!" Lengan Gwenny dipatahkan, seketika terdengar jeritan menyayat hati."Tutup mulutnya!" Rita kembali memerintahkan, "Jangan sampai orang lain menertawakan keluarga kita!"Kepala pelayan tidak berani membangkang. Dia terpaksa menutup mulut Gwenny agar dia tidak terus berteriak."Mmhh ...."Wajah Gwenny terdistorsi karena rasa sakit, air mata mengalir deras tanpa henti. Rita tidak lagi menoleh pada cucunya, melainkan menatap dingin ke arah Jimmy, "Sekarang kamu puas?""Cukup." Jimmy sedikit mengangguk, "Kamu memang punya ketegasan seperti seorang wanita tangguh."Meskipun dia memandang rendah wanita tua ini, Jimmy tetap harus mengakui bahwa Rita memang cukup keras. Selain itu, dia juga tetap tenang di tengah kekacauan dan mampu mengambil keputusan dengan cepat.Orang sep

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 496

    Benar-benar dipukul!Dengan satu ayunan tongkat itu, tulang tangan Rita sudah pasti hancur.Walaupun masih bisa disembuhkan dan tidak akan membuat cacat. Namun di usia Rita sekarang, tulang tangan yang remuk seperti itu pasti akan membuatnya menderita cukup lama.Semua orang menatap Jimmy dengan tercengang. Banyak yang mengira dia hanya menakut-nakuti Rita.Tak disangka, Jimmy benar-benar bertindak.Apa yang dia katakan, benar-benar dia lakukan! Jika Jimmy mengatakan akan mematahkan tangannya, berarti memang akan dilakukannya!"Nenek!" teriak Gwenny ketakutan. Kemudian, dia mundur dengan panik ke arah sekelompok preman itu. Sebelumnya, dia sama sekali tidak percaya Jimmy berani mematahkan tangannya.Namun sekarang, dia benar-benar percaya.Jimmy bahkan berani mematahkan tangan neneknya, apalagi tangannya?Wajah Gwenny tampak penuh ketakutan saat bersembunyi di belakang orang-orang itu, lalu berteriak, "Cepat selamatkan Nenek! Hajar dia sampai mati!"Mendengar teriakan Gwenny, semua ora

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 495

    "Lumayan juga."Jimmy mengangkat bahu. "Katakan saja, kalian mau gimana?"Rita menoleh ke arah cucunya dan bertanya, "Dia pakai tangan yang mana memukulmu?""Dua-duanya!" kata Gwenny dengan wajah penuh amarah."Kamu salah ingat, ya?" Jimmy berkata sambil tersenyum, "Seingatku aku cuma pakai tangan kanan."Mata Gwenny menyala penuh amarah dan berteriak, "Aku bilang dua tangan ya dua tangan!""Baik!"Rita tidak ingin mendengar Jimmy "berkelit", lalu berkata dengan nada dingin, "Berlutut di tanah, biarkan cucuku menampar wajahmu sampai bengkak, lalu patahkan kedua tanganmu. Kalau begitu, urusan hari ini selesai!""Kamu yakin mau begitu?" Jimmy tersenyum tipis. "Aku sarankan kamu pikirkan lagi. Ingat nasihat Master Acharya tadi."Jimmy benar-benar tidak mengerti. Kenapa selalu ada orang yang merasa jumlah banyak berarti pasti unggul?Wanita tua ini mengaku percaya pada dewa, tapi sama sekali tidak punya belas kasih.Rita mendengus dingin, lalu berkata dengan nada meremehkan, "Dari sikapmu,

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 494

    Mengetahui Gwenny membawa orang untuk mencari masalah, Jimmy segera bangkit dan mengucapkan terima kasih kepada Acharya, lalu mengikuti biksu kecil itu keluar.Acharya juga bergegas mengikuti mereka.Saat berjalan keluar kuil, Jimmy kembali bertanya, "Bagaimana pandangan Master Acharya tentang membunuh?"Acharya tersenyum. "Membunuh satu orang demi menyelamatkan seratus orang adalah kebajikan! Menghukum yang jahat dan menegakkan kebaikan juga merupakan kebajikan! Bahkan di ajaran agama, ada pula sosok penjaga yang murka."Jimmy mengangguk sambil tertawa, "Memang seharusnya begitu!" Dia sempat mengira Acharya akan mengatakan bahwa semua pembunuhan adalah dosa. Tak disangka, Acharya malah mengatakan hal seperti itu.Inilah yang disebut biksu agung sejati. Bukan orang yang hanya pandai mengucapkan belas kasih palsu.Tak lama kemudian, mereka sampai di luar. Di samping Gwenny sudah berdiri puluhan orang, sekitar 30-40 orang. Di antara mereka, ada seorang wanita tua yang berdiri dengan tong

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 493

    "Penghalang batin?" Acharya sedikit terkejut, "Silakan Tuan Jimmy ceritakan."Jimmy merapikan pikirannya sejenak, lalu menceritakan masa lalunya secara singkat kepada Acharya. Ini juga pertama kalinya sejak ingatannya pulih, dia secara sukarela menceritakan masa lalunya kepada orang lain.Dari perkenalannya dengan Yunda, hingga kemudian pergi ke luar negeri untuk membantai, sampai berada di ambang menjadi iblis, lalu ingatan dan kekuatannya disegel selama lima tahun oleh Syamsul dengan mempertaruhkan nyawanya, serta tentang kedua orang tuanya.Meskipun Jimmy menceritakannya dengan singkat, tetap saja butuh lebih dari sepuluh menit untuk selesai. Setelah mendengar semuanya, Acharya pun terkejut.Setelah lama terdiam, Acharya menghela napas pelan. "Usiamu masih muda, tapi pengalamanmu bisa disebut legendaris."Jimmy menggeleng sambil tersenyum pahit. "Soal legendaris atau nggak, aku sendiri nggak tahu. Tapi aku bisa merasakan bahwa sifat iblis dalam tubuhku mulai bangkit kembali. Karena

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 51

    "Pak Yahya nggak mau." Andra menggeleng sambil tersenyum getir. "Dia orangnya sangat bijaksana dan nggak ingin merepotkan kita. Dia lebih memilih tetap tinggal di rumah sakit sini ...."Jimmy akhirnya mengerti dan diam-diam semakin mengagumi Yahya.Keduanya mengobrol sejenak, lalu kembali ke kamar p

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 54

    "Jangan, jangan ...."Wajah Zisel langsung pucat pasi. Tangan yang mencengkeram baju Jimmy pun bergetar tanpa henti. Jimmy menatap Zisel dengan ekspresi tak berdaya.Bukannya dia pongah sekali waktu di perusahaan Keluarga Sucipto dulu? Kenapa sekarang malah ketakutan setengah mati?Wajah Wirya tampa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 47

    Melihat sosok Jimmy yang menghilang dari pandangannya, Sabrina merasa penasaran. Jelas-jelas Jimmy adalah orang hebat, kenapa dia berpura-pura lemah? Apa tujuan Jimmy berbuat seperti itu?Orang suruhan Sabrina sangat profesional. Mereka membawa mayat-mayat itu pergi dengan cepat, bahkan noda darah d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 48

    Sesudah kembali ke vila, Jimmy terus duduk di halaman. Jantungnya mulai berdegup kencang saat memikirkan momen dia membunuh orang tadi.Jimmy bukan takut, melainkan antusias. Bahkan dia makin antusias setiap memikirkannya, seakan-akan naluri membunuh yang sudah tidur sangat lama kembali dibangkitkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status